Follow Ig : Mommy_Ar29
Karena sebuah kesalahpahaman, membuat Rasya memiliki seorang putri tanpa adanya sebuah ikatan pernikahan.
Cacian dan makian dari nenek putrinya, membuat Rasya memiliki dendam yang begitu dalam.
Segala upaya ia lakukan untuk melindungi putrinya agar tidak bertemu atau mengenal keluarga dari ibu kandungnya. Karena Rasya tidak ingin putrinya mendapatkan perlakuan buruk dari neneknya.
Akankah Rasya berhasil menyembunyikan status Arshyla?
Apa jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan Arshyla tentang dimana ibunya?
Bagaimanakah kisah Rasya dan Arshyla selanjutnya? siapakah wanita yang pantas mendapatkan hati Rasya juga Arshyla?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Anna
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, begitupun juga bulan. Tanpa terasa kini sudah hampir dua bulan, sejak pertemuan nya saat di rumah Michele, hingga kini Rasya belum lagi bertemu dengan Anna. Chila, anak itu terus merengek ingin bertemu dengan Anna, namun ia juga tidak tahu harus mencari kemana. Bahkan Michele dan Aldi menutup mulut, tidak ada yang mengatakan dimana Anna.
“Kamu mencari Anna karena Chila? Atau karena yang lain?” tanya Aldi dengan ekspresi wajah datar nya. Kini keduanya sedang berada di ruangan kerja Aldi, Rasa sengaja menemui adiknya, karena ingin meminta tolong.
“Al, tentu saja untuk Chila. Kamu tahu—"
“Aku tahu Ras!” jawab Aldi dengan tegas, “Aku tahu, harusnya aku tidak mengizinkan nya mengenal kamu!”
Deg!
Rasya menatap Aldi dengan tatapan bingung. Ia masih belum mengerti dengan perubahan sikap Aldi padanya beberapa waktu terakhir ini. Ia mengingat kembali, apakah ia melakukan kesalahan? Tapi apa? Dirinya masih bertanya tanya, hingga tiba tiba pintu ruangan itu terbuka dengan cukup keras dan menampilkan sosok gadis masa lalu Rasya dan masa depan Aldi. Siapa lagi kalau bukan Michele, wanita cantik yang selalu bar bar dan ceria.
“Sayang!” seru Michele dengan girang dan langsung berlari menghambur ke pelukan Aldi, ralat bukan pelukan, namun Michele langsung duduk di pangkuan Rasya, tak perduli dirinya hanya mengenakan sebuah dress selutut, ia duduk dengan begitu lebar dan mengapit pinggang suaminya. Untung saja, tempat duduk Rasya dan Aldi terhalang sebuah meja, hingga membuat Rasya tidak bisa melihat paha. MIchele yang mungkin sudah terekspos.
“Ada apa hem?” tanya Aldi dengan lembut, kini wajah nya sudah kembali teduh dan hangat saat di depan istrinya, berbeda dengan yang tadi saat masih berdua dengan Rasya.
“Aku punya hadiah untuk kamu?” bisik Michele di telinga Aldi.
“Chel, bisakah nanti saja kalian bermesraan nya?” tanya Rasya berdecak melihat kemesraan adik dan ipar nya,
“Makanya jangan kelamaan jomblo!” cetus Michele menjulurkan lidah nya meledek Rasya, “Udah sana, kakak keluar. Mending kakak temenin Anna, sana biarkan pengantin baru ini berduaan.” Usir Michele membuat Rasya semakin berdecak, namun saat mendengar nama Anna di sebut, Rasya pun akhirnya menurut dan segera keluar.
Cklek!
Tubuh Anna langsung tersentak saat mendengar suara pintu terbuka dari dalam. Terlebih saat ia tahu bahwa orang yang membuka nya, adalah orang yang ia hindari beberapa waktu ini. Ingin rasanya ia ingin segera pergi, namun niat itu gagal saat suara Rasya berhasil menghentikan langkah nya.
“Kenapa?”
“Ke- kenapa apanya?” kata Anna yang malah balik bertanya.
Rasa nampak menghela nafas nya kasar,”Kenapa kamu menghilang? Kamu menghindari kami?”
“Ka- kami siapa? A- aku ada. Aku tidak menghilang apalagi menghindari siapapun,” jawab Anna dengan nada terbata dan tubuh bergetar, posisi nya membelakangi Rasya, ia berusaha menetralkan degup jantung nya.
Sekuat tenaga, ia berusaha untuk melupakan Rasa. Membuang perasaan nya, terlebih saat ia mendengar sendiri kata kata Rasya beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa dia melarang Chila agar tak mengharap bunda lagi, bukankah itu tanda nya Rasya tidak mengizinkan nya memasuki dunia nya dan Chila. Lalu untuk apa Anna masih bertahan berjuang sementara yang sedang ia perjuangkan tidak ingin.
Anna sudah berhasil menghilang selama ini, namun nyatanya pertahanan goyah hanya dengan mendengar suara Rasya. Ia benci pada dirinya, ia sangat membenci hatinya yang begitu mudah terbuai oleh Rasya.
‘Bodoh, bodoh, bodoh! Kenapa kamu begitu sulit untuk melupakan nya?’ umpat Anna dalam hati.
“Anna ... “ panggil Rasya lagi, namun kini tangan nya berhasil meraih tangan Anna dan menahan nya agar gadis itu tidak pergi. Seketika Anna membalik tubuhnya, hingga kini mata keduanya saling menatap, namun keduanya hanya diam. Diam dalam lamunan masing masing dengan mata yang masih saling menatap, menyelami dalam nya sorot mata itu.