Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
karma is real
Jadi ke tempat Mama gak?" Tanya Jack pada Billby yang ada disebelahnya. saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang.
"Gk jadi om.. mama lagi gak di apartemennya. Lagi pergi" balas Billby.
iya,tadi pagi saat ia membuka ponsel itulah balasan pesan dari mamanya
"Kemana?" tanya Jack lagi pada ponakannya yang sedang sibuk bermain hp
"Gak tau. Mama gak bilang kemananya"
"Oh..ya udah..jadi langsung pulang nih?" Jack menghentikan mobilnya saat tiba di lampu merah
"Iya..capek. mau bobo"
Jack berdecak "emang disekolah tadi gak tidur?"
"Gak bisa disamain itu mah" Billby meletakkan ponselnya. "Besok weekend. aku ada kelas masak"ujar Billby
"Mau masak apa besok?"
"Kue tart. Tapi dua sesi"
"Maksudnya?" Tanya Jack meminta kejelasan lebih
"Ya besok belajar bikin kuenya. Minggu depan baru belajar ngehiasnya" terang Billby yang terlihat malas. sepertinya moodnya sedang buruk
Jack mengangguk "oh..gitu ya..berarti besok bikin kuenya, terus disimpen sampe Minggu depan buat dihias"
"Iya! terus om yang makan"balas Billby sewot
Jack terkekeh"galak amat"
°•••°
Sesampainya dirumah, tanpa basa-basi Billby langsung ke kamarnya untuk mandi.usai mandi, Billby duduk di meja riasnya. skincarean seperti biasa
Setelahnya Billby memangku wajahnya dengan kedua tangan. ia teringat ucapan gadis yang mengganggunya di sekolah tadi
Dia gak bakal suka sama cewek gepeng kayak Lo
Gepeng
Kata itu cukup mengusik pikirannya "enak aja..aku gak gepeng ya..ini tuh namanya belom tumbuh" ujar Billby kesal
"Ntar kalo dah tumbuh juga bakal Segede jeruk Bali" lanjutnya menghibur diri sendiri
"Tapi, kenapa aku belum baligh yak? waktu mama tiga belas tahun seaku, mama udah hamil aku.. yang tandanya Mama udah baligh. Tapi,kenapa aku belum?"
"Jangan jangan Billby mandul? aaaa" Spontan Billby berteriak karena pikiran gila itu muncul di kepalanya
"Kenapa Billby?" tanya Jack yang tiba tiba muncul dari balik pintu kamarnya
"Eh, om gak di kamar?"
"Ini mau ngajak kamu makan. Kenapa kamu teriak?" Jack melangkah masuk mendekati Billby.
Billby cemberut "om.. kenapa aku belum haid ya?"
"Kamu masih tiga belas tahun" balas Jack menimpali pertanyaan Billby yang frontal itu
"Tapi,dulu Mama-"
Jack menyela "kamu beda. lingkungan kamu sempit. apalagi kamu gak bergaul sama laki-laki. Itu mempengaruhi. jadi wajar kalo kamu agak terlambat"
"Jadi, cuman terlambat ya om? Aku bakal haid suatu saat nanti?"ujar Billby yang terlihat sudah lebih tenang
"Gak usah mikir kesana.. haid tuh sakit, gak enak. Jadi, nikmatin aja waktu kamu saat ini. Kalo emang sudah waktunya bakal Dateng kok"
"Sakit? Dulu om juga gitu?" Tidak, Billby tidak sedang bercanda. sepertinya, kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya
Jack menjitak Billby "ngelantur kamu ya..udah yok turun. makann"
Sepersekian detik berikutnya Billby meringis "oh ya,om kan laki-laki" ia menggaruk tengkuknya yang mendadak terasa gatal
"Udah yok" Jack menarik Billby agar gadis itu berdiri
Karena tarikan Jack itu, Billby berdiri. Tapi,bukan melangkah ke luar melainkan ke kasur empuknya "aku mau tidur om .. mumpung ngantuk"
"Ya udah...om habisin nasi Padang nya" balas Jack melangkah keluar
"Eh..eh..eh..om jangan pergi" tahan Billby yang membut Jack membalikkan badannya dengan senyuman miring "beneran nasi Padang om?" Tanya Billby dengan mata berbinar binar. perutnya tiba tiba jadi lapar
Jack hanya berdeham pelan. lalu menghilang
Billby segera lompat dari kasur dan berlari ke dapur yang ada di lantai bawah.
Jack sudah ada disana.. Billby yakin kalau omnya otw ke dapur itu dengan langkah santai. Tapi,kenapa lebih dulu sampai daripada Billby yang berlari sekencang angin topan.
Itu menurut Billby sih..kalo menurut Jack pasti kayak larinya semut. hmph.. iya.. iya.. yang kakinya panjang
Lalu Billby menoleh ke arah meja makan. detik berikutnya wajah Billby berubah lesu.
Bukankah..kata Jack tadi siang ini makan nasi Padang?dia di bohongin ? Oh,shit
Billby melirik omnya yang tersenyum puas karena berhasil membuat Billby turun ke bawah walaupun dengan kebohongan.
Liat aja! Billby bakal balas dendam
Melihat ekspresi wajah Billby, Bolivia menyelutuk "Billby sayang.. kenapa?"
Billby memanyunkan bibirnya seperti bebek "om bohong. Katanya makan nasi padang. Tapi, ternyata nasi liwet" adu Billby manja
"Kalau mau makan nasi Padang, besok kita beli ya.. sekarang makan ini dulu..kan sayang udah masak banyak gini kalo gak di makan"sahut Austen
"Tapi,om bohongin aku.." ujar Billby dengan nada merajuk
"Kenapa kamu bohongin billby, Jack?" Tanya Austen
"Dia gak mau makan" balas Jack santai
Bolivia menghela napas "ya gak usah di bohongin juga..kasian. dibujuk aja pelan pelan"
"Kita makan ini dulu ya.. besok baru nasi Padang. Om kamu yang bayar,oke?" bujuk Austen
Bolívia mengangguk "ini lauknya juga banyak kok.. kayak nasi padang. Billlby mau kan?"
Masih dengan wajah cemberut, Billby mengangguk pasrah "iya nek. Billlby mau"
Bolivia tersenyum. "anak pintar" pujinya lalu menarik lembut tangan Billby dan menuntunnya untuk duduk di kursi. biasanya billby duduk sebelahan sama jack.
jadi, Bolivia menuntunnya ke tempat biasa. Ke bangku yang ada di sebelah Jack
"Aku gak mau duduk Deket om" ujar Billby menatap omnya dengan sinis
"Ya udah duduk Deket nenek aja" balas Bolívia
Seperti biasa, Billby dilayani oleh neneknya. Diambilkan buah, makanan berat, penutup serta minumannya
Saat Billby sedang makan, tiba tiba ia kepikiran sesuatu "nek..kek..om kan udah 31. Bukannya seharusnya om sudah nikah ya? gimana kalo nenek sama Kakek cariin istri buat om?"
Jack langsung menatap Billby dengan horor "om belum nikah karena mau jagain kamu billby. Ntar juga om bakal nikah kali"
"Nek.. aku rasa om bisa nikah sambil jagain aku kok.. aku kan sudah besar.. gak perlu dijaga in sebegitunya lagi" tukas Billby
"Justru karena itu Billby. Om harus lebih jagain kamu" balas Jack
"Nek..kek.. kalian pasti yakin kan kalo aku gak bakal macem-macem? Om dah tua. harus nikah" ucap Billby tegas seperti hakim saat mengatakan kalimat terakhir di pengadilan yang sedang memutuskan sesuatu
Austen mengangguk "kamu memang sudah tua Jack. Ada baiknya kamu cari istri sekarang"
Bolivia juga mengangguk "kita bisa jaga Billby sama sama. Kamu nikah saja. memang sudah umurnya"
"Itu urusan ku, aku bisa ngurus sendiri"
"Kamu dari dulu bilangnya begitu melulu.. tapi,liat udah 31 gak ada hasilnya tuh.." ujar bolivia. ia memang sangat menantikan pernikahan putranya ini naik ke pelaminan. tapi, Jack malah terus menunda-nundanya
"Atau biar mamih mu yang cariin?" Tambah Austen
"Bisa..bisa.. Mamih punya banyak kenalan kok" Bolivia tampak senang sekali mendapatkan tugas dadakan itu
Mencari jodoh untuk Jack? Itu hal yang sangat mudah. Mungkin bisa ada sepuluh gadis yang siap untuk dijadikan calon mantu. Bukan hanya cantik dan pintar.
Tapi, juga berasal dari keluarga konglomerat yang setara
"Aku-"
"Udah.. dicoba aja dulu.. biar mamihmu cariin. Sapa tau cocok" putus Austen membuat Jack frustasi
Mampus,kena karma kan. Batin Billby tertawa puas