Pada awalnya nyawa Brigitta bagai diujung tanduk. Namun pertolongan datang dari Tuhan, lewat tangan seorang pria yang kaya raya. Brigitta dapat diselamatkan, meskipun hidup dengan satu ginjal.
Kemudian Brigitta merasa jatuh cinta pada dua pria yang selalu menjaganya, yaitu Rico Sang penolong dan Leo, asistennya.
Kedua pria itu pun sangat mencintai Brigitta.
Dan karena suatu kesalahan dan emosi Rico, membuat Brigitta menikah dengan Leo.
Dengan berbagai konflik asmara dari kedua pria itu, akankah Brigitta kembali kepada Rico?
Mari bersama kita simak cerita ini.
Semoga cerita ini berkenan di hati pembaca.
Ini hanya cerita fiksi, kesamaan nama orang, nama tempat dan lokasi yang ada didalam cerita ini hanya kebetulan saja.
SELAMAT MEMBACA
(SAYANG SELALU - KRIS)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KRISTINA ANGGRAINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH ENAM
"Selamat pagi, Sayang. " Leo sudah tampak rapih. Dia memang sudah bangun sejak pagi-pagi sekali, kemudian mandi dan memesan makanan.
"Selamat pagi, Leo. " jawab Brigitta.
Leo menghampiri Brigitta, memeluk dan mengecup kepalanya.
"Kita sarapan dulu ya Sayang. " kata Leo sambil melonggarkan pelukannya.
"Aku mau mandi dulu, Leo. " Brigitta turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.
"Baiklah Sayang. " Leo mengambil kopinya di meja, lalu menyeruputnya. Kemudian duduk di bangku dan membuka laptop nya. Diteliti nya laporan dari usaha-usaha pribadinya.
Ya, sebenarnya Leo mempunyai beberapa usaha pribadi, selain perkebunan strawberry yang sangat luas, juga beberapa supermarket dan fresh market. Semua supermarket dan fresh market miliknya itu tersebar di lebih dari sepuluh kota besar di seluruh Indonesia. Bahkan Leo mulai mencoba peruntungannya itu di beberapa negara tetangga.
Untuk semua usaha nya dipegang oleh orang-orang kepercayaan nya dan diawasi oleh tim yang sangat andal.
"Sudah selesai, Sayang?" Leo melihat Brigitta keluar dari kamar mandi. Segera Leo menghampirinya, memeluk dan mengecup keningnya.
"I love you. " bisik Leo sambil mempererat pelukannya.
"I love you too. " Brigitta terbata-bata dan matanya mulai berkaca-kaca. Leo melihat itu, langsung dikecup nya kedua mata Brigitta.
"Sudah cukup tangismu. Aku tidak mau melihat kesedihan lagi di wajahmu. Semoga cintaku cukup untuk menghapus dukamu, Sayang. " Leo kembali mempererat pelukannya.
"Aku ada rumah di daerah Lembang, Bandung. Tempatnya sangat sejuk dan tenang, Kamu bisa istirahat dan menenangkan pikiran mu di sana." Leo menatap Brigitta.
"Kamu mau tinggal di sana, Sayang?" Brigitta menganggukan kepala nya.
"Baiklah, sekarang kita sarapan dulu, setelah itu kita packing dan check out." Leo merangkul Brigitta menuju kursi, mengambilkan piring yang berisi nasi goreng lengkap dengan telur ceplok dan kerupuk. Leo pun duduk di samping Brigitta dan mengambil piring lain dengan isi yang sama. Mereka pun makan bersama.
Selesai makan, mereka packing dan check out dari hotel itu.
Dan supir Leo pun membawa mereka ke sebuah rumah yang sangat mewah di lingkungan yang asri.
"Kita sudah sampai Sayang. " Leo turun dari mobil.
"Selamat siang Pak Leo. " sapa Lela, asisten rumah tangga Leo.
"Selamat siang Bu Lela. " jawab Leo.
"Kenalkan Bu Lela, ini Bu Brigitta." kata Leo.
"Brigitta." Brigitta tersenyum
"Lela." Brigitta dan Lela bersalaman.
"Ini Titin. " Leo menunjuk Titin, asisten rumah tangganya juga. Brigitta dan Titin pun bersalaman dan mengucapkan nama masing-masing.
"Kamar untuk Bu Brigitta sudah disiapkan?" tanya Leo pada Lela.
"Sudah, Pak. Semalam habis Bapak telepon langsung saya siapkan. " kata Lela sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
"Tin, itu koper yang warna hijau, taruh di kamar Bu Brigitta ya." kata Leo pada Titin.
"Baik Pak. " Titin segera membawa koper Brigitta naik ke lantai dua.
"Kamu mau lihat-lihat area rumah dulu, atau istirahat, Sayang?" Leo merangkul Brigitta.
"Aku mau lihat-lihat dulu, Leo. " jawab Brigitta.
"Baiklah, kita lihat-lihat dulu. " kata Leo.
Perlahan mereka menyusuri ruang demi ruang, mulai dari lantai atas, hingga taman sekeliling rumah.
"Semoga kamu nyaman di sini, Ta." Leo berhenti pada gazebo ditengah taman belakang rumahnya.
"Terima kasih Leo, kamu sudah membantu aku dan membuat aku kembali tenang." kata Brigitta.
"Aku akan melakukan apapun untuk mu, Sayang. Kamu masih ingat janjiku kan?" tanya Leo
"Iya Leo. " Brigitta menganggukan kepala nya.
Leo memeluk Brigitta, lalu mengecup bibirnya, lama mereka berciuman, sampai mereka hampir kehabisan oksigen.
"Seumur hidupku, aku tidak akan melepaskan mu lagi, Sayang. Aku tidak mau kamu tersakiti lagi. " kata Leo sambil tetap memeluk Brigitta, yang juga membalas pelukan Leo.
"Sudah siang, kita makan dulu ya." kata Leo mengajak Brigitta masuk ke dalam rumah.
"Makan siang sudah siap, Bu?" tanya Leo saat memasuki ruang makan.
"Sudah, Pak. " jawab Bu Lela.
"Silahkan, Pak, Bu. " kata Bu Lela sambil menaruh sayur yang baru matang di tengah meja.
"Terima kasih ya Bu. " kata Brigitta.
"Sama-sama Bu. " jawab Bu Lela.
"Kenapa sedikit sekali makanmu, Ta?" Leo memperhatikan makan Brigitta yang sangat sedikit.
"Ini sudah cukup, Leo. " kata Brigitta.
"Baiklah, tapi sayur dan lauknya mesti banyak." kata Leo. Lalu Leo mengambilkan potongan empal yang paling besar untuk Brigitta.
"Ayo, makanlah. " kata Leo sambil tersenyum melihat Brigitta menatapnya.
"Terima kasih Leo. " kata Brigitta.
"Iya Sayang. " lalu mereka makan bersama.
Beberapa kali Leo menambahkan sayur dan lauk ke piring Brigitta.
"Sudah Leo. " protes Brigitta.
"Makan yang banyak Sayang. Supaya kamu tidak pucat lagi. " kata Leo sekenanya.
Setelah selesai makan, Leo duduk di teras samping, yang teduh karena teras itu menghadap ke timur. Dan juga ada kolam renang di sana.
"Kopinya, Leo. " Brigitta membawakan secangkir kopi untuk Leo.
"Terima kasih, Sayang. " Leo mendekati Brigitta yang duduk di sebelahnya, lalu memeluk dan menciumi Brigitta.
"Bantu aku melupakan dia, Leo." kata Brigitta lirih.
"Kamu yakin ingin melupakan dia?" tanya Leo.
"Iya Leo. Tidak ada gunanya mengingat dia lagi. " kata Brigitta, matanya mulai berkaca-kaca lagi. Leo mempererat pelukannya.
"Hatiku sakit sekali Leo, setiap kali mengingat semua kata-kata nya, juga yang dia lakukan di kamarnya. " air mata Brigitta mengalir deras.
"Iya Sayang. Aku mengerti keadaanmu." kata Leo, membiarkan Brigitta menangis di dadanya.
"Sekarang kamu istirahat ya, Sayang." Leo mengantar Brigitta ke kamarnya.
"Tetaplah disini, Leo. " kata Brigitta saat Leo akan keluar dari kamarnya.
"Baiklah Sayang. " Leo memeluk Brigitta membelai kepalanya.
Dikecup nya pipi Brigitta, waktu Brigitta sudah terlelap. Dan akhirnya Leo pun tertidur.
****
Leo terbangun karena menyentuh badan Brigitta yang sangat panas.
"Ya ampun Ta, badanmu panas sekali."
"Bu Lela. " Leo memanggil Lela.
"Ya Pak. " Lela masuk ke dalam kamar Brigitta.
"Suruh Amir siapkan mobil. " kata Leo.
"Baik Pak. " Lela segera mencari Amir, supir Leo.
Leo segera mengangkat Brigitta, dan membawanya naik ke mobil.
"Sayang, kamu harus kuat, seperti selama ini, kamu pasti akan baik-baik saja." Leo memeluk Brigitta dengan erat.
"Lebih cepat, Mir. " kata Leo pada Amir.
"Baik Pak. " jawab Amir, mempercepat laju mobil.
Leo semakin gelisah, karena badan Brigitta panas sekali.
Dikecup nya kening Brigitta, dan digenggam tangannya.
****
Mungkinkah Rico dan Brigitta kembali bersama?
Terima kasih ya Sobat yang sedang asyik membaca novel ini...
Ikuti terus ceritanya ya.
Terima kasih juga untuk Sobat yang sudah memberikan LIKE, RATE, VOTE dan KOMENTAR.
Untuk yang belum, jangan lupa LIKE, RATE dan VOTE ya, agar aku bisa meneruskan ceritaku ini.
TERIMA KASIH
(Sayang selalu - KRIS)
aku hadir dan mampir nih...
salam dari BERTEMU DAN JATUH CINTA
mampir yaa
mari kita saling mendukung...
Salam dari
Bumi Untuk Raina
kasian Rico sudah banyak berkorban
Lekas sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasa. amiiin
semakin bagus ceritanya 👍 🥰
salam dari ROSE 💜