Sequel Cerita Cinta Dalam Perjodohan ( Cristian - Biyanka)
Bagaimana jika kisah cinta dua insan yang terpisah lama karena sebuah kecelakaan dan kini mereka kembali bertemu dengan ketidaksengajaan..
Fillio Wiharto kembali di pertemukan dengan cinta sejatinya namun bukan rasa bahagia tetapi kenyataan pahit yang harus dia rasakan setelah tau ternyata wanitanya mengalami hilang ingatan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Dia orangnya?
Melinda tersenyum saat melihat laki laki yang selama ini di kagumi nya sedang fokus menatap layar laptopnya bahkan ketampanannya semakin bertambah dan semakin membuatnya kagum.
Melinda pun berjalan menghampiri,,
" Hai " Sapa Melinda tersenyum
Lio menoleh,,
" Mau apa kamu ke sini, Saya sangat sibuk " Ucap Lio kembali menatap laptopnya
" Aku tau kamu selalu sibuk,, Aku cuma kangen sama kamu.. Kamu kemana aja sih dari kemarin aku cari kamu tapi kamu gak ada di Kantor "
" Bukan urusan kamu "
" Oya,, Perempuan di depan pasti sekretaris baru kamu,, "
Lio menghela napasnya dan menatap Melinda,,
" Mau apa kamu ke sini, Saya benar benar sibuk "
" Fine Lio,, Aku ke sini cuma mau ngasih Undangan Ulang aku,, kamu datang ya "
Lio tidak menjawabnya dan sama sekali tidak menatap undangan yang berada di tangannya,,
" Lio please,, dateng ya "
" Aku gak janji "
" Tapi aku berharap kamu datang,, Aku pulang dulu ya.. Satu lagi aku tunggu kamu dateng Lio"
Melinda kembali berjalan keluar dan menuju Lift..
-
Di dalam Lift Melinda mendengar beberapa karyawan yang membicarakan Bos mereka bahkan mereka berbicara jika mereka sangat iri dengan Sekretaris baru yang sangat di perlakukan spesial oleh Bos mereka.
Ting,,
Pintu Lift terbuka dan mereka berjalan keluar, namun Melinda masih sangat penasaran siapa yang mereka maksud.
" Sorry kalian tadi bicara jika Lio memperlakukan Sekretaris nya spesial, maksud kalian gimana " Ucap Melinda
" Jadi Tuan '-
Ucapan mereka terputus saat Bagas menghampiri mereka.
" Nona Melinda " Sapa Bagas dan membuat beberapa karyawan menundukan tubuhnya dan kembali menuju meja kerja masing masing.
" Apa Ana keperluan Anda datang ke sini atau '-
" Saya mau mengantarkan Undangan untuk Lio"
" Oya Pak Beni, Saya dengar jika Lio memperlakukan spesial karyawan baru di sini, siapa dia "
Bagas tersenyum,,
Dia tidak mau menceritakan semua kepada Melinda ,,
" Saya kurang tau Nona, silahkan Anda langsung bertanya kepada Tuan Lio "
" Kalau begitu Saya permisi Nona "
Bagas berjalan masuk Lift, sedangkan Melinda masih terus penasaran.
Dia pun kembali menanyakan kepada salah satu karyawan juga tidak sengaja berpapasan dengannya..
" Eh tunggu, " Ucap Melinda
" Ya Nona, Ada yang bisa Saya bantu "
" Apa di sini ada karyawan baru "
" Maksud Anda Nona Sasya, Sekretaris Tuan Lio "
Dek,,
" Sasya " Ulang Melinda
" Iya Nona dan itu Nona Sasya " Ucapnya dengan menunjuk seorang wanita yang berjalan keluar dari pantry
Melinda menatapnya dan buka Sasya yang dia pikirkan,,
" Saya permisi Nona "
" Ya Silahkan "
" Astaga,, gue kira Beneran Sasya ternyata hanya namanya saja yang sama " gumam Melinda menghela napasnya.
-
Sasya kembali menuju mejanya dengan membawa secangkir coklat hangat, Namun Langkahnya terhenti saat melihat Lio yang berdiri di depan mejanya.
Sasya duduk dan kembali melanjutkan pekerjaan nya tanpa menganggap adanya Lio di sana.
Lio menatapnya bingung Bahkan terlihat wajah Sasya yang seperti sedang kesal.
" Ehem,, "
Sasya tidak menjawab dan kembali diam,,
" Ehem,, " Ulang Lio
Sasya menghela napasnya dan memutar menatap Lio yang berdiri dengan kedua tangannya masuk ke dalam saku celananya,,
" Ada yang bisa Saya bantu Tuan " Ucap Sasya
" Apa kamu bilang tadi " Ucap Lio menundukan tubuhnya
" Tuan " Ulang Sasya kesal
" Kamu kenapa, Kayaknya kesal gitu "
" Engga Papa " Ucap Sasya kembali menatap laptopnya namun di tahan Lio.
" Tadi itu Melinda, teman sekampus kita dulu "
" Aneh kamu, Aku gak tanya siapa dia "
Lio tersenyum dan mengusap rambut Sasya, dia tau jika Sasya kesal melihat Melinda.
" Tapi aku akan menceritakannya karena aku gak mau kamu salah paham,,
Dia Melinda teman Kampus kita dulu dan tidak lain anak dari Salah satu Klien kita.
Dia datang untuk memberikan undangan Ulang tahun "
" Ulang tahun "
" Ya,, dan aku tidak akan datang "
" Kenapa Filo,, Dia sudah mengundang kamu dan kamu harus menghargai dong "
" Aku gak mau lihat wanita yang sangat aku cintai kembali kesal " Ucap Lio menarik hidung Sasya
" Ih Apa an sih,, "
" Tapi gak enak lah dia sudah sengaja datang undang kamu dan kamu juga kenal bahkan kalian ada kerja sama bukan "
" Em,, Baiklah jika kamu menyuruh aku pergi tapi aku akan pergi dengan kamu " Ucap Lio kembali mengacak rambut Sasya dan kembali masuk ke dalam ruangan nya..
Sasya memajukan bibirnya kesal dengan tingkah Lio yang selalu saja mengacak rambutnya..
" seneng banget berantakin rambut gue,, " gumam Sasya namun bibirnya melengkung mengingat semua ucapan Lio..
Hati nya sangat berbunga dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut Lio yang selalu saja menganggapnya wanita spesial.
tpi bikin baterai hiks