NovelToon NovelToon
Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil
Popularitas:61.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tientien AQuariuzz Girllzz

Zhafira Nayara Humaira, gadis berparas cantik, namun yatim piatu. Memiliki kepribadian lembut, ramah dan tegas dalam bersikap. Kini sedang berkuliah lewat jalur beasiswa.

Tak sedikit Mahasiswa yang ingin menjadikan pacar tapi selalu ia tolak secara halus, karena ia tak ingin fokusnya terganggu. Hingga ia menerima Bryan, pria yang selalu ada untuknya. Mereka memutuskan untuk menikah siri dan tinggal di aparteman yang sama.

Setelah wisuda selesai, Bryan izin pulang ke Jakarta, Zhafira sering mual dan muntah. Di tengah ketidaknyamanan, Zhafira tak sengaja menyaksikan siaran langsung di TV. Brian, suaminya sedang melangsungkan pertunangan dengan wanita cantik, elegan.

Seketika dadanya seperti tertusuk jarum besar, perih dan menyakitkan. Bersamaan itu ia baru saja mengetahui kalau dirinya sedang hamil.

Bagaimana ia menghadapi kenyataan pahit itu? Mampukah ia bertahan demi nyawa yang dikandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 BAGAS SHOCK

SELAMAT MEMBACA !!!

"Apaan sih, Gas. Main dobrak-dobrak pintu dengan keras begitu. Kamu tak bisa mengetuk pintu?!" tanya Bryan dengan matanya menatap Bagas dengan tajam.

Bryan masih tak menerima dengan kedatangan Bagas yang tiba-tiba itu dan membuat jantungnya berdebar kencang. Ia belum sadar dengan apa yang diucapkan Bagas tadi.

Bagas yang mendengar gerutuan dari Bos sekaligus sahabatnya itu hanya memutar bola matanya dengan kesal. "Jangan marah-marah dulu, Bry. Cobalah buka chat dari Papa. Tadi katanya beliau juga sudah kirim chat padamu tapi belum kamu buka!" serunya Bagas lagi.

Dengan hati yang kesal, Bryan menyambar hape dan kemudian membukanya. Seketika hapenya jatuh ke meja tangannya bergetar hebat.

"Gas...siapa anak itu? Ke...kenapa wajahnya mirip sekali denganku?" tanyanya terbata-bata matanya masih menatap layar hape yang menampilkan wajah anak kecil itu tanpa berkedip.

Ia mengambil hapenya, lalu ia menghubungi hape Papanya, "Assalamualaikum, Pa! Papa ada dimana sekarang dan foto siapa yang Papa kirim padaku?" tanyanya dengan tak sabar.

Tuan Andrian tersenyum mendengar serentetan pertanyaan dari putranya.

"Walaikumsalam, Papa sekarang lagi di Bandara. Dan Papa juga tak kenal siapa dia. Papa juga sangat penasaran juga kenapa ada anak kecil yang wajahnya mirip sekali denganmu. Apa itu anakmu, Nak?" tanya balik Tuan Andrian.

Deg...jantung Bryan mendadak berdebar kencang sekali. Pikirannya seketika melayang kembali dengan kejadian satu tahun silam, saat dokter mengatakan sesuatu yang membuatnya bertambah menyesal terhadap Zhafira istrinya.

Ia teringat betul kata-kata dokter saat itu: "Tuan Bryan, sepertinya Tuan mengalami sindrom kehamilan, gejala yang muncul karena ikut merasakan kehamilan pasangan, secara emosional maupun fisik."

"Halo, Nak. Kamu masih ada di sana? Ada apa, Nak?" tanya Tuan Andrian yang masih duduk di kursi tunggu.

"I...iya, Pa. Aku masih di sini. Lain kali kalau Papa ke sini aku ceritakan semuanya ya. Ya sudah, Pa. Aku tutup dulu ya teleponnya. Hati-hati diperjalanan. Assalamualaikum," ucap Bryan pelan.

"Walaikumsalam, Nak. Kamu juga di sana jaga diri baik-baik," jawab Tuan Andrian menutup teleponnya. Bertepatan panggilan petugas untuk segera masuk ke dalam pesawat.

Bryan menatap wajahnya Bagas dengan serius. "Tolong cari info di Bandara Soekarno Hatta, Gas. Apa mungkin anak itu anakku dan Fira. Tolong perintahkan anak buahmu untuk mencarinya di Bandara!" perintah Bryan dengan tegas.

Bagas menganggukan kepalanya mengerti, "Baik, aku akan langsung hubungi anak buahku, Bry," jawab Bagas, ia melangkah keluar dari ruangan Bryan.

Bryan mengambil hapenya kembali sambil menggerutui Papanya, kenapa yang diambil hanya foto anak itu saja, kenapa tak semua orang yang berada di dekat mereka.

**☆☆☆♡♡♡♡☆☆☆**

Rombongan Fira sudah sampai di halaman rumah Tuan Andika. Mereka semua turun dengan penuh kebahagiaan.

"Opa, kenapa di cini panas cekali, Opa?" tanya Naya yang sudah turun dari mobil.

Tuan Andika langsung menggendong tubuh gemoy Naya membawanya masuk ke dalam rumah. "Karena disini musimnya hanya ada dua, Sayang. Musim hujan dan musim panas. Dan sekarang musim panas jadi panasnya, Masya Allah," jawab Tuan Andika, saat sudah duduk di ruang tamu.

Naya menganggukan kepalanya. Entah ia benar-benar mengerti atau tidak yang penting dia menganggukan kepalanya.

"Assalamualaikum," ucap mereka semua saat masuk ke dalam rumahnya.

"Walaikumsalam... Masya Allah, Nona Fira pulang ke rumah!" seru Bi Narni pembantu rumah Tuan Andika.

Fira mencium tangan Bi Narni dengan takzim, ia belakangnya ada Haikal dan Amara yang juga ikut apa yang dilakukan oleh Fira tadi.

"Masya Allah, Den Haikal dan ini pasti istrinya!" seru Bi Narni bertambah kaget, anak sulung dan menantunya Tuannya juga pulang ke rumah ini.

Haikal menganggukan kepalanya, "Ya, Bi. Ini istriku namanya Amara," jawab Haikal memeluk tubuh Bi Narni. Pembantu yang mengasuh dirinya dulu.

Devan hanya diam dan memindai rumah Opanya. Dalam hatinya apa dia dan Mamanya akan tinggal di sini.

Tuan Andika yang melihat cucu laki-lakinya hanya diam saja, ia menoleh dan mendekatkan kepalanya ke kuping Devan. "Ada apa cucunya Opa?" tanya lembut.

Devan menoleh ke arah Opanya, "Devan..Devan hanya berpikir apa Devan, adik juga Mama akan tinggal di sini?" ucapnya. Semua orang menatap ke arah Devan.

Fira yang mendengar itu, segera menjawab pertanyaannya putranya. "Devan, Sayang. Kita akan tinggal di sini dulu ya. Sampai Mama mendapatkan rumah untuk kita tinggal bersama dengan adik," jawab Fira dengan lembut dan tersenyum.

Ini juga sudah dibicarakan dengan orang tua dan Abangnya. Jika Fira ingin tinggal terpisah, ya walaupun masih satu komplek.

Mereka semua masuk kamar untuk istirahat sebentar sebelum makan siang. Fira naik ke lantai dua menuju kamar yang dulu sering ditempati, setiap menginap di sini. Devan dan Naya ikut bersamanya mereka akan tidur bersama Mamanya di kamar itu. Sementara Mila akan tidur di kamar paviliun yang letaknya di belakang rumah utama.

"Ayo, kita ganti baju dulu, Sayang. Baru istirahat ya! Kan semalam tidur di pesawat pasti badannya pada sakit!" ajak Fira kepada kedua anaknya.

Devan langsung menuju ke kamar mandi tanpa di perintah dua kali, sementara Naya masih berjalan memutari kamarnya Mamanya.

Sore harinya Devan dan Naya diajak Zafran pergi ke taman komplek dengan rumahnya. Dia ingin memperkenalkan jajanan khas orang Indonesia.

"Uncle! Tamannya bagus, nggak?" tanya si cerewet Naya yang duduk di bagian depan motornya. Devan memilih duduk di bagian belakang merangkul pinggang Unclenya.

"Bagus, dong. Nanti akan Uncle belikan jajanan khas orang Indonesia, kalian pokoknya harus coba," jawab Zafran sambil fokus jalan depannya.

Devan hanya terdiam sambil menikmati pemandangan di setiap jalur jalan. Ini pengalaman pertamanya naik sepeda motor.

Naya bersorak riang, sambil tepuk tangan, "Hore! Aku mau mencoba semuanya ya, Uncle. Aku penasaran sekali, ingin segera mencicipinya!" serunya dengan ceria.

Lima menit kemudian, motornya Zafran sudah sampai di depan pintu taman komplek. Zafran membantu Naya turun dulu, lalu menurunkan Devan.

Mereka diajak ke area permainan taman, Naya sangat senang sekali ternyata temannya sangat banyak sekali. Ia berlari ke arah tempat permainan. Sementara Devan duduk di sebelahnya Zafran sambil mengawasi sang adik.

"Kamu, nggak ikut main, Sayang?" tanya Zafran sambil mengusap kepalanya Devan.

Devan menggeleng-gelengkan kepalanya, "Aku disini saja, Uncle. Biarkan saja Dek Naya yang bermain di sana," jawab Devan dengan santai.

Sementara Naya sudah berkenalan dengan teman-temannya, mereka tertawa bersama bermain sambil berlarian.

Di Pintu masuk taman, Bagas yang baru saja tiba hendak menjemput istri dan anaknya yang sedang bermain disana. Namun seketika langkahnya terhenti, matanya membelalak lebar tak percaya melihat pemandangan di depannya. Ia mengusap mata berkali-kali dengan tangannya. takut ia salah lihat atau hanya halusinasi saja. Tapi saat matanya terbuka, anak kecil yang duduk tenang bersama Zafran sahabatnya Fira itu masih ada di sana.

"Masya Allah, Anak itu pasti anaknya Bryan tanpa ragu lagi. Dia mirip persis dengan Bryan sangat masih kecil!" seru lirih tak lupa ia memfoto kebersamaan Zafran dan Devan.

Tapi lagi-lagi ia dibuat sport jantung, anak kecil perempuan yang berlari ke arah mereka itu wajahnya persis dengan Zhafira.

"Ya Allah, ini hanya kebetulan atau bagaimana? Kenapa anak kecil itu seperti Fira dan kalau dilihat-lihat umurnya sama dengan anak laki-la...."

1
Erna Fkpg
tetap semangat dan sehat selalu 😘
pojok_kulon: Siap Kak Erna
total 1 replies
Erna Fkpg
akhirnya Bryan bisa berbaikan dengan mamanya dan beliau bisa menerima Fira dan cucu kembarnya
Sri Supriatin
Tks upnya thor 🙏🙏😍😍😍
pojok_kulon: Sama-sama Kak Sri
total 1 replies
Sri Supriatin
Langsung cucunya bisa bershowalat 🙏🙏 apa g terharu oma yg. Bc aja netes air mata 💪💪
pojok_kulon: Iya benar iti Kak Sri
total 1 replies
kaylla salsabella
pada kaget semuanya ya🤣🤣🤭🤭
pojok_kulon: Iya hehehehe
total 1 replies
kaylla salsabella
alhamdulillah udah baikan😍😍😍
pojok_kulon: Alhamdulillah
total 1 replies
tia
terima kasih udah update thor 😍
pojok_kulon: Sama-sama Kak Tia
total 1 replies
tia
lanjut thor
pojok_kulon: Siap Kak Tia
total 1 replies
Sri Supriatin
lanjuuut thor 💪💪
pojok_kulon: Siap Kak Sri
total 1 replies
Erna Fkpg
🤣🤣🤣 shock berat GK tu nyonya dinda liat sikembar
pojok_kulon: Benar Kak Erna
total 1 replies
Erna Fkpg
selalu bagus dan bikin candu
pojok_kulon: Terima kasih Kak Erna
total 1 replies
Erna Fkpg
🤣🤣🤣 shock berat GK tu nyonya dinda liat sikembar
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
dobel update thor 😁😁
pojok_kulon: Insya Allah besok ya Kak Tia
total 1 replies
Harniati Rifqy
Bagus kakak lanjut lagi
pojok_kulon: Terima kasih dukungannya Kak Harniati
total 1 replies
Harniati Rifqy
Lanjut lagi kakak semangat up nya semangat
pojok_kulon: Siap Kak Harniati
total 1 replies
Sri Supriatin
Tks upnya thor 🙏🙏lanjuuut
pojok_kulon: Siap Kak Sri
total 1 replies
Ani Basiati
lajutthor 💪💪💪
Kayla Rane: k mmpir di novelku yuk Dua Sahabat dan Bayi misterius.. ceritanya ada kocak dan bapernya... yg baca in Syaa Allah ketagihan 🤭
total 2 replies
Muji Lestari
lanjuttt thorrr
pojok_kulon: Siap Kak Muji
total 1 replies
Erna Fkpg
lanjut kak tetap semangat dan sehat selalu 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!