"Apa kau tau, sebenarnya aku adalah istri pertama Aldan, dan kau adalah madu ku Aura" ujar Vega.
Aura terkejut dengan fakta yang di berikan Kakak ipar palsunya itu, selama 2 tahun mereka hidup bersama ternyata Aura membiayai kehidupan istri pertama suaminya. aura tidak bisa membalas perkataan Vega karenya tubuhnya sangat lemah berbicara pun sangat kesulitan.
"Aura apa kau tau kenapa kamu bisa selemah ini? kamu bisa selemah ini Karen obat ini, selama 2 tahun aku memberikannya kepada mu perlahan - lahan sampai kamu mati secara perlahan. dan Seseorang yang sangat membantu ku adalah!!"
seseorang masuk ke dalam kamar aura dan itu adalah Virsa Asisten nya di perusahan ternyata dia seorang penghianat.
"Apa wanita itu sudah mati sayang?" tanya Aldan
"Dia sedang sekarat sayang" balas Vega
di detik - detik kepergiannya semua orang yang dia anggap baik muncul dan menertawakan kepergiannya.
"Tuhan beri aku kesempatan sekali saja, dan membalas semua perlakuan mereka terhadap ku....."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Aura melihat mereka dengan tatapan datar, ada rasa amarah yang mulai meluap di dalam dirinya.
Tanpa terasa air matanya keluar dengan perlahan.
"Bodo banget sih Lo, kenapa Lo nangis sih" ucap Aura sambil mengelap matanya yang hampir keluar.
Aura pun pergi, takut tangisnya pecah dan membuat dia terlihat oleh mereka.
Aura bejalan cepat keluar dari dalam restoran..
"Eh itu kaya..." gumam vior
"Kaya siapa?" tanya Aldan yang ada di sampingnya
"Kaya liat si Aura tadi" jawab vior
Aldan langsung membalikan badan nya dan mereka semua melihat ke sekitar mencari Aura.
"Mana?" panik Aldan
"Itu udah keluar" balas vior
"Mirip kali, kalo dia lihat kita pasti di langsung nyamperin. Biasanya juga gitu kan" ucap Dion
"Apa mirip doang ya" ragu vior karena dia hanya melihat dari sebelah wajahnya saja tidak full melihat seluruh wajah Aura.
"Salah liat kali ah. Jangan ngomongin dia ganggu waktu senang kita aja" ucap rianti
"Iya iya" balas vior
"Tapi dia mirip banget sama si Aura" lanjut gumam vior
"Diem ah, jangan rusak suasana di sini" ucap rianti
Vior pun hanya mengangguk mengerti dan dia langsung diam tidak membicarakan Aura lagi.
30 Menit Kemudian
Dorr.....
Dorr....
Tembakan terus terdengar di ruangan itu, di papan target ada foto satu keluarga berisi keluarga Aldan dan ada Vega di dalam nya.
Aura menembaki foto mereka dengan membabi buta, entah berpa peluru yang Aura tembak.
Dorr....
Dorr.....
Tanpa Aura sadari air mata mulai keluar dengan perlahan...
"Sebentar lagi aku akan hidup baik tanpa mu"
Dor.....
"Aku akan pergi berlibur dan aku akan kencan buta"
Dorr.....
"Aku akan melupakan orang sepertimu" lirih Aura dengan suara gemetar
Dor.....
"Aku akan bertahan....."
"Aku akan......"
"Aku akan bahagia tanpa mu......."
Brak...
Aura pun kalah dia jongkok dan memeluk kakinya sambil terisak menangis tanpa bisa dia tahan, hidup yang dia dambakan hancur..
Aura menangis tersedu - sedu menangisi kebodohannya yang dulu tanpa dia sadari dan rasa penghianat yang sangat menyakitkan itu menjalar di pikirannya.
Aura diam di posisi itu dengan berjongkok dan memeluk kakinya dengan tangis nya yang terus keluar tanpa bisa dia hentikan.
"Aku akan bahagia dan pergi dari kalian...." lirihnya dengan suara gemetar karena menangis.
1 Jam Aura Ada Di Tempat Latihan Tembak.
Aura sudah menyewa ruangan itu 24 jam, entah berpa peluru yang dia gunakan.
Dari rasa sakit menjadi rasa amarah yang meluap.
Tanpa dia sadari ada sosok laki - laki yang melihatnya dari luar kaca dengan tatapan tidak bisa di tebak.
Wajahnya dingin sulit menebak dia sedang memikirkan apa.
"Bos apa kita pergi sekarang?" tanya bawahnya
"Hemmm" jawabnya
Mereka pun langsung pergi dari sana dan meninggalkan Aura yang masih terisak menangis.
...Luka batin yang dibuat oleh siapapun itu seperti memar, di luar terlihat sembuh, tapi saat tersentuh sedikit saja masih merasa sakit....
...Proses ikhlas itu bukan satu garis lurus, ada hari kamu merasa damai, dan ada hari dimana luka itu bergema kembali. ...
...Itu Berarti bukan karena kamu gagal, tapi kamu terus mencoba dan tidak menyerah begitu saja....
...Jadi sebelum terlihat sebahagia ini, setelah badai kemarin, percayalah banyak hari - hari yang terlewat dengan babak belur.......
1 Bulan Kemudian
Wajah Aura yang sudah sangat cantik dengan tenang makan di samping Aldan.
"Kamu kenapa akhir akhir ini jadi pendiam gini?" tanya Aldan penasaran
"Emang aku kaya gini, kamu gak tau?" tanya balik Aura
"Kamu lagi pms ya ra?" tanya Vega
Namun Aura hanya menatap nya dengan tatapan tajam, membuat Vega merapatkan bibirnya tanpa dia sadari.
"Euhhh..... aku gak pernah liat kamu kaya gini, kamu kenapa?" tanya balik Aldan
"Gak kenapa - kenapa" jawab singkat Aura.
Tak.... Tak....
"Permisi Tuan" ucap Mpok Mira
"Iya ada apa Mpok?" tanya Aldan
"Maaf Tuan ini ada tagihan listrik air dan uang belanja pun sudah menipis tuan" jawab Mpok Mira
"Tagihan? Kamu belum bayar tagihan listrik, air sama uang bulanan rumah?" tanya Aldan sambil melirik ke arah Aura
"Hah ko kamu tanya aku? Kenapa aku harus bayar, kan sekarang rumah ini udah punya kamu, berarti semua tagihan rumah ini jadi urusan kamu lah" jawab Aura
Brakk.....
"Gak bisa gitu lah, itu semua harus kamu yang urus" emosi Aldan
"Kenapa aku harus yang urus, rumah ini udah jadi punya kamu jadi kamu yang harus bayar tagihan ini semua. Waktu itu aku mau ambil akte rumah agar semua keperluan rumah ini di bayar sama om Zodi kamu gak mau. Ya sekarang jadi tanggung jawab kamu lah" balas emosi Aura
"Toh aku juga gak pernah kamu kasih uang kan, jadi aku gak ada hak lagi buat bayar tagihan rumah ini" lanjut Aura.
"Ya jangan gitu lah. Kamu kan istri aku kamu juga harus bayar tagihan rumah" balas Aldan
"Heh emang kamu lupa, 3 bulan kamu tinggal di sini apa kamu pernah bayar tagihan listrik, air uang bulanan itu semua dari uang aku. Jadi kamu gak berhak ngomong kaya gitu" balas emosi Aura.
"Bayar aja kali. toh ini juga rumah udah jadi rumah kamu kan" lanjut Aura
Sambil pergi meninggalkan mereka yang masih makan di meja makan.
"Kak Aura tunggu" ucap Virsa
Aura pun berhenti dan Virsa langsung mendekat ke arahnya.
"Kak kapan aku bisa kerja? Udah 1 bulan aku belum kerja" ujar Virsa
"Kamu datang aja besok" balas dingin Aura.
Dia langsung keluar dari rumah tanpa menoleh ke belakang lagi.
Aldan terus melihat kertas tagihan yang tadi di berikan Mpok Mira, tagihan air sampai 5 juta, listrik sampai 7 juta belum uang bulanan keperluan rumah membuat dia stres.
"Kita usir aja dia dari sini. toh rumah ini juga udah punya kamu kan, nanti kita bisa jual rumah nya. Jujur aku udah gak kuat harus hidup kaya gini" ucap Vega
"Iya bang. cerai aja dia, gue juga pengen kali hidup normal punya kakak ipar dan gue juga pengen liat kakak gue bahagia" ucap Virsa
Aldan hanya diam tidak membalas ucapan Virsa dan Vega.
"Kita bicarakan nanti, aku kerja dulu" ucap Aldan langsung pergi ke kantor dengan mobilnya.
Di perjalanan Aldan hanya diam, dia masih pusing dengan tagihan dan di tambah Vega menyuruhnya untuk menceraikan Aura membuatnya lebih pusing.
"Bener gue harus segera cerai sama si Aura, kalo gak sekarang mungkin si Aura ambil lagi tu rumah" ucapnya dengan yakin.
dah tahu sibangsat tu ada dlm bilik bawa sekali yg dikehendaki oleh keluarga sibangsat sedih