NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Bilah energi merah darah itu mengayun turun.

Senjata tersebut membelah udara dengan suara desisan panas yang mengerikan.

Suhu di dalam gudang langsung melonjak drastis, mengancam akan memanggang apa saja yang dilewati.

Bagi Kenzo, waktu berjalan sangat lambat.

Ia bisa merasakan sengatan panas hanya beberapa sentimeter di atas keningnya.

Meskipun pergelangan tangannya retak dan napasnya tersengal, ia justru tersenyum miring.

Ia menatap lurus ke dalam bayangannya sendiri di lantai beton yang basah oleh darah.

"Azzy," bisik Kenzo pelan, suaranya penuh otoritas mutlak. "Hilangkan orang ini dari hadapanku."

Wush!

Tebasan mematikan sang Eksekutor mendadak terhenti secara paksa.

Bukan karena membentur perisai baja atau pelindung kinetik.

Ujung pedang merah itu lenyap begitu saja di udara kosong, seolah ruang di atas kepala Kenzo baru saja menelan energinya.

Mata sang Eksekutor membelalak lebar di balik topeng logamnya. "Apa—?"

Kabut hitam legam meledak dari dalam bayangan pekat di bawah tubuh Kenzo.

Hawa panas di dalam gudang seketika terisap habis, digantikan oleh suhu beku yang menusuk hingga ke tulang.

Kegelapan itu memadat dalam hitungan milidetik.

Sesosok gadis berambut acak-acakan dengan jubah hitam muncul.

Ujung jubahnya memudar menjadi kehampaan yang sunyi.

Azzy berdiri tegak di antara Kenzo dan musuhnya.

Sang Penguasa Kehampaan menatap sisa pedang energi dengan tatapan bosan.

Ia kemudian menoleh ke arah Kenzo yang terkapar di lantai.

Senyum riang khas anak kecil langsung merekah di wajah pucatnya.

"Kenzo akhirnya panggil Azzy! Kenzo mau Azzy hilangkan orang berisik ini?!" seru Azzy dengan nada kelewat gembira.

Ia sama sekali tidak memedulikan ketegangan mematikan di sekitar mereka.

Sang Eksekutor melompat mundur sejauh 5 meter secara refleks.

Insting membunuhnya berteriak kencang, memperingatkan adanya bahaya murni.

Ia tidak bisa mendeteksi energi apa pun dari gadis berjubah hitam itu.

Tidak ada hawa panas, tidak ada daya kinetik, tidak ada aliran aura.

Hanya ada jurang kosong tanpa dasar.

"Siapa kau?!" desis sang Eksekutor.

Ia kembali mengangkat tangannya.

Puluhan benang merah membara memancar dari jari-jarinya seperti cambuk.

Azzy memiringkan kepalanya, membiarkan rambut hitam kelamnya menutupi sebelah matanya yang sedalam luar ascasa.

Ia bahkan tidak melirik ke arah lawan.

Tatapannya hanya tertuju pada luka sayatan di lengan dan darah di bibir Kenzo.

Seketika, raut jenaka di wajah Azzy memudar.

Ekspresinya berubah kosong dan sangat mengerikan.

"Kau ... membuat Kenzo terluka," gumam Azzy pelan. "Kenzo milik Azzy."

Sang Eksekutor tidak menunggu lagi.

Ia menyabetkan puluhan benang energi panas itu dengan kecepatan supersonik.

Serangan itu mengarah lurus untuk memotong Azzy dan Kenzo menjadi ratusan kepingan daging.

Namun, hal mustahil terjadi di depan mata.

Saat benang-benang merah itu berada 1 jengkal dari wajah Azzy, semuanya lenyap.

Tidak ada ledakan, tidak ada benturan keras.

Energi itu menguap begitu saja ke dalam kehampaan tak kasat mata.

"I-itu tidak mungkin!" Sang Eksekutor tersentak.

Suaranya yang semula tenang kini bergetar hebat.

Ia memusatkan seluruh sisa staminanya.

Sebuah bola energi merah raksasa tercipta, siap menghancurkan seluruh area gudang.

Azzy mengangkat tangan kanannya yang pucat dengan santai.

Ia mengarahkan telapak tangannya ke arah musuh, seolah sedang menunjuk serangga kecil.

"Hilang."

Ruang di sekitar sang Eksekutor terdistorsi dengan sangat keras.

Dengungan bernada rendah bergema ke seluruh sudut gudang.

Musuh itu membuka mulutnya untuk berteriak, namun tidak ada suara yang keluar.

Dimulai dari lengan kanan, tubuh pria itu mulai terurai menjadi ketiadaan.

Daging, tulang, setelan jas mahal, hingga topeng logamnya lenyap ditelan bola kehampaan kecil di dadanya.

Ia mencoba meronta dan berlari, tetapi ruang di sekitarnya telah terkunci rapat oleh kekuatan hampa.

Dalam waktu kurang dari 3 detik, sang Eksekutor lenyap tanpa bekas.

Tidak ada jasad, tidak ada abu, bahkan tidak ada setetes darah pun yang tersisa di lantai beton.

Area tempatnya berdiri kini hanya menyisakan lantai yang terpotong setengah lingkaran dengan sangat rapi.

Bentuknya persis seperti asbak kaca di motel.

Kesunyian total menyelimuti gudang tua tersebut.

Para tawanan di dalam kurungan kaca menahan napas.

Mereka membeku dalam ketakutan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.

"Sudah Azzy hilangkan!"

Azzy memutar tubuhnya dengan cepat.

Senyum riangnya kembali mengembang seolah ia baru saja memetik bunga liar.

Ia berjongkok di sebelah Kenzo.

Matanya berbinar-binar, menuntut pujian dari sang majikan.

"Azzy hebat, kan? Kenzo senang?"

Kenzo terbatuk dan memuntahkan sedikit darah.

Ia menopang tubuhnya dengan siku kiri sambil menahan rasa sakit di pergelangan tangannya yang retak.

Matanya menatap kosong ke area yang kini bersih dari musuh.

Kekuatan musuh yang dikirim organisasi memang luar biasa.

Namun, Pelayan Platinum yang ia dapatkan dari peluang 1 banding 10000000 dalam Gacha benar-benar sebuah anomali mutlak.

Makhluk itu tidak terikat oleh aturan dunia ini.

Kenzo kini menyadari perbedaan besar antara kekuatannya saat ini dengan puncak kekuatan yang sesungguhnya.

Sebuah senyum tipis terukir di wajahnya.

Ia mengangkat tangan kirinya yang gemetar, lalu menepuk pelan kepala Azzy yang berambut acak-acakan.

"Ya. Kau hebat, Azzy. Kerja bagus," ucap Kenzo dengan napas yang masih tersengal.

Mendengar kata-kata itu, Azzy tertawa kecil dengan gembira.

Ia langsung menyandarkan kepalanya ke bahu Kenzo.

Ia menikmati kehangatan tubuh majikannya seolah pembantaian kejam tadi sama sekali bukan apa-apa.

Malam ini, Kenzo telah menguji batas kemampuannya.

Ia kini tahu kapan harus mengeluarkan kartu as terbaiknya.

Kini, musuh terkuat telah tiada.

Saatnya membersihkan sisa-sisa sarang tikus ini.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!