Cinta Palsu adalah hal yang amat menyakitkan dibanding apapun. Setidaknya itulah yang Lucyana rasakan. Bukan penghianatan tapi kebohongan yang di ciptakan dengan sengaja oleh orang yang paling dia sayangi.
Lucyana Shava Herman alias Lucy adalah wanita mandiri, kuat dan penuh percaya diri. Namun hidup Lucy mendadak berubah 180 derajat setelah mengetahui sebuah fakta yang di sembunyikan suami nya selama bertahun-tahun.
Apakah Lucy akan bertahan dengan pernikahan nya seteleh mengetahui fakta kelam tersebut....
Happy Reading ✨
Enjoy 💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Dada Fajar langsung mengencang. Sumpah, Fajar jadi takut akan sesuatu di depan yang mungkin sudah di rencanakan Lucy.
Mama wati menarik nafas pendek.
"Bantu Mama bangun!" Mama Wati sudah lebih tenang, namun seluruh tubuhnya masih terasa lemas seperti tak punya tulang.
Fajar tak banyak bicara, pikiran nya di penuhi ketakutan akan satu hal.
Takut Lucy tau hubungan terlarang nya dengan Ravi.
Setelah membantu Mama nya istirahat di kamar, Fajar kembali di kejutkan dengan suara histeris dari luar. Suara dua adik kembar nya. Fajar sampai menjambak rambut saking stressnya karena harus menghadapi amukan tiga perempuan sekaligus.
"Ma! Mama! Barang-barang di rumah kita pada kemana, Ma ? Sofa, Tv, Kulkas..... Semuanya hilang." Suara Rani terdengar pertama kali, lalu di ikuti Rini yang tak kalah histerisnya.
"Ada maling! Maling! Tolong.....ada rampokkk..." Rini malah berteriak maling membuat Fajar buru-buru datang dan langsung membekap mulut adik nya tersebut.
"Sssttt!! Jangan teriak-teriak maling! Nanti tetangga pada datang!" Kata Fajar sambil celingak-celinguk panik. Setelah kedua adiknya berhenti berteriak, Fajar pun bicara lagi.
"Jaga Mama. Kakak mau pergi nanti kakak balik lagi. Dan ingat! Jangan banyak tanya dulu sama Mama, biarin Mama istirahat!"
Tanpa menunggu jawaban adiknya, Fajar langsung pergi meninggalkan rumah.
Fajar akan langsung menemui Lucy. Kalau perlu dia akan sujud dikaki Lucy untuk meminta maaf. Jika benar Lucy sudah tau, Fajar akan berjanji untuk berubah dan tidak akan lagi bermain api dengan Ravi.
Sesampainya di pabrik, Lucy ternyata tidak ada. Fajar pun berusaha mencarinya kerumah sang mertua, namun satpam yang berjaga mengatakan dirumah besar itu tidak ada siapapun. Semua orang sedang pergi.
Fajar menjatuhkan kening di setir mobilnya. Dia kalut sekaligus takut.
Saat teringat sesuatu, Fajar segera mengambil ponsel nya dan membuka aplikasi hijau. Ternyata Lucy sudah memblokirnya lagi, terlihat dari tidak adanya foto profile di kontak Lucy.
"SIAL!!!" Fajar memukul stir mobil dengan kencang sampai punggungnya terhempas ke sandaran kursi.
"Bagaimana ini ??" Fajar bergumam sendiri.
Sementara Fajar kebingungan mencari Lucy, ternyata siang itu Lucy sedang menonton bioskop bersama Sher-Sha.
Ya. Sekitar pukul 2 siang saat Sher-Sha baru saja bangun dari tidurnya, Lucy segera menjemput di rumah dan mengajaknya jalan-jalan sekalian mencari camilan untuk mengganjal perut mereka sebelum waktunya makan malam nanti. Kebetulan sambil menunggu di jemput Lucy, Sher-Sha sudah makan siang dengan menu yang di masak oleh Mbok Tur.
Meski Sher-Sha tak merasakan kerinduan seperti yang Lucy rasakan padanya, tapi Lucy tak berkecil hati. Lucy terbiasa memberi perhatian dan kasih sayang kepada orang-orang yang di anggapnya 'penting'.
Setelah dua jam lebih berada di dalam bioskop, selanjutnya Lucy mengajak Sher-Sha ke sebuah cafe langganan nya.
"eh. Mbak Lucy. Selamat datang, Mbak. Mau di ruangan biasa ?" tanya manajer Cafe yang langsung sigap menyambut saat tau kalau Lucy datang.
Lucy pun tersenyum, "Iya." Jawabnya singkat.
Sher-Sha yang merasa takjub pun langsung berbisik ke Lucy, "Kamu sering kesini ?"
Lucy mengangguk pelan.
Manajer Cafe itu membawa Lucy dan Sher-Sha langsung ke ruangan VIP.
"Mau pesan sekarang, Mbak ?" tanya Manajer cafe sambil memberikan buku menu.
Ini, cafe bukan sembarang cafe. Tapi Cafe yang biasanya hanya di datangi oleh orang-orang penting. Harga makanan dan minuman nya pun di atas standar. Contoh nya secangkir kopi di cafe tersebut di jual dengan harga seratus lima puluh ribuan. Padahal di cafe biasa harga nya hanya dua puluh ribu sampai yang paling mahal hanya tujuh puluh ribuan saja.
"Saya seperti biasanya aja, ya.. Kalau kamu, Sha ?" tanya Lucy sambil meletakkan kembali buku menu diatas meja lalu melirik Sher-Sha
"One Flat White and Cookies, please." Ucap Sher-Sha lalu menutup buku menu.
Manajer itu segera mencatat pesanan.
"Mohon di tunggu sebentar." Kata manajer Cafe sambil menunduk hormat lalu undur diri.
Di dalam ruangan VIP.
"Nanti malam aku akan ke Bali." Kata Sher-Sha memberitahu Lucy.
"Bali ?"
"Ya."
"Kenapa ke Bali ?" tanya Lucy penasaran sekaligus merasa sedih. Baru bertemu setelah sekian tahun malah harus berpisah lagi.
"Aku baru dapat kabar dari Daddy, ternyata My soulmate ada di Bali, Luc. Dia baru saja membuka Beach Club di sana." Suara Sher-Sha berubah antusias.
"Oh." Jawab Lucy singkat. Terselip nada kecewa disana.
"Kok cuma Oh ? Kamu keliatan nya nggak seneng ?" Sher-Sha memicingkan mata, meminta penjelasan.
"Siapa bilang aku nggak seneng, Sha. ?! Aku seneng, kok." bohong Lucy tapi detik itu juga Sher-Sha langsung tau Lucy berbohong.
"Kenapa ? Kamu nggak suka aku ke Bali ?"
"eh...bukan, nggak gitu Sha." Sanggah Lucy sambil mengayunkan tangan ke kiri dan kanan. "Aku cuma sedih aja. Baru sebentar kita ketemu, kamu udah mau pergi lagi." Kata Lucy jujur dari hati nya.
Sher-Sha tersenyum lembut lalu menggenggam tangan Lucy yang ada di atas meja. "Sorry ya, Luc. Aku janji, nanti kalau aku udah ketemu sama calon pacar aku itu, aku akan balik kesini dan langsung kenalin dia ke kamu. Gimana ? Udah dong jangan sedih gitu.. Please..."
Pada akhirnya Lucy hanya tersenyum sambil mengangguk pasrah. Ya, mau bagaimana lagi. Tidak mungkin juga kan Lucy memaksa Sher-Sha untuk tetap tinggal.
Setelah itu, mereka pun menikmati sore hingga dua jam di cafe tersebut. Suasana nya sangat menyenangkan. Apalagi di ruangan VIP cafe tersebut sudah terdapat fasilitas karaoke. Jadi lumayan juga, mereka tidak
perlu harus ke tempat karaoke lagi.
Malam hari nya Lucy mengantar Sher-Sha dari hotel bintang lima yang dia sewa untuk mengambil koper besar miliknya sampai ke tujuan akhir sahabatnya tersebut yaitu, Bandara.
Sampai di bandara, Lucy hanya bisa mengantar sampai Sher-Sha check-in. Tempat dimana penumpang akan melakukan Check-in dan penitipan bagasi.
Lucy dan Sher-Sha saling berpelukan, lumayan lama.
"Thanks for today, Luc. I'm so happy." Kata Sher-Sha sebelum melepaskan pelukan mereka.
"Me too, Sha." Jawab Lucy.
Setelah itu Sher-Sha masuk sambil melambaikan tangan pada Lucy begitupun sebaliknya.