NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Suami Cadangan

Terpikat Pesona Suami Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Perjodohan
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Sejak kecil, Mili selalu menjadi anak yang dianaktirikan, sementara Gea, adik kesayangannya, selalu mendapatkan segalanya. Saat perjodohan keluarga mempertemukan mereka dengan Andrew dan David, Mili terpaksa menikah dengan David yang dingin, sedangkan Gea memilih Andrew yang dianggap sempurna.
Namun, kenyataan berbalik. Andrew jauh dari harapan, sementara David justru menjadi suami yang tulus mencintai Mili. Diliputi penyesalan, Gea tanpa malu meminta Mili menceraikan David agar bisa merebutnya. Kali ini, Mili menolak mengalah. Dengan satu kalimat yang menohok, ia menatap adiknya dan berkata, "Kamu kira suamiku barang?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Hari berganti hari hingga akhirnya malam resepsi pernikahan Andrew dan Gea yang dinanti-nantikan pun digelar di ballroom sebuah hotel bintang lima paling megah di ibu kota.

Di kediaman mewahnya, David berdiri mematung di ujung tangga.

Tatapan matanya terkunci rapat pada sosok Mili yang perlahan berjalan turun.

Istrinya tampak sangat memukau mengenakan gaun malam berpotongan haute couture berwarna midnight blue bertabur kristal halus—gaun eksklusif pilihan David yang membingkai sempurna lekuk tubuh dan keanggunan Mili.

David melangkah mendekat, lalu meraih jemari Mili dan mendaratkan bibirnya di sana.

"Sayang, kita tidak usah pergi saja. Aku tidak tahan melihat kecantikanmu," ucap David parau sambil mencium punggung tangan hingga punggung polos Mili yang sedikit terbuka, menatap istrinya dengan gairah yang membara.

Mili tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti alunan musik yang menenangkan.

Ia mengusap rahang tegas suaminya dengan lembut.

"Kamu ini, Dav... Tiap hari kita melakukannya," bisik Mili menggoda dengan senyum miringnya yang kini penuh percaya diri.

"Ayo, kita buat heboh resepsi mereka."

David tertawa renyah, kekehan baritonnya memenuhi ruangan.

Rasa bangga dan kepemilikan membuncah hebat di dadanya melihat perubahan sang istri yang kini begitu berani dan memesona.

"Ayo, Sayang. Kita berangkat dan kita buat heboh pesta mereka," balas David tegas.

Ia merangkul pinggang Mili dengan posesif, membawa wanita tercantiknya itu menuju mobil limousine yang sudah bersiap mengantar mereka menjadi pusat perhatian malam ini.

Limousine hitam mewah itu berhenti tepat di karpet merah utama ballroom hotel bintang lima.

Puluhan lampu kilat kamera wartawan dan tatapan kagum para tamu undangan langsung tertuju pada pintu mobil yang perlahan terbuka.

David turun terlebih dahulu. Dengan postur tubuhnya yang tinggi tegap dan balutan jas tuxedo hitam nan elegan, aura dominan sang pengusaha muda seketika mengintimidasi sekelilingnya.

Namun, suasana makin memanas saat David mengulurkan tangannya dan membantu Mili keluar dari mobil.

Mili melangkah anggun, memamerkan gaun midnight blue bertabur kristal yang menyala di bawah sorotan lampu.

Perhiasan berlian yang melingkar di lehernya berkilau mahal, berpadu sempurna dengan riasan wajahnya yang tegas dan memesona.

Tidak ada lagi sosok wanita lemah atau pemalu—Mili malam ini menjelma menjadi Nyonya David yang sempurna dan berkelas.

Bisik-bisik kagum dan takjub langsung membahana di sepanjang karpet merah.

"Siapa wanita di samping Tuan David? Cantik dan anggun sekali!"

"Bukankah itu istrinya? Luar biasa, dia terlihat seperti ratu!"

Sementara itu, di atas pelaminan, Andrew dan Gea yang sedang menyapa para tamu mendadak membeku.

Gelas sampanye di tangan Gea hampir saja terlepas.

Wajahnya yang tebal oleh riasan seketika pucat pasi menatap Mili yang berjalan penuh percaya diri di lengan David.

Rasa iri, dengki, dan cengkeraman ketakutan membakar dadanya.

Senyum kemenangan yang tadi sempat Gea pamerkan luntur sepenuhnya.

Di sampingnya, napas Andrew memburu. Matanya tertuju tanpa kedip pada Mili.

Kecantikan Mili malam ini benar-benar menampar kesadarannya, membakar gejolak penyesalan dan obsesi gila di kepalanya hingga matanya memerah.

David yang menyadari tatapan-tatapan itu justru menyunggingkan senyum miring yang penuh kemenangan.

Ia merapatkan panggul Mili ke tubuhnya, menggenggam erat jemari istrinya saat mereka berdua mulai melangkah menaiki tangga pelaminan, siap memporak-porandakan pesta yang baru saja dimulai.

Suasana ballroom yang megah mendadak senyap.

Tatapan ratusan pasang mata tertuju pada mereka.

David berdiri tegak di depan Andrew dan Gea, auranya begitu dominan hingga membuat siapa pun di dekatnya merasa terintimidasi.

Dengan santai, David mengangkat tangannya.

"Jonas," panggilnya singkat.

Jonas, asisten pribadi David, segera melangkah maju dari balik bayang-bayang.

Di tangannya, ia membawa sebuah buket mawar merah besar yang sangat mencolok—buket yang identik dengan kiriman-kiriman bunga yang

selama ini diterima Mili.

David mengambil buket itu dari tangan Jonas, lalu menunjukkannya tepat di depan wajah Andrew yang perlahan memucat.

"Andrew, ini bunga yang kamu kirimkan untuk istriku tiap hari," ucap David dengan suara yang tenang namun menusuk, cukup keras untuk didengar oleh para tamu di barisan depan.

Dunia seakan berhenti berputar. Gea, yang berdiri tepat di samping Andrew, mematung.

Kepalanya menoleh perlahan, menatap wajah suaminya dengan tatapan tajam yang penuh dengan luka dan pengkhianatan.

Air muka Gea berubah drastis dari bangga menjadi penuh amarah yang tertahan.

"Mas, apa maksudnya ini?" tanya Gea dengan suara bergetar, meminta penjelasan di depan umum.

Andrew, yang tadinya berusaha bersikap angkuh, kini tampak seperti pria yang terpojok di ujung jurang.

Keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Ia tidak menyangka David akan mempermalukannya secepat dan seberani ini di hari pernikahannya sendiri.

Ia tergagap, mencoba menyusun alasan, namun lidahnya terasa kelu.

"S-sepertinya bukan dari aku," ucap Andrew terbata-bata, mencoba menyangkal sambil membuang muka, menghindari tatapan mata istrinya yang kini menuntut jawaban.

David tertawa sinis, suara tawanya terdengar meremehkan.

"Bukan dari kamu? Lalu, apakah ada hantu yang begitu romantis sampai mengirimkan bunga setiap hari ke rumahku, Andrew?"

David mendekatkan wajahnya ke telinga kakaknya, berbisik dengan nada yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua, "Atau mungkin, kamu terlalu pengecut untuk mengakui obsesi konyolmu?"

"Obsesi konyol?!" potong Andrew dengan nada tinggi, mencoba membalikkan keadaan untuk menutup rasa malunya.

Wajahnya memerah padam saat ia sengaja meninggikan suara agar para tamu undangan mendengarnya.

"Bukankah kamu sang monster, David?!" bentak Andrew penuh racun.

"Kamu pria gila yang punya kelainan seksual! Jangan pura-pura menjadi pria ideal di depan semua orang!"

Bisik-bisik riuh seketika memenuhi ballroom. Gea menatap suaminya dan David bergantian dengan napas memburu, berharap rahasia kelam David bisa menghancurkan momen berkelas yang dibawa pasangan itu.

Namun, sebelum David sempat membalas, Mili melangkah maju satu titik.

Ia menggenggam erat tangan suaminya, menyalurkan kehangatan dan keteguhan yang tak tergoyahkan.

Tatapan matanya yang tajam dan berani mengunci pandangan Andrew tanpa rasa takut sedikit pun.

"Dia bukan monster, Andrew," potong Mili tegas dengan suara lantang yang menghentikan kasak-kusuk para tamu.

"Dia adalah suamiku... dan pelindungku."

Mili menyunggingkan senyum tipis penuh penghinaan ke arah Andrew dan Gea.

"Pria yang kamu sebut monster ini jauh lebih terhormat daripada pria yang mengaku suci, tapi mengirim bunga diam-diam ke istri adiknya sendiri di belakang istrinya yang sah."

Jawaban tenang namun mematikan dari Mili seketika membungkam mulut Andrew.

Wajah Andrew kian pucat pasi, sementara Gea mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga kukunya memutih, menyadari bahwa rencana mereka untuk mempermalukan Mili malam ini justru berbalik menjadi kehancuran bagi rumah tangga mereka sendiri.

Papa Hermawan, dengan wajah memerah menahan malu di balik topeng wibawanya, segera menerobos kerumunan tamu dan berdiri di antara kedua putranya.

Matanya menyapu sekeliling ruangan, cemas melihat bagaimana bisik-bisik para tamu undangan semakin menjadi-jadi dan kamera ponsel mulai diarahkan ke arah mereka.

"Hentikan semua ini!" seru Papa Hermawan dengan suara berat yang dipaksakan tenang.

"Ini hari bahagia Andrew dan Gea. Jangan membuat keributan di depan para tamu, David! Tunjukkan sedikit rasa hormat pada keluarga!"

David tidak gentar sedikit pun. Ia justru tertawa sinis, suara tawanya terdengar dingin dan tajam di tengah keheningan ballroom yang mencekam.

Ia menatap ayahnya dengan sorot mata yang tanpa kehangatan, seolah sedang menatap orang asing yang tidak berarti apa-apa.

"Papa, urus anak kesayanganmu itu," ucap David datar, menunjuk Andrew dengan dagunya—tindakan yang secara terang-terangan meruntuhkan harga diri sang kakak di depan publik.

Tanpa menunggu balasan atau peduli dengan kepanikan yang ia tinggalkan, David berbalik badan.

Ia menggandeng tangan Mili dengan lembut, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dan melangkah menjauh dari pelaminan menuju meja jamuan yang mewah.

Mili, yang masih memegang erat tangan suaminya, berjalan dengan kepala tegak.

Ia tidak sedikit pun menoleh ke belakang, membiarkan Andrew dan Gea berdiri mematung di atas pelaminan, menanggung malu yang tak terhingga.

Para tamu undangan kini berbisik-bisik lebih keras. Kekuatan "keluarga sempurna" yang selalu dipamerkan Andrew dan ayahnya kini retak berkeping-keping.

David tidak perlu berteriak untuk menang; keberadaannya yang tenang dan acuh tak acuh justru menghancurkan reputasi mereka jauh lebih efektif daripada kemarahan apa pun.

Di meja jamuan, David mengambil piring, menyendok makanan dengan elegan, dan mulai menikmati santapan malam itu, seolah-olah ia baru saja memenangkan sebuah permainan catur yang rumit.

1
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
Yensi Juniarti
ayo mili tunjukan ke gea kalau km lebih dari segala galanya .... 🥰🥰🥰
Yensi Juniarti
bahagia menyertai mu Mili...🥰🥰
Yensi Juniarti
🥰🥰🥰🥰 semuanya milik Mili
Yensi Juniarti
lanjutkan 🙏🙏
Rian Moontero
lanjooott👍😍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!