Lintni Syahrain seorang wanita yang mengalami pelecehan dalam satu malam yang membuat hidupnya hancur, bahkan terpaksa menikah dengan pria yang tidak disukainya.
Askelan Harrad seorang pria yang berhasil mencapai kekuasaan dengan segala cara, tapi dia sangat mencintai ibunya hingga terpaksa menikah demi membahagiakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Kewaspadaan
Kewaspadaan
“Dasar bodoh! Kau harus menunjukkan kasih sayang padanya, seperti dia begitu mencintaimu!”
Hampir saja Askelan meledakkan umpatan kasar pada sembarang orang, bagaimana bisa ibunya menilai jika Lintani begitu mencintainya? Itu artinya aktingnya berhasil!
“Baik, aku akan mengantarnya lain kali.”
Di sebelah ruangan itu, Jordan mendekati Lintani dan menepuk pundaknya.
“Kenapa kau menangis, Nona?”
“Jordan, apa Tuan Askel ada bersama Ibu?”
“Ya.”
“Kenapa Ibu begitu lemah? Aku tidak ingin kehilangan dia. Kenapa dia tidak mau bicara saat aku di dalam tadi, kenapa? Pasti dokter mengatakan sesuatu pada kalian, kan?”
Jordan bingung, masalahnya dia melihat kalau Elliyat baik-baik saja. Memang dokter mengatakan ada kegagalan saat kemoterapi. Wanita itu sempat mengalami drop juga, tapi kini sudah ditangani dengan baik.
“Apa yang kamu bicarakan padanya, Nona?”
“Aku memberinya semangat agar bertahan dan hidup lebih lama, dia harus kuat kalau ingin melihat cucunya lahir!”
Jordan menahan tawa dan Lintani mengira jika pria itu mengejeknya.
“Aku sungguh-sungguh, bukankah Haifa hamil, dan itu cucunya, itu anak Tuan Askel! Aku berkata hanya agar dia segera pulih apalagi besok dia harus melihat kami menikah.”
“Baiklah, kalau begitu.” Untuk sejenak Jordan termenung, dia beranjak dari sudut itu dan berjalan sambil berpikir jika ada kesalahpahaman di sana, di mana Elliyat menginginkan bahwa yang hamil adalah Lintani.
Jordan sudah menyelidiki siapa Lintani, dia gadis yang lahir dari Rasevan, kota kecil yang dikelilingi danau seluas ribuan mil dari kota Hill. Dia diangkat menjadi adik dari Haifa sejak masih sekolah dasar dan umurnya baru sembilan tahun.
Jordan dan kawan-kawannya tidak tahu persis apa yang menyebabkan Lintani bisa bersama keluarga Lux. Sebab keberadaan orang tua dan saudara-saudaranya yang lain tidak diketahui, mereka bagai lenyap di telan bumi.
Pemerintah setempat pun tidak tahu ada anak yang bernama Lintani Syahrain berasal dari sana. Sedangkan semua anggota keluarga Syahrain diketahui telah wafat, dalam sebuah badai saat pergantian musim sekitar sebelas tahun yang lalu.
Menurut beberapa saksi, beberapa tetangga Lux, mengatakan kalau Lintani hidup dalam kenyamanan. Hanya satu hal yang terasa aneh bagi para tetangga dan teman-teman sekolahnya, kalau Lintani menjadi anak yang sangat pendiam dan begitu membenci orang berkostum badut.
Kecantikannya jauh melebihi Haifa hingga keluarga Lux sering menyembunyikannya dan, bila dia keluar dari rumah pun tidak pernah berpakaian dengan benar, ada saja kostum aneh yang dia kenakan, serta berdandan berlebihan.
Jordan menemukan tas Lintani yang tertinggal di restoran beberapa waktu lalu, dalam ponsel itu dia tidak menemukan informasi yang berarti, tidak ada kontak atau bekas pesan dari siapa pun kecuali dari keluarga Lux. Juga sebuah Foto seorang wanita yang memeluk anak kecil.
Ada hal yang bertentangan dengan pengakuan beberapa tetangga, semua pesan yang ada serta beberapa rekaman panggilan dari Rauja dan Lux, dalam ponsel itu, sangatlah kasar. Itu artinya bahwa, Lintani, gadis cantik itu mengalami kekerasan dalam hidupnya. Sampai saat ini, Jordan belum bisa memastikan kebenarannya kecuali dia mendengar langsung ungkapan apa yang terjadi jika kedua wanita ini, yaitu Haifa dan Lintani, saling berhadapan.
Sialnya, setiap kali kedua gadis ini bertemu dan terjadi konflik, Jordan tidak ikut mendampingi Askelan.
Setelah beberapa saat kemudian.
Lintani menyudahi tangisnya dan dia hendak kembali ke brankar tempat Elliyat terbaring, tapi dia berpapasan dengan Askelan. Dia tidak menghiraukannya dan berjalan melewati pria itu, tapi seketika tangannya ditarik hingga dia hampir terjerembap dan Askelan menahan punggungnya.
Melihat hal itu, Jordan langsung menjauh dan hanya melihat dari kejauhan.
“Kau mau ke mana?” Askelan berkata sambil melepaskan pegangan tangannya.
“Menengok Ibu!” Dia berkata dan sudah berdiri tegak kembali.
“Ibu sedang tidur, apa kau mau mengganggunya?”
“Tentu saja tidak.”
“Kalau begitu, pergilah!”
“Tapi, aku belum bicara apa pun dengannya!”
“Tidak perlu, pergi saja kau dari sini, aku tidak ingin dia mengatakan sesuatu yang aneh padamu!”
Tentu saja Askelan tidak ingin ibunya, kembali memberi semangat pada Lintani untuk segera memiliki bayi.
“Sesuatu yang aneh seperti apa, maksudmu?”
Askelan tidak menjawab dan dia menarik tangan Lintani untuk pergi dari tempat itu.
Askelan mengantarkan Lintani sampai ke percetakan batu bata dan saat Lintani turun, kewaspadaan Jordan serta Askelan meningkat, bahkan ada beberapa isyarat dari gerakan dagu dari Jordan.
“Cepatlah ke sana, Nona!” kata Jordan.
“Baik, terima kasih sudah mengantarku!” kata Lintani.
Setelah itu Jordan segera memutar mobilnya. Meninggalkan Lintani yang masih heran dengan sikap mereka.
Percakapan di dalam mobil.
“Apa Tuan, merasakannya?”
“Ya!”
“Seharusnya Anda tidak turun dari mobil waktu itu!”
Askelan diam saat Jordan memprotes keputusannya waktu membawa Lintani pergi malam itu, padahal, ada Petra sedang bersamanya. Pria itu tidak tahan saat melihat Lintani bersama dengan pria lain. Perasaannya mengatakan jika gadis itu istri sesungguhnya yang benar-benar ingin dia lindungi. Dia sendiri heran dengan naluri yang tiba-tiba muncul dan menuntutnya untuk membawa gadis itu pegi.
Petra memang tidak berbahaya, tapi sepupu perempuannya adalah istri Mork, pria yang telah di bunuh oleh Jordan. Sedang pamannya adalah Dex Barseba seorang pria yang pernah memiliki kisah buruk antara Yardo dan Elliyat di masa lalu. Selain itu, istri Dex adalah adik kandung Yardo. ini seperti sebuah kebetulan.
Dahulu, Dex berteman dengan Makra, dialah orang yang membantu saingannya itu untuk menggulingkan Askelan. Sebuah kebetulan lagi jika istri Makra adalah keturunan dari kakek ibunda Petra.
Petra adalah salah satu orang yang lebih suka memakai marga ibunya dari pada nama belakang keluarga ayahnya, sebab nama Baseba itu lucu.
Noul Barseba dan Petra satu orang yang memiliki bisnis biasa, tidak seperti saudara dan sepupunya yang lain hingga Askelan dan Jordan menganggap tidak masalah jika Lintani bekerja di sana. Walaupun demikian, mereka tetap harus meningkatkan kewaspadaan.
Saat waktunya pulang, seperti biasa, Lintani mengganti pakaian setelah mendapatkan bayaran. Dia senang hari ini uangnya bertambah walau, dia sedikit kecewa, gagal membeli alat tes kehamilan itu, karena dia malu kalau harus mengaku pada Askelan dan Jordan.
“Hai! Lin! Bagaimana kalau aku mengantarmu?” kata Petra. Lintani bahkan tidak sadar saat pria itu berjalan di belakangnya, seorang diri.
“Kalau kau mengantarku dengan berjalan kaki, itu bukan mengantar, tapi, menemani!”
“Apakah itu berbeda? Kupikir sama saja!”
“Ah, kau mmmmppp!”
Tiba-tiba seseorang membekap Lintani dari belakangnya!
Bersambung
xixixixxiixixi
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu