sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27 ujian cinta Aira dan Zaki
Kini semuanya terasa begitu hangat. Aira dan Zaki kini sudah tidak bertengkar lagi. Walau kadang - kadang Zaki sering masuk kerumah sakit.
Aira begitu ikhlas dan sabar. Namun jauh di sudut hatinya ia merasa takut. Takut kehilangan Zaki . Saat ini Aira sangat mencintai Zaki.
malam ini Zaki merasa sangat bahagia. Ia memperlakukan wanita yang ia cintai dengan berbalutkan kasih sayang.
Sehingga Aira hanyut dalam bayangan Zaki. Melam itu di kamar mereka .
"Sayang, maafkan aku saat ini aku bukan tak menginginkan dirimu. Tapi aku menahan semuanya. Aku berjanji setelah aku benar-benar sehat baru aku menyentuhmu. Itu adalah kado terindah buat aku" .
"Kamu mau kan ? "
"Mas, mulai malam ini telah aku serahkan diri ini padamu. Dan kamulah pemenang milik hatiku. Aku sudah tidak menginginkan yang lain lagi selain dirimu" .
Aira pun mencium pipi Zaki .
"Cup ! "
Dan Zaki merasa sangat terkejut atas semua yang Aira lakukan dan ucapkan pada dirinya.
"Terimakasih ya sayang" .
"Doakan aku agar aku cepat sembuh dan kamu memberikan kado terindah yang kau simpan dalam dirimu".
" Amin, aku akan selalu mendoakan kamu agar kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan dariku".
Zaki pun memeluk Aira. Namun entah kenapa pelukan Zaki begitu erat. Saat Aira menyadari bahwa Zaki kembali tak sadarkan diri dalam pelukannya .
" Mas, mas, mas, kamu bangun mas jangan kayak gini dong mas. Aku mohon".
" MAS ZAKIIIII.....! "
Orang tua Zaki pun terkejut mendengar teriakkan Aira . Ibu dan Hasna pun segera berlari ke arah sumber suara .
Saat membuka pintu kamar Zaki orang tua Zaki melihat Zaki pingsan di pelukan Aira.
Mas kamu kenapa tadi kamu baik - baik saja saat kita ngobrol bersama. Tapi kini kamu pingsan lagi jangan tinggalin aku mas.
" Aira, ayo kita bawa dia kerumah sakit" .
Aira yang masih menangis.
"Iya Bu, yaudah kita berangkat sekarang" .
Aira pun masih mengenakan gamis tapi tanpa hijab dengan cepat ia meraih hijab instan miliknya.
Mobil melaju kencang membelah jalan . Hanya dalam waktu sepuluh menit Zaki pun sampai di rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Zaki langsung masuk UGD. Aira dan keluarga Zaki hanya boleh menunggu di depan pintu.
Di dalam ruangan UGD dokter berusaha untuk membuat Zaki kembali sadar. Saat Zaki sudah sadar ia melihat bahwa saat ini ia sudah berada di rumah sakit.
Saat di dalam UGD Zaki menanyakan Aira.
Anda mencari siapa pak Zaki. A---a --i--r--a--
Baiklah saya akan panggil Aira . Zaki hanya mengangguk lemah.
Dokter pun keluar dari ruangan UGD.
Ada yang bernama Aira. Aira pun berdiri. Saya Aira dok, bagaimana dengan suami saya.
Oh ibu Aira, pak Zaki memanggil anda .
Aira pun masuk ke dalam ruangan UGD.
Sesampainya di dalam air pun mengusap kepala suaminya yang terbaring lemah.
"Mas, doaku selalu menyertaimu. Aku tidak akan pernah berhenti untuk mendoakanmu . Kamu harus janji sama aku kalau kamu sehat nanti kamu akan aku berikan hadiah terindah dalam hidupku" .
"Iya sayang, kamu makin hari makin cantik aja. Kamu itu duniaku. Tapi saat ini aku hanya bisa memandangi wajahmu. Tapi aku bahagia" .
Aira terus menangis mendengar kata-kata Zaki yang sedang merayu dirinya.
"Kamu kok nangis sih sayang nanti cantik kamu ilang Lo" .
Aku harus bagaimana mas, aku telah berusaha untuk tersenyum tapi air mata ini menghalangi senyumku.
Senyum dong. Aku pengen lihat kamu senyum.
Aira berusaha untuk tersenyum tapi senyum itu berbalut air mata. Zaki yang setengah sadar pun membalas senyum Aira.
Mas, aku sangat mencintaimu. Kamu adalah matahari bagiku. Tolong terangi hidupku. Zaki hanya mengangguk. Zaki pun kembali tak sadarkan diri.
Aira pun memanggil dokter .
" Dokter, dokter, dokter, tolong suamiku dok" .
dokter pun berlari keruangan UGD . Dan saat ini Zaki mengalami koma . Air mata Aira mengalir begitu derasnya.
Ibu Hasna pun memeluk menantunya itu.
"Nak, saat ini kita hanya bisa berdoa. Hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini" .
Aira hanya menganggukkan kepalanya. Jauh di dalam hatinya ia tidak akan pernah ada orang lain yang bisa menggantikan posisi Zaki di hatinya.
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭