Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.
Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!
Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"
Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13: PENYEWA KEDUA DAN KERAGUAN
BAB 13: Penyewa Kedua dan Keraguan
Angin sore yang berembus dingin dan menusuk tulang merayap pelan di antara tumpukan beton bertulang yang hancur, menerbangkan lembaran-lembaran kertas koran bekas yang kusam dan berantakan di sepanjang koridor jalanan Distrik Jiangcheng. Bau amis darah membusuk yang mengendap di balik udara kota mati menguar samar.
Di seberang jalan, tepat di luar jangkauan pagar besi Suaka, tiga orang penyintas pemungut barang bekas yang pagi tadi gagal mendapatkan tempat sewa akhirnya memilih untuk mengundurkan diri secara perlahan. Dengan sisa-sisa keberanian dan rasa takut yang bergejolak di dada, mereka bergerak menuju lorong-lorong bangunan hancur untuk mempertaruhkan nyawa memburu zombie, demi mengumpulkan modal Kristal Inti untuk esok hari.
Sementara itu, dari belokan lorong gang sebelah timur yang tertutup bayang-bayang gedung runtuh, melangkah seorang penyintas wanita dengan gerak-gerik yang sangat terlatih, sigap, dan penuh kewaspadaan tinggi.
Namanya adalah Lu Yan.
Sebelum bencana kiamat virus mutasi meletus dan menghancurkan seluruh tatanan peradaban manusia, ia adalah seorang instruktur olahraga ketahanan fisik (endurance athlete) profesional sekaligus pelatih seni beladiri taktis. Pakaian kargo berwarna abu-abu gelap yang dikenakannya tampak kusam, berdebu, dan tercemar noda kotoran kering di beberapa bagian. Di punggungnya, terikat kokoh sebuah kapak pemotong kayu bertangkai panjang yang mata bajanya ternoda oleh lapisan darah kehitaman yang mengering.
Di samping pinggang kirinya, terikat dua buah kantong kain usang yang membuncit padat. Di dalam kedua kantong tersebut, tersimpan lima buah Kristal Inti Keruh Level 0—harta karun bernyawa yang ia dapatkan dengan mempertaruhkan seluruh nyawa dan menguras seluruh stamina fisiknya selama seminggu terakhir di jalanan terlarang.
Lu Yan adalah tipe penyintas yang sangat dingin, rasional, pragmatis, dan dipenuhi rasa prasangka yang teramat mendalam.
Di dunia kiamat yang tidak lagi memiliki tatanan hukum dan moralitas ini, ia tidak pernah sudi memercayai kabar burung atau rumor yang beredar dari mulut ke mulut. Ketika ia pertama kali mendengar bisikan rahasia dari beberapa penyintas pemungut sampah mengenai keberadaan sebuah "Kos-kosan Ajaib" di ujung Distrik Jiangcheng yang menawarkan pasokan air bersih tak terbatas, aliran listrik menyala penuh, serta perlindungan bebas zombie seratus persen, naluri bertahan hidupnya yang tajam langsung membunyikan alarm bahaya berfrekuensi tinggi.
Dunia kiamat ini adalah neraka yang sangat kejam. Tidak pernah ada fasilitas atau kemudahan yang diberikan secara gratis tanpa ada harga tersembunyi yang berdarah, batin Lu Yan seraya mempererat genggaman jemarinya pada gagang kayu kapaknya. Tempat ajaib seperti itu paling-paling hanyalah jebakan sekte gila, sarang kelompok perampok, atau perangkap penjahat licik yang sengaja memanfaatkan keputusasaan manusia untuk dijadikan budak atau ternak.
Namun demikian, realitas fisik Lu Yan saat ini berada di ambang batas krisis. Pasokan air bersih murni di tempat persembunyian rahasianya telah habis total sejak tiga hari yang lalu. Rasa dehidrasi yang sangat menyiksa telah menggerogoti stabilitas fisiknya, membuat lidahnya terasa kelu dan tenggorokannya terbakar. Tekanan dehidrasi itulah yang terpaksa mendorong Lu Yan melangkah keluar dari zona amannya, berniat untuk membuktikan kebenaran dari kabar burung tersebut secara langsung menggunakan sepasang matanya sendiri.
Langkah kaki Lu Yan terhenti secara mendadak saat ia berjarak sekitar sepuluh meter di depan pintu gerbang pagar besi rumah tua dua lantai milik Lin Yue.
Sepasang mata tajam milik Lu Yan menyapu seluruh lanskap area dengan cermat, teliti, dan penuh analisis taktis. Ia memperhatikan papan pengumuman kayu berhiaskan larik tulisan emas bersinar yang tergantung di dekat gerbang besi, empat unit bangunan kamar kos beton bercat abu-abu gelap yang berdiri rapi di halaman timur, serta atmosfer sekitar yang begitu hening, bersih, dan ganjil.
"Hanya sebuah rumah tua kuno dan empat unit bangunan beton sederhana..." gumam Lu Yan dengan nada bicara yang dipenuhi oleh skeptisisme, cemoohan, dan keraguan yang teramat mendalam.
"Di mana lokasi yang dinamakan benteng pelindung ajaib itu? Tempat ini sama sekali tidak memiliki dinding benteng baja setinggi sepuluh meter, tidak ada barikade karung pasir, tidak ada menara pengintai dengan penembak jitu, dan tidak ada pasukan bersenjata berat yang bersiap di sekelilingnya. Bagaimana mungkin tempat yang sekeropos dan seringkih ini berani mengklaim mampu memberikan perlindungan bebas dari serangan zombie seratus persen?"
Lu Yan menyunggingkan senyum sinis yang amat dingin di bibirnya yang kering. Menurut perhitungan logika dan pengalaman bertarung yang terbentuk selama berjuang di jalanan, sebuah pagar besi tua yang hanya dilapisi oleh beberapa pintalan kabel listrik tipis seperti ini sama sekali tidak akan sanggup menahan daya dorong dari gelombang kejaran mahluk mutan jika mereka menyerbu secara serentak.
Namun, tepat saat keraguan, kecurigaan, dan cemoohan Lu Yan mencapai titik puncaknya, dari balik belokan lorong gang di belakang tubuhnya mendadak bergema suara raungan buas yang memecahkan keheningan sore!
"GGRRRRRRRRRRRRRR!"
"KRRRRAAAAAAAAAAKH!"
Deg!
Lu Yan tersentak hebat! Seluruh bulu kuduk di lehernya berdiri seketika. Dengan refleks bertarung yang sangat cepat, ia memutar setengah tumpuan badannya ke arah belakang!
Dari balik sudut reruntuhan gedung di ujung jalan, muncul seekor zombie mutan pria berukuran sangat masif. Mahluk itu memiliki tinggi badan hampir menyentuh dua meter dengan struktur otot dada dan bahu yang membengkak hebat berwarna kebiruan akibat infeksi tingkat berat—sebuah bentuk evolusi mutasi awal dari Zombie Level 0 yang telah bergerak sangat dekat menuju ambang batas kematangan Zombie Level 1!
Kecepatan pergerakan mahluk itu sama sekali tidak lagi kaku atau menyeret kaki bagaikan mayat busuk biasa. Mahluk berotot besar itu menerjang maju dalam kecepatan lari penuh, melangkah lebar-lebar dengan hantaman telapak kaki yang menggetarkan permukaan aspal jalanan!
Zombie bersosok raksasa itu langsung mengunci pandangannya pada Lu Yan, meraung histeris penuh kebuasan saat hidungnya menghirup aroma darah segar dan kehangatan manusia dari tubuh sang wanita.
"Sialan! Zombie Mutan Tipe Otot?!" seru Lu Yan dengan raut wajah yang berubah drastis menjadi pucat pasi.
Secara refleks, tangan kanan Lu Yan menarik kapak bertangkai panjang dari balik punggungnya, lalu secara sigap mengambil kuda-kuda tempur taktis. Namun, saat sepasang matanya menilai ukuran tubuh mahluk raksasa tersebut, ketebalan jaringan tulangnya, serta dorongan energi kebuasan yang dipancarkannya, otak rasional Lu Yan langsung menyimpulkan sebuah kenyataan pahit: Bertarung satu lawan satu di area terbuka melawan mahluk mutan tipe daya pukul ini, dalam kondisi fisiknya yang mengalami dehidrasi berat, adalah sebuah tindakan bunuh diri yang sangat konyol!
Tanpa ada pilihan rasional lain yang tersisa, Lu Yan langsung memutar tumpuan kakinya 180 derajat, lalu berlari kencang sekuat tenaga menuju ke arah pintu gerbang Suaka!
"Ayo kita lihat seberapa tangguh dan aman tempat yang dielu-elukan ini!" bisik Lu Yan dengan gigi terkatuk rapat.
Di dalam benaknya yang diliputi keras kepala, ia sengaja memancing mahluk mutan raksasa itu menerjang lurus ke arah pintu gerbang pagar Suaka, berniat menguji kebenaran klaim benteng pelindung tersebut secara langsung dengan taruhan keselamatan dirinya sendiri.
Tuk! Tuk! Tuk!
Langkah sepatu kets Lu Yan melewati batas luar halaman tanah, meluncur deras mendekati jeruji pagar besi. Tepat ketika jarak tubuhnya tinggal berjarak dua meter dari pagar, dengan ketangkasan fisik seorang instruktur beladiri, Lu Yan sengaja melompat miring secara ekstrem ke arah sudut samping kanan!
Ia sengaja menghindar untuk membuka ruang, menyerahkan seluruh jalur lurus menuju pagar kepada zombie mutan raksasa yang sedang meluncur deras dengan kecepatan penuh di belakang punggungnya.
Zombie raksasa itu meraung gila, membuka lebar-lebar kedua lengannya yang tebal bercakar hitam panjang untuk meremas dan menghancurkan tubuh Lu Yan! Dengan momentum kecepatan lari penuh yang membakar tanah, mahluk itu melompati batas Halaman luar dan menerjang lurus ke arah gerbang besi...
BOMMMMMMMMMMMM! ZZZZZZZZZZZZZZZZZZT!
Sebuah suara dentuman gelombang energi yang amat keras berfrekuensi tinggi seketika bergema memekakkan telinga di seluruh udara sore itu!
Seketika itu juga, sebuah pemandangan ajaib, mengerikan, dan luar biasa yang melompati seluruh batasan hukum fisika dan logika berpikir Lu Yan terjadi secara nyata tepat di depan matanya!
Zombie mutan raksasa dengan bobot tubuh lebih dari seratus lima puluh kilogram yang meluncur deras itu mendadak menghantam sebuah dinding energi transparan tak terlihat yang membentang sangat kokoh di sekeliling perimeter Suaka! Gelombang kejutan terpantul masif dari Kubah Pelindung Utama, menahan seluruh momentum dorongan fisik mahluk raksasa itu hingga terhenti seketika secara mematikan di udara, tepat di atas garis batas pagar!
Belum sempat mahluk berotot itu meraung heran atas tertahannya tubuhnya, sirkuit Barrier Listrik Level 1 yang terpasang di sekeliling jeruji besi pagar luar menyala terang benderang dalam pendaran cahaya biru yang menyilaukan mata!
ZZZZZZZZZZZZZT! CRACKKKKKKKKKKK!
Loncatan-loncatan arus listrik tegangan tinggi berwarna biru pekat menyambar dan melilit seluruh tubuh zombie raksasa itu secara amat brutal dari berbagai penjuru sirkuit! Arus listrik berdaya destruktif tinggi itu seketika melingkupi setiap jengkal kulit pembusukannya, membakar habis lapisan jaringan otot kebiruannya hingga meleleh, menguapkan cairan tubuhnya, dan meledakkan pusat sistem saraf di dalam tengkorak kepalanya dalam hitungan mikrodetik!
Buum!
Raungan buas mahluk raksasa itu terputus seketika secara mendadak.
Tubuh raksasa yang tadinya tampak begitu mengerikan, kokoh, dan tidak tertandingi oleh manusia biasa itu seketika menghitam pekat, mengeluarkan kepulan asap tebal berbau gosong yang menyengat, lalu ambruk terhempas ke atas tanah luar sebagai tumpukan arang hancur yang telah kehilangan seluruh tanda-tanda kehidupan!
Seluruh proses pembantaian dan pemusnahan mahluk mutan raksasa itu berlangsung sangat singkat—kurang dari tiga detik penuh!
Lu Yan terduduk lemas di atas tanah berdebu di luar garis pagar. Kapak kayu bertangkai panjang di tangannya terkulai terlepas, jatuh menghantam tanah kering tanpa sengaja. Sepasang matanya yang tadinya dipenuhi oleh ketajaman analisis kini membelalak lebar bagaikan piringan, deru napasnya tertahan sepenuhnya di dalam dada saat ia menatap tumpukan arang bangkai zombie mutan yang berjarak hanya satu meter dari ujung kakinya.
"I-Ini... ini benar-benar gila... tidak masuk akal..." bisik Lu Yan dengan bibir bawah yang gemetar hebat.
Seluruh prasangka buruk, keraguan, kesombongan, dan analisis skeptis yang ia bangun sejak awal runtuh dan hancur berkeping-keping tanpa menyisakan sisa sedikit pun.
"Dinding energi tak terlihat... sirkuit listrik pematikan yang sanggup melumat zombie mutan dalam hitungan detik... tempat ini... tempat ini benar-benar sebuah benteng yang sama sekali tidak tersentuh!"
Cklek.
Di tengah guncangan psikologis dan keterpukulan mental yang dialami Lu Yan, pintu kayu utama rumah tua dua lantai di dalam halaman terbuka secara perlahan.
Lin Yue melangkah keluar dari dalam rumah dengan gerakan yang sangat tenang, anggun, dan santai. Ia memegang gagang tombak kayu jati rakitannya di samping tubuh, berjalan perlahan menyeberangi halaman tanah, lalu menatap dingin ke arah wanita bersenjata kapak yang sedang terduduk lemas di luar gerbangnya.
"Sebuah ujian praktis yang cukup menarik," kata Lin Yue dengan nada suara yang datar, tenang, dan tanpa ada riak emosi sedikit pun. "Kamu sengaja memanfaatkan zombie mutan di jalanan untuk menguji seberapa kokoh benteng pertahanan rumahku, dan sekarang kamu sudah menyaksikan sendiri jawabannya secara langsung."
Lin Yue melangkah hingga berdiri persis di belakang pagar besi, menatap lurus ke dalam sepasang mata Lu Yan yang kini dipenuhi oleh perpaduan rasa takjub, keheranan, dan rasa gentar yang teramat mendalam.
"Jadi, wahai instruktur kapak..." ujar Lin Yue dengan nada suara yang dingin, tegas, dan penuh dominasi mutlak. "Apakah kamu datang jauh-jauh ke sini hanya untuk memamerkan aksi lari dan menonton pertunjukan eksekusi listrik dari Sistemku, atau kamu berniat menyerahkan Kristal Intimu untuk menyewa unit Kamar 103 sekarang juga?"
Lu Yan menelan air liurnya yang terasa sangat pahit dan kering dengan susah payah. Tenggorokannya naik-turun.
Tanpa ada lagi sedikit pun keraguan, prasangka buruk, kecurigaan, atau rasa keberatan yang tersisa di dalam pusat kesadarannya, wanita yang dikenal sangat tangguh dan dingin di jalanan itu secara panik merogoh dua kantong kain di pinggangnya. Dengan jari-jemari tangan yang gemetar hebat, ia memotong ikatan kain tersebut, lalu menyodorkan empat buah batu Kristal Inti Keruh Level 0 melintasi celah garis batas pelindung dengan kedua tangannya yang terangkat.
"S-Saya menyewa kamar ini, Saudari! Saya menyewa Kamar 103 untuk masa tinggal dua minggu penuh sekarang juga!" seru Lu Yan dengan suara yang dipenuhi oleh ketundukan, kepatuhan, dan rasa hormat yang mutlak kepada sang Pemilik Suaka.
Lin Yue menyunggingkan senyum tipis yang dingin di bibirnya seraya mengibaskan tangan, menyambar empat buah kristal inti tersebut secara instan.
Prasangka dan keraguan dari para penyintas yang terdesak di dunia kiamat adalah sebuah dinamika yang sangat wajar, namun Sistem Suaka milik Lin Yue selalu memiliki cara paling brutal, elegan, dan sangat efektif untuk membuktikan kebenaran hukum mutlaknya di atas tanah Jiangcheng.
Bersambung.....
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...