NovelToon NovelToon
Pak Direktur Mengejar Cintaku

Pak Direktur Mengejar Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.

Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.

Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.

Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kekecewaannya

Baru saat itu Shintia tersentak. Ia langsung mengunci layar ... Ponselnya.

Menarik napas panjang. Memaksa seluruh emosinya kembali masuk ke tempat semula.

Memaksa wajahnya tetap normal. Meski hatinya terasa seperti diremas.

"Iya, Kak?" jawabnya cepat.

Andreas memperhatikannya beberapa detik.

"Kamu kenapa?"

Deg.

Shintia tersenyum kecil.

"Tidak kenapa-kenapa."

"Yakin?"

"Iya."

Andreas masih menatapnya curiga. Namun akhirnya mengangguk.

"Kalau sudah selesai sarapan kita berangkat."

"Siap."

Jawab Shintia pelan. Ia kembali menunduk, tangannya berada di bawah meja.

Masih menggenggam ponsel erat-erat. Sampai buku-buku jarinya memutih.

Sementara di balik senyum tipis yang ia paksa tampilkan... Ada hati yang sedang hancur perlahan. Dan Andreas sama sekali tidak tahu... Bahwa rahasia yang selama ini ia sembunyikan dari adiknya akhirnya terbongkar sendiri.

Dengan cara yang paling menyakitkan.

...

Di perjalanan menuju kampus, Shintia terdiam, entah mengapa air matanya tiba-tiba hampir meluncur...

Apakah ia benar-benar sudah mencintai Raffa. Dan entah bagaimana hatinya kecewa bahkan marah. "laki-laki brengsek! Baru kenal dua hari... Tiba-tiba datang, tiba-tiba ngaku pacar sama keluargaku, bilang suka, tiba-tiba izin ke Malaysia, tahu-tahu ilang, di kabarin meninggal, gak tahunya udah kecantol cewek lain! Brengsek emang."

Di sampingnya Andreas melirik Shintia, ia menyadari adiknya tengah tak baik-baik saja... Namun Andreas belum tahu, apa penyebab Shintia berubah mood.

Terlihat Shintia menoleh ke luar jendela, tangannya nampak mengusap wajah. Andreas tak berani bertanya sebab ia sendiri juga tengah kecewa karena Sella, kekasihnya.

Tak lama Shintia tiba-tiba menoleh padanya, Andreas pun pura-pura fokus pada jalanan, ya memang harus fokus, sebab cuaca tengah hujan deras.

"kak, kayaknya besok setelah wisuda aku mau langsung ke rumah ayah dan mamah. Toh urusan kuliah aku udah selesai."

Andreas sedikit terkejut.

"Pulang?"

"Iya."

"Secepat itu?"

Shintia mengangguk pelan.

"Kan kuliah juga sudah selesai."

Andreas melirik sekilas.

"Kenapa?"

"Nggak kenapa-kenapa."

Jawaban itu terlalu cepat, terlalu singkat. Namun Andreas tidak memaksa. Kalau ada satu hal yang ia tahu tentang Shintia... Adiknya akan bercerita kalau memang sudah siap bercerita.

"Ya sudah."

"Boleh?"

"iya boleh."

Shintia mengangguk.

"Lagian udah lama gak tinggal sama Ayah dan Mamah."

Andreas tersenyum tipis.

"Iya juga."

Meski tidak tahu alasan sebenarnya, Andreas akhirnya mengiyakan.

Sementara Shintia kembali menoleh ke luar jendela. Diam-diam ia menggenggam ponselnya erat. Ia hanya ingin pergi... Menjauh sebentar.

Dari semua hal yang membuat kepalanya kacau pagi ini.

Tak lama kemudian, Mobil Andreas memasuki area parkir kampus.

"Sudah sampai."

"Iya."

Shintia membuka pintu.

"Terima kasih, Kak."

"Hati-hati."

"Iya."

Andreas memperhatikan adiknya berjalan menuju gedung kampus.

Dan semakin ia melihatnya... Semakin yakin ada sesuatu yang sedang disembunyikan Shintia.

Namun ia belum tahu apa.

...

Di dalam kelas, suasana cukup ramai.

Mahasiswa tingkat akhir sibuk mempersiapkan gladi bersih terakhir menjelang wisuda.

Biasanya Shintia akan menjadi salah satu orang paling ribut di ruangan itu. Namun kali ini berbeda.

Ia hanya duduk diam di kursinya, Tatapannya kosong. Pikirannya jauh entah ke mana.

Sampai tiba-tiba... Brak!

Seseorang menepuk mejanya.

"WOI!"

Shintia tersentak.

Tari berdiri di depannya dengan wajah kesal.

"Kaget gak?"

Biasanya Shintia pasti langsung membalas jahil.

Tapi kali ini...

"Oh."

Tari berkedip.

"Oh?"

"Iya."

Tari langsung menyipitkan mata.

"Kenapa muka kamu kayak orang habis ditilang polisi?"

Shintia hanya menggeleng.

"Nggak kenapa-kenapa."

"Boong."

"Nggak."

"Boong."

"Nggak."

Tari duduk di sebelahnya.

"Kamu sakit?"

"Nggak."

"Lapar?"

"Nggak."

"Marah?"

"Nggak."

"Jatuh cinta?"

Shintia refleks menjawab.

"Nggak hidup lagi."

Tari terdiam.

"...Hah?"

Shintia langsung sadar. Ia baru saja menjawab sesuatu yang sama sekali tidak nyambung.

 Tari memegang kedua bahunya.

"Tunggu."

"Kamu kenapa?"

"Nggak apa-apa."

"Jangan bohong."

"Nggak."

"Shintia."

"Nggak."

"Shintia!"

Tari mulai gemas. Karena sahabatnya benar-benar aneh hari ini, Biasanya kalau sedih pun masih bisa bercanda. Tapi sekarang seperti kehilangan separuh jiwanya.

"Shin."

"Hm."

"Cerita."

"Nggak ada."

"Cerita."

"Nggak."

"Cerita."

"Nggak."

"SHINTIA!"

Dan tiba-tiba... Air mata itu jatuh.

Tari langsung membeku.

Shintia menunduk, Lalu tanpa peringatan menyandarkan kepalanya ke bahu Tari. Dan menangis, Benar-benar menangis, Tari sampai panik.

"Eh?"

"Eh?!"

"WOI!"

"Kenapa?!"

Sepanjang mereka bersahabat. Tari belum pernah melihat Shintia seperti ini.

Belum pernah.

Biasanya gadis itu kuat, Tengil, Pecicilan. Bahkan saat punya masalah tetap bisa tertawa. Tapi sekarang... Ia menangis diam-diam.

Tanpa suara. Yang justru terasa jauh lebih menyakitkan.

"Shin..."

Tari mengusap punggung sahabatnya perlahan.

"Jangan bikin aku takut gini."

Namun Shintia hanya menangis, tidak menjelaskan apa pun.

...

Beberapa menit kemudian. Tari akhirnya menyeret Shintia ke kantin.

"Kita makan."

"Aku nggak lapar."

"Pokoknya makan."

Tari langsung memesan mie ayam favorit mereka.

Sedangkan Shintia hanya duduk diam. Tatapannya kosong. Mangkuk mie yang datang pun tidak disentuh.

Tari mulai khawatir.

"Sekarang cerita."

Shintia menunduk, Diam cukup lama, sampai akhirnya...

"Aku kenal seseorang."

Tari langsung fokus.

"Nah."

"Terus?"

"Kenalnya sebentar."

"Hm."

"Dia baik."

"Lalu?"

"Dia bikin aku percaya sama banyak hal."

Tari mendengarkan tanpa menyela.

"Tapi ternyata..."

Suara Shintia bergetar.

"Dia bohong."

Tari mengernyit.

"Bohong gimana?"

Shintia menggeleng.

"Aku nggak tahu."

"Tapi rasanya kayak dibohongin."

"Dan yang paling nyebelin..."

Air matanya kembali jatuh.

"Aku nggak punya hak buat marah."

Tari terdiam.

Kini ia mulai memahami. Meski belum tahu siapa orang yang dimaksud.

"Itu cowok ya?"

Shintia tidak menjawab. Namun diamnya sudah menjadi jawaban.

Tari menghela napas panjang. Lalu menggeser mangkuk mie ayam ke depan sahabatnya.

"Kalau begitu."

"Hm?"

"Makan dulu."

Shintia menatapnya bingung.

Tari menunjuk mie ayam itu.

"Soalnya cowok brengsek tetap nggak layak bikin kamu masuk rumah sakit gara-gara lupa makan."

Untuk pertama kalinya pagi itu... Sudut bibir Shintia bergerak sedikit.

Bukan senyum penuh, Namun cukup membuat Tari merasa lega. Meski ia tahu... Luka di hati sahabatnya masih jauh dari sembuh.

Beberapa menit usai mereka selesai makan, ketika Shintia tengah meminum teh hangat, Tari yang penasaran kembali bertanya.

"Shin, kalau boleh tahu... Memangnya kapan kamu kenal cowok? Perasaan selama ini kamu sama aku terus?"

Shintia meletakkan gelas tehnya, ia menghela nafas sedikit berat. "sudah ada hampir beberapa Minggu lalu, sengaja aku diam sama kamu. Tadinya aku ingin kasih kejutan ke kamu, gak tahunya malah aku yang dia kasih kejutan,"

Tari mendengarkan dengan diam.

"kejutan menyakitkan, sangat menyakitkan. Kamu tahu sendiri kan? Aku baru pertama ini kenal cowok, tapi... Sekali kenal, brengseknya nggak ada obat. Aku bodoh banget Tari, sangat bodoh."

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa knp??
Raffa tertabrak.? 🥲🥲

di tunggu updatenya ya author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuuu🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kasihan Raffa, gara-gara gosip itu, Shintia jadi salah paham🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Kasihan Raffa 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
makin seruuuu akhirnya Raffa tahu gosip hubungan nya dg Sella
tapi syg nya Shintia terlanjur marah 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Shintia salah paham...
kira² Andreas bakal cerita ke Raffa gk yaa??

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyyy quuu 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh hati nya Shintia pasti hancur banget lihat berita tersebut dan salah paham🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh akhirnya Shintia tahu dan melihat berita tersebut🥲
pasti Shintia salah paham🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Dasar Sella licik.. .
duhhh kapan Raffa sadar akan berita itu yaaa
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Jefry bener stresss bin gila...
duhhh gmn nnt reaksi nya Raffa jika tahu yaaa
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh gmn yaaa jika nnt Shintia, Andreas, Raffa tahu berita tersebut?? gagal dong rencananya Raffa 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh knp gk Raffa saja ksh langsung ke Shintia
takutnya Shintia kecewa 🥲🥲

fuhhh Sella...
kasihan Andreas punya pacar kyak Sella
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Andreas tahu Raffa masih hidup..

kira² Andreas bakal kasih tau Shintia gk yaaa??
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa cepat dong temui Shintia...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa mau di jodohkan ke Sella 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Shintia masih khawatir tuh sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Shintia kangen sama Raffa tuhhh
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa harusnya temui Shintia dong 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee ya tuh Raffa sebenarnya berarti buat shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia... Raffa itu masih hidup 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Sella ganggu Raffa mulu..

duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲

jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!