Pertemuan pertama yang tidak mengenakan di toilet cewek dimana seorang cowok bernama Revan Sanjaya tengah bersembunyi dari kejaran fans cewek yang memujanya tanpa dia sadari di toilet ada seorang gadis kecil yang bernama Kiara Putri, setelah menyadari ada seseorang dia meminta bantuannya karena tidak melihat reaksi apapun dari gadis itu dia yang ada malah sikap cuek yang diberikannya sehingga Revan merasa tertarik dengannya dan langsung mengajaknya menikah tetapi ditolah. Sehingga suatu kejadian yang mengharuskan mereka menikah. Apakah Kiara akan menerima pernikahannya dan belajar mencintai Revan? atau dia akan membencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Assalamu' alakum Wr. Wb
Maaf ya kalau ceritanya membosankan, selamat membaca.
----------
“ Yalah kan sudah sah, jadi milik aku sekarang. Kemarin kan belum pasti statusnya, jadi aku gak mau terlalu berharap entar jatuhnya sakit.” Jawab Ara, Revan yang mendengarnya senang cintanya terbalaskan.
“ Oh ternyata istrinya kakak yang cantik tiada tara ini sudah suka ni sama kakak dari kemarin, tapi malu-malu kucing.” Ucap Revan mengoda dengan mengengam erat tangan kanan Ara.
“ Iya siapa juga yang gak mau sama cowok ganteng kayak kakak, tapi aku bukan malu-malu kucing.” Ucap Ara mengandung.
“ Terus apa?.” Tanya Revan cepat.
“ Takut malu-maluin haha...” Jawab Ara dengan mengedipkan sebelah matanya dan membuat Revan juga tertawa dengan mengelengkan kepalanya.
" Kamu sekarang sudah berani ya godain kakak, kakak jadi gak sabar pengen cepat sampai ke rumah." Ucap Revan gemas melihat tingkah Ara yang mulai centil.
" Uluh... uluh... udah gak sabar ini suami aku pengen cepat sampai rumah, pengen ngapain sih cepat-cepat pulang ke rumah kangen ya?." Tanya Ara dengan bergelanyut manja di lengan kiri Revan.
" Iya pengen segera main bola berdua sama kamu lah sayang." Jawab Revan sekilas melirik Ara.
" Hah main bola? kok malam-malam cuma berdua lagi, emang ada? dan bagaimana cara kalau cuma berdua? ." Tanya Ara bingung.
" Ada sayang, kamu tenang aja entar aku ajarin main bola berdua dan jangan banyak tanya lagi sekarang kita turun sholat dulu sekalian sholat isya." Jawab Revan yang sudah memarkirkan mobilnya didepan mesjid, Ara hanya mengangguk tanpa menjawab dan mereka keluar dari mobil.
" Kita ketemu dimobil setelah sholat isya, ingat jangan pergi kemana-mana entar hilang diculik orang." Ucap Revan memperingati.
" Kalau aku hilang diculik orang yang nangis juga kakak." Jawab Ara langsung lari sebelum mendapatkan omelan yang panjang.
Setelah mereka berada di mobil tidak ada yang membuka suara, Revan memasang wajah datarnya tanpa melirik Ara.
" Kak kok diam aja dari tadi." Ucap Ara tidak dijawab oleh Revan.
" Kakak aku minta maaf, jangan marah lagi sama aku." Ucap Ara mengengam tangan Revan mencoba membujuk tapi ditepis.
" Kak jangan diamin aku kayak gini, aku lebih suka kakak ngomel dan marah-marah kayak gini." Ucap Ara membujuk, tapi tetap saja tidak ada jawaban.
" Turun." Ucap Revan dingin.
" Kakak mau turunin aku dijalan, kakak tega banget sih sama aku." Ucap Ara dengan wajah cemberut.
" Siapa yang mau nurunin kamu dijalan." Ucap Revan datar.
" Terus ngapain kita berhenti di sini?." Tanya Ara terus melihat ke arah Revan
" Ayo turun." Ucap Revan keluar dari mobil dan Ara melihat ke sekelilingnya ternyata mereka berada di Restoran.
Ketika Ara ingin melangkah menghampiri Revan yang sudah duduk di kursi restoran, ada dua orang cewek yang memakai pakaian seksi menghampiri dan duduk di depan Revan.
" Siapa mereka berani sekali duduk sana, gak bisa dibiarin harus siaga pelakor bertebaran dimana-mana, padahal baru juga gue tinggalin sebentar, apa lagi lama harus disamperin." Gumam Ara dalam hati melihat dua orang cewek merayu Revan dan Ara mempercepat jalannya.
" Wah pak Revan kita ketemu disini jangan-jangan kita jodoh." Ucap cewek 1.
" Pak jodoh gue kali bukan lu, bapak kok ada disini? sama siapa pak?." Tanya cewek 2 dengan nada manja dan gaya centilnya.
" Jodoh katanya, hei lu gak tau aja kalau dia sudah punya istri. Kalau lu sampai macam-macam sama suami gue, habis lu sama gue." Gumam Ara dalam hati tersenyum sinis.
" Sama... " Ucap Revan terpotong.
" Sayang kamu kok tinggalin aku sendiri." Ucap Ara dengan manjanya menghampiri Revan dan langsung duduk dipangkuannya, Revan yang mendapatkan perlakuan dari Ara tercengang.
" Sayang aku haus." Ucap Ara melingkarkan tangan kirinya ke leher, tangan kanannya mengelus dada Revan, dan p****tnya dia goyangkan membuat Revan menjadi tegang.
" Aku pes... " Ucap Revan terpotong dengan Ara yang sudah mencium bibir mengigit kecil bibir Revan dan melumutnya saling bertukar air liur, tidak hanya kedua cewek yang duduk dihadapan mereka menelan ludahnya kasar. Tapi semua pengunjung cewek direstoran kaget dan tak percaya dengan apa yang telah dilihatnya, ada yang merasa senang, iri dan ada juga yang merasa tidak suka melihatnya.
Ara melepaskan ciumannya karena nafasnya sudah mau habis dan menatap tajam Revan.
" Enak ya istrinya di tinggal mau cari yang baru sekarang, akan aku kasih hukuman ke kakak karena sudah meninggalkan aku sendirian dimobil." Ucap Ara di telinga Revan dengan menghembuskan nafasnya lalu mengigit pelan telinganya.
" Kamu juga harus tanggung jawab karena sudah membangunkan adikku." Ucap Revan berbisik di telinga Ara dan Ara merasa dibawahnya ada yang bergerak.
" Ehem terima kasih sayang hausku sudah hilang." Ucap Ara dengan bergeyanyut manja.
" Iya sayang." Jawab Revan dengan senyum manis yang membuat cewek disana histeris.
" Sayang kedua perempuan ini siapa?." Tanya Ara tanpa melirik mereka.
" Mereka mahasiswi dikampus aku mengajar." Jawab Revan santai.
" Jadi di dosen, enak dong bisa cuci mata sama yang bening-bening kayak gini. Sedangkan gue disuruh jangan dekat-dekat dengan cowok, ini gak adil dan gak bisa dibiarin, hati istri yang terzolimi dalam dalam diri gue meronta." Gumam Ara dalam hati menatap tajam Revan yang berbicara begitu santai dan banyak pertanyaan yang dia ingin tanyakan kepada Revan, Revan yang melihat Ara menatapnya seperti itu tersenyum.
" Wah ternyata oh ternyata dia begitu posesif juga sama gue, em bahagianya dicemburuin wajahnya itu loh mengemaskan banget kalau bukan di tempat umum sudah gue garap disini juga." Gumam Revan dalam hati.
" Sayang ayo pesan dulu makannya, entar dimarahin mama sama papa kalau pulang kemalaman." Ucap Revan membuyarkan lamunan Ara.
"Papa dan mama? alasan aja, lu yang mau pulang cepat pake ngeles segala." Gumam Ara dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
" Em iya sayang cintaku kekasihku." Jawab Ara ingin berdiri, tapi langsung di tarik oleh Revan.
" Kenapa kak?." Tanya Ara tanpa merasa bersalah sebenarnya dia ingin tertawa melihat wajah Revan yang sedikit memerah.
" Jangan berdiri duduk aja disini, kamu mau melihat adik kecilku dilihat oleh cewek-cewek disini.
" Ya enggaklah, aku aja istri kakak gak pernah lihat masa mereka sudah lihat duluan." Ucap Ara berbisik dengan tangannya mengelus adik kecilnya Revan.
" Sayang kamu jangan menguji kesabaran kakak, kalau kakak gak kuat kamu kakak garap disini." Ucap Revan berisik.
" Kayak sawah aja digarap kak." Jawab Ara membuat Revan frustrasi sendiri.
" Astagfirullah cobaan apa lagi yang engkau berikan ke hambamu ini ya Allah." Gumam Revan dalam hati merasa dongkol.
----------
**Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara tekan gambar love dan kasih vote agar authornya semangat buat up nya.
Berikan vote kalian jika ingin authornya up setiap hari.**