NovelToon NovelToon
Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

Celine Wang pernah percaya bahwa cinta mampu mengubah hati seorang pria yang dingin.

Selama tiga tahun pernikahannya dengan Alexander Wu, pewaris keluarga konglomerat Wu Group, Celine berusaha menjadi istri yang sempurna. Ia merawat rumah mereka, mendampingi Alexander ketika menghadapi kesulitan, dan diam-diam membantu menyelamatkan perusahaan suaminya dari krisis keuangan.

Namun, semua pengorbanannya tidak pernah dianggap berarti.

Bagi Alexander, Celine hanyalah wanita biasa yang beruntung mendapatkan tempat di keluarga Wu. Terlebih lagi, kehadiran Evelyn Zhao, cinta pertama Alexander yang kembali ke Shanghai, perlahan menghancurkan rumah tangga mereka.

Atas hasutan Evelyn dan tekanan keluarganya, Alexander menuduh Celine sebagai wanita yang tidak tahu diri, menandatangani surat perceraian, lalu mengusirnya dari rumah tanpa memberinya kesempatan menjelaskan kebenaran.

Pada malam yang sama, Celine mengetahui bahwa sebagian besar penderitaan yang dialaminya bukanlah kebetulan. Ada

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 — Surat Terakhir Amelia Wang

Malam itu, Celine Wang kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa masa lalu keluarganya menyimpan lebih banyak rahasia daripada yang sanggup ia bayangkan.

Ia baru saja menyelesaikan pemeriksaan awal atas dokumen transaksi 0917 ketika Daniel menghubunginya dan memintanya datang ke kantor. Suara pengacara itu terdengar serius, berbeda dari biasanya.

“Ada sesuatu tentang ibumu yang perlu kau ketahui,” katanya melalui telepon.

Celine terdiam.

Sudah lama ia tidak mendengar seseorang membicarakan Amelia Wang dengan nada seperti itu. Ibunya telah meninggal beberapa tahun lalu, meninggalkan sebuah kotak kayu, sejumlah dokumen, dan surat yang menjadi awal penyelidikan Celine.

Selama ini, ia mengira ibunya hanya mengetahui sebagian kecil dari rahasia bisnis William.

Namun, jika Daniel sampai memintanya datang malam-malam, kemungkinan besar ada sesuatu yang belum pernah ia ketahui.

“Apa yang kau temukan?” tanyanya.

“Aku akan menjelaskannya langsung. Datanglah bersama seseorang yang kau percaya.”

Celine mengerutkan kening.

“Seseorang yang kupercaya?”

“Ya. Jangan datang sendirian.”

Setelah panggilan berakhir, Celine memandang layar ponselnya cukup lama.

Ia ingin menghubungi Adrian Shen, tetapi kemudian mengurungkan niatnya. Adrian memang telah banyak membantunya, tetapi ia tidak ingin menyeret pria itu ke dalam persoalan keluarga yang semakin rumit tanpa mengetahui seluruh risikonya.

Akhirnya, ia mengirimkan pesan kepada Daniel bahwa ia akan datang bersama pengawal keamanan yang telah membantu penyelidikannya.

Malam itu, Celine bertekad untuk menghadapi apa pun yang akan ia temukan.

Ia sudah terlalu jauh melangkah untuk kembali berpura-pura tidak mengetahui apa-apa.

Di kantor Daniel, sebuah amplop tua terletak di atas meja.

Kertasnya menguning, sementara sudut-sudutnya tampak rapuh dimakan waktu. Pada bagian depan tertulis nama Daniel dengan tulisan tangan yang dikenali Celine sebagai milik ibunya.

Untuk Daniel Zhou. Berikan kepada Celine hanya jika kebenaran tentang kematian William mulai terungkap.

Celine menahan napas.

“Dari mana kau mendapatkannya?”

“Amplop ini ditemukan di antara dokumen pribadi ibumu yang disimpan di brankas pengacara keluarga,” jawab Daniel. “Aku baru mendapatkannya setelah seorang mantan rekan kerja ibumu menghubungiku.”

“Mengapa kau tidak pernah memberitahuku sebelumnya?”

“Karena aku sendiri baru mengetahuinya kemarin.”

Daniel mengeluarkan sebuah surat dari dalam amplop.

“Aku sudah membaca salinannya untuk memastikan isinya tidak membahayakan penyelidikan. Tapi aku ingin kau membacanya sendiri.”

Celine menerima surat itu dengan tangan gemetar.

Tulisan tangan Amelia memenuhi hampir dua halaman. Pada awalnya, surat itu berisi pesan sederhana tentang keluarga, tentang William, dan tentang harapan agar Celine tumbuh menjadi perempuan yang berani menentukan hidupnya sendiri.

Namun, di bagian tengah, nada surat tersebut berubah.

Daniel, jika suatu hari surat ini sampai kepada Celine, berarti rahasia yang kami sembunyikan telah kembali terbuka.

William bukan satu-satunya orang yang mengetahui apa yang terjadi pada malam Shen Guowei meninggal. Ada seseorang dari keluarga Shen yang datang kepadaku beberapa hari kemudian. Ia mengatakan bahwa William telah menyimpan dokumen yang dapat membuktikan adanya pengalihan aset secara ilegal.

Ia meminta bantuanku untuk menemukan dokumen tersebut sebelum orang-orang yang terlibat menemukannya lebih dahulu.

Celine berhenti membaca.

“Apa maksudnya?” tanyanya pelan. “Ibu membantu seseorang dari keluarga Shen?”

Daniel mengangguk.

“Surat itu menunjukkan bahwa ibumu mungkin terlibat dalam pencarian dokumen Shengyuan. Tetapi kita belum tahu siapa orang yang menemuinya.”

Celine kembali membaca.

Awalnya aku percaya bahwa aku hanya membantu mengungkap kejahatan bisnis. Namun, aku segera menyadari bahwa dokumen itu berkaitan dengan kematian Shen Guowei dan keselamatan William.

Jika aku terus mencari, aku mungkin akan kehilangan suamiku. Jika aku berhenti, aku akan membiarkan orang-orang yang bersalah menghancurkan kehidupan keluarga lain.

Aku memilih untuk melanjutkan pencarian, tetapi aku menyimpan satu salinan dokumen di tempat yang tidak akan dicurigai siapa pun.

Surat itu berhenti di sana selama beberapa baris, sebelum Amelia menulis kalimat berikutnya dengan tinta yang tampak lebih tebal.

Orang yang membantuku bukan Victor Wu.

Celine mengangkat kepala.

“Jadi, ada orang lain dari keluarga Shen yang mendatangi Ibu.”

“Benar,” jawab Daniel. “Dan orang itu mungkin masih hidup.”

Celine kembali menatap surat tersebut.

Pada bagian paling bawah, Amelia menambahkan satu nama.

Shen Yuxin.

Untuk beberapa detik, Celine tidak mampu berkata-kata.

Shen Yuxin.

Perempuan yang membantunya menyelidiki sejarah Shengyuan. Perempuan yang memberikan surat misterius dari seseorang yang ingin agar kebenaran tentang Shen Yiran terungkap. Perempuan yang baru saja mengakui bahwa ia menyimpan salinan laporan kematian ayahnya.

Apakah Yuxin selama ini mengetahui bahwa Amelia pernah membantunya?

Atau apakah ia sendiri tidak mengetahui seluruh kisah yang melibatkan keluarganya?

“Daniel, kita harus berbicara dengannya.”

“Aku setuju. Tetapi kita harus berhati-hati. Surat ini tidak menyebutkan kapan ibumu bertemu dengan orang tersebut.”

Celine mengangguk, lalu memperhatikan bagian belakang surat.

Ada bekas lipatan yang tidak biasa. Ketika ia membalik kertas itu ke arah cahaya, terlihat garis-garis samar seperti tulisan yang pernah dihapus.

Daniel mengambil lampu pemeriksa dokumen dari laci dan mengarahkannya ke permukaan kertas.

Perlahan-lahan, beberapa kata mulai terlihat.

...dokumen kedua... disimpan di tempat William pertama kali bertemu Shen Guowei.

Celine merasakan jantungnya berdegup lebih cepat.

Tempat pertama William bertemu Shen Guowei.

Ia tidak mengetahui lokasi pastinya, tetapi nama yang tercatat dalam arsip lama segera muncul dalam pikirannya: Hotel Lanting, sebuah hotel tua di pusat Shanghai yang pernah menjadi tempat pertemuan bisnis para pendiri Shengyuan.

“Hotel Lanting,” katanya.

Daniel mengangguk pelan.

“Itu kemungkinan yang masuk akal. Kita perlu memeriksa arsip bangunan dan dokumen kepemilikannya.”

Namun, sebelum mereka sempat merencanakan langkah berikutnya, ponsel Celine bergetar.

Pesan dari Adrian masuk.

Celine, aku perlu bertemu denganmu. Ada masalah dengan arsip Shen Capital. Seseorang mencoba mengakses dokumen pribadi Shen Yuxin, dan akses itu menggunakan kredensial milikmu.

Celine menatap layar dengan wajah pucat.

“Ada yang mencoba menjebakku,” katanya.

Daniel segera membaca pesan tersebut.

“Jangan langsung menyimpulkan. Bisa jadi kredensialmu dicuri.”

“Kalau seseorang ingin membuatku terlihat seperti pencuri dokumen, berarti mereka tahu apa yang sedang kucari.”

Celine menyimpan surat Amelia dengan hati-hati.

Ia mulai menyadari bahwa penyelidikannya telah memasuki tahap yang jauh lebih berbahaya. Bukan hanya karena orang-orang yang terlibat berusaha menyembunyikan kebenaran, tetapi karena mereka kini mulai menggunakan namanya untuk mengalihkan kecurigaan.

“Aku akan menemui Adrian,” katanya. “Tapi aku ingin semua dokumen ini disimpan di tempat aman. Jangan biarkan siapa pun mengaksesnya tanpa izinmu.”

Daniel mengangguk.

“Dan Celine, satu hal lagi.”

Celine menoleh.

“Jangan terlalu cepat mempercayai siapa pun hanya karena mereka memiliki informasi yang kau butuhkan.”

Celine terdiam sejenak, kemudian menjawab, “Aku sudah belajar dari kesalahan itu.”

Namun, di dalam hatinya, ia tahu bahwa belajar tidak berarti rasa takutnya menghilang.

Ia masih takut mempercayai orang yang salah.

Ia masih takut bahwa kebenaran akan menghancurkan kenangan terakhirnya tentang keluarganya.

Tetapi ia lebih takut jika suatu hari nanti ia mengetahui bahwa dirinya telah memiliki kesempatan untuk menemukan kebenaran dan memilih untuk berpaling.

Di Shen Capital, Adrian Shen sedang menunggu Celine di ruang rapat kecil.

Di hadapannya terdapat salinan laporan akses digital yang menunjukkan bahwa akun Celine digunakan untuk membuka arsip pribadi Shen Yuxin pada pukul dua dini hari.

“Aku tidak melakukan ini,” ujar Celine setelah memeriksa laporan tersebut.

“Aku percaya kau tidak akan mengambil dokumen secara diam-diam,” jawab Adrian. “Tapi aku tidak bisa mengabaikan fakta bahwa seseorang menggunakan akunmu.”

“Bisakah kau melacak alamat perangkat yang mengaksesnya?”

“Tim teknologi informasi sedang memeriksanya. Untuk sementara, akses akunmu telah dibekukan demi keamanan.”

Celine mengangguk.

“Terima kasih karena tidak langsung menuduhku.”

Adrian menatapnya dengan lembut.

“Aku tidak perlu setuju dengan semua keputusanmu untuk mengetahui bahwa kau berhak mendapatkan pemeriksaan yang adil.”

Kalimat itu membuat Celine terdiam.

Ia teringat Alexander, yang dahulu sering menganggap keputusannya tidak penting selama pria itu merasa tahu apa yang terbaik untuknya. Adrian berbeda. Ia menawarkan bantuan tanpa meminta Celine menyerahkan kendali atas hidupnya.

Namun, Celine juga tidak ingin menjadikan kebaikan Adrian sebagai tempat bersembunyi dari luka masa lalunya.

“Adrian, aku ingin memastikan satu hal,” katanya. “Apakah kau mengetahui bahwa nama Yuxin tercantum dalam surat ibuku?”

Wajah Adrian berubah serius.

“Tidak. Mengapa?”

Celine menunjukkan salinan surat tersebut.

Adrian membacanya dengan saksama. Ketika sampai pada nama Shen Yuxin, ia terdiam cukup lama.

“Ada sesuatu yang harus kau ketahui,” katanya akhirnya.

“Apa?”

“Yuxin pernah meminta akses ke arsip keluarga Shen Guowei beberapa bulan sebelum kau bergabung dengan Shen Capital. Permintaannya ditolak oleh dewan direksi.”

“Kenapa?”

“Alasannya tidak pernah dijelaskan kepadaku. Tetapi setelah itu, seseorang mengirimkan surat ancaman kepadanya.”

Celine merasa dadanya mengencang.

“Apakah kau masih memiliki salinannya?”

Adrian menggeleng.

“Tidak. Namun, aku ingat kalimat terakhirnya.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

Berhentilah mencari perempuan yang seharusnya sudah mati.

Celine membeku.

Shen Yiran.

Nama itu kembali menghantui pikirannya.

Malam semakin larut ketika Celine menerima sebuah pesan dari nomor tak dikenal.

Kali ini, bukan foto dokumen atau ancaman yang dikirimkan kepadanya.

Pesan itu berisi rekaman suara berdurasi sebelas detik.

Celine memasang earphone dan menekan tombol putar.

Suara seorang perempuan terdengar samar, disertai bunyi angin dan derit pintu.

“Amelia, jika sesuatu terjadi kepadaku, jangan serahkan dokumen itu kepada Victor. Bawa kepada William. Hanya dia yang masih bisa dipercaya.”

Rekaman berhenti.

Celine menatap layar ponselnya dengan napas tertahan.

Ia mengenali suara itu dari rekaman lama yang pernah diperdengarkan Adrian kepadanya.

Shen Yiran.

Namun, yang membuatnya semakin ketakutan adalah tanggal yang tercantum dalam informasi file.

Rekaman itu dibuat tiga hari setelah kematian Shen Guowei.

Artinya, Shen Yiran masih hidup setelah ayahnya meninggal—dan ia pernah berbicara langsung dengan Amelia Wang.

Celine segera menghubungi Daniel dan mengirimkan rekaman tersebut untuk diperiksa.

Beberapa menit kemudian, pesan balasan masuk.

Jangan sebarkan rekaman ini dulu. Metadata-nya perlu diverifikasi. Tapi jika tanggalnya benar, kita memiliki bukti baru bahwa Amelia mengetahui keberadaan Shen Yiran.

Celine mengangguk sendiri, meski Daniel tidak bisa melihatnya.

Ia tidak akan mengambil kesimpulan sebelum waktunya.

Namun, sebuah pertanyaan terus berputar di kepalanya.

Jika Amelia membantu Shen Yiran, mengapa ia tidak pernah menceritakan semuanya kepada putrinya?

Dan jika William adalah satu-satunya orang yang masih bisa dipercaya, mengapa surat terakhir Amelia justru menyebut nama Shen Yuxin?

Ponselnya kembali bergetar.

Sebuah pesan baru muncul.

Jangan pergi ke Hotel Lanting. Dokumen kedua sudah tidak ada di sana. Jika kau tetap datang, kau akan menemukan jawaban yang membuatmu berharap tidak pernah dilahirkan.

Celine menatap pesan itu lama sekali.

Lalu ia menghapus air mata yang menggenang di sudut matanya.

Ia tidak tahu siapa pengirimnya. Ia tidak tahu apakah ancaman itu dimaksudkan untuk melindunginya atau menyesatkannya.

Namun, kali ini ia tidak akan membiarkan rasa takut menentukan langkahnya.

Ia akan pergi ke Hotel Lanting, tetapi tidak sendirian dan tidak tanpa persiapan.

Sebab sekarang, Celine memahami bahwa pencarian ini bukan hanya tentang siapa yang membunuh ayahnya.

Ini tentang dua perempuan yang pernah berusaha mengungkap kebenaran—Amelia Wang dan Shen Yiran—yang mungkin telah mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan orang lain.

Dan jika keduanya benar-benar saling mengenal, maka ada satu rahasia yang belum terungkap.

Rahasia yang mungkin menjelaskan mengapa ibu Celine meninggal dengan membawa begitu banyak kebohongan.

Di tempat lain, seorang perempuan membuka laci tersembunyi di sebuah rumah tua.

Di dalamnya tersimpan sebuah foto Amelia Wang bersama Shen Yiran, diambil pada malam ketika keduanya terakhir kali bertemu.

Perempuan itu membalik foto tersebut.

Di belakangnya terdapat tulisan tangan yang mulai memudar.

Jika Celine menemukan surat ini, berarti aku gagal melindunginya.

Perempuan itu menutup mata, lalu berbisik dengan suara gemetar.

“Maafkan aku, Celine. Aku tidak pernah ingin kau mengetahui bahwa orang yang menyelamatkan hidupmu dahulu adalah orang yang sama yang menyebabkan ayahmu kehilangan nyawanya.”

Bersambung.

1
niaww
semngat kak jangan lupa mampir🥰❤
Isabell: siap kakak terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!