NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Mantan Suamiku

Mengandung Benih Mantan Suamiku

Status: tamat
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:104.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia_Ava02

Delia Aurelie Gionardo hanya ingin mengakhiri pernikahan kontraknya dengan Devano Alessandro Henderson. Setelah satu tahun penuh sandiwara, ia datang membawa surat cerai untuk memutus semua ikatan.

Namun malam yang seharusnya menjadi perpisahan berubah jadi titik balik. Devano yang biasanya dingin mendadak kehilangan kendali, membuat Delia terjebak dalam situasi yang tak pernah ia bayangkan.

Sejak malam itu, hidup Delia berubah arah—antara rasa ingin bebas dan kenyataan bahwa Devano tak pernah benar-benar rela melepaskannya. Cinta, luka, dan rahasia yang terkuak perlahan justru menyeret Delia kembali ke sisi pria yang seharusnya ia tinggalkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia_Ava02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBMS - Bab 27 Hilang Akal

Bima berdiri sambil mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah tipis. Ia melangkah menuju rumah Delia. Dari jendela ia dapat melihat bagaimana Delia sangat mencemaskan Devano.

Bima menatap dalam-dalam wajah Delia , air matanya tak berhenti jatuh untuk pria itu. Sesuatu di dalam hati Bima bergetar, sakit, sekaligus pahit untuk diakui bahwa ada ruang yang tak pernah benar-benar bisa ia isi. Ruang itu hanya milik Devano.

Hal itu membuat Bima tersadar, jika ada sesuatu diantara mereka yang belum sepenuhnya selesai, dan Bima tak mau menjadi penghalang diantara mereka.

Dengan senyum getir, Bima akhirnya melangkah mundur.

'Mungkin memang bukan aku tempatmu pulang, Delia.' batinnya lirih, sebelum ia benar-benar meninggalkan ruangan itu.

***

Sementara itu, Delia panik. Tubuh Dev terkulai lemah didepannya. Ia terus menepuk-nepuk pipi Dev, menggenggam erat tangannya, bahkan menunduk untuk mendekatkan wajah.

"Dev... buka matamu, Dev. Kumohon... jangan buat aku takut lagi," ucapnya terisak, seolah semua dinding pertahanan yang ia bangun runtuh saat itu juga.

Tak lama, pintu ruangan terbuka. Dokter masuk bersama Liam yang tampak cemas. Mereka segera menghampiri Dev.

Delia langsung berdiri begitu dokter datang. "Dok, tolong periksa Devano sekarang.." ucap Delia sendu.

"Tenang Nona, jangan khawatir, saya akan memeriksanya sekarang," ucap sang dokter.

Delia segera mundur, memberikan ruang untuk sang dokter memeriksa Delia. Pemeriksaan berlangsung cepat tensi, nadi, dan pemeriksaan singkat lainnya.

Delia menggigit bibirnya, menahan napas setiap detik yang terasa begitu panjang. "Bagaimana keadaannya, Dok?" tanyanya penuh harap, matanya berkaca-kaca.

Dokter menurunkan stetoskopnya, lalu menghela napas panjang. "Tidak ada luka serius. Hanya kelelahan berat, dehidrasi, dan kurang asupan nutrisi. Kondisi ini wajar jika seseorang terlalu menekan dirinya sendiri tanpa memikirkan kesehatan."

Delia terdiam. Kata-kata dokter menusuk jantungnya. Dalam hatinya ia mulai bertanya-tanya, apakah ini karena Delia? Dev terus mencarinya hingga melupakan kesehatannya sendiri?

Delia kembali bersimpuh disamping tubuh pria itu. Dengan rasa kesal, ia langsung memukul dada Devano.

Dug!

"Dasar pria bodoh!" maki Delia, begitu dokter telah pergi bersama Liam.

Dev tak bergeming, wajahnya masih tenang seperti tadi, membuat Delia jadi bisa meluapkan segala kesalahannya pada Devano, perasaan yang ia pendam sendiri selama ini.

"Aku membencimu! Aku membencimu! Untuk apa kamu mencariku! Kamu sendiri yang bilang, jika kamu tidak perduli padaku! Jadi ayo bangun.." kesal Delia sambil mengusap air matanya yang terus keluar.

Ia tak habis pikir, kenapa Dev melakukan hal begitu besar untuknya, padahal selama ini saat Delia selalu disisinya, bahkan Dev tak pernah menganggapnya ada.

Tapi pukulan itu tiba-tiba berhenti ketika tangan Devano tiba-tiba menggenggamnya erat. Tatapan Delia melebar, wajahnya memerah karena merasa seolah baru saja kepergok oleh Devano.

"Kamu mau membuatku sadar, atau mati?" tanya Devano. Matanya masih terpejam, tapi tangannya tak mau melepaskan Delia, bahkan pria itu menaruhnya diatas dadanya.

Dari sana Delia dapat merasakan detak jantung Dev. Dada yang dulu bidang, kini juga telah berubah.

Perlahan Dev membuka matanya, menatap wajah Delia yang sembab. Delia langsung menarik tangannya, tapi genggaman Dev begitu erat.

"Ish! Mati saja sekalian," umpat Delia dengan ketus. Tapi mata basahnya tak bisa berbohong, jika dia benar-benar masih perduli pada Dev.

Dev tersenyum tipis, ia lebih suka melihat Delia seperti ini. Ia marah, mencacinya, kesal padanya. Itulah hal yang Devano rindukan.

"Kamu menangis untukku?" tanya Dev.

Harusnya Dev tak menanyakannya. Hal itu membuat Delia jadi sangat malu sekarang.

"Mana ada! Ak-aku.. aku menangis karena.." belum selesai bicara, tapi tiba-tiba saja satu tangan Dev menarik tengkuk Delia.

Sebelum Delia sempat menolak, Dev mendekatkan wajahnya dan menyatukan kening mereka. "Bahkan aku akan rela mati, asalkan kamu tidak meninggalkanku lagi," bisik Dev, membuat tangan Delia yang ada diatas dadanya bergetar.

"Tapi aku hanya bercan...."

"Aku serius Del, aku mencintaimu," ungkap Devano jujur.

Delia mengerjapkan matanya berkali-kali, mencoba mencerna kata-kata itu. Kata yang akhirnya Devano katakan setelah ia menyerah, kata yang selama ini seolah selalu ia pendam sendiri.

***

"Haaaarrgh....!" teriakan itu memecah kesunyian didalam sebuah apartemen.

Giselle membanting seluruh barang-barangnya seolah telah hilang kendali. Suasana benar-benar kacau. Vas bunga pecah berserakan di lantai, bantal sofa beterbangan, dan suara histeris Giselle memenuhi ruangan. Rambutnya berantakan, matanya sembab, dan napasnya memburu seakan habis berlari jauh.

"Tidak!! Tidak mungkin!!" teriaknya sambil melempar bingkai fotonya bersama Dev ke dinding hingga pecah berkeping-keping. "Aku sudah melakukan segalanya demi dia! Demi Devano! Kenapa dia tetap kembali pada perempuan itu?!"

Tangannya bergetar saat meraih gelas kristal di meja, lalu melemparkannya ke lantai dengan keras. Suara pecahan kaca seakan menambah amarah yang membakar hatinya.

Seorang pria berjas hitam, hanya berdiri dengan wajah menunduk. Ia tahu lebih baik tidak ikut campur dalam amukan Giselle. Pria itu adalah orang kepercayaannya sendiri.

"Tenang Nona, mungkin kita masih bisa melakukan cara lain," ucap pria itu lirih, berhati-hati agar tidak semakin memperkeruh suasana.

Giselle menoleh dengan mata merah menyala. "Cara apa! Aku sudah melakukan segala cara! Aku meracuni pikiran Dev agar membenci Delia, aku juga yang sudah meminta Delia untuk pergi, aku juga sudah memutus semua jaringan pelacak padanya. Dan kau biarkan dia menemukan perempuan itu!"

"Nona, saya sudah_"

"Diam!!" Giselle menunjuknya dengan tangan gemetar. "Kau pikir aku tidak bisa apa-apa lagi, Delia? Aku tidak akan diam! Jika Delia pikir dia bisa kembali dan merebut Dev dariku, maka dia salah besar! Aku akan pastikan dia menyesali hari ketika dia memutuskan kembali ke kota ini!"

Ia menunduk, menangis tersedu tapi dengan suara penuh dendam. "Tidak ada seorang pun... yang bisa merebut Devano dariku... Tidak ada!"

Pria kepercayaannya hanya menelan ludah, menahan rasa ngeri melihat tatapan wanita yang kini benar-benar seperti orang kehilangan akal.

1
Ayu Galih
lanjuut kak
ayu cantik
suka
Keysha Aurelie
Ending nya memuaskan sekali , suka aku bacanya
Terimakasih untuk cerita nya
Dev❤️Del
Keysha Aurelie
Giselle belum ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang lebih baik, cinta tak harus memiliki , mengikhlaskan membuat hati lega dari perasaan kecewa dan kegelisahan
Keysha Aurelie
bacanya udah sampai sini aja aku , aku ikut baper dengan cinta mereka , Dev kamu bersyukur masih diberi kesempatan bersama wanita dan anakmu
Keysha Aurelie: iya kak sama sama
terimakasih kembali
total 2 replies
Keysha Aurelie
baru baca kak
menarik ceritanya
Ririn Nursisminingsih
mkanya klau didekatmu jg disia2in, disakiti sekarang mnyesal kan... jg mudah luluh delia biar tau rass devan
Ririn Nursisminingsih
cewwknya kok. lemah banget.
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Shifa Burhan
novel2 kayak gini hanya menunjukan betapa munafik nya cara berfikir kalian
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja, ini jelas2 pemikiran wanita murahan
*interaksi suami dengan wanita lain kalian laknat tapi interaksi istri dengan pria lain kalian benarkan, ini jelas2 pemikiran munafik wanita
*istri jalan berduaan dengan pria lain, istri memberi harapan pada pria lain, istri berhubungan dengan pria lain, istri membela pria lain, istri mempermalukan suami didepan pria lain, istri pergi dan bahkan lebih percaya dan butuh pria lain dibanding suaminya, begitu banyak kesalahan menjijikan Delia yang kalian benarkan, ini jelas pemikiran wanita tidak bermoral
kesalahan devano kalian perjelas itu salah, tapi semua kelakukan menjijikan Delia kalian benarkan

apa2, kalian mau membela diri, INI HANYA NOVEL, JANGAN BAPER, INI HANYA HALU, KALAU TIDAK SUKA SKIP AJA

apapun alasan kalian tapi fakta ny novel ini sudah memperjelas karakter munafik kalian
Raou_Lee💕
yang sudah mampir, mohon untuk meninggalkan jejak ya...🥰🥰 komentar dari kalian adalah yang paling author tunggu..../Kiss//Kiss//Kiss/
Clarissa🌷
thor lanjut,😍
Niar Zahniar
semangat berkarya
Raou_Lee💕: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya Kaka....🤗🤗🤗
total 1 replies
ArchaBeryl
Lanjut kak🤭🤭🤭
ArchaBeryl: makasih kak🤗🤗
total 2 replies
Muchamad Ridho
ko gk ada cerita penyesalan ayahnya Giselle kak..
Dwi ratna
karyanya bagus kak
Raou_Lee💕: terimakasih banyak-banyak untuk bintang sempurnanya Kaka..../Kiss//Kiss/
total 1 replies
Ani Basiati
mksb thor
Raou_Lee💕: sama-sama Kaka..🥰🥰
total 1 replies
Atmita Gajiwi
/Determined//Kiss/
Raou_Lee💕: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya Kaka..😘😘
total 1 replies
ArchaBeryl
Karya yg sangat bagus dan gak ngebosenin,
banyak pelajaran yg bisa kita ambil dari cerita ini
terutama harus menghargai pasangan hidup kita
Raou_Lee💕: terimakasih banyak Kaka .. lope-lope youuuu sekandang kebon...🤣🤣🤣
total 1 replies
ArchaBeryl
Selamat hidup bahagia keluarga kecil Dev🤗🤗
terimakasih kak ceritanya bagus banget
akhir yg bahagia tentunya 🤭🤭🤭
Raou_Lee💕: siap kakak... di akun baru : Zhao_Xena yaaa.. terimakasih banyak 🤗🤗
total 8 replies
Raou_Lee💕
Bab selanjutnya adalah bab akhir ya teman-teman.. jadi mohon yang sudah selesai membaca ceritanya untuk memberikan bintang lima berserta ulasan terbaik kalian.. terimakasih 🙏🏻🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!