NovelToon NovelToon
SADNESS

SADNESS

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Duniahiburan / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Kang-jun!!!

Seren hanyalah gadis biasa yang terlahir dari rahim seorang pelacur. Hidup dan tumbuh dari hasil keringat seorang pelacur tak membuat Seren termotivasi untuk menjadi salah satu di antaranya.
Dalam 18 tahun kehidupannya, Seren selalu bertekad tidak ingin menjadi seperti sang ibu. Karena ia sangat tahu di balik kehidupan mewah seorang Pelacur tersimpan sebuah hal berbahaya yang bahkan satu orang pelacur- pun belum dapat keluar darinya.

"Hmm- Kamu percaya kalau aku ini bajingan, bukan?"

peringatan: mengandung percakapan orang dewasa, disarankan untuk bijak memilih jenis bacaan anda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang-jun!!!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Mulai aneh

Brak!!!

"HUAAAAA!!! KAU KENAPAA!?" Tanya Seren spontan berteriak.

"Aku-"

William malah berhenti berbicara dan tergesa masuk ke dalam kamar Seren. Ia mengecek kesana - sini.

"Anda kenapa?" Tanya Seren beranjak dari duduknya.

"Aku rasa bukan dari sini, aku harus mengeceknya keluar. Seren, kau dengar ada suara seperti benda terjatuh tidak?" Bukannya menjawab pertanyaan Seren, William malah balik bertanya.

Dengan wajah bertanya, Seren menggeleng. William masih menatap Seren, rasa penasarannya masih belum terobati.

Melihat gelengan dari Seren sontak membuat William mencari ke-segalah arah. Tidak mungkin ini suatu hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.

.......

.......

.......

.......

...SADNESS...

...28...

...MULAI ANEH...

.......

.......

.......

William kembali mengecek dengan teliti, ke-segalah arah, tiap sudut, hingga sampai di jendela Seren yang masih terbuka.

Pandangannya jatuh pada hutan pohon karet. Hutan itu gelap dengan suara binatang yang membuat bulu kuduk William semakin merinding.

"Aku jadi menyesal membeli rumah di daerah ini." Monolog William bergidik takut.

Ia kembali mengedarkan pandangan, pohon-pohon itu sudah tumbuh begitu tinggi, hingga sedikit terpaan angin-pun sudah mampu membuat pohon-pohon karet bergoyang kesegalah arah, membuat suasana horor kian terasa.

"Hmph? apa itu?" Tanya William pada dirinya.

Ia melihat sesosok bayangan di balik pohon karet. Sosok itu memakai setelan dress putih yang sedikit kotor. Saat pandangan mereka bertemu, sosok itu langsung pergi menuju kedalaman hutan karet.

Brak!!

Dengan gelisah William menutup jendela dan langsung merogoh saku celana untuk mengambil Smartphone untuk mendial nomor sang sekretaris.

Drrrtt... klek..

"Robert, aku mau kau panggil pengusir hantu sekarang juga!" Titah William.

^^^"Maaf tuan, memangnya ada hal mistis yang terjadi?"^^^

Tanya Robert dari seberang sana.

"Iya, mistis sekali sampai aku panik. Dari tadi aku mendengar suara gaduh dan benda jatuh namun saat di cek tidak ada apapun. Fixs ini pasti hantu!" Seru William berteriak di akhir kalimatnya.

^^^"Ok, baiklah. saya akan memanggil orang yang sekiranya bisa tuan. Tunggu 15 menit hingga mereka datang."^^^

"Hmm.. Ok. Oh iya, mulai besok semua pelayan-"

William langsung mendelik tak suka ke arah Seren yang sudah memandangnya penuh arti. Senyumnya naik begitu tinggi hingga membuat matanya hampir tertutup.

"Kau kenapa!?" Bentak William.

^^^"Ah, iya tuan kenapa?"^^^

Balas Robert penuh Tanya.

"Tidak, bukan kau. Tapi si 'beban'. Ya, jadi besok semua pelayan sudah mulai bekerja. Masuk seperti biasa, ingat jangan ada yang terlambat. Termasuk kau Robert, kau harus datang lebih dahulu."

"Baik tuan, dimengerti."

"Hmph! Aku sudah mulai bosan melihat rumah seperti kapal hantu begini, pantas hantunya berkunjung sendiri. Diurus oleh ja*ang kecil rupanya tidak membawa perubahan." Sindir William seraya matanya menyipit sinis ke arah Seren, mulutnya juga ikut melengkung ke bawah.

"Baiklah, terimakasih Robert. Selamat malam."

klik...

"Jadi besok aku sudah bisa bersantai ya? Oh senangnya..." Ucap Seren penuh syukur, tangannya ikut membentang tinggi.

"Siapa bilang ha!? kau masih harus mengurus rumah bersama pelayan lainnya," William langsung berjalan ke arah Seren dan dengan cepat mengacungkan spatula.

"Jangan pura-pura amnesia, hutang-mu pada Siska sekarang beralih padaku. Kau masih harus melunasinya, jangan mengelak!"

Dengan wajah terkejut Seren menatap spatula yang dilayangkan tepat didepan mukanya. Dengan gerakan pelan ia menggeser spatula berminya itu dan memberikan cengiran canggung pada William yang sudah bermuka masam.

"Nanti saat aku sudah gajian aku akan mengangsurnya." Jawab Seren kesal, ia langsung melihat kedua tangan di dada dan membuang muka. Tiba-tiba cerita langsung berpindah ke arah hutang, siapa yang tidak kesal.

"Hmph.. (Nada mengejek) Kau pikir dengan gaji segitu bisa melunasi hutangmu ha? gaji cuma 700 Ribu merasa bisa melunasi hutang yang sudah lebih dari 1M. Mau berapa tahun kau akan bekerja?" Tanya William mengejek.

Ia beralih berjalan ke arah kasur Seren dan merebahkan dirinya disana. Tanpa melepas perlengkapan memasak sebelumnya, William dengan santai berguling-guling dan mencium dalam bantal Seren yang sudah terselimuti aroma gadis itu. Matanya dengan natural tertutup, mencoba untuk menyamankan diri di posisi yang telah ia buat.

Matanya sedikit terbuka saat sebuah ide brilian muncul.

"Kecuali kau mau melacur padaku, mungkin kau perlu 5 kali baru hutang-mu lunas." William sedikit mengangkat kepala untuk melihat ekspresi yang akan di keluarkan Seren, Namun pandangannya sedikit terhalang oleh beberapa bantal hingga Ia langsung meletakkan kepalanya di atas tangan kanan untuk menambah keseimbangan dan tinggi, matanya juga semakin mengintimidasi gadis muda.

"Bagaimana? menguntungkan bukan? Lagian kau tidak akan rugi, aku tampan, tubuhku bagus, aku kaya, berkebolehan, cakap, dan yang paling penting aku 'baik hati dan dermawan'."

Untuk kalimat terakhir Seren serasa ingin muntah.

"Anda?" Seren langsung mengarahkan telunjuknya tepat ke arah William yang mengangguk sombong.

"Untuk beberapa hari yang lalu aku memang sempat hampir beranggapan begitu, rupanya sifat alami tidak bisa dirubah. Anda memang tidak pernah berubah dari dulu, kemarin, maupun hari ini. Astaga, hampir saja aku berfikir begitu, hampir saja aku beranggapan yang tidak-tidak. Rupanya anda sama saja dengan orang-orang di luar sana. Sama-sama munafik."

Mereka berdua saling menatap, tatapan Seren sangat garang seolah siap memulai perang. Sementara William hanya berwajah datar namun air mukanya mengeras, pria itu sedikit tersinggung.

Sejenak William menghela nafas dan beranjak dari kasur. Ia memilih keluar namun saat sudah mencapai ambang pintu, William kembali melirik Seren.

"Untuk tawaran-ku yang barusan, aku bersungguh-sungguh. Jangan sampai kau menyesal karna aku tidak suka yang bekas."

Setelah mengatakan kalimat terakhir, William langsung beranjak pergi meninggalkan Seren yang hanya dapat termangu.

'Aku.... tidak tau mau bilang apa. Disatu sisi aku takut, disisi lain aku ingin segera lepas darinya karna aku takut menjadi nyaman dan akhirnya sulit untuk lepas darinya.'

Seru hati Seren frustasi.

"Aaaaaa! Kenapa tiba-tiba aku berpikir begitu siiiii!!!! Dia itu gigolo Seren! Ingat itu baik-baik, dan tidak mungkin kau bisa nyaman padanya. Memangnya dia telah berbuat apasih hingga aku bisa jadi nyaman? Tapi belakangan ini dia cukup baik kok. Tapi? Aaaaahhhh frustasi..... Dia memangnya ngasih aku apa hingga aku (menyentuh dada) mulai suka. Dia gak berbuat hal spesial, tapi dia mampu buat aku jadi gini." Monolog Seren frustasi.

Gadis itu semakin frustasi dan mengedarkan pandangan keseluruh arah sampai ia melihat kepala William menyembul dari balik pintu dengan tangan memegang sebuah piring berisi Sandwich.

"Aku membuat Sandwich, kau mau?" Tawar William dengan wajah cerah. mulutnya senantiasa menampilkan senyum ramah dan berjalan masuk seraya meletakkan Sandwich tepat di samping Seren yang hanya menganga.

"Ini dia, dimakan ya... Aku tanpa sadar membuat banyak lo hahahahaha....." Ucap William, setelah itu ia pergi begitu saja meninggalkan Seren yang belum sempat berucap sepatah katapun.

Setelah keluar dari kamar Seren dan melangkah cukup jauh. William langsung menampilkan senyum miring dan melirik kamar Seren.

"Kamu seharusnya tidak."

.

.

.

.

"Engh.... Kenapa pagi-pagi sudah berisik si?" Seru Seren bangun dari kasur.

ia sedikit mengucek mata untuk membiasakan sinar matahari yang mulai masuk ke indra penglihatan.

Memandang ke sekitar, Seren baru teringat percakapan William tadi malam.

"Oh iya. hari ini kan semua pelayan kembali bekerja." Monolog Seren menganggukkan kepalanya.

.

.

.

.

Skip time....

Seren yang sudah lengkap dengan seragam sekolah dan perlengkapan lainnya berjalan pelan ke arah dapur untuk sekedar mengisi perut dengan beberapa makanan ringan, ia tidak ingin terlalu merepotkan dan senantiasa tau diri.

Saat telah sampai, ia melihat Robert yang tengah sibuk dengan laptopnya duduk di meja makan dengan beberapa makanan yang tersaji. Melihat Robert membuat Seren langsung mengurungkan niat, dan hendak beranjak pergi. Namun ucapan Robert membuatnya terhenti.

"Oh, Seren sudah bangun. Ayo sini sarapan." Ucap Robert yang tak sengaja menatap Seren yang hanya berdiri canggung di ambang ruang makan.

Untuk mengurangi rasa canggung di antara mereka Robert dengan inisiatif nya sendiri langsung tersenyum dan menepuk kursi disebelahnya, mengintrupsikan Seren untuk duduk di sampingnya.

"Duduklah disini."

"Ah- i-iya."

Dengan canggung Seren duduk dan menatap ke depan, tepatnya ke arah makanan yang sudah tersaji.

Dengan cekatan para pelayan muncul dan menyiapkan sarapan untuk Seren tanpa diminta hingga Seren tak dapat berkata-kata.

"Makanlah Seren, nanti aku yang akan mengantarmu ke sekolah." Kata Robert memandang Seren yang menampilkan air muka terkejut.

"Ah- terimakasih." Balas Seren seadanya.

"Kau canggung ya? Tidak usah canggung, justru kamu seharusnya lebih rileks bersamaku. Aku tidak semenakutkan tuan William kok." Ucap Robert menyakinkan Seren.

Namun Seren malah membalas seadanya, dengan gerakan canggung Seren izin untuk makan dan Robert mempersilahkan.

Setelahnya hanya suara sendok dan garpu yang saling bergesekan-lah yang mengisi keheningan.

Tidak ingin membuat suasana membosankan, Robert kembali memantik topik.

"Tuan sudah pergi kekantor meninggalkan aku sendiri disini untuk mengantarmu sekolah lo. Dia perhatian juga ya, tumben sekali. Tidak pernah aku lihat dia seperhatian ini, bahkan pada nona Julieta ku rasa tidak." Ucap Robert memulai.

Seren yang mendengar nama Julieta seketika tersedak, dengan panik Robert memberikan air untuk diminum.

Setelah merasa baikan, memandang Robert. Lantas ia mencerikan kejadian beberapa harj lalu hingga membuat Robert membulatkan mulutnya tak percaya.

"Jadi tuan Will memperlakukan Nona Julieta begitu? Sungguh dapat dipercaya. Tapi tak apa, memang seperti itulah seharusnya dan aku yakin nona Julieta bukanlah tipe orang yang akan menyerah." Balas Robert seraya mengingat perjuangan William untuk menghindari Julieta.

"Tuan sampai kesini pun itu karna nona Julieta." Monolog Robert berpikir.

"Ha? Benarkah?"

"Ya, ia sengaja pindah kemari supaya Julieta sulit mencarinya. Namun dengan kegigihannya, nona Julieta berhasil juga menemukan kediaman tuan William. Sungguh malang nasib tuan William. " Jawab Robert seraya menggelengkan kepala tak percaya.

"Oh iya, kita harus cepat Seren. Nanti kamu terlambat. Dan juga..." Robert terdiam sejenak, ia memandang Seren teduh.

"Aku turut berduka cita untuk mu atas ibumu."

.......

.......

.......

.......

...TBC...

1
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
kalau tau dia beban kenapa dijempit lagi dasar aneh.. bukannya anda orang kaya.. kehilangan uang segitu mah gak ada apa2nya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : dia butuh hiburan kak /Facepalm/
total 1 replies
Nona TIMOR
Makin seru ceritanya Thor , please up lagi dong Thor terimakasih banyak Gbu 🙏
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : terimakasih banyak atas dukungannya kak, akan diusahakan /Good/
total 1 replies
Nona TIMOR
Makin seru ceritanya thot pease up lagi dong Thor terimakasih Gbu 🙏
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
hati seorang ibu tetaplah lembut, walaupun dia selalu bicara kasar.
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : benar sekali, tante memang hebat /Doge//Good/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
wasuh dikatain pengemis
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
merinding eh bulu romaku eh salah merinding bulu roma Seren
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : merinding dan hampir pingsan/Facepalm/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/jangan metong dong, nanti kamu nyesel loh
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀 : iyaa kalau di awal namanya pendaftaran/Chuckle/
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
baru pacar aja udah bangga. nah elu ngapain masuk kamar tuh cowok kalau baru jadi pacar??aneh
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : tau aja tante /Doge//Rose/
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
koq PT3K/Facepalm/sambil ngelamun yaa nulisnya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : siap tante /Facepalm/
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
kabur/Facepalm/
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
andai aja.. yahh begitulah manusia selalu berandai andai
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀 : bisa bae 😂😂😂
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
wuih beberan cantik ini mah, bukan gadis kampung
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
mereka udah kayak tom dan jerry yaa🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍁ᴊᴜɴ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : lebih dari pada itu kak/Facepalm/
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/kocak nih seren
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
kenapa selalu kalah dengan uang??
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀 : hmm memang..
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
oooo jadi begitu ceritanya
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
aku kira namanya Tuan Golem eh ternyata Tuan Golern🙈🤣🤣
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀 : maafkan🙏🏽🙏🏽🤭🤭🤭
total 4 replies
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
malu tapi penasaran yaa🤣
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
polos sekali kamu Seren
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
habislah kamu Seren, sudah masuk circle itu akan sulit untuk keluar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!