aku gak mau jatuh cinta, ujung - ujungnya cuma nangis karena masalah hati. - Alexa Putri
cewek itu ngeribetin, tiap ada masalah bisanya cuma nangis. - Elvano Putra
kisah tentang 2 murid SMA Angkasa yang saling membenci hanya karena sebuah bola basket. tapi, bola basket itu juga yang membuat mereka jatuh cinta. penasaran apa yang sudah terjadi diantara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Setyawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Seminggu telah berlalu. semuanya kini tengah berkumpul di bandara mengiringi kepergian Alexa dan Elvano ke Paris. mereka akan berbulan madu selama 2minggu disana. bahkan teman - temannya pun ikut berkumpul mengantar mereka.
"Jangan lupa oleh-olehnya ya Xa." kata Rahma.
"kalau aku oleh-olehnya ponakan ya Xa." kata Julie.
semua yang mendengar perkataan Julie langsung tertawa.
"iya. in Shaa Allah. disana aku bakal berjuang untuk mengabulkan keinginan kalian. akan ada Elvano junior disini." kata Elvano mantap sembari menunjuk perut istrinya yang mendapat cibiran dari Alexa.
Mendengar pengumuman bahwa pesawat yang akan ke Paris akan lepas landas, mereka berdua undur diri.
Alexa tak pernah menyangka, impiannya untuk ke Paris sebentar lagi terkabul. bahkan dia tidak berangkat sendiri melainkan bersama temannya, iya teman. Teman hidupnya💖
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mereka sampai Paris pukul 23.00 waktu setempat. sampai di bandara mereka telah dijemput oleh mobil dari hotel mereka akan menginap. Mereka masuk ke kamar hotel tepat tengah malam. Namun tanpa mereka sadari sudah ada dua orang yang cek in dikamar seberang mereka. tidak lain tidak bukan Salsa dan Sisilia yang hendak menguntit mereka. mereka tak mau Alexa bahagia.
#Flashback#
"serius kamu? " tanya Salsa tak percaya. dia kini sedang berada di cafe dengan Sisilia. mendengarkan apa yang akan Sisilia laporkan mengenai Alexa dan Elvano.
"iya benar. aku dengar sendiri saat Rahma telfonan dengan Alexa. Alexa bercerita masalah bulan madu mereka ke Paris dua hari lagi. dan saat itu juga aku mengontak sekretaris papaku, aku ingin tau mereka cek in dimana. dan aku sudah mendapatkan alamat hotelnya juga sudah memesan kamar di seberangnya. gimana kamu mau ikut? kita ambil pesawat sebelum mereka." kata Sisilia meyakinkan.
"aku ikut." kata Salsa tanpa pikir panjang.
#flashback off#
Dan disinilah mereka berdua menguntit Alexa dan Elvano.
"kita mulai bergerak malam ini." kata Salsa.
"jangan, terlalu beresiko kalau kita bergerak disini. terlalu banyak CCTV. kita ikuti terus mereka, dan saat mereka lemah baru kita bertindak." kata Sisilia.
"oke."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari.
Alexa dan Elvano sarapan di restoran hotel. mereka terlihat begitu mesra. bahkan Salsa dan Sisilia begitu cemburu dengan kemesraan mereka. mereka benar-benar termakan rasa cemburu.
kebahagiaan kalian tidak akan lama. dan hanya aku yang pantas disampingmu Elvano. batin mereka.
Alexa dan Elvano tak sedikitpun merasa sedang diawasi. namun tanpa mereka sadari sebenarnya Jonathan telah mengutus dua pengawal untuk mengawal Alexa dan Elvano. agar tak terjadi hal yang di inginkan seperti Alexa kemaren.
"Sayang, nanti mau kemana dulu?" kata Elvano.
"Aku mau ke menara Eiffel yang. pokoknya seharian ini aku gak mau beranjak dari menara Eiffel. aku udah lama banget pengen kesini. dan sekarang aku seneng banget ada disini sama kamu. terlebih kamu udah jadi suamiku sayang." kata Alexa sembari menggelayut manja dipundak suaminya.
"aku juga bahagia bersama kamu sayang. jangan pernah tinggalin aku ya." kata Elvano yang tak malu mencium bibir istrinya didepan umum. karena dia merasa bahwa ini bukan di Indonesia jadi bukan hal tabu berciuman di depan publik.
Namun dua gadis yang menguntit mereka merasa marah melihat mereka berciuman. mereka berasa ingin merobohkan gedung ini. mereka ingin mengurung Elvano dan menikmati Elvano tanpa ada yang mengganggu. itu yang mereka inginkan. namun mereka tak mau gegabah. mereka mau rencananya lancar tanpa ada halangan apapun.