NovelToon NovelToon
SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Orang Disabilitas / Nikah Kontrak
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ares Sudibyo, pewaris keluarga kaya, tidak pernah percaya pada perempuan. Sejak ibunya meninggalkan ayahnya demi pria yang lebih kaya, ditambah pengkhianatan yang dialami pamannya dan dirinya sendiri, Ares memilih menjauh dari pernikahan.

Namun, pertemuannya dengan Alisha Prameswari secara tidak sengaja mengubah sesuatu dalam dirinya. Aroma tubuh Alisha justru membuatnya penasaran karena tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan penolakan, sensasi yang tak pernah ia rasakan dari perempuan lain.

Ketika mengetahui Alisha membutuhkan biaya pengobatan untuk adiknya, Ares menawarkan sebuah kontrak: menanggung seluruh biaya pengobatan, dengan syarat Alisha bersedia memenuhi kebutuhan biologisnya. Setiap kali bersama Ares, Alisha harus menutup mata, sebuah aturan yang tak pernah dijelaskan.

Ares yakin hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Namun ketika ketergantungan mulai tumbuh, sanggupkah ia melepaskan Alisha yang memilih mengakhiri kontrak dan mencari pendamping baru dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Bukan Lagi Sekadar Kontrak

Ares meremas rambutnya, lalu bersandar di kursi.

Ia masih mengingat apa yang baru saja dilihatnya di layar. Tubuhnya jelas bereaksi terhadap Alisha. Itu bukan sesuatu yang bisa ia sangkal.

Sejak awal, kebutuhan biologis memang menjadi alasan utama ia menawarkan kontrak tersebut. Ia belum menyentuh Alisha bukan karena kehilangan ketertarikan.

Masalahnya justru sebaliknya.

Ares menginginkannya. Hanya saja, setiap kali kesempatan itu muncul, ia selalu teringat satu hal: Alisha masih belum mengenal dirinya. Bahkan wajahnya saja perempuan itu tidak boleh lihat.

Bagaimana mungkin ia memaksakan sesuatu ketika Alisha masih harus belajar merasa aman di dekatnya?

Ares mengembuskan napas panjang. Ia bisa saja menjadikan pernikahan itu sesuai tujuan awalnya. Namun ia ingin Alisha mendekat karena memang menginginkannya, bukan karena terpaksa kontrak. Mungkin itu sebabnya ia memilih menunggu.

Bahkan kini, kebutuhan yang selama ini selalu ia anggap sederhana justru terasa lebih rumit ketika menyangkut Alisha. Dan anehnya, ia tidak keberatan. Selama Alisha masih belum siap, Ares bisa menunggu. Toh, tidur sambil memeluknya saja sudah memberi sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan dari perempuan mana pun.

Rasa nyaman yang membuatnya ingin mengulang malam yang sama.

Ares mengusap rahangnya. “Masalahnya...” gumamnya pelan. “...aku mulai menginginkan lebih dari sekadar kontrak.”

Ares akhirnya beranjak dari duduknya, melangkah menuju kamar. Begitu pintu terbuka, pandangannya langsung menemukan Alisha yang sudah duduk di tepi ranjang dengan penutup mata terpasang.

Alisha mengangkat wajah. “Tuan Ares?”

Dari derap langkahnya saja ia sudah mengenali pria itu.

Ares berhenti beberapa langkah darinya. Bayangan yang tadi sempat dilihatnya di layar laptop kembali melintas begitu saja. Alisha dengan rambut basah dan handuk yang melilit tubuhnya.

Ares menarik napas. Reaksi tubuhnya datang terlalu cepat. Ia berdehem lalu segera memalingkan wajah.

“Aku mandi dulu.”

Tanpa menunggu jawaban, Ares berbalik menuju kamar mandi.

Alisha mengerutkan kening di balik penutup matanya. “Kenapa kayak buru-buru banget?”

Tidak ada jawaban. Pintu kamar mandi tertutup.

Sementara itu, Ares berdiri di bawah shower. Air dingin membasahi kepala hingga tubuhnya. Ia memejamkan mata.

Seharusnya cukup. Namun beberapa menit berlalu, pikirannya masih saja kembali pada bayangan Alisha tadi. Ares mengusap wajahnya.

“Tenang Ares.”

Ia memperpanjang mandinya beberapa menit sebelum akhirnya keluar. Begitu kembali ke kamar, pandangannya tanpa sengaja jatuh pada Alisha.

Ia segera mengalihkan mata. Pria itu berjalan menuju sisi ranjang dan duduk dengan jarak yang cukup dekat, tetapi tidak menyentuhnya.

Beberapa saat ia hanya mendengar suara napas Alisha. “Siapa aja yang kamu temui hari ini?”

Alisha sedikit mengernyit. “Teman-teman kantor, Kak Yudhis, sama Raka.”

“Yakin cuma mereka?” Nada suara Ares terdengar biasa, tetapi Alisha menangkap sesuatu yang berbeda.

Ia mencoba mengingat. “Oh.”

“Apa?” Ares langsung menoleh.

“Ada satu orang lagi," ujar Alisha. “Di lobby kantor tadi saya gak sengaja ditabrak seseorang.”

Tangan Ares yang berada di atas pahanya perlahan mengepal. “Siapa?”

“Arga.”

Garis rahang Ares menegang. “Arga siapa?”

Alisha tidak tahu apa yang baru saja terjadi pada wajah Ares. “Arga Pradana. Dia CEO salah satu perusahaan yang lagi menjajaki kerja sama dengan perusahaan tempat saya bekerja.”

“Kamu kenal dia?” Nada suara Ares berubah.

“Enggak." Alisha menggeleng. "Cuma tau namanya.”

“Pernah ketemu sebelumnya?”

“Belum," jawab Alisha jujur. "Tadi itu baru pertama kali bicara.”

Ares memejamkan mata sejenak. Nama Arga saja sudah membuat tengkuknya terasa tegang. Ia tahu seperti apa pria itu.

Arga memang pandai membawa diri di depan orang-orang penting, tetapi reputasinya di kalangan pebisnis muda tidak sebersih penampilannya. Beberapa kali namanya terdengar dalam cerita tentang perempuan yang didekatinya setelah bertemu dalam urusan bisnis.

Tidak pernah ada bukti yang cukup untuk menjadi masalah besar. Namun Ares tahu satu hal. Arga tidak mudah melepaskan sesuatu yang sudah menarik perhatiannya.

“Jauhi dia.”

Alisha sedikit terkejut mendengar nada suara Ares yang tiba-tiba berubah. “Kenapa?”

“Dia bukan orang baik.” Suara Ares rendah. Tangannya yang tadi tergeletak santai di paha perlahan mengepal.

“Tuan kenal dia?”

Ares terdiam. Rahangnya mengeras sebelum akhirnya ia menjawab, “Pernah.”

Satu kata itu membuat Alisha menunggu. Namun Ares tidak menjelaskan.

Ares justru bertanya, “Dia sempat ngomong sesuatu sama kamu?”

Alisha menggeleng. “Enggak.”

“Nggak godain kamu?”

Alisha berpikir sebentar. “Dia cuma nanya nama saya.”

Jari Ares berhenti bergerak. “Kenapa?”

“Katanya biar kalo ketemu lagi dia gak perlu nyebut saya wanita yang pernah dia tabrak.”

Ares menarik napas melalui hidung. Sorot matanya mengeras.

“Cuma itu?”

“Iya.” Alisha tidak bisa melihat wajahnya, tetapi perubahan napas Ares terdengar jelas di telinganya.

Ares mengalihkan pandangan. Kalau hanya itu yang dikatakan Arga, belum ada alasan untuk menyimpulkan terlalu jauh. Namun pria itu sudah meminta nama Alisha.

Dan menurut informasi yang baru saja diterimanya, Arga bahkan sudah mencari tahu tentang kehidupan pribadi Alisha. Itu bukan sekadar kebetulan.

“Kalo begitu, mulai sekarang jangan terlalu deket sama dia.”

Alisha mengernyit. “Kenapa?”

Ares menoleh kepadanya. “Karena aku kenal dia.”

“Dari mana?”

Ares membuka mulut, namun langsung menutupnya lagi. Ada nama lain yang hampir muncul di kepalanya. Rania. Ia tidak ingin membawa perempuan itu ke dalam percakapan mereka.

“Dari masa lalu.”

Alisha masih menunggu. Tetapi melihat Ares tidak berniat menjelaskan, ia akhirnya mengurungkan pertanyaannya.

“Kalo urusan kerjaan bikin kamu harus berhubungan sama dia, tetap di tempat terbuka. Jangan mau diajak ketemu sendirian.”

“Memangnya kenapa?”

Ares menatap lurus ke depan. “Anggap aja aku tau orang kayak apa dia.”

Alisha tak tahu harus berkata apa.

Beberapa detik berlalu sebelum Ares kembali berkata, “Kalo dia menghubungi kamu di luar urusan kerjaan, kasih tau aku.”

Ada tekanan dalam suaranya kali ini.

Alisha mengusap ujung penutup matanya. “Dia pernah melakukan sesuatu sama Anda?”

Ares tidak menjawab. Bayangan bertahun-tahun lalu melintas begitu jelas hingga dadanya kembali terasa sesak. Jemarinya mengepal lebih kuat.

“Dia orang yang sebaiknya kamu hindari.”

Alisha sedikit menunduk. “Baik.”

Jawaban itu seharusnya membuat Ares tenang. Namun justru setelah mendengarnya, pikirannya bergerak ke arah lain.

Arga sudah tahu tempat Alisha bekerja. Dan sekarang pria itu punya alasan untuk bertemu Alisha lagi.

Ares mengembuskan napas panjang, tetapi rasa sesak di dadanya tidak ikut pergi.

Yang membuatnya semakin kesal bukan hanya kemungkinan Arga berniat mendekati Alisha.

Ia tidak suka membayangkan pria itu memandang Alisha dengan cara yang sama seperti yang pernah ia lihat pada Rania.

Tidak suka membayangkan Alisha tersenyum kepadanya. Tidak suka membayangkan mereka berbicara tanpa dirinya.

Ares mengusap rahangnya. Ia berhenti sejenak.

Sejak kapan hal-hal seperti itu menjadi urusannya?

Alisha hanyalah istrinya karena kontrak. Setidaknya, itulah yang selalu ia katakan kepada dirinya sendiri.

Namun melihat nama Arga saja sudah cukup membuat darahnya naik. Dan semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin jelas satu hal yang tidak ingin ia akui.

Ia cemburu.

 

...✨“Rasa memiliki tidak selalu lahir dari sebuah ikatan. Terkadang, ia tumbuh perlahan dari kenyamanan yang tidak ingin kita lepaskan.”...

...“Cinta yang tulus tidak memaksa seseorang untuk tinggal. Ia membuat seseorang ingin tinggal meski tidak pernah diminta.”...

...“Yang paling sulit bukan jatuh cinta, melainkan menyadari bahwa kita sudah jatuh ketika masih bersikeras menyangkalnya.”...

...“Sebuah kontrak memiliki tanggal berakhir, tetapi perasaan tidak pernah mengenal batas waktu yang tertulis di atas kertas.”✨...

.

To be continued

1
anonim
Raka senang kakaknya terlihat lebih seger.

Raka pengertian, kakaknya di suruh sering-sering tidur di rumah, tidak perlu nungguin dirinya.

Alisha jadi bisa punya waktu untuk suaminya, kalau tidak bisa nungguin Raka. Tidak harus cari alasan kalau Raka tanya-tanya.
anonim
Ares telah menyiapkan beberapa pakaian bermerk, pakaian tidur, juga pakaian dalam dan berbagai produk perawatan kulit untuk Alisha.

Alisha setelah sarapan pergi ke rumah sakit.

Raka sudah dipindahkan ke ruang lain, masih di lantai yang sama.

Ares tetap memikirkan kenyamanan Raka dan Alisha dengan memindahkan ruang rawat serta ada sofa.
anonim
Foto Alisha yang tertempel di surat nikah matanya tertutup kain hitam. Foto suaminya dilepas alias nggak ada fotonya.

Pak Darto pengurus rumah memberikan sebuah kartu akses untuk masuk rumah kepada Alisha. Dan memberi tahu Alisha kalau pakaian sudah disiapkan di lemari, termasuk perlengkapan mandi, dan makeup atas perintah Ares.

Ares baik sekali. Alisha juga disediakan sopir untuk mengantarnya pergi. Tapi Alisha memilih naik ojek online.
anonim
Ares bijaksana, Alisha boleh menemani adiknya.

Ares juga menuruti kemauan Alisha untuk tidak memindahkan adiknya ke kamar perawatan VIP.

Ares memberikan surat pernikahan mereka setelah mendengar penjelasan Alisha kenapa sampai minta surat itu.

Ares tak lupa mengelupas foto dirinya terlebih dahulu, sebelum memberikan surat itu kepada Alisha.

Sampai segitunya, biar Alisha benar-benar nggak mengenal wajahnya.
Septi Wijaya
apakah Arga termasuk orang yg obsesif??
kalo iya, itu sangat berbahaya, dalam kondisi tertentu, dia bisa berbuat nekat....
semoga Alisa dan Raka masih dalam pengawasan orang-orangnya Ares
Dek Sri
semoga Arga gak menemukan Alisha dimana
aryuu
kamu siapa sih Arga... ribet banget sama idup orang
aryuu
cukup emak kamu aja res yg ribet
cukup mantan mu si Reni yg ribet
kamu jangan ikutan res
aryuu
suruh buka dong res... nyiksa anak orang kamu tuh/Proud/
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana.. Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Memang suh... Sampai tujuh turunan belum habis... Tapi kan, pas keturunan kedelapan, Keluarga Sudibyo akan bangrutlah. 😂😂😂 Kan, katanya sampau tujuh turunan kan? Terus, kalau udah keturunan kedelapan? Terus dapat apa dong? Sisa warisan yang hanya secuil? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Jadi? Kalau Ares lagi tidak bisa memberikan Rania sesuatu? Terus dia seenaknya saja gitu, untuk selingkuh? Cih! Perempuan murahan kayak gitu pula yang selama ini kau pacari Ares? ha? 😂😂😂 Rania itu, sampah tau. Tidak ada artinya. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ooih Jadi, nama mantan Pacar Ares itu Rania... 😂😂😂 Bugus juga namanya... 😂😂😂 Tapi sayang, dia perempuan yang di setia. Penghianat! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Bagus Ares... 😂😂😂 Kau hebat. Kau selangkah lebih maju dari lawanmu. 😁😁😁 Dan, langkahmu untuk menempatkan anak buahmu di sekitar istrimu itu sydah benar Ares... 😂😂😂 Sekarang, kita tinggal lihat, apa yang akan di lakukan oleh Si Arga iru... 😂😂😂
mimief
yeee...bini orang di cariin
kacau ini orang 🤣🤣
Fadillah Ahmad
Yaaa yang pastinya, dia mempunyai maksud Ares... 😂😂😂 Tapi, aku belum tau apa maksud Si Arga sialan itu... 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Waaah, bahaya juga ya Si Arga itu... 😂😂😂 Mencari mati saja dia! 😁😁😁 Masuk ke kandang singa... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Semuanya Ares. Semua 8nformasi yang bisa dia peroleh... 😂😂😂 Termasuk Status Alisha saat ini... 😁😁😁
mimief
dia takut sha
takut ga bisa tanggung jawab sama tatapan mu.
pengecut dia takut kalah sama rasa bersalah nya🫣😔
Fadillah Ahmad
Berarti, tugas anda jelas Pak. Anda harus melindungi istri majikan anda Pak... 😂😂😂 Kalau tidak... Alisha bisa di rayu dan di goda noh sama si Arga mata keranjang itu... 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!