NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kera Putih

Kebangkitan Kera Putih

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Ketika langit di atas pinggiran Kekaisaran Yanling tiba-tiba terkoyak oleh invasi mendadak monster binatang, ilusi kedamaian hancur dalam semalam. Di tengah kepanikan para kultivator muda elit yang formasinya porak-poranda, Lin Juan—seorang yatim piatu bermarga Lin yang selalu dicaci karena Jiwa Rohnya yang cacat—menjadi satu-satunya yang menolak mundur. Tanpa pancaran energi spiritual yang mewah, ia mengandalkan insting murni dan tubuh yang ditempa penderitaan untuk bertahan hidup. Di tengah genangan darah dan keputusasaan, sebuah jiwa purba yang tertidur di kedalaman nadinya, Roh Kera Putih yang legendaris, akhirnya membuka mata, merespons panggilan kematian dengan raungan yang mengguncang surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SERANGAN BADAI SALJU

Langit di atas perbatasan utara berubah menjadi gulita hanya dalam hitungan menit. Awan hitam tebal berarak rendah dari arah Pegunungan Es, membawa angin kencang yang melolong bagai raungan ribuan iblis. Dalam sekejap, suhu udara merosot tajam, membekukan genangan lumpur dan melapisi dinding-dinding Tembok Besi dengan kerak es tipis.

Badai salju terbesar musim ini telah tiba lebih cepat dari perkiraan perwira pengamat.

Di luar dinding batu raksasa, tepatnya di Pos Perimeter 4—sebuah pos pengawas kecil berbahan batu tebal yang berdiri tegar di celah perbukitan es—empat anggota Unit 9 sedang menjalankan tugas giliran jaga. Pos itu hanya berupa benteng kecil dua lantai dengan perapian batu di tengahnya dan menara pengintai yang terbuka di bagian atap.

Shi Tou menyeburkan napas tebal yang langsung membeku di udara. Pria bertubuh besar itu berusaha merapatkan jubah kulitnya seraya memeriksa palang kayu pintu utama pos.

"Anjing dingin ini rasanya mau menggigit telingaku sampai putus," Gerutu Shi Tou seraya mengetukkan kedua kakinya ke lantai batu untuk mengusir rasa kebas.

Lu Chen bersandar di dekat perapian kecil di dalam ruangan, mengasah ujung belatinya pada batu asah dengan irama yang teratur. "Bersyukurlah kita dapat giliran di Pos Empat malam ini, Shi Tou. Di luar sana, jarak pandang sudah kurang dari lima jangkah. Prajurit yang patroli jalan kaki saat ini pasti merasa seperti berjalan di dalam neraka es."

Ah Xiu berdiri di menara pengintai atap, matanya memicing menembus deru angin salju yang makin beringas. Kain penutup wajahnya berkibar kencang, sementara jemarinya yang terbalut sarung tangan tipis tetap memegang erat gagang busur tulang hitamnya.

Di sudut teras luar menara, Lin Yuan berdiri bersila di atas batu beku. Ia tidak mengenakan jubah tebal seperti yang lain. Tubuhnya yang bertelanjang dada hanya terbalut bebat linen tipis, namun uap panas mendesis keluar dari pori-pori kulitnya.

Di dalam lautan jiwanya, Roh Kera Putih tidak terganggu oleh suhu minus di luar. Sebaliknya, energi dingin yang ekstrem dari badai es ini justru menstimulasi pusaran *qi* perak di meridian Lin Yuan, memaksanya bergerak berputar lebih cepat untuk menjaga kehangatan inti tubuhnya.

Tiba-tiba, Lin Yuan membuka matanya. Pupil hitamnya membendung kilatan emas yang sangat tajam.

Kera Putih di dalam dadanya mendadak berdiri tegak, mengirimkan getaran peringatan yang membuat seluruh bulu kuduk Lin Yuan berdiri.

"Ah Xiu," Panggil Lin Yuan dengan suara serak yang memotong gemuruh angin badai.

Ah Xiu menoleh seketika, menatap Lin Yuan yang baru saja bangkit berdiri. "Ada apa, Lin Yuan?"

"Turun dari menara sekarang," Perintah Lin Yuan datar, matanya menatap lurus ke dalam tirai salju putih yang tebal di luar celah bukit.

Ah Xiu tidak mempertanyakan perintah itu. Ia langsung melompat turun dari tangga menara, mendarat mulus di samping Lu Chen dan Shi Tou.

"Ada apa di luar?" Tanya Lu Chen memicingkan mata, memutar belati di tangannya.

"Ada sesuatu yang bergerak di dalam badai," Ucap Lin Yuan seraya melangkah turun ke lantai dasar. "Bukan suara angin. Suara gesekan zirah es di atas tanah."

Belum sempat Shi Tou mencerna kata-kata itu, sensasi bergetar halus terasa menembus pondasi batu Pos 4.

CRASH!

Dinding batu bagian depan Pos 4 mendadak hancur berantakan!

Bongkahan batu setebal dua jengkal terlempar ke dalam ruangan bersamaan dengan badai es yang menerobos masuk. Sesosok makhluk raksasa setinggi tiga meter mendobrak masuk dari balik tirai salju.

Itu adalah Beruang Zirah Es—monster kelas tiga tingkat menengah yang seluruh tubuhnya dilapisi oleh bongkahan es keras sekeras baja tempa. Matanya berwarna biru menyala, dan napasnya membekukan lantai batu di sekitarnya dalam hitungan detik.

Tidak hanya satu. Dari celah dinding yang hancur, lima ekor Serigala Duri Es berukuran besar meluncur masuk seperti bayangan putih, merayap lincah di sepanjang dinding batu interior.

"Penyergapan!" Teriak Shi Tou kaget seraya menghentakkan perisai besinya ke lantai.

"Bagaimana mungkin monster tipe es berada di dekat Pos Empat tanpa terdeteksi menara pengawas utama?!" Jerit Lu Chen terbelalak saat menghindari sabetan cakar serigala es pertama.

"Informasi rute kita dicocokkan dengan pergerakan kawanan ini," Desis Lin Yuan dingin, mengonfirmasi dugaannya tentang kebocoran informasi dari markas benteng. "Seseorang sengaja menempatkan kita di pos ini saat badai es tiba!"

GROOOWLLL!

Beruang Zirah Es itu mengaum keras, mengangkat kedua cakar raksasanya yang dilapisi pilar es tajam, lalu menghantamkannya lurus ke arah Shi Tou dan Lu Chen. Hantaman itu begitu kuat hingga menciptakan gelombang kejut es yang membekukan udara di dalam ruangan.

BAM!

Shi Tou menahan hantaman cakar kiri beruang menggunakan perisai besinya. Benturan keras membuat pria bertatung itu terseret mundur lima langkah, lantai batu di bawah kakinya retak dan hancur. "Ugh! Tenaga binatang ini benar-benar gila!"

"Jangan menahan hantamannya secara langsung, Shi Tou!" Teriak Ah Xiu dari belakang seraya menarik tali busurnya hingga melengkung maksimal.

CTAK! SWUSH!

Anak panah perak Ah Xiu melesat membelah badai salju di dalam ruangan, menembus celah kecil di antara zirah es leher sang beruang. Darah biru membeku menyembur keluar, membuat monster itu melolong kesakitan dan memutar fokusnya ke arah Ah Xiu.

"Musuhmu ada di sini, Binatang!" Bentak Lin Yuan.

Lin Yuan menerjang maju. Di tengah jarak pandang yang hampir nol akibat kepulan es dan debu batu, gerakan Lin Yuan tidak melambat sedikit pun. Insting Kera Putih di dalam jiwanya bertindak sebagai indra keenam yang sempurna, membaca setiap sudut serangan monster di dalam ruangan sempit itu.

SREEEET!

Aura Kera Putih meledak dari meridian Lin Yuan, melingkupi kedua kepalan tangannya dengan pendaran cahaya perak yang sangat panas. Suhu di sekitar Lin Yuan meningkat drastis, membuat kristal es di lantai mendesis mencair.

Lin Yuan melompat ke atas bongkahan batu yang runtuh, memantulkan tubuhnya ke dinding kiri, lalu menukik lurus ke arah dada Beruang Zirah Es.

BOOM!

Tinju kanan Lin Yuan yang dibalut aura perak membentur lapisan zirah es tebal di dada beruang tersebut. Benturan keras menggema bagai ledakan meriam spiritual. Lapisan es sekeras baja itu serta merta retak, memercikkan serpihan es ke segala arah.

ROAAR!

Beruang raksasa itu mengayunkan cakar kanannya yang lain ke leher Lin Yuan. Namun Lin Yuan tidak mundur. Ia menekuk tubuhnya secara horizontal di udara, membiarkan cakar es monster itu mengikis udara hanya satu jengkal di atas dadanya.

Tanpa kehilangan momentum, Lin Yuan menghantamkan tinju kirinya tepat di titik retakan zirah es yang sama.

KRAK! BOOM!

Pukulan kedua Lin Yuan menembus langsung ke dalam daging dada sang beruang. Gelombang kejut *qi* perak menghancurkan organ dalam monster raksasa itu. Beruang Zirah Es melenguh pendek sebelum tubuh seberat dua ton itu roboh menimpa lantai batu Pos 4, mati seketika.

SROOOT!

Aliran *Qi* Darah dingin yang amat masif menyembur dari mayat beruang tersebut, tersedot seluruhnya ke dalam tubuh Lin Yuan. Pendaran perak di sekujur tubuh Lin Yuan menyala makin terang, memulihkan stamina dan memperkuat kerapatan sel-sel ototnya dalam sekejap.

Namun, pertempuran di Pos 4 baru saja dimulai.

Di luar celah dinding yang hancur, deru lolongan puluhan Serigala Duri Es menggema saling bersahutan di tengah raungan badai salju. Puluhan pasang mata biru menyala bermunculan dari balik tirai salju putih, mengurung Pos 4 dari segala penjuru.

Lu Chen memotong leher serigala es terakhir di dalam ruangan, lalu berdiri di samping Lin Yuan dengan napas tersengal. "Kapten... ini bukan cuma serangan kecil. Seluruh kawanan monster tipe es di wilayah ini sedang menggempur pos kita!"

Shi Tou merapatkan perisai besinya di celah pintu yang jebol, matanya menatap liar ke luar. "Kita terkurung, Kapten! Badai di luar terlalu kencang untuk berlari kembali ke benteng utama!"

Ah Xiu menarik tiga anak panah sekaligus, berdiri sejajar di sisi kiri Lin Yuan. "Lalu kita bertahan di sini?"

Lin Yuan berdiri di depan celah dinding yang runtuh, membiarkan angin badai salju menyapu wajahnya. Cahaya emas di matanya berkilat terang membelah kegelapan badai, sementara aura perak Kera Putih membakar es di sekeliling kakinya.

"Pintu utama kita sudah hancur," Ucap Lin Yuan dengan suara membumi namun dipenuhi kepastian yang absolut. "Tidak ada tempat untuk mundur lagi. Kita jadikan Pos Empat ini sebagai kuburan mereka!"

1
Nurita Saf
biasanya naga
Fery Oktavian: karena ini tidak sama dengan novel biasanya 🤣
total 1 replies
Cukstaw
🔥🤙🏻
Fery Oktavian
🔥
Iskandar Muda
mantap
Fery Oktavian: semoga suka dengan ceritanya 👍🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!