Novel kali ini menceritakan tentang pertemuan tak sengaja Kania dengan CEO tampan di hotel. Lucu seru jangan lupa like.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Woooooowwwww
Happy Reading 😘
**__**
Pagi harinya setelah libur dihari Minggu kemarin, Kania harus kembali dengan kesibukannya.
"Hoaaammmm... nyenyak sekali aku tidur. Eh ini dimana ya? ko beda sama kamarku?!" masih dengan kesadaran yang belum terkumpul mencoba melihat langit-langit dan bangun.
"Oooiya, aku kan ada di apartemen si gila mesum. Ya ampun semalem aman kan aku lupa kunci pintu lagi." Kania berjalan kearah pintu membuka.
"Ko sepi ya,, kemana si gila itu? apa udah berangkat kerja? bagus deh. Aku mau mandi dan ke kampus!" Kania yang berkeliling di ruang tamu memutuskan untuk mengambil handuk dan mencari kamar mandi.
"Aduh kamar mandinya dimana sih, pintu di ujung itu apa ya? semoga itu kamar mandi nya, aku harus cepat kalau gak aku bisa telat kelas pertama nih!" dengan cepat Kania berjalan kearah pintu yang di ujung dan membukanya.
Matanya melotot mulutnya terbuka melihat siapa yang ada didalam sana, dengan air shower yang masih mengalir diatas kepala Kevin yang tanpa sehelai benang. Kevin menoleh santai begitu mendengar pintu dibuka.
"Pagi sayang, mau mandi bareng?!" ledek Kevin menggoda.
"Aaaaaaaa,,, dasar cowok mesum..!!" teriaknya dan reflek Kania melemparkan handuknya ke muka Kevin lalu kabur keluar dari sana.
"Ha-ha-ha... Kania kamu harus mulai terbiasaaaaa!!!" teriak Kevin.
Didalam kamar Kania menggerutu kesal. "Hehhh,,, astaga aku barusan melihat apa itu? mataku sudah melihat apa tadi ya?? gak boleh gak boleh,, aku harus melupakan nya!" sambil menggelengkan kepalanya.
"Tenang Kania, kamu harus kuat, kamu tidak boleh kalah dari cowok mesum itu. Kamu pasti bisa Kania melewati ini. Huuuuaaaaaa.... tapi kalau harus seperti ini selama sebulan mana sanggupppppp... sekali aja aku melihatnya aku udah lemes kaya gini.!!"
"Aku harus cuci muka sampai tujuh kali supaya apa yang kulihat tadi bisa hilang, ya aku gak usah mandi aku cuci muka aja lah males ketemu sama si mesum lagi.!" Kania berdiri menuju dapur kearah wastafel membasuh muka dan menggosok gigi lalu kembali ke kamar.
"Cepet...cepet.. aku udah telat nih.!" gumamnya melepaskan piyamanya melemparkan nya ke kasur.
"Mana ya bra ku, perasaan aku bawa deh ko gak ada ya??" Mengacak-acak isi kopernya mencari pakaian dalam nya.
Tepat sesaat ketika Kania sedang memakai bra nya pintu kamarnya terbuka, telinga yang peka karena kaget membuatnya menoleh kearah pintu. Disana berdiri Kevin dengan mata yang menakutkan dan senyum nakal yang tersungging di bibirnya.
"Wooowwww niceeee ha-ha-ha...!!!"
"Heiiii tutup pintunya, dasar cowok mesummm pergiiii...!!" tangannya reflek melemparkan piyama yang diatas kasur kearah Kevin yang sudah menutup pintu dan pergi sambil tertawa-tawa.
"Bodoh.. bodoh.. bodoh.. kenapa lupa lagi kunci pintunya!!" keluh Kania mengetuk kepalanya kesal.
Setelah sama-sama saling melihat sesuatu, Kania semakin malu untuk keluar kamar tapi harus keluar karena dia harus pergi kuliah. Kania hanya berharap Kevin sudah pergi.
"Semoga si mesum udah pergi,!" membuka pintu dengan jalan berjingkat mengintip.
"Mau maling ya?!" tegur Kevin yang muncul dari balik tembok mengagetkan Kania.
"Astaga masih ada disini!"
"Kenapa ini kan rumahku, kamu kenapa jalan seperti itu, mau mencuri ya?"
"Jangan sembarang ya kalau ngomong, biarpun aku miskin tapi aku pantang mencuri.!"
"Ya terus kenapa caramu berjalan mengendap-endap seperti maling?!"
"Gak pa pa, kenapa emangnya?"
"Pasti kamu takut ya bertemu dengan ku setelah kamu melihat ku mandi dan aku melihat mu berpakaian ha-ha-ha."
Muka Kania merona malu.
"Dasar mesum, kalau begituan aja inget."
"ha-ha-ha,, emang kamu gak inget gimana sexy nya tubuh ku yang kotak-kotak seperti roti sobek? Dan lagi kamu sampai bengong loh melihat anu hmmm.."
"Bisa diem gak!! aku gak inget tuh!"
"Yakin gak inget?!" berjalan pelan menghampiri Kania mau gak mau Kania pun terpojok karena dia pun mundur perlahan.
"Mundur sana mundur,, jangan dekat-dekat,,!"
"Kamu harus terbiasa dengan aku mulai sekarang, okey sayang!" ucap Kevin sambil menepuk pipi Kania lalu pergi.
Kania yang terkejut membuatnya tak bisa berfikir jernih dan hanya pipi nya yang terasa panas. Kevin yang sudah di pintu berhenti dan menengok.
"Mau sampai kapan senderan di tembok gitu? Gak inget kuliah?!"
"Aaaa iya aku telattttt!" seakan tersadar Kania pun berlari menyusul Kevin.
"Antar aku ya please..!" rayu Kania.
"Tumben minta anter ke kampus, biasanya gak pernah mau kalau aku antar?"
"Soalnya aku udah telat, jadi tolong antar aku!" dengan menangkup kan kedua tangannya memohon.
"Hemmm gimana ya??"
"Kamu harus antar aku, kalau sampai telat mata pelajaran ini aku bisa kena hukuman!"
"Kalau aku mengantar mu, apa keuntungan yang akan aku dapatkan?"
"Kamu kan udah kaya, mau minta apa lagi dari ku?"
"Yaaaa ini gak bisa aku dapatkan dengan kekayaan ku. Gimana nih?"
Mereka sudah sampai di lobby apartemen hendak menuju basement.
"Ya udah ya udah,,, mau apa sih?"
"Bener nih boleh?"
"Tapi bukan minta yang itu yah?"
"Kalau yang itu kamu tenang aja Kania, aku akan bersabar ko lima hari lagi dengan sendirinya kamu akan memberikan nya padaku."
Kania menghela napas.
"Ya udah ayo anter aku!"
Mobil pun berjalan keluar basement apartemen membelah jalan raya yang pagi itu lumayan ramai lancar. Dalam perjalanan Kania kembali diam memikirkan apa yang akan terjadi setelah lima hari kedepan. Badannya kembali bergidik.
"Kamu kenapa ko bergidik gitu?"
Diam menatap keluar jendela.
"Kania,,, kamu baik-baik aja kan?"
"Ah.. kenapa? iya aku gak pa pa. Udah nyetir yang bener dan nanti turunkan aku di gang yang kemarin kamu menjemput ku!"
"Gak ah, aku mau antar sampai kampus!"
"Ya udah kalau gitu aku gak akan kembali ke apartemen mu!"
"Oke oke,,,"
*Kenapa aku bisa mati kutu jika sudah adu bicara sama wanita ini. Aku menurutinya, biasanya pacarku yang selalu mengikuti dan takut padaku. Apa iya aku menyukainya?
Gak mungkin, aku gak akan menyukainya. Aku hanya memanfaatkan wanita ini supaya mau jadi pacarku. Tak mungkin ada rasa dalam hatiku*.
Mobil pun tiba di gang yang kemarin menjemput Kania dan Kania pun keluar dari mobil.
"Makasih ya" ucapnya lalu turun.
"iya sayang, belajar yang rajin ya!"
"Jangan panggil aku sayang!" berlari menuju kampus.
"Dasar landak"
**__**
to be continued gaessss....
Astaga Tom n Jerry,,, kapan ya mereka sadar kalau benih cinta itu ada. Kita tunggu ajalah.
Jangan lupa like ya, tinggalkan jejak kalian di komen. Love you so much dan jaga kesehatan.