NovelToon NovelToon
Papaku King Mafia

Papaku King Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Action
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Ardio adalah seorang mafia kejam sejak kematian istri yang meninggal karena di bunuh oleh musuhnya, padahal istrinya bari melahirkan seorang bayi.

Setelah kepergian istrinya, ia menjadi bertambah kejam, meskipun begitu, ia sangta lembut kepada putri kecilnya yang bernama Adel, bahkan menggantikan popok pun ia mau bahkan rela begadang agar buah hatinya tidak terganggu oleh masalah.

Hari ini ia sedang mengeksekusi penjahat yang ingin menganggu bisnisnya, Tiba-tiba saja ia mendapat telpon dari pengasuh anaknya jika Adel tidak bisa tidur tanpa dirinya, dan ia rela pulang, dan menyurh anak buahnya untuk mengeksekusi penjahat tersebut.

Meskipun ia mafia kejam, tapi ia adalah ayah yang penyayang.

Adel pun berusia masuk SMA favorit, tapi ia mendapatkan pembullyan daei teman Sekolahnya karena ada seorang pria primadona yang mendekatinya.

Sementara ia tidak sedikit pun menyukai sang primadona tersebut.

Tapi Adel menyimpan sendiri pembullyan itu hingga akhirnya di ketahui oleh Ardio.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Suasana sore di SMA Garuda Bangsa mulai lengang.

Sebagian besar murid sudah pulang ke rumah masing-masing, tersisa beberapa anggota klub olahraga yang masih menyelesaikan latihan di lapangan.

Di koridor lantai dua dekat perpustakaan, Adel berjalan pelan didampingi Mbak Lina dan tiga pengawal berjas hitam yang setia mengikutinya dalam jarak beberapa langkah.

Saat Adel hendak menuruni tangga utama, langkah kaki seseorang yang terburu-buru terdengar dari arah berlawanan.

"Adel! Tunggu, Adel!"

Adel menoleh.

Devan berdiri di lantai bawah tangga, napasnya memburu.

Dua pengawal pribadi Ardio langsung melangkah maju secara otomatis, memasang posisi siaga.

"Berhenti di sana!" bentak salah satu pengawal dingin. "Jangan mendekat!"

"T-tahan! Saya tidak berniat jahat!" seru Devan cepat, mengangkat kedua tangannya.

Devan mengambil satu langkah mundur. "Lihat? Saya jaga jarak! Saya berada di jarak aman!"

Adel mengangkat tangan pelan ke arah para pengawalnya. "Mbak Lina, tolong tahan dulu. Biarkan Kak Devan bicara."

"Tapi Non Adel, Tuan Ardio sudah memberi instruksi tegas mengenai pria ini..."

"Tidak apa-apa, Mbak. Ini masih di lingkungan sekolah dan Kak Devan berdiri jauh dari aku," potong Adel lembut.

Mbak Lina mengangguk.

"Ada apa lagi, Kak Devan? Bukannya kemarin Papa sudah bicara sangat jelas padamu?" Tanya Adel datar.

"Aku tahu, Del. Ayahmu... Tuan Ardio sudah memberi peringatan keras. Aku tahu risiko yang aku ambil dengan berdiri di sini sekarang. Kalau beliau tahu aku bicara padamu lagi, mungkin rumah sakit ayahku bisa hancur atau aku sendiri yang habis. Tapi aku tidak bisa diam saja," ujar Devan, suaranya sedikit bergetar.

Adel menaikkan sebelah alisnya. "Maksud Kak Devan apa?"

"Aku memperhatikan pengawalan di sekelilingmu hari ini, Del. Ini bukan cuma pengawalan anak orang kaya biasa. Mobil-mobil itu, pria-pria berjas hitam ini, bahkan ada mobil asing yang berputar-putar di luar pagar sekolah sejak tadi siang... Ada bahaya besar yang sedang mengintaimu, kan?" bisik Devan seraya mengambil napas panjang.

Adel tersentak pelan. Ia tidak menyangka Devan yang biasanya bersikap kekanak-kanakan dan mengandalkan popularitas ternyata cukup peka memperhatikan situasi di sekitarnya.

"Itu bukan urusanmu, Kak," sahut Adel datar.

"Ini jadi urusanku karena aku peduli padamu, Adelia! Aku tahu dulu aku sangat bodoh. Aku ngejar kamu cuma karena gengsi, aku bikin kamu risih, dan gara-gara penolakanku pada Sisca, kamu jadi korban pembullyan. Aku merasa sangat bersalah, Del. Penyesalan itu bikin aku tidak bisa tidur tenang," potong Devan tegas.

Devan maju setengah langkah, namun buru-buru menahan kakinya saat melihat pengawal Adel bergerak.

"Aku tahu aku tidak punya pasukan senjata seperti ayahmu. Tapi di sekolah ini... aku kenal semua orang. Aku tahu jalan-jalan tikus di area belakang sekolah, aku tahu sudut-sudut yang tidak terjangkau CCTV, dan aku punya koneksi dengan klub-klub murid. Kalau ada orang asing atau hal mencurigakan di sekolah ini, aku bisa tahu lebih cepat daripada para pengawalmu yang mencolok ini," lanjut Devan dengan nada tulus.

Adel terpaku menatap Devan.

Adel menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah turun beberapa anak tangga, menghentikan jarak mereka tepat di batas wajar.

"Kenapa Kak Devan mau melakukan semua ini? Kamu bisa saja pura-pura tidak tahu dan hidup tenang tanpa berurusan dengan keluargaku," kata Adel pelan.

"Karena aku mau membuktikan kalau ketulusanku bukan sekadar omong kosong. Aku tidak minta kamu jadi pacarku lagi, Del. Aku sadar diri aku tidak pantas. Tapi izinkan aku jadi teman yang bisa membantumu dari balik layar di sekolah ini," ucap Devan tulus

Adel menatap Devan, Ia tak menyangka Di balik sikap sok populer dan keras kepalanya dulu, ternyata ada sisi ksatria.

"Terima kasih, Kak Devan. Aku menghargai ketulusan dan niat baikmu," ujar Adel tulus.

Mata Devan membelalak, dadanya merasa legs melihat senyuman pertama Adel yang ditujukan padanya tanpa rasa benci.

"Tapi... tetap jaga jarakmu. Jangan melakukan hal-hal nekat yang bisa memancing kemarahan Papa. Aku tidak mau kamu kena masalah hanya karena mengkhawatirkanku," lanjut Adel dengan nada tegas.

"Paham, Del! Aku janji bakal hati-hati! Aku cuma bakal kasih tahu kamu atau pengawalmu kalau melihat hal aneh di sekolah," sahut Devan cepat.

Adel mengangguk pelan. "Kalau begitu, aku pulang dulu."

"Iya, hati-hati di jalan, Del!" seru Devan seraya membungkuk sopan ke arah Mbak Lina dan para pengawal.

Saat Adel berjalan menuju mobil SUV yang telah menunggunya di depan gerbang, Mbak Lina mendekati Adel dengan raut khawatir.

"Non Adel... apakah saya harus melaporkan interaksi ini kepada Tuan Ardio?" tanya Mbak Lina ragu.

Adel menoleh ke belakang sejenak, melihat Devan yang masih berdiri di sana.

Adel menyunggingkan senyum manisnya.

"Laporkan saja apa adanya, Mbak Lina. Beri tahu Papa... kalau Devan tidak sejahat yang Papa kira," jawab Adel lembut.

1
Ariany Sudjana
wah seru ini
Tosari Agung
kak less buat ardio jadi psikopat karena dia akan dapat target utamanya si voctor itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Adelia bisa diselamatkan, tetap waspada yah
Diana Lely
Nah gitu dong...bantu anaknya gemes aku bacanya
siti Syamsiar
lanjut thor👍👍👍👍👍
less22: siappppp
total 1 replies
Siiealan
setiap bab terlalu pendek
Ambu Rinddiany Thea
rasain loh ,
Ambu Rinddiany Thea: 😂🤭/Facepalm/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
mening ga usah d tutup tutup lah ardio drpd adel ntar tau dr orang lain , mening cerita pelan2 selain pengusaha , papa mu ini seorang mafia /Grievance//Applaud/
less22: ehaaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
gas ngeeeeng adel , jadilah wanita terkuat ya 🫠
Ambu Rinddiany Thea
hadiiir ka lessss , maaf baru sempet buka 🤭,klo bisa anaknya juga d ajarin bela diri ya ka les biar yg buli tunduk smaa adel , kasian donk masa ayahnya mafia kelas kakap anaknya ga bisa apa2 ya ka less 🤭 /Pray/
Ambu Rinddiany Thea: iiih keren ath laaah /Ok//Good//Heart/
total 2 replies
Luna
wah MC nya mas duda lagi👍,🤭🤭🤭
less22: asoyyyyyyyyy🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!