NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:41.2k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat satu tahun berlalu, Reatha diam-diam pergi.

Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Satu

Satu tahun sebagai istri Azka.

Dua miliar sebagai harga kebebasannya.

Pintu rumah baru saja terbuka ketika Reatha melangkahkan kaki masuk. Gadis itu baru saja pulang kerja. Tubuhnya terasa lelah setelah seharian berkutat dengan pekerjaan dan kemacetan jalanan.

Ia meletakkan tas di meja kecil dekat pintu, lalu melepas sepatu. Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara televisi dari ruang tengah.

Biasanya, ia tidak pernah duduk di sana. Bukan karena tidak mau. Melainkan karena sejak kecil, tempat itu seolah bukan miliknya.

Ruang tengah hanya menjadi tempat Raisa menghabiskan waktu bersama Papa dan Mama. Menonton televisi bertiga, makan camilan bersama, atau sekadar bercanda tentang hal-hal kecil.

Sedangkan Reatha? Ia memiliki kamar di bagian belakang rumah. Letaknya bahkan bersebelahan dengan kamar pembantu. Seolah-olah keberadaannya memang sengaja disembunyikan.

Padahal, ia dan Raisa adalah saudara kembar. Wajah mereka nyaris sama. Tetapi perlakuan yang diterima sangat berbeda.

Raisa adalah putri kesayangan. Apa pun yang diinginkannya, hampir selalu didapatkan.

Tas mahal? Dibelikan. Mobil? Dibelikan. Liburan ... tinggal tunjuk tempat.

Sementara Reatha sejak kecil sudah terbiasa tidak meminta apa-apa. Bukan karena ia tidak menginginkan kasih sayang. Ia hanya sudah terlalu lelah berharap.

Reatha menarik napas panjang sebelum akhirnya berjalan menuju ruang tengah. Namun, baru beberapa langkah, suara Papa membuatnya berhenti.

"Reatha," panggil papa Handoko.

Gadis itu menoleh. Papa dan Mama sedang duduk di sofa panjang. Anehnya, keduanya justru menatap ke arahnya.

"Ya, Pa," jawab Reatha.

"Duduklah!" perintah Papa.

Reatha mengernyit. Duduk di sini bersama mereka? Perasaan aneh langsung menyusup ke dadanya. Selama ini, jangankan diminta duduk di ruang tengah, keberadaannya saja sering kali tidak dianggap.

Ia akhirnya berjalan pelan dan duduk di sofa yang berseberangan dengan kedua orang tuanya. Tangannya diletakkan di atas paha.

"Ada apa, Ma, Pa?" tanya Reatha dengan suara pelan.

Tidak ada jawaban. Papa justru menatapnya cukup lama. Tatapan yang membuat Reatha semakin tidak nyaman. Biasanya, kalau orang tuanya tiba-tiba bersikap baik, selalu ada sesuatu di baliknya.

"Papa mau membicarakan sesuatu denganmu," ucap Papa.

"Apa, Pa?" tanya Reatha lagi.

Papa menarik napas. "Kamu harus menggantikan Raisa."

Reatha mengerutkan kening. "Menggantikan Raisa?"

"Iya." Jawaban Papa begitu singkat.

"Menggantikan dalam hal apa?" Kembali Reatha mengajukan pertanyaan.

Papa menatapnya lurus. "Menikah dengan Azka," jawabnya.

Dunia Reatha seakan berhenti. Untuk beberapa detik, gadis itu hanya diam. Bahkan ia sempat berpikir dirinya salah dengar.

"Maaf ... aku tak paham maksud Papa," balas Reatha. Ia memang terkejut mendengar itu dan takut salah dengar.

"Kamu dengar dengan jelas'kan?" tanya Papa.

Papa mengatakannya dengan tenang, seolah meminta Reatha mengganti jadwal kerja, bukan menggantikan seseorang dalam sebuah pernikahan.

Reatha tertawa kecil karena saking tidak percayanya. "Papa bercanda?"

"Tidak," jawab Papa singkat.

Tatapan Papa tetap serius. Reatha kemudian memandang Mama.

"Kenapa?" Lagi-lagi hanya pertanyaan yang terlontar dari bibirnya.

Mama yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara. "Raisa akan pergi ke luar negeri."

"Untuk apa?" tanya Reatha lagi.

"Ada agency yang mengontraknya menjadi model."

Reatha menatap saudara kembarnya yang sejak tadi duduk di samping Mama. Raisa hanya tersenyum.

Senyum yang berbeda dari dirinya. Tenang tanpa sedikit pun rasa bersalah.

"Kau hanya perlu menggantikan aku selama satu tahun," kata Raisa.

Reatha menatapnya tidak percaya. "Satu tahun?"

"Iya."

"Setelah itu?"

"Aku akan kembali," jawab Raisa tanpa sedikitpun merasa bersalah.

Raisa memainkan ujung rambutnya. "Begitu aku kembali, kau bisa menyerahkan semuanya kepadaku."

Reatha menelan ludah. Ia masih mencoba memahami bagaimana mungkin keluarganya bisa membicarakan pernikahan seperti sebuah pekerjaan sementara.

"Kalau begitu, kenapa pernikahannya tidak ditunda saja?" Reatha mencoba memberikan pendapatnya.

Pertanyaan itu membuat suasana ruang tengah mendadak sunyi.

Papa menggeleng. "Tidak bisa."

"Kenapa?" tanya Reatha dengan nada sedikit heran.

"Kalau pernikahan ditunda, keluarga Azka tidak akan memberikan dana untuk perusahaan," jawab Papa.

Reatha terdiam. "Jadi ... ini soal perusahaan?"

Papa mengangguk. "Keluarga Azka sudah lama bekerja sama dengan perusahaan kita. Mereka bersedia memberikan suntikan dana, tetapi dengan satu syarat."

"Azka harus menikah dengan salah satu putri Papa," ucap Reatha.

"Benar."

Reatha mengusap keningnya. "Kenapa harus sekarang?"

"Keluarga Azka ingin putranya segera menikah." Papa berhenti sebentar. "Dan mereka tidak menyukai Vania."

Nama itu membuat Reatha semakin bingung. "Vania, siapa dia?"

"Kekasih Azka," jawab Papa.

Reatha terdiam.

Papa melanjutkan, "Mereka ingin Azka menikah dengan Raisa supaya dia melupakan wanita itu."

Reatha menatap kosong ke arah meja. Jadi, pria yang akan dinikahinya ternyata sudah memiliki kekasih. Ia hampir tertawa. Dalam hati, Reatha mencibir getir.

Jadi aku harus menikah dengan pria yang mencintai wanita lain? Pernikahan macam apa ini?

Reatha menatap Raisa. "Kau tidak keberatan?"

Raisa mengangkat bahu. "Kenapa aku harus keberatan? Aku justru bisa pergi mengejar impianku."

"Tapi Azka?"

"Dia bukan urusanku untuk sementara. Kamu bisa mengurusnya selama satu tahun ini!" seru Raisa.

Reatha memejamkan mata sesaat. Sementara. Kata itu terus terngiang di kepalanya. Seolah dirinya memang hanya pengganti. Seperti biasa. Sejak kecil, Reatha selalu menjadi pilihan kedua.

Ketika Raisa tidak ada, barulah mereka mengingat bahwa mereka memiliki seorang anak perempuan bernama Reatha. Kini pun sama. Raisa pergi. Maka Reatha diminta menggantikannya.

Papa kembali bersuara. "Setelah Raisa kembali, kamu bisa pergi dari Azka."

Reatha membuka mata. "Pergi?"

"Iya."

Papa memasang wajah serius. "Kamu tidak perlu melanjutkan pernikahan itu. Papa akan memberikan uang sebagai kompensasi."

Reatha menatapnya. Untuk pertama kalinya sejak pembicaraan itu dimulai, ada sedikit ketertarikan di matanya.

"Berapa?" tanya Reatha.

Papa bersandar di sofa. "Dua miliar."

Reatha terdiam. Dua miliar. Angka itu membuat pikirannya berputar. Selama bertahun-tahun, ia tidak pernah mendapatkan apa pun dari keluarganya selain perlakuan berbeda.

Namun, sekarang, hanya dengan menjadi istri seorang pria selama satu tahun, ia akan mendapatkan dua miliar.

Dua miliar cukup untuk memulai hidup baru. Mungkin ia bisa membeli rumah kecil dan ia bisa membuka usaha. Ia juga bisa gunakan uang untuk benar-benar pergi dari rumah ini. Tanpa menoleh lagi.

Reatha menundukkan kepala. Jarinya saling bertaut. Dua miliar. Satu tahun. Menjadi istri seorang pria yang mencintai wanita lain. Setelah itu, pergi. Sesederhana itu, bukan?

Namun, entah mengapa, semakin dipikirkan, semakin terasa seperti sebuah jebakan. Reatha perlahan mengangkat wajah. Tatapan Papa dan Mama masih tertuju padanya.

Ia belum memberikan jawaban. Tetapi satu hal mulai terlintas di benaknya. Kalau memang sejak awal aku hanya dianggap sebagai pengganti Raisa mungkin sudah waktunya aku memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebebasanku sendiri.

Reatha menarik napas dalam-dalam. Lalu kembali menatap kedua orang tuanya. Namun, sebelum satu kata pun keluar dari bibirnya, pikirannya kembali tertuju pada satu hal.

Dua miliar. Apakah satu tahun hidupku sebanding dengan harga itu?

1
Sugiharti Rusli
mungkin yang selama ini dia pikir cinta, tapi itu hanya rasa tanggung jawab dan sekedar amanah dari sahabatnya si Beni,,,
Sugiharti Rusli
dan sepertinya Azka memang memaksakan sekali kalo menjaga Vania dengan mencintainya dan akan menjadikan seorang istri nanti,,,
Apriyanti
coba LG keadaan Vania Dateng kermh mamah mertua Dateng biar abis di semprot SM mamah nya Azka,, lanjut thor 🙏
Sugiharti Rusli
kalo si Azka menyadari si Vania benar" memanfaatkan kelemahan dirinya saat disebut nama abangnya yah selama mereka berhubungan,,,
Sugiharti Rusli
yah kalo si Vania pasti akan selalu menuntut kalo si Azka tidak ada kabar saja dia sudah ketakutan sendiri seperti sekarang, padahal sudah dibilang Azka sakit,,,
Sugiharti Rusli
apalagi saat sekarang kondisi Azka sedang sakit, meski bisa saja Reatha ga perduli, tapi dia tetap memperhatikannya sih,,,
Sugiharti Rusli
justru karena sikap Reatha/Raisa selama jadi istri Azka selama beberapa bulan ini ga pernah menuntut perhatiannya yah, dia jadi nyaman,,,
Akasia Rembulan
feeling orang tua itu ngga pernah salah Azka..
Nar Sih
cerita yg bagus mama,asyik di bca nya👍🥰
Nar Sih
jls lah reata disana org istri nya
Nar Sih
untung yg kmu nikahi reatha semoga kmu ngk marah bila nanti kbnran dtg
Sri Supriatin
lanjuut Thor 🙏🙏🙏
Radya Arynda
haduh pelakor2,,,mati aja.jijik kalau baca tentang vania,,,pelakor ngak tau malu
Radya Arynda
laki2 goblok,,di budak sama vania dengan dalih balas budi mau aja,,,,tolol...
ken darsihk
Vania kebakaran jenggot mengetahui kedekatan nya Azka dngn Raisa istri nya 🤣🤣🤣
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Ida Nur Hidayati
Vania....Azka dan Raisa suami istri jadi kalau mereka berdekatan itu wajib
Naufal Affiq
gak sadar juga kamu vania,rea itu istrinya,kamu hanya pelakor
Teh Euis Tea
ga mungkin gimana vania Reatha istri sah nya azka gimana sih km, tp sah ga ya pernikahan mereka kan namanya yg di ijab kabul raisa bkn reatha?
Eva Karmita
dasar benalu so berkuasa sadar diri napa kamu itu siapa cuma pelakor yg tidak tahu diri menjual kebaikan kakak mu untuk jadi tameng mu 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!