NovelToon NovelToon
Gus, Please Jangan Kejar Aku!!

Gus, Please Jangan Kejar Aku!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aqilaarumi

namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.

ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.


sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.

bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.

aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

Bab 24

" Hanif rencana kamu apa hari ini."

" Hanif mau ajak seira jalan jalan ummi.keliling pesantren."

" Padahal ummi Ingin kamu membantu Zahra dan nahla.ada sesuatu dikantor pesantren yang perlu diurus.mumpung kamu ada disini kan. Jadi tolong bantu mereka."

" Tapi ummi."

" Nggak apa apa Gus, saya nggak apa apa kok.benar kata ummi mumpung Gus ada disini."

Sebenarnya ia cukup senang dengan perintah ummi.paling tidak.untuk hari ini ia tidak akan mendengar gombalan Gus Hanif menatap seira dengan tatapan lebih dalam.

" Kamu yakin seir, tidak apa apa."

" Ia aku yakin."

" Kamu pergi saja bantu nahla dan Zahra.lagipula ummi ingin waktu berdua dengan menantu ummi ini."

Bulu kuduk seira meremang.perasaamya mendadak tidak enak.

" Ya udah kalau gitu Hanif pamit dulu ya ummi. Assalamualaikum."

" Waalaikum salam."

Kepergian Hanif menciptakan suasana yang tegang antara ummi dan seira.

Ummi berbalik kearah seira.dengan tatapan tajam.

" Kamu bisa pijit."

" Tidak ummi."

Ummi mengeleng.

" Lalu kamu bisa apa,kupas bawang tidak bisa,mijit tidak bisa,apa yang kamu bisa?"

" Kalau ummi mau dipijit,seira akan coba melakukannya."

" Baiklah."

Ummi duduk disofa sambil merentangkan kakinya,seira berjongkok menarik naik legam bajunya.

Seira mulai memijit kaki ummi.

" Yang keras seira, kalau kamu mijitnya seperti itu,nyamuk pun tidak akan mati."

Seira menarik nafas,emosinya rasanya sudah sampai keubun ubun.

Seira kembali. Mencoba kali ini lebih keras.

" Auuuuu.sakit seira kamu mau menyakiti saya!"

" Tadi aku pelan, sekarang aku pijit dengan keras ummi malah protes.kalau memang pada dasarnya ummi sudah tidak suka dengan seira semuanya akan serba salah dimata ummi." Ucap seira tanpa sadar mengeluarkan keluh kesahnya.

Dengan cepat seira menutup mulutnya karna mengatakan hal seberani itu.

Ummi menatap seira lebih dalam,lebih lama.keberanian seira cukup membuatnya tersentak kanget.

" Kamu melawan saya."

" Tidak ummi maafkan seira."

" Bagus."

" Lanjutkan pijitnya."

Seira mulai memijit sesuai dengan perintah ummi hingga ummi merasa mulai nyaman dengan jari seira.

" Ternyata kamu orangnya cepat belajar."

" Terimakasih ummi."

" Ya terus seperti itu."

Ummi mulai rileks perlahan ia menyandarkan dirinya disofa.

" Sebelum menikah dengan Hanif kamu hidup dengan siapa?"

" Dengan mami."

" Papi kamu.'?

" Papi dan mami bercerai saat seira masih kecil."

" Bercerai? Karna apa?"

" Perempuan lain."

Ummi terhenyak.ia mulai menegakkan posisi duduknya.

Ada rasa iba sekaligus rasa ingin tahu tentang kehidupan menantunya namun dengan cepat ummi menepisnya.ia kembali menyandarkan punggungnya kesofa.

" Ummi pernah lihat video kamu mabuk.kamu sering melakukannya.?"

Seira terdiam ia menatap ummi dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

" Sering ummi,tapi semenjak kejadian viral itu.sekarang tidak lagi."

" Astagfirullah."

"Apa kamu pintar mengaji seira?"

" Tidak ummi,seira hanya tahu a ba ta dza saja."

Ummi mengeleng.

" Memangnya waktu kecil mami kamu tidak menyuruh kamu mengaji."

Seira mengeleng ,ia sedih tapi tidak lagi menangis jika mengingat masa kecilnya yang dipenuhi dengan pertengkaran orang tua.

" Mami dan papi sibuk berantem jadi ngak pernah memperhatikan soal seira."

Mulut ummi terkatup ,satu hal yang ia pahami dari seorang seira Aurora ternyata dibalik skandal skandal yang selalu viral.ada luka yang ia pendam sendiri.

" Kalau boleh tahu dimana kamu bertemu dengan Hanif."

" Dilift ummi."

" Saya heran kenapa anak saya begitu kekeh ingin menikah dengan kamu.padahal saya sudah menjodohkannya dengan Zahra, perempuan yang seperti bidadari Soleh,anggun ,cantik .dan pintar memasak tapi anak saya malah memilih kamu."

Gerakan tangan seira terhenti, baginya Gus Hanif adalah laki laki yang sangat menyebalkan tapi entah kenapa hatinya terasa sakit mendengarkan hal itu.

" Apa ummi sungguh ingin menjadikan Zahra menantu ummi."

Ummi memperbaiki duduknya.

" Apa maksud mu seira."

. " Kamu mau dipoligami."?

Seira mengeleng.

"Seira sendiri tidak pernah berharap lebih dengan pernikahan ini ummi,seira sadar siapa Gus Hanif dan siapa seira.ummi benar yang pantas mendampingi Gus Hanif hanyalah sosok perempuan seperti Zahra."

Ummi tertegun, bibirnya tidak lagi berucap, rasanya senang dengan penuturan seira,tapi disisi lain ia merasakan sesuatu yang terasa janggal diulu hatinya.

" Umi aku ingin jalan jalan."

Ummi Zaenab hanya mengangguk singkat.

Seira berjalan mengelilingi pesantren peninggalan Abi Gus Hanif.

Gedung gedung dipesantren ini terlihat kumuh dengan cat yang mulai mengelupas,ada beberapa gedung yang terlihat sudah tidak layak pake tapi masih digunakan oleh para santri.

Seira kembali masuk keruangan yang dipenuhi dengan buku buku.

Dari banyaknya buku ia bisa menebak bahwa ini ruangan perpustakaan.ruangan yang hampir tidak terpakai.terlalu banyak buku lama, hingga sampul buku pun sudah terlihat usam.

"Mana ada santri yang betah menimbah ilmu dipesantren ini.jika tempatnya terlihat kumuh seperti ini."

Seira kembali berjalan mengililingi pesantren.

" Lihat deh itu istrinya Gus Hanif."

" Masya Allah cantiknya."

" Cantik sih tapi aku rasa Ning Zahra itu lebih cocok dengan Gus Hanif ilmu agamanya setara."

" Dia kan suka mabuk mabukan."

" Ia,mungkin disini saja ia memakai pakaian tertutup,jika sudah kembali ke kota kembali tuh auratnya dibuka."

Seira mengeleng.ia mempercepat langkahnya.

Hingga netranya menangkap sosok Gus Hanif yang terlihat sedang sibuk dengan Zahra dan nahla.

" Hufttt mereka memang kelihatan cocok,benar kata orang."

Seira kembali melangkah.

" Seira." Teriak Gus Hanif.

Dengan sangat terpaksa Seira menghentikan langkahnya.

" Seira sini."

Dengan terpaksa Seira menghampiri mereka yang sedang terlihat sibuk.

" Seira duduk."

" Tapi mas kita sedang berunding tentang masalah pesantren."

" Ya udah saya akan pergi."

" Seira itu istri mas nahla,dia berhak tahu apapun tentang pesantren."

" Saya akan pergi kok Gus, nahla benar saya tidak pantas duduk diantara kalian."

Dengan lembut Hanif menarik tangan seira dan mendudukanya dikursi,

Seira mengeram kesal.

" Gus sakit."

"Makanya nurut."

Nahla menghelai nafasnya.

"Baiklah,saya akan ceritakan tentang kondisi pesantren pada mas hanif.dalam satu tahun terakhir ini hampir lima puluh persen penurunan santri yang mendaftar dipesantren ini.dan masih banyak lagi yang pindah kepesantren yang katanya jauh lebih maju."

Seira melipat kedua tangannya.

" Bagaimana bisa para santri betah menimbah ilmu disini,banyak gedung yang hampir roboh,catnya sudah berjamur,buku buku di perpustakaan sudah edisi buku lama."

Semuanya serentak menoleh kearah seira.

" Kami akui pesantren kami memang kurang dalam hal itu.tapi soal pengajaran kami yakin lebih unggul dari pesantren lain."

" Itu dia masalahnya, seseorang menimbah ilmu juga butuh suasana nyaman,aman dan kondusif.jika ketiga hal itu sudah tidak bisa terpenuhi bagaimana caranya membuat santri nyaman dalam menimbah ilmu."

" Mas setuju dengan seira, pesantren ini perlu perbaikan secara menyeluruh."

" Kita mau dapat dana dari mana mas,mas kan tahu sendiri kebanyakan santri yang menimbah ilmu disini itu anak yatim.untuk membayar iuran para pengajar saja tiap bulan nahla harus memutar otak."

" Gus Hanif kan sekarang terkenal, kenapa tidak mempromosikan pesantren ini."ucap seira.

Hanif menakup kedua pipi seira dengan gemas.

" Masya Allah istriku, kenapa dari dulu saya tidak kepikiran tentang ini."

" Apaan sih Gus, lepas ngak."

Zahra menunduk, mereka terlihat begitu manis.

Nahla mulai menatap seira dengan tatapan melembut,kakak iparnya itu ternyata tidak seburuk yang ia pikirkan.

" Gus turunkan tanganmu."

" Tidak."

" Turunkan."

" Tidak."

" Kalau tidak aku tidak akan membantumu."

Dengan cepat Gus Hanif menurunkan tangannya.

" Baiklah sayangku."

Seira melempar pandangannya kesebrang arah,mengigit bibirnya karna untuk pertama kalinya ia merasakan sesuatu yang aneh saat Gus mengatakan kata sayang.

Mungkin karena Gus Hanif mengatakannya didepan Zahra atau entahlah..

\*\*\*\*\*\*

1
endah setyowati
maju, jangan menyerah Gus hanif,itulah tantangan hidup
endah setyowati
ngk tahu aja mamanya seira,kalau sebenarnya seira sudah diajak menih sama Gus hanif🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!