NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Duda Pengacara

Menikah Dengan Duda Pengacara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

"Menikahlah denganku dan jadilah istri juga ibu untuk kedua anakku!"
Apa jadinya jika pertemuan mu dengan seorang duda beranak dua bisa mengubah hidupmu dalam waktu singkat?
Itu yang dirasakan oleh Azkia Anandita Ayunindya. Gadis berusia dua puluh satu tahun. Seorang mahasiswa dari Universitas New Student Spirit, dari jurusan PG/SD.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan dua gadis kecil berhasil merubah hidupnya dalam waktu singkat. Sebab, ayah dari kedua gadis kecil itu memintanya untuk menikah dengannya.
Arkanza Abbiyya Bassam.
Seorang pengacara muda yang berusia dua puluh delapan tahun. Arkanza terkenal sebagai pengacara yang selalu berhasil menyelesaikan setiap permasalahan kliennya berkat ketelitiannya.
Karena desakan dari ibu nya, yang selalu memintanya untuk menikah dalam waktu cepat, membuat Arkanza pusing. Padahal banyak wanita yang selalu mengantri untuk menjadi istrinya, meskipun mereka tau bahwa Arkanza adalah seorang duda beranak dua.
Namun sayangnya Arkanza tidak bisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Happy reading

❄️❄️❄️

Di kampus.

Azkia baru saja selesai mengurus administrasi pembayaran yang ternyata benar sudah lunas dan sekarang dia bisa berkuliah lagi setelah hampir dua bulan tidak berkuliah. Entah bagaimana bisa Arkanza melakukannya dengan waktu cepat, Azkia tidak memikirkan hal itu. Yang terpenting dia bisa kuliah lagi setelah sekian lama. Mungkin waktunya akan terkuras dengan berbagai pekerjaan yang Arkanza berikan tapi itu lebih baik daripada ia tidak berkuliah sama sekali.

"Anandita!" Azkia berbalik kebelakang saat mendengar namanya dipanggil oleh seseorang. Azkia bisa melihat orang itu berlari pelan ke arahnya dengan bibir mengukir senyuman yang paling manis. Sementara itu Azkia menatap bingung ke arah pria itu yang tidak asing di ingatannya."Hai Anandita. Kamu tidak lupa dengan ku kan?"

"Siapa ya? maaf saya lupa."

"Temanmu, pria yang sering kamu tolong saat di bully oleh kakak kelas saat masa-masa SMA." Azkia mencoba untuk mengingat sampai satu orang terlintas di ingatannya.

"Karl Leonard?" Tanya Azkia memastikan membuat pria itu mengangguk mengiyakan."Ya apapun Karl, benarkah itu kamu?!" Tanya Azkia tidak percaya sampai menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.

Penampilan pria itu sangat berbeda dari terakhir kali mereka bertemu. Tidak ada kacamata tebal dan berbingkai klasik. Baju dimasukkan rapi ke dalam celana (sangat formal)Model rambut biasa dan jarang ditata serta Memakai tas ransel besar yang penuh buku atau barang bawaan.

"Yes, Anandita, it's me." Azkia berhambur ke dalam pelukan pria itu saat mengetahui kalau dia adalah temannya.

"Karl kemana saja kamu selama ini? Kenapa kamu menghilang tanpa kabar?!" Ucap Azkia setelah dia melepaskan pelukannya.

"Aku ikut papi ke luar negeri dan sekolah di sana. Maaf aku pergi tanpa berpamitan." Ucap Karl dengan raut bersalahnya.

"Kamu tau nggak, saat kamu pergi kami mencarimu. Kami takut terjadi sesuatu denganmu karena hari itu kamu habis di bully." Terang Azkia.

"Maaf Anandita. Hari itu aku benar-benar buru-buru karena papi harus pindah hari itu juga dan sesampainya di bandara ponsel ku hilang." Jelas Karl.

"Nggak apa-apa yang penting kamu baik-baik saja dan sekarang sudah kembali. Ailsie dan Naila pasti senang kamu datang," ucap Azkia membuat pria itu tersenyum simpul."Btw penampilanmu saat ini terlihat sangat menarik dan kamu terlihat tampan." Puji Azkia jujur membuat Karl salah tingkah dibuatnya.

"Biasa saja, sungguh tidak ada yang berubah dari ku. Aku masih sama seperti Karl yang dulu." Balas Karl tidak ingin besar kepala.

"Tapi jujur aku suka dengan penampilanmu yang sekarang."

"Benarkah?" Tanya Karl masih saja tersipu malu dengan pujian Azkia.

"Iya pasti Ailsie dan Naila akan terkejut saat tau kamu Karl." Ucap Azkia terlihat antusias dari nada ucapannya.

"Bagaimana kabar mereka, apakah mereka masih sama seperti dulu?" Tanya Karl mengikuti langkah Azkia.

"Tentu, mereka masih sama dan tidak berubah sama sekali."

"Bagaimana denganmu?" Azkia menghentikan langkahnya, kemudian dia tersenyum begitu sangat manis.

"Seperti yang kamu lihat. Aku semakin cantik dan tinggi ya walaupun tidak setinggi kamu." Jawab Azkia menyingir.

"Yes, you are so beautiful that it is hard for me to forget you." Gumam Karl samar tapi masih bisa didengar oleh Azkia hanya saja tidak terlalu jelas.

"Kamu mengatakan sesuatu?"

"Tidak ada." Jawab Karl menggeleng."Oh ya. Kamu kuliah di jurusan apa?" Tanya Azkia melanjutkan langkahnya yang di ikuti oleh Karl.

"PGSD."

"Benarkah, berarti kita sekelas. Aku juga kuliah jurusan PGSD!" Azkia agak terkejut dengan pengakuan Karl kalau dia mengambil jurusan yang sama dengannya."Padahal papi mu seorang pebisnis, kenapa kamu tidak mengambil jurusan bisinis saja?"

"Karena aku tertarik dengan jurusan itu."

"Kamu benar, itu jurusan paling menyenangkan karena kita bisa bertemu dengan anak-anak." Ucap Azkia bersemangat.

"Kamu masih sama seperti dulu, menyukai anak-anak. Kamu tidak banyak berubah."

"Ah kamu bisa saja Karl, aku hanya memiliki cita-cita." Jawab Azkia malu-malu.

Sementara di ujung koridor Azkia yang Karl sedang mengobrol dan berjalan dengan santai. Di ujung lain terdapat Ailsie dan Naila yang melihat mereka.

"Bukankah itu Azkia?" Ucap Ailsie melihat ke dua orang yang sedang berjalan beriringan.

"Yang mana?" Tanya Naila masih belum melihat karena orang-orang di koridor banyak yang berlalu lalang.

"Coba kamu lihat baik-baik, itu loh yang jalan sama pria." Naila mengikuti arah tunjukan Ailsie sampai matanya melotot saat melihat Azkia sedang berjalan beriringan dengan seorang pria asing yang baru mereka lihat.

"Kamu benar dia berjalan dengan pria asing!" Ucap Naila heboh."Apa jangan-jangan itu suaminya ya?"

"Ah masa sih, itu laki! Kayaknya bukan deh. Mereka terlihat akur berbeda sekali dengan cerita Azkia." Lanjut Ailsie.

"Daripada kita penasaran, ayo kita hampiri!" Naila bergegas berlari ke arah Azkia. Sementara Ailsie mengejarnya dari belakang.

"Naila, woy tungguin!" Pekik Ailsie membuat orang-orang melihat ke arah mereka tapi keduanya seakan tidak peduli dengan tatapan semua orang dan tetap berlari ke arah Azkia.

"Azkia berhenti!!" Pekik Naila membuat Azkia dan Karl terkejut lantas menghentikan langkah mereka dan berbalik kebelakang.

Kedua menghampiri Azkia lantas merangkul gadis itu, yang membuat Azkia kebingungan dibuatnya karena Ailsie dan Naila menghimpitnya dan membuat Azkia berdiri di tengah-tengah kedua gadis itu.

Naila melirik ke arah Karl yang hanya diam di tempatnya tanpa bertanya, setelah itu mengalihkan tatapannya ke Azkia.

"Kamu nggak cerita kalau kamu ternyata sudah akur dengan suami mu." Bisik Naila mendapatkan anggukan dari Ailsie.

"Iya, Azkia. Padahal kemarin kamu baru bercerita kalau kamu membenci itu laki. Masa hari ini malah ketahuan jalan berdua sih!" Sambung Ailsie.

Azkia yang tidak mengerti mengerutkan keningnya bingung. Dia sangat bingung dengan pertanyaan kedua orang itu.

"Apa sih maksud kalian, sungguh aku tidak mengerti?" Ucap Azkia tidak paham dengan maksud kedua sahabatnya itu.

"Itu loh, pria itu. Bukannya itu suamimu ya?" Sahut Naila sambil menoleh kebelakang menatap Karl.

Azkia yang tidak paham mulai mengerti, dia melepaskan rangkulan kedua sahabatnya itu lalu menoleh kebelakang."Oh pria ini yang kalian maksud!" Ucap Azkia sambil melangkah mendekati Karl dan berdiri disebelah pria itu. Karl yang memang tinggi membuat Azkia terlihat pendek di sebelahnya."Perkenalkan dia Karl Leonardo."

"Apa Karl?"

💧💧💧

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa kasih like, vote dan subscribe biar author makin semangat buat update lagi.

Salam manis dari author😉

1
Lisa
👍👍 Azkia..semangat yaa 💪
Lisa
Setuju Kak..Azkia harus bersikap tegas terhadap Arkanza..
Ulfa Zahra: okey kak
total 1 replies
Sak
jangan mau kalah Azkia. lanjutkan Thor
Ulfa Zahra: siap kak
total 1 replies
Lisa
😊😊👍 biar kapok tuh si Arkanza
Sak
Nggak apa-apa Vatha masih ada bunda mu di rumah..
Lisa
Kasihan banget y Vatha..punya papa model kyk gitu 🤭
Ulfa Zahra: harus banyak banyak sabar kak
total 1 replies
Lisa
Kasihan 2 anak itu..moga aj papanya mau membuka hatinya utk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!