––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(27) Masuk TV!
Ailena duduk santai di ruang tamu sembari menonton tv ditambah camilan kerupuk unyil yang selalu dia goreng sebagai persediaan makanan.
Haikal sedang berada di tempat kerjaan nya yang masih Ailena tak ketahui pekerjaan nya apa. Ia hanya tau jika sang suami bekerja menggunakan kemeja kantoran yang rapi dan bersih.
Hingga Ailena mulai jenuh dengan tontonan tv nya yang hanya berita sepanjang acara.
"JANGAN DITUTUP DULU!!"
Ailena terdiam saat suara teriakan memekik dari layar tv, dan menghentikan gerakan Ailena yang memang berniat ingin memencet tombol merah pada remot tv.
"Haikal? Ma-masuk tv?!"
"Iya aku masuk tv, nyangka nggak? Setelah sekian lama nggak pernah ngepublikin muka, kini CEO of Keandro Grup mau memperlihatkan wajah nya yang tampan ini"
Ailena menatap tak berkedip sedikit pun ke arah tv, wajah Haikal dengan postur tubuh duduk di kursi kantoran dan kemeja dan jas hitam yang dia siapkan setiap siang benar-benar sungguh tampan.
"Tujuan saya mau di tayangkan ke tv bukan buat pansos karna perusahaan saya lagi booming, bukan! Saya Haikal Keandro mengumumkan berita tentang status saya yang sempat menjadi sayembara para kolega yang ingin menjadikan saya menantu nya.. Bahwa saya sudah menikah dengan wanita bernama Ailena Putri Marwa sejak dua bulan yang lalu.. Pernikahan kami menang tertutup dan tak banyak yang tau, tapi jika kalian yang masih ingin menjadikan saya menantu masih bersikeras kalian bisa mendatangi KUA dan cari nama saya.. Karna saya benar-benar sudah muak dengan sayembara itu"
Haikal menjelaskan dengan panjang lebar di tambah kernyitan alis tanda ia menahan kesal.
Ailena masih diam mencoba mencerna. Untuk apa? Untuk siapa? Dan bagaimana bisa Haikal melakukan nya? Apa Haikal seberpengaruh itu?
"Dan untuk Ailena.. Maaf Sayang, nanti aku ceritain di rumah ya.. Aku cuma mau bilang ke kamu.. I love you, nggak tau sejak kapan aku mulai ada rasa sama kamu, tapi aku yakin kalau kamu memang yang di takdirkan buat ku, bukti nya kita berdua mirip kata kebanyakan orang"
"Liat nih, istri ku cantik kan?" Haikal menunjukkan foto Ailena yang ada di buku nikah nya yang selalu ia bawa.
Ailena semakin melotot saat melihat wajah nya benar-benar terekspos di tv, Haikal benar-benar tak bisa di tebak.
"Setelah ini mungkin aku akan sering tayang di tv buat sekedar ungkapin perasaan ku ke kamu yang nggak bisa ku utara secara langsung, kamu dunia ku Len.. Akan jadi apa aku kalau aku nggak ketemu kamu.."
Ailena tiba-tiba meneteskan air mata yang tanpa dia sadari sudah sejak tadi siap terjun di pelupuk mata.
"Aku nangis?" gumam Ailena sembari mengusap pipi nya yang terasa basah karena air mata.
"Udah ya. Bang, udah Bang, istri ku udah nonton belum ya?"
"Udah kali"
"Nanti ku telpon deh, gila malu banget"
"Di ruang rapat lancar tanpa malu-malu, kenapa tiba-tiba jadi kayak lemper lo Kal"
"Diem deh ah, tutup saluran nya cepet!"
Blip
Tv pun mengganti saluran dengan berita lain seakan tak terjadi apa-apa.
Ailena nampak menghela nafas pelan dan berat, hati nya terasa sesak mendengar pernyataan dari Haikal yang sederhana tapi cara nya di luar nalar nya.
Drrt drrt
Ailena melirik ke arah hp nya yang tergeletak di samping nya, lalu membaca nama kontak yang menelepon.
Deg
Bukan Haikal yang menelepon, melainkan dosen pembimbing nya yang seperti nya juga sedang menonton tv juga.
"Mamp*s"
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️