Nadine Hanifah atmaja gadis cantik,populer dan pintar dan terlahir dari keluarga kaya raya ,tapi takdir tak seindah yang di impikan Nadine semuanya hancur ketika seorang pria mengambil paksa kesuciannya hingga membuatnya hamil,
kesedihan Nadine bertambah ketika ray Aditama kekasih bersedia menerima keadaan Nadine dan rela bertanggung jawab
tapi semua itu kandas ketika dengan terpaksa Nadine harus menikah dengan Al yang tidak lain om dari ray
akankah pernikahan Nadine dan Al yang awalnya hanya sebuah keterpaksaan akan berakhir dengan kebahagiaan
apakah akan tumbuh rasa cinta diantara mereka?
atau Nadine akan kembali kepada cinta pertamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mis r, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keputusan
waktu makan malam pun tiba mereka pun mulai makan malam cukup lama mereka akhirnya mereka selesai makan
"Ray ikut papah keruang kerja" ucap Niko
" iya pah" sahut Ray
sebelum Niko meninggalkan meja makan dia menoleh istri dan juga adiknya" kalian juga ikut,ada yang ingin aku bicarakan" seraya Niko menuju ruang kerja diikuti oleh Ray tak begitu lama serin dan Al pun menyusul,mereka pun telah berkumpul di ruang kerja Niko
disisi lain Ray yang masih bingung tidak biasanya papahnya ingin bicara dengan mereka seketika Ray ingat kejadian di vila".apa Al telah mengatakannya ke pada papah" gumam Ray dalam hati
" ada apa pah" tanya serin memecah keheningan
dengan menarik nafas kasar dia pun menatap anak dan istrinya" Ray tidak bisa menikahi Nadine" ucap lirih Niko
seketika serin berdiri" papah jangan becanda? lusa pernikahan mereka" sahut serin yang masih tidak habis pikir dengan ucapan suaminya
Ray pun yang mendengarnya segera menatap Niko dengan tatapan yang sulit di artikan" maksud papah apa?"timpal Ray dengan nada sedikit tinggi
sedangkan Al hanya terdiam menatapi kebodohannya membuat keluarga kakaknya kacau tapi perasaan itu hilang seketika mengingat apa yang dia inginkan" Nadine hanya bisa menikah dengan ku" ucap Ray dengan nada datar
Ray yang mendengarnya seketika beranjak mendekati Al dan meraih kerah baju Al dan satu tinjuan mendarat diwajah tampan Al
bugh ..." jangan mimpi,Nadine calon istriku" ucap Ray dengan penuh penekanan
Al yang mulai terpancing emosi pun segera membalasnya satu tinjuan di wajah Ray,serin yang melihat itu seketika histeris
hiks.....hiks...hiks...udah hentikan kalian apa- apaan?"
Niko yang melihat pun segara menghampiri Al dan satu tamparan melayang di pipinya" cukup Al! apa kamu tidak puas menyakiti Ray ? setelah semua yang kamu lakuin masih berani menyentuh Ray,apa kamu lupa Ray adalah keponakan kamu sendiri?ucap Niko panjang lebar
serin pun masih menangis dan masih belum mengerti dengan semua yang terjadi" ada apa ini jelasin semuanya pah" ucap lirih Nadine
Niko pun mengahampiri serin dan menceritakan semuanya seketika tubuh serin lemas dan terjatuh dilantai dengan cepet Al membantunya" kakak ipar maafin aku" ucap Al memohon
Ray yang melihat mamahnya pun segera menghampiri dengan cepet menghempaskan tangan Al" jangan sentuh mamah gue..dengan tangan kotor Lo" ucap Ray penuh dengan kemarahan dan kebencian,,serin pun segera memeluk Ray
"Ray maafin papah,tapi kau harus terima bahwa yang akan menikahi Nadine adalah Al" ucap lirih Niko dengan mata berkaca-kaca
" gak bisa pah,Ray akan menikah dengan nadine apa pun yang terjadi" sahut Ray
" tolong mengerti Ray,kamu jangan memperkeruh keadaan papah mohon...keputusan papah sudah bulat Al yang akan menikah dengan nadine" ucap Niko dengan air mata mengalir karna telah menjadi papah yang menghancurkan kebahagian anaknya demi keegoisan adiknya
Ray yang mendengar itu segera beranjak menghampiri Al dengan tatapan membunuh dan tangan mengepal" jangan harap Lo bisa jadi bagian hidup Nadine,,karna Lo orang di dunia ini yang sangat dibenci dia" ucap Ray dengan nada menghina
Al yang tidak terima pun membalasnya" tapi Lo harus inget dia mengandung anak gue dan jangan bermimpi untuk menjadi suami dan ayah dari anak gue" sahut Ray dengan penuh penekanan seraya meninggalkan mereka bertiga
"kita lihat saja siapa ada di altar pernikahan" ucap Ray seketika Al menoleh sambil tersenyum licik dan segera meraih gagang pintu dan meninggalkan ruangan itu
sedangkan Ray yang masih terpaku menatap kepergian Al seketika tersadar setelah mendengar tangisan lirih mamahnya dengan segera dia menghampiri wanita yang sayang berharga dalam hidupnya" udah mamah tenang semua akan baik- baik saja" Ray mencoba menenangkan mamahnya
Niko yang segera menghampiri Ray menepuk bahu anaknya" kamu harus harus bisa terima ini Ray,karna Al yang berhak menikahi Nadine bukan kamu" ucap Niko
seketika Ray yang mendengarnya pun langsung melepaskan pelukan mamahnya segera bangkit dan menghampiri papahnya" papah ngomong apa?papah pernah mikirin perasaan aku gak?pernikahan aku besok dan sekarang papah bilang aku harus terima,papah denger apa pun yang terjadi besok aku akan nikahin Nadine" sahut Ray panjang lebar dengan susah payah menahan amarahnya
" ini keputusan papah,coba kamu mengerti Ray " jawab Niko mencoba menenangkan anaknya itu
serin yang melihat itu pun segera mengahampiri keduanya " cukup apa dengan kalian berdebat akan menyelesaikan masalah?tanya sering kepada anak dan suaminya
"mah tapi aku GK akan biarin Nadine menikah dengan dia mah...hiks...hikss... Ray yang mencoba tegar akhirnya berbicara sambil menangis
serin pun meraih tubuh anaknya dan memeluknya mencoba memberi pengertian,dia juga tau betapa sakit kenyataan ini" kmu sayang mamah kan? maka kamu harus merelakan Nadine menikahi Al sampai melahirkan,mamah tau kamu sakit tapi cobalah mengerti keadaannya sayang" ucap lirih mencoba tegar
masih suka typo
semangat