Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#27. Balas Dendam
Suasana ruang tengah kediaman walikota tiba - tiba gaduh.. Leuw Kye membanting kursi diruangan yang biasanya digukan oleh walikota untuk mengumpulkan perangkat - perangkatnya.
"Siapa pemuda itu.?? berani sekali dia mempermalukanku di depan tamuku..?? teriak Leuw Kye sambil menendang kursi yangbada dihadapannya.
Leuw Ahn yang mendengar ada suara ribut - ribut langsung keluar dan mendapati anaknya sedang marah, sedangkan para pelayan dan pengawal hanya tertunduk dan tidak ada yang berani menghentikannya.
"Kye er'... ada masalah apa.? "
"Seseorang telah mempermalukanku di restoran Hong Qiao ayah" jawab Leuw Kye dengan raut muka kesal.
"Oh yaa..?! bagaimana ceritanya..?"
"Tadi aku mengajak utusan walikota Fujian untuk membicarakan rencana kita sambil makan di restoran Hong Qiao..Lao An sudah menyuruh semua pengunjung untuk keluar, karena aku tidak mau rencana kita bocor..tapi ada seorang pemuda yang tidak mau keluar, dia malah melawan Lao An dan mampu mengalahkannya".
***
Hampir 100 tahun sejak Lee Han memporak - porandakan Negara Api, banyak daerah - daerah yang kemudian membentuk kekaisaran sendiri.. dan tidak hanya terjadi di Negara Api saja.. bahkan Negara - negara lain juga mengalami hal yang sama. Banyak daerah - daerah yang mendirikan Kekaisaran, akibatnya mereka kemudian saling berperang untuk memperluas wilayah.
Kota Tainan dan Kota Fujian masuk dalam kekaisaran Ming yang saat ini dipimpin oleh Kaisar Shun Zhi yang baru berusia 14 tahun. Dia menggantikan ayahandanya Shun Yuan yang merupakan Kaisar sebelumnya. Shun Zhi merupakan anak Shun Yuan dari permaisuri yang bernama Mu Sheli.
Mu Sheli adalah selir kesayangan Shun Yuan, ketika Huang Hua masih menjadi permaisuri. Tapi Permaisuri Huang Hua tidak mempunyai anak sampai meninggal, maka Mu Sheli yang kemudian diangkat menjadi permaisuri. Hal ini mengakibatkan kecemburuan bagi selir - selir kaisar yang lain. Tidak lain karena Mu sheli merupakan selir paling muda diantara mereka.
Sebelum meninggal, Shun Yuan menunjuk Shun Zhi sebagai penggantinya. Putra - putra kaisar lainnya yang usianya lebih tua, tidak sepakat akan hal itu, tapi keputusan Kaisar adalah mutlak, makanya mereka tidak berani membantahnya.
Sebagian Putra kaisar ada yang dengan terpaksa menerima keputusan itu, tapi Shun Kwo karena merasa karena usianya lebih tua, dia merasa paling berhak menjadi pengganti ayahandanya.
Shun Kwo kemudian merencanakan kudeta terhadap adiknya Shun Zhi. Dia mulai membangun kekuatan dengan mengumpulkan para walikota yang sepaham dengannya. Tainan dan Fujian adalah sebagian dari daerah - daerah yang mendukung Shun Kwo untuk merebut kekuasaan dari Shun Zhi ".
***
" Dimana pemuda itu sekarang..? " tanya Leuw Ahn.
"Aku tidak tau ayah, tapi mungkin saja dia masih ada di restoran itu " jawab Leuw Kye.
"Lao An.. kumpulkan semua pengawal yang ada, kita harus membalas perbuatan pemuda itu" perintah Leuw Ahn.
"Baik tuan " jawab Lao An bersemangat. sebenarnya dia masih ingin menjajal kemampuan Chen Khu tadi, tapi keburu dihentikan oleh Leuw Kye, jadi sekarang dia mempunyai kesempatan itu.
" Aku akan ikut dengan mereka ayah " Leuw Kye tidak mau ketinggalan.. dia ingin sekali merobek mulut orang yang telah mempermalukannya.
" Baiklah.. kamu boleh ikut, tapi ingat..bawa pemuda itu hidup - hidup kehadapanku.. aku ingin mendapatkan informasi darinya.. jangan - jangan dia adalah mata - mata kaisar Shun Zhi.. bisa saja Kiasar sudah mencurigai gerak gerik kita selama ini ".
" Baik ayah " jawab Leuw Kye bersemangat.
Chen Khu yang baru saja akan menghabiskan minumannya tiba - tiba mendengar ada ribut - ribut di depan penginapan Hong Qiao. Chen Khu mengintip lewat jendela mencoba untuk mencari tau. Rupanya dibawah ada ratusan orang dengan seragam yang sama dengan pengawal Luew Kye tadi.
" Hmmm.. ternyata mereka bulum puas, dan sekarang mereka membawa beberapa pendekar level 5 " gumam Chen Khu sambil memperhatikan sekeliling ruangan.
"Kalau terjadi pertarungan disini, mungkin akan banyak kerugian yang ditimbulkan, sebaiknya aku menghadapi mereka dibawah saja.. " ucap Chen Khu dalam hati sambil mengeluarkan Pedang Halilintar dari dalam jubahnya lalu berjalan ke arah tangga.
" Kalian belum puas rupanya..!! dan sekarang kalian membawa lebih banyak teman" kata Chen Khu sambil melihat ke arah Lao An dan Leuw Kye dengan sudut matanya.
"Anak muda.. kalau bukan perintah walikota untuk membawamu hidup - hidup dihadapannya.. aku akan membunuhmu " jawab Lao An dengan lantang.
" Baiklah.. kalian bisa mencobanya.. tapi sebaiknya kita mencari lokasi yang lebih luas, jagan sampai orang - orang yang tidak bersalah ikut menjadi korban " ujar Chen Khu lalu berlari ketempat yang lebih luas dan diikuti seluruh pengawal Leuw Ahn.
"Tangkap dia hidup - hidup, aku sendiri yang akan membunuhnya setelah ayahku mengorek informasi darinya" perintah Leuw Kye.
Dengan serentak para pengawal kemudian membentuk formasi untuk menyerang Chen Khu yang sudah bersiap dengan pedangnya..
"Seraaaaang..!! " teriak Lao An..
Sebelum ada pengawal yang mendekati, Chen Khu menghilangkan manipulasi kekuatannya.. segera saja sebuah aura besar terpancar dari tubuhnya membuat keget penyerangnya.. Lao An sekarang sudah bisa merasakan kalau kekuatan Chen Khu jauh diatasnya.. tapi semuanya terlambat..
Chen Khu mulai mengayunkan pedangnya dan menebas satu persatu pengawal Leuw Kye tanpa kesulitan berarti.. permainan pedangnya yang sangat cepat tidak bisa diikuti dengan mata para pengawal yang mayoritas adalah pendekar level 3 dan 4..
Pendekar level 5 yang dibawa Lao An mulai ragu menyerang ketika merasakan kekuatan yang dimiliki pemuda dihadapan mereka, tapi perintah Leuw Kye membuat mereka terpaksa harus menutupi keraguannya..
" Kalian jangan diam saja.. cepat tangkap dia..!! " bentak Leuw Kye..
Segara saja beberapa pendekar level 5 yang berjumlah 20 orang tersebut melompat masuk arena pertarungan.. melihat jumlah musuh yang banyak dan ditambah dengan kehadiran pendekar level 5 membuat Chen Khu kemudian mengambil beberapa langkah untuk untuk mundur.
Para penyerang yang menyaksikan hal itu merasa diatas angin..
"rupanya dia gentar juga dengan 20 orang pendekar level 5 " Lao An membatin.. kali ini dia merasa akan bisa mengalahkan pemuda yang sudah mengalahkannya tadi.
"PEDANG PEMBELAH BADAI...!! "
Rupanya, apa yang dilakukan Chen Khu tidak seperti perkiraan lawan - lawannya.. dia sengaja membuat jarak dengan musuhnya untuk menggunakan serangan jarak jauh.. dia hanya menggunakan 30 persen tenaganya untuk melepaskan serangan itu.
Hal itu tidak disadari musuh - musuhnya.. akibatnya hampir separuh dari musuhnya terkapar ditanah dengan tubuh terbelah menjadi dua.. yang sempat menghindar juga mengalami luka cukup serius.
Beberapa pendekar level 5 yang jaraknya cukup dekat dengan Chen Khu ikut menjadi korban. Tujuh orang diantaranya langsung tewas seketika.. Lao An yang sempat menghidari serangan itu mengalami luka yang amat serius, bahkan dia telah kehilangan sebelah lengannya.
Chen Khu tidak berhenti sampai disitu, dia kemudian kembali maju menyerang.. musuh yang sudah terluka hanya bisa pasrah ketika Pedang Halilintar memotong tubuh mereka.
"Aku memberi kesempatan pada kalian yang ingin menyerah.. Lepaskan pedang kalian atau aku akan membunuh kalian.. " ucap Chen Khu tanpa menghentikan permainan pedangnya.
Musuh yang jaraknya masuh cukup jauh memilih melepaskan pedang mereka dan melarikan diri, sedangkan Lao An yang baru saja kehilangan lengannya terlambat membuat pilihan.. sabetan pedang Chen Khu tepat mengenai lehernya.. Kepalanya menggelinding di tanah.
Leuw Kye yang menyaksikan tampak pucat dan mengeluarkan keringat dingin..meskipun kakinya terasa berat untuk digerakkan, tapi dia mencoba untuk melarikan diri, tapi sebelum itu terjadi sebilah pedang sudah menempel di lehernya.
" Bergerak sedikit saja.. maka kepalamu akan terlepas dari tubuhmu ".
-----
***Terus dukung Pendekar Pedang Naga Langit yaah...
***Jangan Lupa Like setelah membaca..
***Dan jika tulisan ini bisa mengurangi beban hidupmu.. silahkan beri Vote.
*Terima Kasih bagi yang sudah mendukung karya saya.. semoga kedepannya saya bisa menulis lebih banyak Chapter setiap kali terbit**.
harta rampasan perang dibahas tiap kali mwnang, mosok gak pwenah ambil harta rampasan tapi reeus menwrus keluarkan koin dlm jml besar buat ganti rugi... padahal murid sekte kere...