NovelToon NovelToon
DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

DI BALIK PINTU KAMAR PENGANTIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikahmuda / Penyelamat
Popularitas:129k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Zavian Hartwell, 38 tahun. Menikah dengan Viona Lestari, janda anak satu. Zavian kaget karena setelah menikah, Viona malah menyodorkan putrinya untuk melakukan malam pertama mereka.

"Viona, kau gila? Dia putrimu. Dia masih anak-anak, " Zavian.

"Kita menikah karena bisnis, aku punya laki-laki lain. Tapi kau akan tetap akan merasakan malam pertama, dengan putriku. Dia akan menggantikan aku." Viona

"Tapi bunda ..." Mirella menatap ibunya memohon.

"Diam, lakukan perintah bunda. Kalau tidak, kamu akan di kirim ke luar negeri. Puaskan daddy Zavian!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Suara berat Bara terdengar begitu dekat, tepat di samping telinganya yang pucat. Napas hangat pria itu menyapu pelipisnya, membuat bulu kuduk di leher Mirella berdiri. Jantungnya berpacu begitu kencang hingga ia yakin pria itu pasti bisa mendengarnya. Kakinya terasa lemas, napasnya tertahan di tenggorokan. Ia tidak berani mendongak, takut matanya bertemu dengan mata Bara yang tajam namun entah mengapa terasa lembut itu.

"Takut padaku?" bisiknya sekali lagi, lebih pelan, namun terdengar begitu jelas di telinga Mirella.

Gadis itu menggeleng pelan, namun suaranya nyaris tak terdengar. "B-bukan takut... aku hanya... tidak biasa..."

Bara tersenyum tipis melihat wajah yang semakin memerah itu. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya, membuat jarak di antara mereka semakin sempit. Mirella menahan napas, matanya terpejam rapat.

Namun tiba-tiba terdengar langkah kaki dan suara riuh dari arah lorong samping.

"Hei, Bara! Itu bukan dia kan?" terdengar suara teman sekelas mereka mendekat.

Mirella tersentak kaget. Dengan refleks yang sangat cepat, ia menekan kedua telapak tangannya ke dada bidang Bara dan mendorong sekuat tenaga.

"Maaf!" cicitnya panik.

Tanpa menunggu reaksi Bara, ia berbalik dan berlari secepat kilat meninggalkan tempat itu, menembus pintu samping yang sedikit terbuka, menghilang di balik lorong sekolah yang sepi. Langkah kakinya terdengar cepat dan gemetar di sepanjang koridor, jantungnya masih berdebar kencang bukan karena berlari, tapi karena apa yang baru saja terjadi.

Di belakangnya, Bara berdiri mematung di tempatnya, menatap punggung gadis itu yang menghilang di ujung lorong. Ia mengusap bibirnya sekilas, lalu mendengus pelan sambil tersenyum miring.

"Huh! Menarik sekali," gumamnya pelan, lalu berbalik menyambut teman-temannya yang baru saja muncul di tikungan.

Mirella berlari hingga sampai di depan pintu kelasnya. Ia berhenti sejenak di sudut lorong yang sepi, bersandar pada dinding sambil mencoba menenangkan napasnya yang terengah-engah. Ia menekan kedua pipinya dengan telapak tangan yang dingin—wajahnya terasa terbakar.

"Astaga... kenapa dia begitu..." gumamnya pada diri sendiri. Ia menggeleng kuat-kuat, mencoba menghilangkan bayangan wajah Bara dan suara berbisiknya dari kepalanya. "Fokus, Mirella. Ini hanya kebetulan. Jangan berharap yang tidak-tidak."

Ia menarik napas panjang, merapikan rambut dan seragamnya, lalu melangkah masuk ke dalam kelas dengan kepala tertunduk sedikit. Untungnya guru belum datang, dan ia bisa duduk di bangku paling belakang tanpa terlalu banyak perhatian.

Pelajaran berjalan terasa lambat sekali. Mirella berusaha berkonsentrasi pada papan tulis, tapi pikirannya terus melayang kembali ke kejadian di tembok belakang tadi. Setiap kali ada suara langkah kaki mendekat ke arah mejanya, jantungnya akan berpacu cepat, berharap dan sekaligus takut itu adalah Bara. Namun sepanjang jam pelajaran, cowok itu tidak pernah menoleh ke arahnya sedikit pun. Duduk di barisan depan, tenang seolah tidak terjadi apa-apa pagi tadi.

Saat bel istirahat berbunyi, Mirella memilih tetap di kelas. Ia tidak ingin berpapasan dengan Bara di kantin. Namun baru saja ia membuka buku catatannya, Ria dan Pingkan menghampirinya sambil membawa buku tebal.

"Mirella, ayo kita kerjakan bagian tugas kelompok kita sebentar sebelum istirahat selesai. Nanti sore kita kumpul di perpustakaan ya?" tanya Ria ceria.

Mirella mengangguk setuju. "Baiklah. Sampai ketemu di perpustakaan nanti."

Saat mereka berbicara, pintu kelas terbuka dan Bara masuk bersama Devon. Mirella langsung menunduk dalam, menatap barisan tulisannya yang kabur karena gugup. Ia mendengar langkah kaki mereka berhenti tepat di dekat mejanya.

"Jadi perpustakaan ya?" suara Bara terdengar tenang, seolah tidak ada kejadian canggung pagi tadi.

"Iya, di perpustakaan," jawab Ria.

"Baik. Sampai ketemu di sana," jawab Bara singkat, lalu berjalan ke bangkunya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Mirella.

Mirella menghela napas lega sekaligus kecewa. Mungkin hanya aku yang merasa canggung. Baginya itu hanya lelucon biasa saja.

Sore harinya, di perpustakaan yang sunyi dan sejuk, kelompok mereka berkumpul di sudut yang agak tersembunyi. Ria, Pingkan, Rosa, dan Devon sibuk berdiskusi, sementara Mirella duduk di ujung meja, mendengarkan sambil mencatat poin-poin penting. Bara duduk di seberangnya, sesekali ikut berbicara, tapi matanya tidak pernah menatap lurus ke arah Mirella.

Namun sekali, saat semua orang sedang sibuk membaca buku masing-masing, Bara berbicara dengan suara yang hanya bisa didengar oleh Mirella.

"Kau tidak akan kabur lagi kali ini, kan?"

Mirella meloncat kaget, matanya membelalak menatap Bara yang sedang menatap halaman bukunya seolah tidak berkata apa-apa tadi. Pipi gadis itu memerah padam. Ia tidak berani menjawab, hanya menunduk semakin dalam, mencoba menyembunyikan senyum kecil yang tak sengaja terukir di bibirnya.

Hari itu berakhir lebih baik dari yang ia duga. Mirella berjalan pulang dengan langkah yang lebih ringan, menunggu di halte sambil memandangi langit senja yang berwarna jingga keunguan. Di sela-sela beban yang selalu ia pikul di rumah, ada momen kecil yang membuatnya merasa hidup, sejenak ia merasa seperti gadis biasa yang punya teman, punya alasan untuk tersenyum, dan mungkin... sekecil apa pun harapannya, ada seseorang yang melihat keberadaannya.

 

1
~Hartwyn_Dee~
baguusss zavian,, Viona emng kudu di gertak dikit biar ga songong...
Syakirah Dzaky
Bagus Zavian , klo perluh sebarkan aja semua Video saat dia menyiksa anakx , jadikan itu sebagai bukti , biar dia di penjara sekalian
Naufal Affiq
emosi lah aku lihat si viona ini,entah dimana lah otaknya
Lilik Juhariah
cerita kak Mae gak pernah gagal
Lilik Juhariah
naaah gitu Daddy diancam ancam balik , jangan kalah sama viona iblis itu
Anisa Dwi riona
mantap zavian
faridah ida
baguuss Zavian ...👍👍👍
Al Fatih
Nah gitu dong Daddy zavian.....,, sama si Piona mah harus tegas,, kejam dan licik
faridah ida
Zavian kamu harus lebih pintar dan lebih licik dari viona ...
Fitria Syafei
Zavian kereen 😍 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 😘
🍒WINA🍒
Bagus zavian lawan aja wanita berhati iblis itu, sangat kejam dan tega sekali sama anak kandungnya sendiri dimana hati nuraninya. Mirella sangat rapuh sekali hidupnya tidak bahagia.
zavian jangan takut sama ancaman wanita iblis itu, kasian hidupnya mirella sangat menderita. penuh tekanan dan ancaman ibunya yg gila dan stress itu🤭

daddy zavian merasa kasian dan prihatin sama mirella punya ibu sakit jiwa dan stress itu, makanya daddy zavian tidak akan membiarkan mirella menderita. akan menjaga dan melindunginya..

hanya daddy zavian dan bara sangat peduli dan perhatian sama mirella, daddy davian berangkat kerja viona pasti akan marah dan memaki-maki mirella.

viona emang gila dan stress anak kandung sendiri diperlakukan seperti anak tirinya, ibu macam apa viona itu tidak sayang dan perhatian sama mirella...

mirella sangst lemah dan tidak berdaya selali nurut ancaman viona, sabar ya mirella suatu nanti kamu berhak bahagia...

lanjut mae..
ditunggu updatenya lagi...
🍒WINA🍒: kasih pelajaran istri durhaka kamu zavian biar kapok dan jera🤭🤭🤭
total 2 replies
Ita rahmawati
akan kah zavian bertahan selsmanya
Riska Baelah
kk mae cerita ny udh bagus gini
zavian ayah tiri yg baik👍
bisa gak zavian tetap jd ayah tiri ny mirrela aja, jng nyimpang2 ke ayah tiri cinta ke ank,, emg sih cerita kk mae bnyak pria dewasa suka sama gadis kecil cinta beda usiaaaaaa jauhhh bnget ,, tp kan status ny gak ad hubungan gitu,,
kan mirrela bisa sama bara yg jg baik🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Lilik Juhariah: gak seru mbak, Krn menyimpang ini ceritanya jadi seru
total 1 replies
Ita rahmawati
ibu kandung macam setan 🤣
Ita rahmawati
lama amat Daddy Daddy sampe anakmu itu hampir pingsan LG
Ita rahmawati
kau yg bodoh viona 🤣
Ita rahmawati
hadeuh rella jgn jgn emakmu udah berubah jd setan
Ita rahmawati
mirella ih,, kamu suka bara ya 🤭
Ita rahmawati
mirella harus diajarin hal hal GK bener nih biar berani 🤣
Ita rahmawati
zavian kuat kuatin imanmu ya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!