NovelToon NovelToon
Anta'S Diary

Anta'S Diary

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Horor / Romansa Fantasi / Matabatin / Mata Batin / Hantu / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vie Junaeni

Nyari ide itu susah, please jangan plagiat!

(Diharapkan membaca Pocong Tampan dulu baru ke Anta's Diary.)

Ratu Ananta Prayoga, gadis dengan kemampuan indigo ini selalu dikelilingi oleh para tak kasat mata.

Berbagai petualangan di dunia gaib selalu menghampirinya. Bagaimana Anta akan menjalani hidupnya yang unik bersama para sahabatnya?

Ikuti kisah catatan harian Anta di novel Anta's Diary ini ya.

Follow me, favorit, Like, dan rate bintang lima.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menolong Hantu Diki (Part 2)

Sebelum membaca, jangan lupa Votenya. Bayar tulisan Vie dengan poin kalian ya, terima kasih...

*******

Tulang belulang milik hantu Diki akhirnya ditemukan setelah melakukan penggalian lebih lanjut. Aparat kepolisian juga akan menindaklanjuti penemuan dan melakukan penyelidikan pada semua karyawan supermarket. Bos supermarket yang ternyata seorang wanita bernama Marcelina itu akan dimintai keterangan terkait penemuan tulang belulang manusia.

Keempat anak muda itu sampai di sebuah Kampung Beringin. Karena memang banyak pohon beringin yang berada di kawasan perkampungan tersebut dan pastinya, banyak juga penghuni makluk gaib yang mendiami pohon beringinnya.

"Udah mau magrib nih, serius kita ada di sini, pulang aja yuk?" Arya buka suara juga.

"Berisik kamu, lagian siapa suruh ikut kita ke sini," sahut Arga.

"Lha kan gue barengan sama Raja, otomatis kan gue ngikutin Raja."

Raja malah asik menghitung jumlah hantu yang ia temui, kini Raja mulai tak takut melihat penampakan yang bisa ia lihat.

"Om, rumah temennya di mana?" tanya Anta.

"Dikit lagi sampai," sahut hantu Diki.

"Apaan sih si Arya, bisa jauh dikit gak dari aku," ucap Arga mencoba menepis tangan Arya di lengannya.

"Kan kata Raja tadi banyak hantu, makanya gue takut, emang elo berani?" tanya Arya.

"Beuh cuma begini doang mah, ya gak berani aku," sahut Arga.

"Apaan sih Lo garing tau!"

Anta melirik ke arah Arya dan Arga sambil tersenyum, "cieee... akur nih."

"Iya dari tadi dua-duaan aja hihihi," ucap Raja menimpali.

"Nah, itu rumahnya."

Diki menunjuk sebuah rumah dengan cat dinding warna putih kusam dan sudah mengelupas. Pintu kayunya juga terlihat mengelupas di bagian permukaannya. Rumah itu tampak menyeramkan seperti tak berpenghuni.

Seorang Kakek tua keluar dari rumah tersebut dan langsung menutup pintu kembali kala melihat rombongan Anta datang menuju rumahnya.

"Kalian mau apa?" tanya si kakek.

"Selamat sore, eh udah mau malam ya, selamat sore, Kek. Saya Anta, kami datang ke sini mau bertemu dengan Om Yono, ada?" tanya Anta.

"Yono? Kamu enggak tau ya kondisi Yono seperti apa sekarang apalagi mana mungkin Yono punya temen seusia kalian," hardiknya.

"Memangnya Om Yono dimana, Kek?" tanya Anta.

Kakek itu menatap ke arah Anta dan yang lainnya dengan ragu. Arga tau kalau Kakek tersebut ketakutan, lalu dia hampiri kakek tersebut dan mengajaknya untuk berbincang. Seorang perempuan yang mengenakan daster sedang menggendong seorang anak kecil.

"Siapa, Pak?" tanyanya pada si kakek.

"Ini katanya mau cari suamimu, Ti," ucap si kakek.

"Kalian mau cari Mas Yono, memangnya ada perlu apa?" tanya Ibu muda itu.

"Ini istrinya Yono, Nta. Namanya Ranti," Diki berbisik di samping Anta.

"Halo, Tante Ranti, nama saya Anta, dan ini adik Anta namanya Raja, serta ini kawan-kawan saya, Arya dan Arga."

"Hubungannya dengan Mas Yono apa ya, setau saya dia gak pernah cerita punya teman seukuran kalian," ucap wanita bernama Ranti itu.

"Kami gak ada hubungan apa-apa, beneran Tante sumpah deh, kita kesini cuma mau sampein amanat dari Om Diki," sahut Anta.

"Diki? Kalian tau gak Diki itu siapa, Diki itu sudah meninggal," ucapnya lalu menyerahkan sang anak berusia dua tahun itu di pangkuan si kakek.

"Nah, karena itu kita mau sampaikan amanat Om Diki, Tante."

"Iya, Tante, tadi tulang belulang Om Diki sudah diketemukan di kebun kosong belakang supermarket. Diduga Bos supermarket terlibat karena menyembunyikan jasad Diki," sahut Arga.

"Lalu, amanat apa yang ingin disampaikan Diki?" tanya wanita itu.

Sementara si Kakek dan Raja sudah duduk berdampingan sembari memakan kacang rebus yang sudah tersedia di atas meja. Mereka menyimak pembicaraan ketiga orang tersebut. Arya ikut duduk di lantai samping kursi tempat kakek itu duduk. Dia menyimak sembari menggoda si balita perempuan itu dengan gemas.

"Om Diki bilang, dia mau Om Yono jangan menyalahkan dirinya karena Om Diki tau kematian dia hanyalah sebuah kecelakaan," ucap Anta.

"Kalian bercanda, kan? Bagaimana bisa kalian bertemu dengan Diki, sedangkan ia sudah meninggal?"

Anta segera meraih tangan si wanita bernama Ranti itu dan berkonsentrasi memperlihatkan sosok hantu Diki ke arahnya.

Brug!

Ranti jatuh ke lantai tak sadarkan diri saat melihat hantu Diki yang menyeramkan.

"Ih si Anta ya, kalau mau nunjukin hantu bilang dong jadi aku kan bisa siap-siap pegangan Tantenya," seru Arga.

"Ya maaf, Anta lupa. Lagian Om Diki bukannya mode cakep gitu biar gak nyeremin banget, duh Anta kangen Pak Herdi nih yang suka training hantu baru," ucap Anta.

"Kok bawa-bawa ayah gue, sih?" sahut Arya.

"Emang nama Pak Herdi cuma ayah kamu doang, huh!" ketus Anta.

"Ini, ada apa dengan anak saya?" tanya si Kakek yang menyerahkan balita perempuan itu pada Arya. Bocah laki-laki itu kebingungan tapi ia segera menghampiri Raja untuk membuat balita perempuan itu nyaman dan tak menangis.

"Pingsan, Kek. Kamar Tante di mana ya mau kita bopong ke kasur," ucap Anta.

Kakek itu lalu menunjukkan kamar Ranti dan mempersilahkan Anta dan Arga membawa tubuh Ranti ke atas ranjang. Kebetulan Anta melihat botol berisi minyak kayu putih untuk membangunkan Ranti saat itu. Ketika Ranti sadar ia segera memeluk Anta ketakutan.

"Gak apa, Tante. Om Diki itu hantu baik udah jinak," ucap Anta yang mendapati Diki langsung bertolak pinggang.

"Memangnya aku binatang buas apa udah jinak?" keluh Diki.

...******...

To be continue...

Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.

- Pocong Tampan

- With Ghost

- 9 Lives

- Kakakku Cinta Pertamaku

- Forced To Love

- Diculik Cinta

Vie Love You All...😘😘😘

Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE...!!!

1
good reader
🥰
Hati Yang Terkilan
Ceritanya Mantappppp sekali...meski ada rada² bikin greget sama bikin kesel pas si Mey Pelet si Arya...Tapi tetap mantap banget tu ceritanya... Pokonya Terbaikkkkkkkk👍👍👍👍👍👍👍

Salam Asli Sabahan.Malaysia😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰
Riska Aulia
Luar biasa
Hati Yang Terkilan
seremmm
Hati Yang Terkilan
kan.....Hajar trossss
Hati Yang Terkilan
wahhh pasti bu Nina Mau balas dendam ni...asekkkkk
Hati Yang Terkilan
suda ku duga...pasti begitu niat si Ratu Sanca
Hati Yang Terkilan
ciecieeee ada yg kegeerann tu
Hati Yang Terkilan
buahhhhhhhhahaha
Een Hendriyati
🌹💐seru seru ceritanya saya suka terimalasih kak vie
Hati Yang Terkilan
bener tu 😝🤣😂😂🤣🤣
Hati Yang Terkilan
kasian si Arya 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Hati Yang Terkilan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣apes banget si Arya
Hati Yang Terkilan
lahhh pingsan lagi🤣🤣🤣🤣
Hati Yang Terkilan
lahhh si momo masi ngikutin si Arya rupanya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hati Yang Terkilan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hati Yang Terkilan
😅😅😅😅
Hati Yang Terkilan
kaget bukan karna hantu❎
kaget karna teman yg baru bangun pingsan✅
Hati Yang Terkilan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hati Yang Terkilan
sukurinnnnn 😝🤣😂😂🤣😂🤣😂🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!