NovelToon NovelToon
Legend Of Kultivator

Legend Of Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

"Legend of kultivator" Bangkitnya tujuh penguasa langit.

"Satu dendam menyatukan mereka.Tujuh kekuatan akan mengguncang semesta".

Dunia kultivator sedang diambang perubahan besar.Pejabat korup yang dulu menghancurkan keluarga Lin mungkin merasa aman diatas singgasananya,namun mereka tidak menyadari bahwa badai sedang datang ke arah mereka.Bukan cuma satu,melainkan tujuh sosok legendaris yang dipersatukan takdir dan persahabatan.
Dipimpin oleh dua saudara sepupu yang berwajah identik,faksi baru ini muncul untuk menghakimi ketidakadilan :
• Jian Feng : Sang reinkarnasi seorang Kaisar dengan Darah Naga Dan Tinju Naga yang mampu menghancurkan langit.
•Ling Chen : Pemilik tubuh surgawi sang maestro pedang yang membelah kegelapan dengan cahaya suci.

Dibelakang mereka berdiri Lima sekutu yang tak kalah mengerikan :
• Zi Yan (Sang penawar maut)
• Xue Li & Mei'er (Duo Kegelapan)
• Shen Long & Qing Long (Naga hitam & Naga Air)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta di Atas Reruntuhan

Gua air terjun yang tadinya dipenuhi hawa membunuh dan es yang membeku, kini perlahan mulai menghangat. Sisa-sisa energi hitam yang tadi meluap dari tubuh Dewi Kehancuran—Yue Niang—menguap ke udara seperti embun yang terpapar sinar matahari. Di tengah keheningan yang canggung, Yue Niang masih bersimpuh di lantai batu yang retak, mendekap erat Anya. Isak tangisnya yang memilukan bergema di setiap sudut gua, meruntuhkan sisa-sisa wibawa sang penguasa kiamat.

"Aku... aku telah melakukan begitu banyak kesalahan, Anya," bisik Yue Niang dengan suara parau. "Kekuatan ini... kegelapan ini... ia terus membisikkan kehancuran di telingaku setiap detik."

Anya tidak melepaskan pelukannya. Tangan kecilnya mengusap rambut perak ibunya dengan lembut. Mata anehnya yang berwarna emas dan hitam tampak memancarkan kedamaian yang luar biasa. "Ibu tidak sendirian lagi. Kegelapan itu takut pada cinta, dan aku di sini untuk mencintai Ibu. Kita akan melaluinya bersama."

Zi Yan, Ling Chen, dan Qing Long hanya bisa terpaku menonton pemandangan itu. Pedang emas Ling Chen sudah kembali ke sarungnya, sementara sisik naga di lengan Qing Long perlahan menghilang. Mereka menyadari bahwa terkadang, senjata paling tajam sekalipun tidak bisa mengalahkan ketulusan seorang anak.

Namun, di tengah suasana yang sangat mengharukan itu, sebuah suara "kriuk" yang nyaring tiba-tiba memecah keheningan. Semua mata tertuju ke sudut gua. Di sana, Jian Feng sedang duduk bersila di atas batu besar, tenang-tenang saja mengunyah sisa kerupuk pedasnya seolah sedang menonton drama kolosal di barisan terdepan.

"Wah, gila... ini lebih sedih dari cerita 'Anak Durhaka' yang pernah gue baca di pasar kota," gumam Jian Feng sambil mengusap air mata imajiner dengan jarinya yang masih berlumuran bumbu kerupuk.

Zi Yan menoleh dengan tatapan tajam yang bisa menusuk jantung. "Jian Feng! Bisa tidak kau simpan dulu cemilanmu itu? Ini momen sakral!"

Jian Feng langsung berdiri tegak, melompat turun dari batu dengan gaya akrobatik yang gagal karena kakinya tersangkut jubahnya sendiri. "Eits, tenang Zi Yan! Justru karena momen ini sakral, gue punya ide yang lebih sakral lagi!"

"Ide apa? Mencari kerupuk rasa baru?" sindir Ling Chen sambil menyilangkan tangan di dada.

Jian Feng memasang wajah sangat serius, seolah sedang menyusun strategi perang tingkat tinggi. "Bukan! Kita harus mengadakan pesta! Perayaan besar-besaran! Yue Niang sudah tobat, Anya sudah ketemu ibunya, dan yang paling penting... kita semua masih hidup! Itu alasan yang lebih dari cukup buat makan besar, kan?"

Qing Long menghela napas panjang, namun bibirnya sedikit menyunggingkan senyum. "Makan besar? Di tengah hutan yang baru saja kita hancurkan ini?"

"Tenang, Naga Biru! Di bawah gunung ada desa kecil. Gue tahu di sana ada tukang kambing guling yang bumbunya meresap sampai ke tulang. Kita bawa Yue Niang dan Anya ke sana. Biar mereka tahu kalau dunia ini nggak cuma isinya pengkhianatan dan kegelapan, tapi juga ada sate ayam dan es cendol!" seru Jian Feng dengan mata berbinar-binar.

Anya melepaskan pelukan ibunya dan menatap Jian Feng dengan rasa ingin tahu. "Es cendol? Apakah itu sejenis ramuan kultivasi?"

Jian Feng tertawa terbahak-bahak. "Lebih sakti dari itu, Dek! Itu ramuan kebahagiaan duniawi!"

Yue Niang perlahan berdiri, dibantu oleh Anya. Meskipun wajahnya masih pucat, guratan amarah di dahinya sudah menghilang. Ia menatap Jian Feng dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kau manusia yang sangat aneh. Tapi... mungkin keceriaan bodohmu itulah yang membuat energi hitam di dalam diriku merasa muak dan pergi."

"Hehe, dianggap pujian deh!" sahut Jian Feng bangga.

Namun, keceriaan itu tidak membuat mereka lupa pada kenyataan. Zi Yan melangkah maju, wajah cantiknya kembali serius. "Misi kita memang berubah arah, tapi belum selesai. Kita harus memastikan bahwa sisa kekuatan kehancuran di tubuh Yue Niang benar-benar terkunci. Dan kita harus bersiap, karena entitas yang merasuki Yue Niang pasti tidak akan tinggal diam."

Yue Niang mengangguk mantap. "Benar. Aku akan menjadi sekutu kalian. Aku akan menggunakan sisa kekuatanku untuk melindungi, bukan lagi untuk menghancurkan. Saat Perang Besar itu tiba, aku akan berdiri di garis depan bersama kalian."

"Nah, itu baru mantap!" Ling Chen menepuk bahu Jian Feng. "Tapi sebelum perang, kita urus dulu urusan perut naga rakus ini. Ayo, sebelum matahari benar-benar tinggi dan tukang sate itu kehabisan stok!"

Mereka pun mulai berjalan keluar dari gua yang hancur itu. Anya berjalan di tengah, memegang tangan Yue Niang di satu sisi dan sesekali mencoba mencicipi kerupuk yang ditawarkan Jian Feng di sisi lain. Di belakang mereka, Ling Chen dan Qing Long sibuk menghitung sisa koin emas yang mereka miliki untuk membayar pesta "hajatan" mendadak itu.

Fajar menyingsing dengan warna kemerahan yang indah di ufuk timur, seolah merestui aliansi baru yang aneh namun kuat ini. Perjalanan sang Legendary of Kultivator kini memiliki babak baru: sebuah pesta sebelum badai besar yang sesungguhnya datang menerjang.

BERSAMBUNG...

1
Beruang Terbang
🔥💢💥💢🔥
Lanjjjjooootttt
Diah nation: siap update akan hadir hari ini 4 episode
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!