NovelToon NovelToon
Solo Reaper At The End Of The World

Solo Reaper At The End Of The World

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: RyzzNovel

Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.

Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.

Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.

Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.

Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Tower itu tidak terlihat seperti bangunan biasa. Tidak ada ornamen berlebihan, tidak ada dekorasi yang mencoba terlihat megah. Hanya sebuah menara obsidian hitam yang menjulang lurus ke langit menembus awan, seolah-olah ditancapkan paksa dari dalam bumi.

Permukaannya tidak sepenuhnya gelap. Ada urat-urat cahaya tipis berwarna putih kebiruan yang mengalir perlahan di sepanjang dindingnya seperti nadi yang berdenyut, dan di bagian puncaknya enam warna berbeda bercampur membentuk cahaya yang berputar lambat.

Tidak ada pintu yang terlihat dari luar. Hanya dinding obsidian yang tiba-tiba terbuka, mempersilakan mereka masuk.

Nate tertegun sejenak, lalu memperhatikan yang lainnya yang tampak sama bingungnya, sebelum akhirnya sistem muncul.

[Tower Sovereign]

Deskripsi:

Tower yang berdiri sebagai pusat kendali enam penguasa New World. Di dalamnya terdapat ruang pertemuan bersama, ruang pribadi masing-masing Sovereign, serta ruang kontrol utama yang hanya bisa diakses secara kolektif. Tower ini berfungsi sebagai titik teleportasi langsung ke wilayah masing-masing Sovereign maupun antar wilayah, pusat pemantauan seluruh New World, serta tempat di mana keputusan besar yang menyangkut New World dieksekusi.

Setelah membaca deskripsi itu, Nate mendengar suara Nelphy yang terdengar agak bersemangat.

"Mungkin kita harus masuk untuk tahu apa sebenarnya ini?"

Dari deskripsi sistem itu sendiri, tidak ada penyebutan bahaya apapun di dalam tower ini. Mungkin karena itulah Nelphy menyarankan untuk masuk.

"Apa ini tidak masalah? Bagaimana jika ada bahaya tersembunyi?" Rome berbicara dengan nada yang sudah muak dengan semuanya.

Mengingat pengalaman tidak masuk akal selama hampir lima hari terakhir, pria itu kini benar-benar berpikir terlalu banyak. Dia bahkan sempat memikirkan kemungkinan seekor hiu yang tiba-tiba meloncat dari tanah dan menelan mereka, membuatnya ingin segera pulang.

Pulang kemana?

"....."

"Kurasa tidak masalah. Sekalipun ada bahaya, kita serahkan saja pada Tuan Peringkat Pertama dan kabur." Nelphy tertawa geli, melirik Nate dari sudut matanya.

Sudut bibir Nate berkedut. Dia menghela napas kasar, lalu bibirnya melengkung membentuk senyuman mengejek.

"Tidak kusangka kalian akan sangat penakut sebagai pemegang peringkat global."

Tanpa ragu sedikit pun dia melangkahkan kakinya dan melewati dinding obsidian yang terbuka untuknya.

Tidak ada yang terjadi. Semuanya terkendali.

Segera Nate merasakan yang lainnya menyusul dari belakang.

"Seperti yang diharapkan dari Tuan Peringkat Pertama, sangat berani dan luar biasa!"

"....."

Mengabaikan Nelphy, Nate memeriksa interior tower itu.

Ruangan itu berbentuk heksagonal dengan satu meja bundar besar di tengahnya dan enam kursi. Materialnya terkesan dingin dan netral, tidak condong ke selera siapapun. Dindingnya transparan seperti kaca hitam yang memperlihatkan langit luar dari segala sisi. Di tengah meja, panel hologram menampilkan peta bertuliskan New World, status wilayah, dan notifikasi sistem secara bersamaan.

"Ohhh bukankah ini terasa seperti tempat pertemuan suatu organisasi misterius? Lihat, jumlah kursinya ada enam dan jumlahnya pas dengan kita!"

Loen tampak sangat bersemangat, bergerak maju dan memeriksa meja dan kursi itu dengan penuh antusias.

"Pasti akan sangat bagus kalau kita makan bersama di sini!"

Tidak ada yang merespons karena masing-masing sudah sibuk dengan pikiran mereka sendiri.

Zenith menyentuh permukaan kursi yang terbuat dari material yang tampak langka, lalu menjilat bibirnya.

"Jika aku menjual kursi ini, aku pasti akan kaya raya."

Rome mengibaskan rambutnya dan duduk di salah satu kursi dengan gaya yang sangat mencolok, ekspresinya dingin penuh kesombongan dan arogansi.

"Kursi yang pas untuk seseorang seperti aku. Berlututlah, petani."

Nelphy memainkan layar hologram di atas meja, matanya menelusuri peta yang terpampang, menunjukkan minat yang jelas. Lalu dia tertawa dengan "hee-hee-hee" yang anehnya terdengar sangat menakutkan hingga Nate yang cukup jauh pun merasa bergidik ngeri.

"Dengan ini, aku mungkin bisa mendapatkan peringkat pertama." Senyuman lebar dan rona merah di pipinya muncul bersamaan.

Nine hanya diam, duduk dengan tenang di salah satu kursi, kepalanya penuh dengan kemungkinan-kemungkinan.

'Aku penguasa? Aku akan membangun wilayahku sendiri? Kira-kira wilayah seperti apa yang bagus? Haruskah aku membuat kerajaan yang luar biasa? Haruskah aku membuat hutan fantasy? Atau pulau yang mengambang di atas lautan? Oh, mungkin sesuatu yang unik seperti tinggal di pegunungan lava?'

Mari berdoa yang terbaik agar player yang datang ke wilayah Nine akan baik-baik saja.

Sementara Nate duduk di salah satu kursi dengan ekspresi bosan yang sulit dimengerti. Pikirannya berkecamuk, tapi hanya dengan beberapa kalimat.

'Kapan aku bisa pulang? Aku ngantuk.'

Tanpa disadari mereka semua sudah duduk di kursi masing-masing, penuh dengan pemikiran yang berbeda-beda.

Lalu hologram itu bergetar, membuat mereka semua tersentak dan menatap layarnya.

[6/6 Penguasa Telah Terdeteksi]

[Pertemuan ke-1 Telah Dimulai]

"......"

Mereka berkedip dan saling menatap satu sama lain. Dengan begitu mereka menyadari bahwa tower ini adalah tempat yang akan menjadi pusat pertemuan mereka sebagai para penguasa.

Zenith meletakkan kedua sikunya di atas meja, menautkan jari-jarinya dengan wajah yang sangat serius.

"Jadi, apa yang akan kita bahas?"

Dia benar-benar tampak sangat serius.

Karena ini adalah pertama kalinya mereka mengalami sesuatu seperti ini, sangat sulit untuk memikirkan apa yang sebenarnya harus dikatakan. Sampai akhirnya seseorang menemukan topik yang tepat. Nine, dengan ekspresi netralnya yang khas.

"Bagaimana kalau kita bahas masalah wilayah ini?"

Mengikuti ucapannya, peta raksasa muncul di layar hologram, menampilkan permukaan New World yang luas. Tanah kering dan lautan yang tak berpenghuni, tidak ada makhluk hidup, tidak ada tumbuhan, sehingga bahkan yang paling tidak jeli pun bisa menyimpulkan bahwa dunia ini jelas belum layak dihuni manusia.

Nine menatap peta itu sejenak, lalu melanjutkan sambil menunjuk.

"Lihat, kita punya wilayah masing-masing yang sudah disediakan. Lalu, haruskah kita membahas aturan yang tidak boleh dilanggar?"

"Aturan?" Loen mengulangi kalimat itu sambil berpikir. Lalu dengan senyuman dia menambahkan, "Akan bagus jika tidak ada persaingan wilayah, tidak ada perang, dan konflik apapun harus diselesaikan dengan berbicara terlebih dahulu."

Berbeda dengan tubuhnya dan kekuatannya yang tampak ingin menghancurkan dunia, Loen jelas sekali adalah pria yang tidak menyukai peperangan dan menginginkan kedamaian.

Karena aturan itu memang tidak ada yang keberatan, mereka semua setuju. Maka terciptalah aturan pertama:

Konflik apapun harus diselesaikan dengan percakapan. Ketika skalanya terlalu besar, sebaiknya diselesaikan di antara penguasa tanpa melibatkan penduduk yang tinggal di wilayah kekuasaan.

Tambahan itu diberikan oleh Nelphy yang mempertimbangkan kemungkinan percakapan yang tidak selalu berhasil.

Lalu datanglah aturan kedua yang diminta Nate:

Dilarang ikut campur dalam masalah wilayah seseorang, kecuali ada izin dari penguasa yang terkait.

Aturan itu pun disetujui tanpa perdebatan. Tidak ada yang ingin urusan wilayahnya dicampuri.

Dengan begitu, aturan-aturan awal perlahan-lahan terbentuk sebagai garis start untuk dunia baru yang akan dihuni manusia.

Enam penguasa. Enam wilayah.

Masa depan tampak cukup cerah, bukan?

***

1
Pradama Okta
harusnya udah peringkat D gak sih, kan syarat dari E ke D 5600 kill
Nameless: yang dihitung monster peringkat E keatas, kalau F kebawah gak kehitung
total 1 replies
SETH
cerita nya bagus..mudah2an rajin update dan gak hiatus
blueby
bagus
Nameless: terimakasih!
total 1 replies
KayyLawrence
mampir cuyy,jujur ceritanya bagus,langsung saja terbitkan dan adaptasi jadi manhwa
tintakering
mampir, k
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!