Aira, siswi pindahan dari Surabaya yang mampu mengaduk-aduk hati Rafka. Cowok berandal itu sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sial memang saat cewek incarannya ternyata saudara kembar musuh bebuyutannya. Semakin rumit karena Aira menaruh hati pada kakak laki-laki Rafka.
Mampukah Rafka memperjuangkan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Rafka dan Aira sampai di sekolah. Seperti biasa Rafka menemani Aira sampai di kelasnya yang melewati kelasnya sendiri.
Saat sampai di depan kelasnya, Rafka meminta Aira untuk menunggu sebentar.
"Aku taruh tas dulu, tunggu di sini, aku anter ke kelas nanti." Rafka melepas tasnya, lalu setengah berlari menuju bangku paling pojok.
"Eh Aira," sapa Rendi dan Deni yang juga baru datang.
Rafka selesai menaruh tasnya di atas bangku. Ia berjalan cepat menghampiri Aira yang berdiri di depan kelasnya.
"Hai Rendi, hai Deni," balas Aira.
"Udah yuk, nggak usah ditanggepin. Aku antar ke kelas." Rafka menarik pinggang Aira, ia merangkul pinggang istrinya itu di sekolah, di hadapan teman-temannya.
"Aduh, si Bucin alias Budak Cinta. Kuat-kuatin Ra punya suami kayak Rafka," kata Rendi setengah berteriak.
Rafka semakin merangkul erat pinggang Aira, membuat Aira protes dengan sikap suaminya yang berlebihan.
"Ini di sekolah Raf, kalau dilihatin guru gimana?"
"Nggak masalah kamu kan istriku."
"Tapi nggak di sekolah juga Raf."
"Kalau di rumah harusnya lebih dari ini Ay." Rafka mencium pipi Aira yang membuat gadis itu melotot.
"Rafka." Aira berteriak karena Rafka menciumnya di depan kelas XII KR3 yang bersebelahan dengan kelasnya. Karena malu dengan perlakuan Rafka, Aira berlari ke kelasnya, masuk lalu duduk di bangkunya.
Rafka mengejar istrinya, lalu mengusir Vanya yang sudah duduk lebih dulu.
"Gue mau ngomong sama Aira. Lo bisa minggir bentar kan?"
Vanya mendengus kesal, ia lalu berpindah duduk membiarkan Rafka menempati kursinya.
"Apa sih ngusir-ngusir orang, nggak sopan tau," ketus Aira.
"Hem, kumat juteknya." Rafka mengambil ponselnya, lalu memotret wajah Aira yang cemberut.
"Rafka, apaan sih."
Aira berusaha merebut ponsel Rafka, tetapi Rafka pandai memanfaatkan kesempatan. Rafka menarik tangan Aira, saat kamera ponselnya siap. Kini posisinya terlihat seperti Aira memeluk Rafka, lalu cowok berandalan itu mencium lagi pipi Aira sembari menangkap momen itu dengan ponselnya.
"I love you," kata Rafka setelsh berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Rafka." Lagi-lagi Aira hanya protes.
"Aira, Rafka. Kalian apaan sih. Ini area sekolah. Kalian mau aku laporin ke guru?" tanya Dito dengan tegas. Ketua kelas Aira itu memang tidak suka dengan kehadiran Rafka yang selalu mengunjungi kelasnya.
"Jangan!" cegah Aira. "Raf, kamu balik deh, sebelum bel."
"Kasih tau aja, kita udah halal kok." Rafka berdiri lalu meninggalkan kelas Aira setelah menggenggam tangan Aira sebentar.
Setelah kepergian Rafka. Vanya dan Dito mendekat pada Aira. Mereka berdua penasaran kenapa Rafka bilang mereka udah halal.
"Ra, nggak ada yang pengen kamu jelasin?" tanya Vanya.
"Apanya yang dijelasin? Rafka? Dia kan emang kayak gitu dari kemarin-kemarin," jawab Aira dengan santai. Ia memilih bermain ponsel, lalu membuka akun media sosialnya.
"Maksudnya, kenapa kok Rafka bilang halal? Emang kamu makanan?" sahut Dito.
"Nggak gitu be*go." Vanya menoyor kepala Dito, sampai cowok berponi itu mundur ke belakang saking kerasnya.
"Sakit be*go." Dito membalas dengan melakukan hal yang sama.
"Kalian kalau mau ribut, aku yang pindah deh," kata Aira. Ia berdiri menggenggam ponsel yang kemudian ditahan oleh Vanya.
"Tunggu Ra! Jadi, kamu sama Rafka itu gimana hubungannya?" tanya Vanya.
Aira menarik napas berat, lalu kembali duduk di tempatnya. "Aku sama Rafka udah nikah!" ucapnya setelah beberapa lama.
"Apa?" Vanya dan Dito berteriak bersamaan.
"Kok bisa sih? Kamu nggak takut dia ...." Vanya menjeda ucapannya. "Penganut s e x bebas," lanjut Vanya dengan suara lirih.
🦋🦋🦋🦋
Selamat siang gaess, qku kembali dengan 1 bab lagi. Udah ya besok Insya Allah aku tambah lagi, aku beneran masih drop banget 🤧🤧🤧 Jadi, please komen yang baik ya. Kalau aku sehat juga pasti crazy up kayak novel novelku sebelumnya 🥲🥲🥲