Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Cemas mendengar keadaan Farhan membuat Erik susul Farhan dan melihat kondisi sahabat sekaligus atasannya yang mendadak sakit, karena tidak nafsu makan karena memikirkan Mila yang sudah beberapa hari tidak pulang ke apartemen.
"Kehilangan baru sadar bro, kalo kehadiran istri itu sangat berharga?" tanya Erik melihat Farhan tiduran di kasur terlihat sangat lemah dan kacau karena frustasi istrinya tidak pulang sama sekali.
"Iya Bro baru sadar sekarang kalo saya salah terlalu gila kerja dan mageran ternyata bikin istri merasa sedih karena dianggap tidak peduli, selama ini Mila sering protes tapi saya abaikan, Erik tolong bawa pulang Mila saya tidak ingin kehilanganmu wanita yang sangat saya cintai." lirih Farhan menatap sahabatnya yang selalu siap membantu dirinya apapun masalah yang dihadapinya.
"Kemarin saya sudah lacak Mila pergi naik apa kemarin pas jalan, saya lihat nama Mila di tiket bus tujuan kota Samarinda, sepertinya sengaja naik bus supaya tidak ribet pakai aplikasi yang mudah dilacak dan handphone Mila terakhir aktif disini itu artinya Mila sengaja pergi supaya tidak ditemukan sama kamu." penjelasan Erik sebelum ke apartemen sudah cari tahu kemana Mila pergi berkat anak buahnya berhasil mendapatkan informasi kendaraan yang Mila pakai saat pergi.
"Semarah itu kah dia sampai sengaja naik bus supaya tidak dilacak, perintahkan semua bodyguard untuk mencari Mila tinggal dimana dan jangan pulang sampai ketemu istri saya jika ada disana." lanjut Farhan bahagia karena keberadaan istrinya sudah diketahui, semoga informasi yang didapat Erik benar dan bisa ketemu sama Mila supaya bisa diajak pulang.
Ngangguk mengerti sama perintah yang diberikan Farhan, berharap perjuangan semua karyawannya tidak sia-sia apa karena sejujurnya takut jika Mila tidak mau diajak pulang.
**
Perasaan tenang akhirnya dirasakan juga, jualan tanpa ada yang kenal dan tidak protes sama sekali membuat Mila bahagia bisa jualan tanpa menahan emosi karena banyaknya yang protes dengan caranya jualan keliling.
"Memang harus seperti ini jualan tenang kalo tidak merasa lelah tidak akan merasakan tenang selama jualan tidak ada yang protes bilang jadi Farhan tidak bisa memenuhi kebutuhannya membuat saya jualan begini atau dibilang bikin malu keluarga karena jualan keliling, rasanya bahagia hidup tenang seperti ini." ucap Mila sambil menikmati jus alpukat kesukaannya.
Ingin sekali main handphone supaya tidak jenuh tapi takut jika suaminya telefon dirinya padahal sengaja menjauh supaya mendapatkan ketenangan karena belum siap ketemu Farhan tapi belum siap juga melepaskan status istrinya Farhan karena sekecewa apapun dirinya masih mencintai Farhan.
**
Kondisi Farhan yang belum stabil membuat Erik mewakilkan Farhan untuk ketemu client ditemani Dion, sebelum kembali ke kantor Erik akan menggantikan pekerjaan Farhan beberapa hari selama sahabatnya masih galau akhirnya tidak fokus mengerjakan pekerjaan yang diterimanya.
"Pak Erik apa saya boleh tanya sesuatu?" tanya Dion setelah client pergi dan rasa penasaran membuat dirinya tanya langsung sama Erik, karena tahu Erik sahabat baiknya Farhan pasti tahu apa yang terjadi.
"Jangan kepo sama urusan rekan kerja atau urusan pribadinya Farhan sebagai atasan kamu, cukup kerjakan apa yang diminta sama Farhan jika dia tidak cerita iya jangan banyak tanya karena Farhan tidak suka dan tidak nyaman sama orang yang kepo sama urusan pribadinya." ucap Erik sengaja karena tidak ingin menceritakan masalah pribadi sahabatnya sekalipun sama rekan kerjanya juga.
"Iya baik lah Pak maaf dan saya siap mencari keberadaan Bu Mila sampai ketemu." lanjut Dion kecewa karena Erik tidak bisa menceritakan masalah apa yang dihadapi Farhan saat ini sama istrinya, padahal kepo tapi tidak diberikan jawaban sama sekali.