Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick
Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi
Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan
Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.
Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama
Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 26
Suasana lapangan kampus Gemilang terlihat lebih meriah. Kampanye terbuka pemilihan dewan senat mahasiswa sudah dimulai. Terlihat dua kubu kuat yang berdiri berhadapan sambil mengorasikan visi misinya
Kubu Iron Eagle terlihat lebih cerah karena dikelilingi gadis-gadis cantik dari Fabulous Sorority.
"Pilih Iron Eagle, akan mengurangi sampah plastik di bumi!" Ghea ikut berteriak dengan lantang sambil mengibarkan bendera kelompok hippie nya
Marvin tersenyum melihat Ghea yang sangat bersemangat
"Heh, tumben lihat hippie butut senyum-senyum sendiri." Ejek Agus
Marvin mendecih
"Pa'an sih loe!"
Ray tertawa sambil merangkul Marvin
"Gue penasaran..ada hubungan apa elo sama Ghea?"
Marvin melirik Ghea yang terlihat bersemangat
"Elo kenal berarti sama keluarga Ghea?" Tanya Agus
Marvin berdecak kesal
"Sebaiknya elo-elo pada ikutan kampanye. Masa kalah sama cewek." Kata Marvin sambil meninggalkan kedua sahabatnya
Ray dan Agus tertawa melihat tingkah Marvin.
"Marvin kenapa?" Tanya Mike
"Lagaknya dulu bilang hippie butut, eh kepincut." Kata Ray sambil geleng-geleng kepala
"Ha?"
"Ah elo ketinggalan berita. Kemana aja lo Mike? Cari gebetan di Lab Timur ya?" Ejek Agus sambil tertawa
"Dih..matanya empat semua." Bisik Mike
Tawa ketiga pemuda itu pecah
"Oi Mike, tolong gue sebar brosur ini." Kata Farris
Mike segera pergi membantu Farris
Ray mengedarkan pandangannya. Terlihat Zalynda juga sedang membagikan brosur dengan beberapa gadis-gadis Fabulous Sorority. Tatapan keduanya bertemu. Zalynda melempar senyum manis ke arah Ray, begitupun sebaliknya. Agus melihat interaksi keduanya, pemuda itu menepuk jidatnya
"Duh.. ngenes amat ya nggak punya gebetan kayak gue. Nyari aah.."
Ray tertawa melihat Agus pergi ke barisan belakang dimana beberapa gadis dari Fabulous Sorority duduk beristirahat
Ray menangkap sosok Lean yang juga sedang berorasi. Kelompok Phoenix didukung penuh oleh grup Mapala. Perhatian Ray sedikit teralihkan melihat wakil Fabulous Sorority bergelayut manja di bahu Lean. Ray memicingkan matanya. Teringat cerita Ina tentang Mariska
"Ray! Dih n*jis ngeliatin Andre segitunya nggak kedip. Elo naksir?" Marvin tiba-tiba sudah berada di sampingnya
"Si*lan lo! Ngapain disini, temenin tuh Ratu Bumi elo." Kata Ray
Marvin memutar bola matanya
"Serius nih. Ini mengenai rencana kita."
Ray memandang Marvin "sudah siap?"
Marvin mengangguk. Ray pun mengangguk
"It's show time." Kata Ray. Pemuda itu mengkode Agus yang sedang menggoda gadis-gadis Fabulous Sorority untuk mendekat. Agus yang melihat kode Ray mengangguk lalu segera mengambil toa
"Ayo pilih wakil mahasiswa kita yang bisa membawa suara kita ke ruang rapat rektorat. Pilih yang jujur dan tidak main Black campaign seperti kubu sebelaah!!"
Suara Agus terdengar sampai kubu Phoenix. Terlihat mata orang-orang Phoenix memancarkan amarah.
"Hei, apa maksud lo?!" Teriak Ero
Agus seolah tidak mendengar protes Ero. Ia tetap berteriak
"Yang bersih tidak akan kebakaran jenggot!! Ayoo merapat, berikan suara untuk wakil dari Iron Eagle!"
Ero tidak mau kalah, iapun mengambil toa dan berteriak
"Lempar batu sembunyi tangan! Jangan pilih yang main kasar, licik sampai mau bakar cafe orang kayak kubu sebelaah! Bukti sudah di tangan, tinggal sebut mau dibeberkan tanggal berapa?!!"
"Fitnah!" Teriak Marvin
Suasana menjadi riuh. Kedua kelompok saling berhadapan dan berteriak
"Ge, ada apa ini?" Tanya Zalynda
Ghea menggeleng "Cepet suruh cewek-cewek menjauh. Khawatir tawuran." Kata Ghea. Zalynda bergerak cepat dengan mengarahkan kelompoknya untuk menyingkir dari lapangan
"Apa buktinya Phoenix nyebarin black campaign?!" Teriak Ero
"Apa gue sebut Phoenix tadi?" Agus balas teriak
Kelompok Mapala yang anggotanya kebanyakan cowok-cowok berbadan kekar mulai maju. Ray melirik Lean. Suasana sudah tidak kondusif. Lean mengkode Ray
Ray dan Lean segera pergi ke tengah-tengah Agus dan Ero yang saling berteriak
"Stoop!" Teriak Ray pada Agus
"Stop Ero!" Kata Lean
Agus dan Ero menghentikan perdebatan mereka. Lean dan Ray berhadapan
"Kelompok kalian terbukti pernah menyebarkan selebaran hitam untuk menjelek-jelekkan kelompok lain." Kata Ray
"Tidak ada bukti itu ulah orang-orang Phoenix. Selembar kertas tidak akan bisa berbicara banyak. Beda dengan rekaman CCTV yang sudah jelas."
"Kau pikir begitu? Barang bukti yang digunakan untuk memfitnah sudah ditemukan dan akan diamankan di markaz Iron Eagle. Tinggal diperiksa oleh pihak berwajib, siapa yang bertanggung jawab dalam percobaan pembakaran cafe." Kata Ray. Pemuda itu menatap Marvin yang mengangkat sambil menepuk-nepuk tasnya
Sepasang mata terbelalak mendengar ucapan Ray. Barang bukti itu harus segera di lenyapkan
Priit priit..
Beberapa satpam kampus turun ke lapangan. Terlihat rektor kampus Gemilang berjalan kearah Ray dan Lean
"Tuan-tuan, saya tidak menyangka akan ada hal ricuh seperti ini. Kampanye akan saya hentikan sementara sampai masalah kalian clear!" Kata Rektor kampus Gemilang
Ray dan Lean saling menatap. Keduanya segera menbuang muka dan berbalik menuju kelompok masing-masing
"Ray..ada apa?" Tanya Zalynda saat Ray duduk di sebelahnya
"Duduk saja Za, dan nikmati tontonan menarik sebentar lagi." Kata Ray menyeringai
"Kamu mau berkelahi?" Zalynda menutup mulutnya
Ray terkekeh
"Kenapa sih pikiran perempuan nggal jauh-jauh dari berantem kalau lihat laki-laki ribut?"
Zalynda menghela nafas
"Habisnya bilang begitu. Sebaiknya kamu fokus jagain jaket Marvin agar tidak direbut kelompok Phoenix."
Ray menatap lurus ke depan
"Hmmm.."
Zalynda melihat rahang Ray sedikit menegang. Pemuda itu seakan memendam amarah.
"Ingat, jangan berkelahi. Jangan menjatuhkan citra baikmu di kampus. Kau calon ketua senat mahasiswa. Ok?" Kata Zalynda lembut
Ray tidak menjawab. Pandangannya tetap ke depan menatap kelompok Phoenix
Di kubu Phoenix, Lean juga tengah menenggak air mineral dingin saat Mariska datang menghampiri
"Capek?" Tanya Mariska sambil menyerahkan handuk kecil untuk Lean
Lean menggeleng sambil tersenyum kecil. Entah jawaban tidak capek atau menolak handuk pemberian Mariska. Akhirnya Mariska berinisiatif menyeka keringat Lean
"Stop it, Mariska." Kata Lean menepis pelan tangan Mariska
"Kenapa Ndre? Biasanya kamu nggak nolak."
Mariska kembali mendekati Lean, namun pemuda itu memundurkan tubuhnya
"Gue nggak mau orang-orang salah faham ngira kita ada apa-apa." Kata Lean sambil melihat lurus ke arah kelompok Iron Eagle, dimana Ray menatapnya tajam
***
Markaz Iron Eagle terlihat sunyi. Seseorang membuka hati-hati pintu markaz dan menutupnya. Matanya mencari-cari sesuatu.
Seulas senyum tersungging di bibirnya melihat apa yang ia cari. Nafasnya menderu sembari membuka resleting benda yang ia cari
Clek..
Lampu menyala. Orang itu menoleh. Matanya terbelalak melihat Ray, Marvin, Agus, Lean dan Ero sudah berada di sekitarnya
"Elo...ngapain di sini?" Tanya Ray dengan nada ditekan
"R..Ray…"
Ray mendekat. Rahangnya terlihat mengeras
"Ngapain elo di sini?" Tanya Ray
"Gue..gue.."
Braak!! Ray menggebrak meja
"Jawaab!!"
Marvin menarik Ray saat melihat sahabatnya seperti kehilangan kendali.
"Ray..sabar.." kata Marvin menenangkan
Mata Ray nampak terluka.
"Allah...gue udah tahu itu elo. Tapi gue tetap berdoa semoga persangkaan gue salah.." suara Ray terdengar bergetar
"R..Ray..gue bisa jelasin..."
Ray menatap sosok didepannya
"Jawab..Elo ngapain disini, Zalynda?"
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
sedih tapi Yo pingin ketawa
mati aku 🤣🤣🤣
ternyata kisahnya sambung menyambung...
aku jadi fans mu sekarang Thor...
cerita mu keren keren...