NovelToon NovelToon
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Adca_21

Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.

"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik

"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

   Alina sangat terkejut mendengar Andin tidak pernah disentuh Tio kehadiran Ezra pun karena ketidak sengajaan,kenapa dia tidak tau apa apa tentang kakak nya.

    "Tapi Alina tidak pernah mendengar cerita ini mah"

    "Mungkin karena kakak mu tidak ingin menambah pikiran mu yang sedang kuliah"

    "Tapi mamah sama papah tau masalah ini?"

    "Ya mereka baru tau saat hamil Ezra"

    Ternyata hanya dirinya saja yang tidak tau apa apa,kenapa kakak menyembunyikan sendiri kenapa Kakak tidak menceritakan nya sama aku Kenapa di pendam sendiri,Alina menyesal tidak pernah sering menghubungi kakak nya karena ia takut mengganggu kakaknya yang sudah mempunyai suami.

    "Akhirnya Tio bisa berubah sedikit sedikit pada Andin meskipun sikap nya masih dingin tapi ia lebih peduli terhadap Andin,belum semuanya terbalas tapi Andin sudah lebih dulu meninggalkan Tio.mamah kira tio tidak akan pernah membuka hatinya lagi untuk siapapun karena sering nya ia ditinggalkan,tapi baru saja mamah melihat binar cinta Dimata nya terhadap kamu seperti Tio yang dulu mamah kenal"

     "Tapi mah Alina belum bisa menerima kak Tio"

     "Kamu tidak perlu memaksakan dirimu Alina dengan kamu mau mencoba menjalin hubungan bersama Tio mamah sudah sangat senang sekali anggap saja kalian masih dalam masa pacaran"

     Dari belakang Tio memanggil manggil Alina.

    "Alina kamu dimana?"teriak Tio

    "Aku disini kak"

    "Ayo kita pulang keburu sore"

    "Mah aku pulang dulu"ucap Alina

    "Iya sayang hati hati"

    Meraka dalam perjalanan pulang menuju rumah Ezra yang Senah melihat jalan ia berceloteh dengan bahasa bayi kadang Alina juga mengajak nya bicara menunjukkan apa saja yang mereka lihat.

    Saat baru sampai dirumah Alina melihat seorang wanita cantik seperti model sedang menunggu seseorang,siapa wanita itu kenapa ada disini.

    "Hai Tio kamu dari mana saja dari tadi aku nungguin kamu disini"ucap Manda yang tak lain mantan kekasih Tio yang membuat Tio mati rasa terhadap wanita

    "Ngapain kamu disini?"

    "Kebetulan aku baru pulang dari luar negeri dan mendengar kabar meninggal nya istri kamu aku turut berbelasungkawa Tio"

    "Ya terimakasih"

    "Oh ya bagaiman kabar mu Tio"

    "Aku baik Manda, sekarang kamu tidak perlu berbasa-basi lagi kamu pergi dari sini"

    "Kenapa kamu mengusir ku Tio aku jauh jauh datang kesini untuk menghibur mu"

    "Aku tidak perlu dihibur oleh mu, sekarang kamu pergi dari sini"

    "Oke lain kali aku akan berkunjung kesini lagi sayang, sekarang aku pergi dulu"

    "Jangan pernah kamu menginjakan kaki mu kesini lagi karena aku tidak akan pernah menerima tamu seperti dirimu"

  Manda pergi dengan wajah yang memerah menahan marah,ternya dia wanita yang bisa bikin Tio dingin Alina hanya berlalu melewati Tio tidak ada penjelasan dari Tio dia langsung pergi ke kamar nya begitupun Alina ia tidak meminta penjelasan dan berlalu ke kamar Ezra.

Ini perut kenapa tiba tiba sakit gini apa aku mau datang bulan ya pantesan kemarin aku sakit duh mana sakit banget Ezra mana gak mau diem.

"Sus... Sus..."Alina memanggil sus nya Ezra

"Iya nona?"

"Apa boleh aku titip Ezra dulu perut ku kram sekali sepertinya mau datang bulan"

"Baik nyonya apa perlu saya ambilkan penghangat untuk perut"

"Gak usah sus aku mau baringan aja nanti juga kram nya merasa aku titip Ezra dulu ya"

"Baik nona"

Saat akan makan malam Tio baru ke luar dari kamar nya saat menuruni tangga melihat suasana rumah yang sepi tidak ada Alina tidak ada Ezra,mereka kemana kenapa sepi sekali.

"Bi.. Bi..."ucap tio

"Iya den ada apa?"

"Ini pada kemana kenapa rumah sepi sekali?"

"Non Alina dari sore belum ke luar dari kamar nya den,kalau den Ezra baru barusan ia tidur dan sus nya membawa nya ke kamarnya"

Kenapa Alina gak ke luar kamar apa Alina marah kenapa aku tidak menjelaskan nya malah langsung pergi ke kamar,Tio berbalik dan pergi menuju kamar Alina ia tidak ingin Alina salah paham untuk membuka hatinya saja tio susah payah meyakinkan nya.

"Alina...Alina apa kamu baik baik saja?" tidak ada sahutan, Tio langsung membuka pintu kamar Alina dan terlihat Alina sedang tidur meringkuk memegang perut nya

"Alina hey bangun kamu belum makan malam"

"Aku nanti aja kak"

"Kamu kenapa Alina?"

"Perutku sakit kak sepertinya aku mau datang bulan"

"Kalau seperti ini biasanya kamu bagaimana Alina"

"Gapapa kak cukup dengan tidur aja kak"

"Tapi kamu belum makan, sebentar aku bawakan makan malam sama kompres an perut untuk kamu"

Tidak lama kemudian Tio membawa makan malam nya,saat Tio memasuki kamar Alina ia masih belum bergerak juga tapi Tio melihat ke arah ranjang ada bercak darah mungkin darah haid Alina.

"Alina bangun sepertinya darah haid kamu tembus"

Alina langsung bangun melihat ke arah seprai yang terkena darah nya

"Ya ampun jangan dilihat kak kamu ke luar dulu"Alina langsung pergi ke kamar mandi

Bodoh kenapa kamu bisa sampai tembus seperti ini bagaimana kalau kak Tio jijik melihat nya dasar Alina kamu ceroboh sekali saat alina sudah membersihkan dirinya ia mencari pembalut nya astaga kenapa aku bisa ke habisan pembalut ini bagaimana.

"Alina Alina apa kamu baik baik saja kenapa lama sekali"Tio mengetuk pintu kamar mandi Alina karena Alina tidak ke luar juga,Alina menyembul kan kepalanya

"Kak boleh minta tolong?"

"Minta tolong apa Alina"

"Aku kehabisan pembalut kak"

"Kenapa gak bilang dari tadi Alina, sebentar sepertinya ada bekas Andin yang belum terpakai,atau kamu ada merek khusus biar aku belikan"

"Gak usah!sama aja kok"

Tidak lama Tio membawa pembalut yang Andin butuhkan dan memberikan nya pada Alina,dasar Alina kamu malu maluin aja sih saat Alina membuka kamar mandi melihat ranjang nya yang sudah bersih dan sudah terpasang seprei yang baru Alina membelalakkan matanya siapa yang gantiin.

"Kak kok seprei nya udah ganti siapa yang gantiin"

"Aku,memangnya kenapa Alina kenapa wajahmu terkejut seperti itu"

"Ihh kak emang kamu gak jijik dengan darah nya harus nya biar aku aja yang ganti kenapa harus kakak"

"Sudah duduk Alina,aku tidak jijik membersihkan nya"

"Tapi aku malu kak"Alina yang merengek seperti anak kecil itu yang membuat Tio suka karena sifatnya yang manja membuat Tio gemas sendiri

"Alina duduk jangan bikin aku ingin mengigit pipi kamu ayo duduk"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!