NovelToon NovelToon
Dinding Tak Bertelinga

Dinding Tak Bertelinga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:547
Nilai: 5
Nama Author: Nukhbatul

Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.

Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.

Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?

BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Ketidakpercayaan Bu Dewi

Mendengar gosip miring mengenai suaminya dari para tetangga sekitar, tak membuatnya langsung percaya. Dia tau betul kalau suaminya itu teramat sangat mencintainya kalau kata anak jaman sekarang sih Pak Rio bucin abis dengan Bu Dewi, isterinya itu.

Bu Sekar pun begitu melihat Bu Dewi langsung menyampaikan kabar miring mengenai suaminya yang semalam abis menginap dari Bu Winda, janda semok yang masih muda yang sedang berbadan dua itu.

"Bu Dewi, tau gak kalau subuh-subuh itu ada yang melihat Pak Rio keluar dari kontrakan rumah Bu Winda". Ucap Bu Sekar dengan mengadukan berita ini langsung kepada isterinya Pak Rio.

"Masa sih Bu Sekar, tapi bagaimana mungkin suamiku selingkuh dengan wanita lain. Aku lebih percaya suamiku dibandingkan apa kata orang lain, Suami saya itu cinta mati banget sama saya lho, Bu Sekar". Sahutnya dengan rasa percaya diri mengenai suaminya itu kepada Bu Sekar.

"Terserah Bu Dewi saja deh kalau begitu, yang penting saya sudah menyampaikan kepada Bu Dewi". Ucap Bu Sekar dengan muka jengkel karena sangat ngeyel dikasih tau dengan ibu-ibu tetangga sini.

Kepindahan Bu Winda dari rumah kontrakan ini membuatkan sakit hati karena pemilik kontrakan yang bernama Pak Handoko mengusir dirinya secara halus.

Ia pun pindah ke kontrakan rumah milik temannya Pak Rio yang jauh lebih eksklusif, tenang dan nyaman. Dengan kondisi berbadan dua ia harus mempacking pakaian dan barang sendiri, Pak Rio pun membantu hanya sekedarnya saja.

Bu Dewi pun hanya melirik sinis ke arah mobil yang mengangkut barang milik Bu Winda tanpa keluar dari rumahnya, karena wanita itu suaminya sekarang jadi kena sasaran dirinya yang sering membawa lelaki untuk menginap dari rumah kontrakannya.

Bu Dewi tidak tau dibalik itu semua,.ada peran Pak Rio jug membantu Bu Winda mengenai kepindahannya. Didepan Bu Dewi, Pak Rio sangat cuek seakan tidak peduli dengan nasib yang menimpa Winda karena diusir dari rumah kontrakan ini.

Dengan dibantu oleh beberapa pria yang mengangkut barang milik Bu Winda agar kepindahannya lebih cepat selesai, Winda sudah muak dengan ibu-ibu tetangga sini yang menggosipkan dirinya yang tidak-tidak padahal dia tidak usil mulutnya.

Sore hari Pak Rio pun berpamitan akan menjenguk kerumah teman lamanya yang sedang sakit keras. Ia pun untuk menyakini istrinya memberikan pesan whatt apps berita kumpul untuk menjenguk temannya di grup alumni sekolahnya dulu.

Bu Dewi pun percaya dengan suaminya karena selama mengarungi rumah tangga dengan Pak Rio adalah seorang laki-laki yang tidak neko-neko dan sangat mencintai istrinya, Bu Dewi. Namun cinta Pak Rio kepada Bu Dewi semakin lama semakin memudar karena Bu Dewi terlalu sibuk berjualan sayur dipasar.

Bukan Pak Rio namanya kalau tidak keabisan akal untuk dapat mengelabui isterinya. Itu alasan Pak Rio saja agar bisa menemui Winda lagi dan dapat bermalam dengannya.

Tiba dikontrakan rumah Winda, Pak Rio pun segera ingin membantunya. "Eh Pak Rio, gak usah repot-repot Pak datang kesini hanya sekedar untuk membantu saya". Ucap Winda dengan wajah senang akan kebahagiaan karena kehadiran Pak Rio yang sedikit bisa membantu dirinya ini.

Pak Rio pun dalam membantu dan hanya berduaan dirinya dengan Winda, ia mengambil kesempatan agar malam kemaren dapat terulang lagi. Dengan kondisi berbadan dua membuat Winda tidak selincah seperti biasanya. Kecantikan wanita hamil memang beda dan makin mempesona.

Dengan mengeluh kecapean kaki dan badannya akhirnya Pak Rio pun bersedia memijat Winda dengan penuh penghayatan dirinya karena bisa mengelus kulit Winda yang mulus dan lembut itu. Pak Rio pun memijat Winda agar cepat terangsang agar mau diajak berhubungan intim lagi dengan dirinya.

"Aduh Badan sama kaki Winda pada pegel dan capek semua lagi, Pak Rio". keluh Winda kepada Pak Rio dengan muka meringis kesakitan.

"Sini, Nak Winda. Bapak pijit kaki dan badannya. Supaya tidak sakit dan pegal lagi". Sahut Pak Rio menawarkan dirinya atau modus untuk mendapatkan lagi tubuh Bu Winda.

Ajakan Pak Rio pun disambut hangat oleh Winda yang tak kuasa menolaknya karena ia sangat membutuhkan kebutuhan biologisnya yang sudah lama ia tidak dapatkan dari lelaki.

"Maaf Sayang eh Nak Winda, abis kejadian malam itu, Jujur Bapak tidak tidak bisa tidur membayangkan wajah cantik Nak Winda ketika sedang bercinta sangat mempesona saya". Ucapnya dengan merayu dan gombal receh kepada Winda.

"Jadi ucapan Bapak barusan itu kode atau apa tuh". Sahut Winda dengan ceplas ceplos kepada Pak Rio dengan senyum nyengir.

"Kode sekaligus ajakan saya Sayang agar kita bisa dapat mengulang lagi seperti kemarin malam". Jawab Pak Rio jujur dengan muka setengah.menahan syahwatnya karena melihat Wajah cantik Winda dan keseksian dalam dirinya itu.

Dua insan yang sedang menikmati syahwatnya malam ini pun terulang kembali dengan malam sebelumnya. Pak Rio walau sudah lansia namun tenaga dan semangatnya masih menggebu-gebu dan bergairah Mereka berdua pun tidak cepat padam pada malam ini.

Winda pun tidak memperdulikan Pak Rio yang sudah mempunyai istri, yang bisa membuat Bu Dewi sakit hati bila melihat ini. Bagi Winda, Pak Rio yang mengajak duluan untuk melakukan hal ini, bukan dirinya.

Akhirnya Winda dan Pak Rio pun melakukan hal terlarang. Kenikmatan semu yang mereka rasakan. Winda melakukan itu bukan karena cinta, harta ataupun ketampanan. Ia melakukannya atas dasar nafsunya akan kebutuhan biologisnya yang memakin menggebu-gebu.

Kebaikan Pak Rio pun bukan kebaikan yang tulus. Kebaikan dengan mengharapkan tubuh Winda yang putih dan mulus juga seksi itu. Dengan dipenuhi bulir-bulir kenikmatan mereka berdua melakukan atas dasar kesadaran bukan paksaan apalagi tekanan.

Mereka berdua pun mengabiskan waktunya sampai pagi menjelang. Dengan sisa kenikmatan yang ada tentunya Pak Rio tak ingin kehilangan momen dirinya berdua dengan Winda saja disini.Dikontrakan rumah Winda yang baru tidak ada yang mengenalinya jadi ia bisa bebas kapan saja kesini.

"Sayang terimakasih ya untuk malam ini karena kamu dengan tulus menikmati dan melayani Bapak sampai pagi menjelang*. Ucap lembut Pak Rio kepada Winda.

"Iya Pak Rio..Terimakasih juga sudah banyak membantu saya yang sedang kesusahan ini". Sahut Winda dengan senyum sumringah kepada Pak Rio.

Pak Rio yang sudah tidak muda lagi sekarang ini sedang mengalami puber kedua dengan Winda. Hal ini yang paling ditakuti oleh para isteri bila sang suami mengalami puber kedua. Karena dirinya tidak ingat akan isterinya apalagi anaknya. Begitu pun Pak Rio sekarang ini baginya memprioritaskan Winda diatas segalanya.

1
Nawa Liya
maaf ya ceritanya bikin aku mual... sampai di sini aja bacanya
Nukhbatul: Terima kasih atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!