NovelToon NovelToon
SURAT DARI BATAVIA

SURAT DARI BATAVIA

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / Fantasi / Tamat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Melalui surat-surat yang melintasi waktu 94 tahun, cinta tumbuh di antara dua orang yang tidak mungkin bersatu. Alina jatuh cinta pada keberanian Arya, dan Arya jatuh cinta pada harapan yang dibawa Alina.
​Namun, sejarah mencatat bahwa Arya dijadwalkan untuk dieksekusi mati dalam waktu tiga bulan. Alina bertekad mengubah takdir itu. Dengan pengetahuan sejarahnya, ia mencoba menuntun Arya menghindari maut. Tetapi, setiap huruf yang ia ketik untuk mengubah masa lalu, mulai mengacaukan realitas masa kini.
​Di tengah ancaman marsose Belanda di tahun 1930 dan memudarnya ingatan sejarah di tahun 2024, Alina dan Arya harus memilih: Menyelamatkan nyawa satu sama lain, atau menyelamatkan kemerdekaan bangsa yang mereka cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Surat Panggilan

4 November 1930. Pukul 09.00 waktu Batavia.

Kamar Kos Gang Kenari.

Seminggu telah berlalu sejak malam Sumpah Pemuda.

Cahaya matahari pagi yang cerah masuk melalui celah jendela, menyinari debu-debu yang menari di udara. Raden Mas Arya duduk di kursinya, menyeruput kopi tubruk yang masih mengepul. Luka di lengan kirinya sudah mulai mengering dan menutup, meski masih meninggalkan rasa nyeri tumpul setiap kali cuaca dingin.

Semangat Arya, bagaimanapun, sedang berada di puncaknya.

Dia memasukkan kertas baru ke dalam mesin tik Remington-nya. Bukan untuk menyapa Alina, tapi untuk menulis artikel bagi surat kabar Fikiran Ra'jat.

TAK. TAK. TAK.

Jari-jarinya menari lincah.

> "Tuan-tuan Kolonial yang terhormat. Kalian pikir dengan mematikan lampu, kalian bisa mematikan semangat kami? Cahaya kami bukan berasal dari gardu listrik, melainkan dari hati yang sadar akan haknya sebagai bangsa..."

>

Arya tersenyum puas membaca paragraf pembuka itu. Provokatif. Tajam. Khas jurnalis pergerakan.

Sejak Alina memberitahunya bahwa Indonesia pasti merdeka pada 1945, Arya merasa memiliki perisai tak kasat mata. Rasa takutnya hilang. Dia merasa seperti nabi yang sudah melihat tanah perjanjian. Dia menjadi lebih berani—mungkin terlalu berani—dalam tulisan-tulisannya.

Dia berhenti sejenak, melirik jam dinding. Sudah waktunya "jam kantor" Alina di masa depan.

Dia mengganti kertas artikel dengan kertas surat.

> Selamat pagi, Nona Masa Depan.

> Hari ini Batavia cerah. Saya baru saja menulis artikel yang mungkin akan membuat Van Heutz kebakaran jenggot.

> Bagaimana kabarmu di Bandung? Apakah 'musuh' di masamu sudah berhenti mengejar?

>

4 November 2024. Pukul 09.00 WIB.

Rumah Tua Dago Pakar, Bandung.

Alina tidak sedang menikmati pagi yang cerah. Dia sedang berdiri mematung di ruang tamu, memegang selembar amplop cokelat panjang dengan kop surat resmi firma hukum ternama di Jakarta: "Hadiputranto, Hadinoto & Partners" (HHP).

Di depannya, seorang kurir bermotor baru saja pergi setelah meminta tanda tangannya.

Tangan Alina gemetar saat merobek segel amplop itu. Dia mengeluarkan isinya. Sebuah surat somasi.

> PERIHAL: SOMASI PERTAMA DAN TERAKHIR

> TUNTUTAN PENGEMBALIAN ASET SEJARAH KELUARGA DE VRIES

>

Alina membaca paragraf demi paragraf dengan napas tercekat.

> ...Bahwa klien kami, Prof. Hendrik de Vries, adalah ahli waris sah dari mendiang Inspektur Hendrik Van Heutz.

> ...Bahwa berdasarkan catatan inventaris pribadi tahun 1930, sebuah mesin tik merek Remington Portable No. 3 dengan Nomor Seri NK-40992 dinyatakan hilang/dicuri dari kantor PID Batavia.

> ...Bahwa klien kami memiliki bukti visual (CCTV Museum) yang menunjukkan Saudari Alina membawa benda tersebut keluar tanpa izin prosedur yang jelas.

> ...Kami menuntut Saudari Alina untuk mengembalikan benda tersebut dalam waktu 2x24 jam ke perwakilan kami di Jakarta. Jika tidak, kami akan menempuh jalur hukum pidana atas dugaan pencurian aset sejarah dan penggelapan.

>

"Bajingan..." desis Alina. Dia meremas surat itu.

Profesor Hendrik tidak main-main. Dia tidak mengirim preman untuk mendobrak pintu lagi; dia menggunakan hukum. Dia menggunakan cara yang "beradab" tapi mematikan.

Jika polisi datang menyita mesin tik ini sebagai barang bukti curian, tamatlah riwayat Alina. Dia akan kehilangan Arya selamanya. Dan lebih parah lagi, mesin tik itu akan jatuh ke tangan Hendrik—cucu musuh bebuyutan Arya.

Alina berlari ke ruang kerja kakeknya. Dia membalik mesin tik itu, mencari nomor serinya di bagian bawah rangka besi.

Terukir kecil di sana: NK-40992.

"Sial. Dia benar," keluh Alina.

Alina segera memasukkan kertas. Dia butuh Arya. Sekarang.

> Arya! Jangan santai-santai! Kita dalam masalah besar!

> Cucu Van Heutz baru saja mengirim somasi. Dia menuntut mesin tik ini dikembalikan!

> Dia punya catatan inventaris kakeknya yang bilang mesin tik ini "DICURI" dari kantor polisi tahun 1930!

> Arya, katakan padaku... dari mana kau dapat mesin tik ini? Apa kau benar-benar mencurinya dari kantor polisi?

>

Di Batavia, Arya tersedak kopinya saat membaca tuduhan itu.

> Dicuri?! Enak saja!

> Saya ini buronan terhormat, Alina. Saya tidak mencuri.

> Saya membeli mesin tik ini dari Babah Liong di Pasar Senen dua tahun lalu. Harganya 15 Gulden. Mahal sekali waktu itu!

>

Alina memijat pelipisnya.

> Kalau begitu, mana buktinya? Mana kuitansinya?

> Aku butuh bukti legal kalau mesin ini milikmu, bukan milik Van Heutz!

> Kalau aku tidak bisa membuktikan kepemilikan yang sah, polisi di tahun 2024 akan menyitanya dalam 2 hari!

>

Arya terdiam. Kuitansi? Kertas bon dari toko kelontong di Pasar Senen dua tahun lalu? Sudah pasti jadi bungkus kacang atau hancur dimakan rayap.

> Alina... kuitansinya sudah tidak ada.

> Tapi tunggu... Van Heutz mengklaim ini miliknya? Itu licik sekali. Dia pasti memasukkan nomor seri mesin tik saya ke dalam daftar barang curian PID agar kalau saya tertangkap, dia bisa menambah hukuman saya.

> Dasar Belanda licik.

>

Alina mondar-mandir di ruangan. Dia butuh solusi logis. Hukum melawan hukum. Dokumen melawan dokumen.

> Arya, kita harus membuat bukti baru.

> Kau harus pergi ke Babah Liong sekarang. Minta dia buatkan surat jual-beli yang sah. Pakai materai tempel zaman itu kalau ada.

> Tuliskan nomor serinya: NK-40992.

> Tuliskan tanggal pembeliannya: mundur dua tahun lalu (1928).

>

Arya berpikir sejenak.

> Babah Liong orang baik. Dia pasti mau bantu. Tapi Alina... kertas itu ada di tahun 1930. Bagaimana caranya aku mengirimkannya padamu di tahun 2024?

> Mesin tik ini bisa mengirim tulisan, tapi tidak bisa mengirim benda fisik.

>

Benar. Ini masalah utamanya. Mereka bisa bertukar pikiran, tapi tidak bisa bertukar materi.

Kecuali...

Kecuali Arya menyembunyikan kertas itu di suatu tempat yang aman, kering, dan tidak tersentuh manusia selama 94 tahun, sampai Alina datang mengambilnya.

Alina memutar otaknya. Di mana tempat seperti itu di Jakarta?

Gedung yang bertahan dari revolusi, banjir, renovasi, dan modernisasi.

Museum Sejarah Jakarta (Stadhuis).

Tapi gedung itu sudah direnovasi berkali-kali. Lantainya sudah diganti. Temboknya sudah dicat ulang. Atapnya sudah diperbaiki. Di mana tempat yang tidak pernah berubah?

Tiba-tiba, Alina teringat sesuatu.

Penjara Bawah Tanah Wanita.

Di bagian belakang museum, ada penjara bawah tanah yang dulunya terendam air. Tempat itu sangat angker, lembap, dan jarang disentuh renovasi karena struktur batunya yang masif.

Tapi bukan di situ. Kertas akan hancur oleh kelembapan.

Alina ingat satu tempat lagi. Menara Pantau.

Di puncak gedung museum, ada kubah kecil dengan penunjuk arah angin. Di bawah struktur atap kayu jati yang asli dari abad ke-18, ada celah antara balok utama (soko guru) dan dinding. Tempat itu kering, tinggi, dan jarang dijamah kecuali oleh petugas pembersih sarang burung walet.

> Arya, dengarkan aku.

> Setelah kau dapat surat itu, kau harus menyusup ke Gedung Stadhuis lagi.

>

> Lagi?! Itu kandang macan, Alina! Kantornya Van Heutz!

>

> Aku tahu. Tapi itu satu-satunya gedung yang aku punya akses penuh di masa depan.

> Kau tahu menara kecil di atap gedung? Yang ada loncengnya?

>

> Ya, saya tahu. Saya pernah melihat marsose berjaga di sana.

>

> Di bawah lantai kayu menara itu, di pojok sebelah utara, ada satu papan yang paku-pakunya longgar. Aku tahu karena aku pernah hampir tersandung di sana saat inspeksi atap bulan lalu.

> Sembunyikan surat itu di bawah papan lantai itu. Bungkus dengan... apa ya yang tahan air?

>

> Kertas minyak? Atau kaleng bekas rokok besi?

>

> Kaleng besi! Sempurna. Masukkan suratnya ke dalam kaleng, lalu paku mati papan lantainya.

> Bisakah kau melakukannya?

>

Arya menghela napas panjang. Menyusup ke kantor pusat musuh hanya untuk menyembunyikan selembar kuitansi di atap? Ini misi bunuh diri yang konyol.

Tapi saat dia membayangkan Alina ketakutan di masa depan, dikejar-kejar oleh hukum karena dituduh pencuri... darah ksatria Arya mendidih. Dia tidak akan membiarkan wanitanya dituduh kriminal.

> Baik. Saya akan lakukan.

> Nanti malam gelap bulan. Saya akan memanjat lewat pohon beringin di belakang gedung.

> Siapkan linggis di tahun 2024, Nona. Karena saya akan memaku papan itu sangat kuat agar tidak ada tikus Belanda yang bisa membukanya.

>

Alina tersenyum lega, meski air matanya menetes.

> Hati-hati, Arya. Jangan tertangkap.

> Kalau kau tertangkap... mesin tik ini tidak ada gunanya lagi.

>

> Tenang saja. Saya sudah pernah lolos dari sana lewat selokan. Masa lewat atap tidak bisa?

> Tunggu kabar saya besok pagi. Jika berhasil, kau akan punya 'Surat Sakti' untuk menampar wajah Prof. Hendrik yang sombong itu.

>

Arya menarik kertas dari mesin tiknya. Dia mengambil jaket, memakai topinya, dan bergegas keluar menuju Pasar Senen.

Misi: Mendapatkan Kuitansi.

Tingkat Kesulitan: Sangat Tinggi.

Hadiah: Kehormatan Alina.

Sementara itu, di Bandung, Alina segera berkemas. Dia harus kembali ke Jakarta malam ini juga. Dia harus menyelinap masuk ke museum besok pagi-pagi buta sebelum Prof. Hendrik datang dengan polisi.

Perburuan harta karun lintas waktu dimulai.

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
tintakering
Kisah yang menarik. Mendebarkan dan cukup tegang👍
Anis Safitri
karya yg bagus beda dgn yg lain semangat buat author 💪😍
A'arisy🪻
Baru kali ini aku merinding sekujur badan selama baca cerita ini. pokok nya semangat terus buat author nya💪💪
Riana Zahrah
kurang puas sama ending nya, tapi setelah dipikir-pikir ada benarnya keputusan yg arya buat. Terima kasih untuk author karena dgn cerita ini hidup saya jadi bersejarah, hidup baik" ya author
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
yahh kok tamat sih, endingnya sad but happy. seenggaknya Alina dicintai pejuang klo kata Arya. semangat kak Tant, ditunggu karya selanjutnya 💪
tanty rahayu: makasih ka support nya
total 1 replies
R0220
huhu😢, thor cerita mu membuat ku menangis 🥹, ending yang bahagia tetapi sedih, terus kn membuat novel yang menarik Thor, semangat!! 🥹👍🏻
tanty rahayu: happy nya aku.... 😍 terima kasih ya ka support nya 😍
total 1 replies
R0220
terus kn membuat novel yang menarik , semangat!! 🥹👍🏻
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Akhir yang sempurna untuk Arya dan tak lupa memberi wasiat cinta untuk Alina.
menjalani hidup semestinya, dari berbagai peristiwa yang mendebarkan, heroik ,penuh welas asih kepada musuh bebuyutannya.
Legowo melepas rasa yang tak mungkin untuk bisa bersatu.
semoga takdir bisa mempertemukan ikatan kasih inu meski di keabadian kelak.


terimakasih thor, telah berkenan memberi suguhan novel yang begitu apik, memompa semangat, menderaikan airmata, senyum kelegaan dan keikhlasan , apa lagi yang mau di pinta : melihat yang tersayang hidup bahagia itu sdh cukup.
maturnuwun sanget thor
mengajarkan arti cinta tanpa keegoisan🙏
tanty rahayu: makasih banyak kaka buat semua support nya😍
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
mantap ya Alina
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
beneran matii ya Van hurst
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Giliran kita hai nona masa depan ,mari kita bantai hendrik van de vries.
Datang2 bawa dendam, mari kita pulang dalam kekalahan
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
semoga keduanya selamat
semoga keadaan menjadi lebih baik ,setelah van heutz tiada.
semoga ambisi cucu nya juga terkubur bersama kabar sang kakek yang telah tiada.

selanjutnya menata babak baru dalam kehidupan yang semoga saja lebih damai, aman dan tentram.

aamiin
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
waduh perang terbuka Arya vs Vanshurt
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Dendam lama kembali berkobar
satu untuk mengalahkan dan satu nya harus di kalahkan.
Memelihara rasa benci dan kesumat itu berat tuan heutz, semoga jiwamu nanti tenang disana.
ntah siapa yang akan menghembuskan nafas terakhirnya duluan,semoga dendam juga ikut terkubur bersama jasad masuk liang lahat.
"Legowo"
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wahh ketemu lagi sama musuhh bebuyutan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Tunjungan Surabaya adalah yang sekarang jadi tempat doiku cari udara segar 😄
tanty rahayu: aku ke Surabaya cuma sekali itu pun karena temen ku nikah, gak sempet jalan"
total 3 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Merinding sekaligus menetes air mata ku thor, terbayang betapa berat perjuangan penduduk Indonesia,yang tanpa pamrih memberikan segala daya upaya,jiwa raga dan materi demi tercapai nya kemerdekaan yang sekarang sudah kita nikmati hasilnya.

suasana kacau ,mencekam ,genting begitu nyata terbaca.
sukses selalu dengan karya mu thor.
kali ini adegan demi adegan yang detail memacu adrenalin pembaca, ikut larut dalam suasana yang lebih mendebarkan,betapa mereka ketakutan tapi semangat juang tetap membara dengan satu tujuan.

semoga bung miko ketika sampai Yogyakarta ,bisa selamat dari musuh bebuyutannya.
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡: sami2 thor,
jujur saja aku sangat suka novel ini,ada daya magnet tertentu yang menautkan hati
ketika mendengar lagu INDONESIA RAYA hati penuh haru ,airmata merebak, seperti merasakan kilasan peristiwa perjuangan rakyat Indonesia
penuh darah ,keringat dan air mata.


alfatihah untuk semua pejuang baik yang tertulis namanya maupun yang tidak dikenali
semoga surga menjadi balasan atas semua jasa2 nya.


merdeka 💪
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Ahh, ...aku telah mengikhlaskannya, tapi takdir berkata lain.
kegembiraan membuncah dalam dada...
haru biru serasa dalam hangat dekap mu.
airmata bahagia memuncak berderai seperti air terjun.
tangis bahagia ,dibingkai pertemuan.
andai suatu masa bisa bertemu sungguhan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terharu, definisi jodoh gai kemana untuk kali ini ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
bener ya pura-pura matii untuk kedua kalinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!