NovelToon NovelToon
Falling In Love With My Ex Wife

Falling In Love With My Ex Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Teen
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

kisah sepasang suami istri yang menyerah di tahun kedua pernikahan karena terlalu banyaknya pertengkaran diantara mereka.

pernikahan yang diawali dengan sebuah perjodohan antara Seraphina Anastasya dengan seorang pria dingin bernama Dikta Rey Ibrahim membuat keduanya mengalami konflik berkepanjangan dan yang diperparah oleh Dikta yang dengan sengaja tetap menjalin hubungan dengan kekasih pria itu yakni Delara Sasmita yang berujung pengkhianatan oleh Delara dengan berselingkuh dibelakang Dikta.

setelah 5 tahun, Dikta dan Sera dipertemukan kembali karena sebuah kecelakaan yang tidak disengaja oleh Sera sehingga dirinya diharuskan bertanggungjawab atas Dikta.

yuk simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hidup layaknya robot

Di lantai paling atas gedung kaca yang menjulang di kawasan bisnis Jakarta, Dikta Rey Ibrahim duduk di balik meja kerjanya yang luas.

Di hadapannya berjejer rapi botol-botol berisi cairan berwarna-warni, masing-masing menyimpan aroma khas dari berbagai penjuru dunia.

Perusahaannya, D&N Aroma Indonesia, kini menjadi salah satu perusahaan terbesar di bidang ekspor-impor bahan baku pembuatan parfum di tanah air.

Setelah bercerai dan berpisah dengan Delara, Dikta memusatkan seluruh hidupnya pada pekerjaan.

"Pak Dikta, laporan pengiriman bahan baku dari Prancis sudah masuk. Kargo akan tiba lusa," ujar sekretarisnya sambil meletakkan berkas di atas meja.

"Baik, pastikan pemeriksaan kualitas dilakukan dengan teliti. Jangan sampai ada yang cacat," jawab Dikta tegas.

"Kau boleh lanjut bekerja Meli"

Meli sektretaris Dikta pamit keluar dan tersisa Gavin disana.

"Bagaimana permasalahan di pabrik, apakah sudah bisa kau atasi Vin?"

"Sudah 80 persen bisa kita atasi pak... Mereka, para karyawan hanya ingin gaji yang layak dan HRD yang kemarin rupanya curang terhadap gaji mereka, makanya para karyawan berdemo.. Tapi saya sudah mengganti tim HRD dari kantor pusat yang langsung saya seleksi sendiri" sahut Gavin memberikan tabletnya kepada Dikta.

Kening Dikta berlipat. Pancaran matanya tak lagi bersahabat.

"Hukum mereka-mereka yang menyeleweng! Aku tidak ingin orang-orang yang curang, memakan hasil keringat orang lain hidup bebas tanpa hukuman...!" titah Dikta geram.

"Siap pak...!"

Dikta berdiri dan melangkah ke arah jendela besar yang memandang ke arah kota.

Dia memang pengusaha yang sukses tapi pria yang gagal karena melepaskan perempuan sebaik dan selembut Sera.

Dikta tersenyum tipis.

"Aku berhasil Ser... Tapi juga gagal.." lirihnya.

Perusahaan ini bukan hanya tentang kesuksesan. Ia ingin membuktikan pada Seraphina bahwa dirinya telah berubah. Bahwa ia mampu menjadi pria yang bertanggung jawab, teguh pada prinsip, dan tidak lagi mudah dibohongi.

Setiap bahan baku yang masuk ke perusahaannya ia pilih dengan sangat teliti. Minyak mawar dari Bulgaria, minyak cendana dari India, vanila dari Madagaskar, hingga jeruk nipis dari Italia. Semua dipastikan kualitasnya terbaik, layaknya niat tulus yang sedang ia bangun untuk kembali meraih hati Seraphina.

"Pak, tim pengadaan menanyakan rencana ekspor ke negara tetangga bulan depan," suara Gavin memecah lamunan Dikta.

Dikta berbalik, wajahnya kembali serius namun tetap hangat.

"Siapkan semuanya. Pastikan standar kualitas kita tetap terjaga. Kita bukan hanya menjual bahan baku, tapi menjual kepercayaan dan keindahan aroma yang tak ternilai."

Sore itu, setelah semua pekerjaan selesai, Dikta menyimpan berkas-berkasnya rapi.

...****************...

Makan malam di rumah utama masih terlihat sepi.

Dikta melangkah masuk dan disambut oleh suara hangat Gina dari arah ruang makan.

*Baru pulang Dikta? Bareng papa tidak?" tanya Gina yang masih sibuk menata meja makan.

Dikta menghampiri Gina dan mencium pipi mamanya.

"Papa tadi masih meeting dengan klien dari Itali.. Aku langsung pulang begitu kerjaan selesai"

Gina memandang wajah putranya yang semakin tirus dan mata cekung.

Tangan halus dan hangatnya mengusap lengan Dikta.

"Mandilah dulu, mama siapkan makan malam" ucapnya.

Dikta mengangguk dan berjalan menuju lantai dua dimana kamarnya berada.

Bersamaan dengan itu, Adel adiknya baru saja menuruni tangga.

"Tumben pulang awal? Biasanya larut malam bahkan nggak pulang sama sekali!" sinis Adel yang memang sejak Dikta menceraikan Sera, sikapnya tak lagi seramah dulu.

Dikta hanya mendengus tanpa menimpali ucapan Adel.

"Jangan begitu pada kakakmu..." ucap Gina memperingatkan putrinya saat Adel tiba di ruang makan.

"Habisnya aku kesal ma... Mas Dikta jahat ke kak Sera dan membiarkannya menderita sendiri... Sekarang mas Dikta harus terima karmanya...." sahut Adel kesal.

Gina menggeleng.

Diapun sebenarnya sama, cukup marah dan kesal pada sikap putranya tapi sebagai ibu, dirinya juga tak tega membenci Dikta.

Karena walau bagaimana pun, cinta memang tidak bisa dipaksa.

Dikta yang masih berdiri di besi pembatas lantai dua hanya bisa terdiam.

"Sera... Kau lihatkan, keluarga ku sungguh menyayangimu tapi entah kenapa hatiku masih belum bisa mencintaimu. Hanya sebuah penyesalan yang tersisa..." gumam Dikta.

Pria itu memang menyesal karena melapas Sera tapi hal itu juga belum bisa dikatakan cinta.

Ya, setidaknya itu yang diyakini olehnya.

bersambung...

1
Dewi Andayani
Aku mampir lagi di karyamu, ya Thor😍...
Ditunggu crazy up nya💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!