Plakkk
"Kau berhutang budi seumur hidupmu! Karena kau mencuri nutrisi milik Aurora sewaktu didalam rahim Mommy mu! Hingga menyebabkan Aurora mempunyai fisik yang lemah dan selalu sakit-sakitan sedari kecil, jangan pernikahan ini bahkan nyawamu pun tak cukup untuk membayarnya!" Teriak Arga sang Ayah dari 5 bersaudara.
"Alasan itu lagi, apakah Bintang bisa mencuri! Kalian pikirkan sewaktu itu aku masih berupa segumpal darah, lalu janin yang bahkan tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri!" Sahut Bintang dengan tersenyum getir.
"Akan aku ambil semua yang telah aku berikan pada kalian dengan tanganku sendiri!!! Bahkan jikapun aku harus mati! Aku tidak akan rela membiarkan kalian menikmati hasil keringat dan kerja kerasku!" Ucap Bintang sambil
menggerakkan samurai ditangannya dengan lincah membantai seluruh keluarga Miller walaupun dirinya tahu jika dirinya telah diracun oleh Aurora.
"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Terharu
"Bintang...! Sayang... Apa kau ada yang terluka? Coba aku periksa dulu..." Axel dengan raut wajah yang sangat khawatir dan langsung memegang kedua bahu Bintang lalu menatapnya dengan teliti, setelah itu memutar tubuh Bintang ke kanan dan kekiri.
"Bintang, baik-baik saja Kak..." Sahut Bintang dengan tersenyum manis.
"Diam... Biar aku memastikan sendiri..." Ucap Axel serius hingga membuat Bintang terdiam dan pasrah.
"Hei, Axel... Apa yang kau lakukan, jika kau terus memutar-mutar Bintang seperti itu, gue jamin tidak ada 5 menit lagi, maka Bintang m akan menjadi kenapa-napa," Ucap Han dan langsung menarik tangan Axel.
"Sudah... Biar gue saja yang periksa... Lo, diem disana," Ucap Han sambil menunjuk Axel yang tampak tidak terima.
"Bintang, Baby, kau terluka tidak?" Tanya Han lembut, membuat Axel tambah cemberut.
"Bintang baik-baik saja Kak Han..." Sahut Bintang kembali mengulangi jawaban sebelumnya.
"Stop... Jangan Lo ulangi perbuatan Axel..." Ucap Narendra mendekat dan memukul bahu Han yang akan memutar tubuh Bintang.
"Little star, apa kau baik-baik saja," Tanya Narendra yang juga terlihat sangat khawatir.
"Stop... Lo melarang kita memutar tubuh Bintang, tapi Lo juga ikut-ikutan, bodoh...!" Teriak Axel langsung menarik tubuh Bintang dan langsung menyembunyikan dibalik tubuhnya.
"Lo... Lo... Jauh! Biar gue sendiri yang pastiin jika Bintang baik-baik saja... Diem disitu!" Ucap Axel sadis sambil menunjuk kedua sahabatnya yang terlihat ingin protes.
"Kita juga mau memastikan sendiri jika Bintang baik-baik saja..." Sahut Narendra sambil mencibir kelakuan Axel yang tampak posesif.
"Ini adek perempuan gue... Lo pada harus inget itu, jadi gue yang paling berhak memeriksa dan memastikannya," Sahut Axel kesal karena harus berebut perhatian Bintang dengan kedua sahabatnya itu.
"Iya... Iya... Serah Lo dah serah..." Sahut Han dan Narendra pasrah dengan wajah masam.
"Tapi, cuma gue yang bisa foto bareng berdua doang... Lo berdua enggak punya..." Ucap Narendra dengan raut wajah songongnya.
"Brengsek!" Sahut Axel dan Han bersamaan dengan wajah sewot dan Narendra yang tertawa puas.
'Akh... Ternyata begini rasanya dikhawatirkan, mereka yang tidak punya ikatan darah bisa mengkhawatirkan aku sampai seperti ini, tapi, justru keluarga kandung ku sendiri menginginkan kematian ku, sungguh miris'
'Andai saja... Tapi, sudahlah, yang penting di hidupku kali ini biarkan Bintang egois ya Tuhan, biarkan Bintang hidup untuk diri sendiri dan mereka yang menyayangi Bintang dengan tulus, sekarang merekalah keluarga Bintang yang sesungguhnya...' Ucap Bintang dengan tersenyum hangat dan mata yang mulai meneteskan liquid beningnya.
"Apa yang sedang kalian lakukan!" Terdengar suara keras dari belakang mereka yang membuat ketiga pria remaja itu membeku seketika, dan serentak menoleh pada Bintang yang telah berlinang air mata.
"Sayang... Ada apa?" Tanya Axel bertambah khawatir dan langsung memeluk tubuh mungil Bintang dan membelai kepalanya, membuat tangis Bintang semakin menjadi.
'Ini pelukan pertama dari seorang Kakak, tapi aku mendapatkan ini justru dari orang lain...' Isak Bintang yang tidak dapat mengendalikan hatinya yang terharu sekaligus bercampur pilu.
"Little star, Dear..." Narendra dan Han langsung mendekat dan tampak panik.
"Kalian!" Tampak Xavier muncul dengan wajah sangarnya.
"Lepaskan!" Ucapnya lagi yang tanpa mereka sadari sudah berdiri disamping mereka dengan diikuti Mark dibelakangnya.
Lalu, dengan sekali sentakan, Xavier berhasil menarik Bintang dari dekapan ketiga pria itu, membuat ketiganya sedikit merinding dan tidak terima.
"Kak...!" Protes mereka.
"Apa yang telah kalian lakukan, mengapa Dia sampai menangis?" Tanya Xavier sambil menunjuk Bintang yang telah berdiri disampingnya dan menatap ketiga remaja itu dengan sorot mata tajam, sekaan hanya dengan tatapan matanya saja sudah bisa mencabik tubuh ketiganya.
"Tidak kak... Kami tidak menindas dan melakukan apapun pada Bintang, sungguh?" Ucap ketiganya meyakinkan sambil menggoyang-goyangkan tangannya ke kanan dan kekiri serempak.
"Bintang tidak apa-apa, Kak Vier..." Ucap Bintang lembut dengan suara seraknya sambil tersenyum manis pada Xavier.
"Kau yakin...? Jangan membela ketiga cecunguk ini," Sahut Xavier lembut.
"Kak Vier?! Kau... Kau memanggilnya Kak Vier?!" Tanya Axel terkejut sambil menunjuk Bintang dan Xavier bergantian.
Xavier kembali menatap ketiganya, dan di wajah yang biasanya datar itu tampak mengulas senyum tipis dan raut wajah yang sombong, dengan kedua tangannya yang dimaksudkan kedalam saku celananya dan berdiri tegap.
Dan Dimata ketiga remaja itu dapat melihat jelas ekspresi sombong dan menatap mereka dengan arogan sekaligus permusuhan.
"Bintang!" Panggil ketiga protes, dan Bintang hanya menatap ketiganya dengan tidak mengerti serta tatapan bingung, dirinya seolah bertanya apa ada yang salah.
"Akh... Sudahlah... Kau memang terlalu polos." Sahut ketiganya menyerah.
"Ayo pulang..." Ucap Xavier yang tanpa sadar mengulurkan tangannya pada Bintang.
"Kak!" Teriak Axel protes.
"Akh... Kelamaan..." Ucap Xavier lalu dengan cepat menyambar tangan Bintang lalu menariknya lembut menuju ketempat dimana mobilnya sudah menunggu.
"Kau! Mengapa kau ikut juga..." Ucap Xavier saat melihat Axel yang ikut masuk kedalam mobilnya.
"Bintang..." Panggil Axel dengan raut wajah penuh permohonan.
"Em... Kak... Kak Vier, em," Ucap Bintang yang langsung terpotong dengan ucapan Xavier.
"Baiklah... Baiklah..." Sahut Xavier dan langsung membuka laptop nya