NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:99.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saksi Baru

Sesampainya di kantor, Miko dan Iqbal kembali berkutat dengan pekerjaan. Miko kembali menyelidiki semua tentang Anton, begitu juga dengan Iqbal yang menelusuri akun sosmed dosen jurusan administrasi niaga tersebut.

“Bal.. kamu bilang setiap bulan, Maya mendapat transferan sejumlah delapan juta. Siapa yang mentransfer? Apa orangnya berbeda-beda?”

“Dari catatan bank, hanya satu nama saja yang mentransfer setiap bulan. Namanya Lilik Supriyani.”

“Coba gali soal wanita itu. Mungkin saja wanita itu suruhan Anton juga, seperti Cipto.”

Iqbal menjentikkan jarinya. Kenapa dirinya sampai melewatkan sosok Lilik Supriyani? Karena nama pengirim adalah seorang wanita, dan jumlah yang dikirim nominalnya tetap setiap bulannya, Iqbal berpikir kalau yang mengirim uang masih keluarga dari Maya.

Untuk mencari tahu soal Lilik, Iqbal menghubungi bagian catatan sipil. Tidak ada jejak sosial media yang bisa ditelusuri oleh Iqbal, jadi pria itu terpaksa meminta informasi dari catatan sipil. Tak butuh waktu lama, informasi tentang Lilik pun didapat.

“Lilik Supriyani. Usia 55 tahun, seorang janda dan hanya pekerja sebagai pemetik teh. Rumahnya berada di Desa Cisaat, Subang.”

“Kalau begitu, ayo kita ke sana sekarang.”

Tak ingin membuang waktu, Miko segera bangun dari duduknya. Iqbal dengan cepat menyusul di belakangnya. Mereka langsung pergi ke Subang menggunakan kendaraan roda empat milik Miko.

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, akhirnya mobil yang dikendarai Miko sampai juga di Desa Cisaat. Iqbal harus bertanya ke warga sekitar agar bisa sampai di rumah Lilik. Setelah bertanya beberapa kali, akhirnya mereka tiba juga di kediaman Lilik.

Miko memandangi rumah Lilik yang nampak sepi. Pria itu kemudian mengalihkan pandangannya ke sekeliling. Dilihatnya ada seorang warga yang berdiri di depan rumahnya. Bergegas Miko mendekati wanita yang sedang menyiapkan dagangannya.

“Punten, Bu.”

“Iya, a. Ada apa?”

“Itu benar rumah Bu LIlik?” jari Miko menunjuk rumah yang tadi didatanginya.

“Iya, benar.”

“Bu Liliknya ada?”

“Jam segini masih di kebun. Tapi sebentar lagi juga pulang.”

“Saya bisa tunggu di sini?”

“Silakan, a.”

Tangan Miko melambai memanggil Iqbal yang masih berkeliling di seputar kediaman Lilik. Pria itu segera mendekati Miko yang sudah duduk santai di warung makanan.

“Jual apa, Bu?”

“Lotek a.”

“Pesan deh Bu, dua ya.”

“Mangga a. Pedas ngga?”

“Sedang aja.”

“Pakai lontong?”

“Boleh.”

Wanita itu segera membuatkan lotek pesanan Miko. Hanya menunggu sekitar lima menitan saja, lotek pesanan mereka selesai. Sambil menikmati lotek, keduanya menikmati pemandangan Desa Cisaat yang terlihat asri.

Desa ini memang merupakan salah satu desa wisata edukasi yang ada di Kabupaten Subang. Selain memiliki pemandangan pegunungan yang indah, desa ini juga terkenal dengan produk lokalnya berupa kerajinan bambu dan susu serta kuliner khas, papais Cisaat.

Berjarak beberapa meter dari warung tempat Miko dan Iqbal makan, nampak seorang wanita paruh baya datang mendekat.

“Itu Ibu Lilik,” seru pedagang lotek.

Buru-buru Miko dan Iqbal menghabiskan makanannya. Setelah membayar makanan dan minuman, keduanya bergegas menghampiri Lilik yang sudah mendekati pintu rumahnya.

“Bu Lilik.”

Mendengar namanya dipanggil, wanita bernama Lilik itu membalikan tubuhnya. Wanita itu hanya diam memandangi dua pria bertubuh tegap di depannya bergantian. Sepertinya dia belum pernah melihat mereka di sini.

“Bu Lilik, perkenalkan nama saya Miko.”

Miko segera memperkenalkan diri seraya menunjukkan kartu identitasnya. Keterkejutan nampak di wajah Lilik setelah tahu dua pria di depannya adalah anggota kepolisian.

“Apa kita bisa bicara sebentar, Bu Lilik? Ada yang ingin kami tanyakan sebelumnya.”

“Si.. silakan masuk.”

Walau terkejut dan takut, namun Lilik tidak melupakan kesopanannya. Wanita itu segera mempersilakan Miko dan Iqbal masuk. Ketiganya sekarang sudah duduk bersama di ruang tamu.

“Ibu Lilik, apa anda mengenal Maya Indira?”

“Ti.. tidak.”

Begitu nama Maya disebut, Lilik langsung terkejut. Namun jawaban yang diberikannya tidak sepenuhnya salah. Dia memang tidak mengenal Maya. Wanita itu hanya menjalankan perintah Anton untuk mentransfer uang ke rekening Maya setiap bulannya. Dan dia akan mendapat upah sebesar lima ratus ribu rupiah dari Anton.

Sebenarnya Lilik dan Anton tidak saling mengenal. Anton tahu tentang Lilik dari asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya. Lilik adalah teman dari asisten rumah tangga Anton dan dari wanita itulah Lilik mengenal Anton.

“Kalau anda tidak mengenalnya, kenapa anda mentransfer sejumlah uang ke rekening Maya setiap bulan selama setahun?”

Miko memulai interogasinya sambil memperlihatkan lembaran kertas berisikan informasi transaksi perbakan milik Maya.

***

Nah kan merembet kemana² nih gara² Anton

1
sri supadmi
mulai pinter ya upin ipin 🤣
Zuhril Witanto
tuh udah di kasih liat ..daripada kepo kan 😂😂😂
Zuhril Witanto
yang penting menang ya sep🤣🤣🤣
Zuhril Witanto
😂😂😂
Zuhril Witanto
ya Allah...sakit perut 🤣🤣🤣
@🤎◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah itu pembuktian kalo duo cetet jiwanya udah lengket....gk bisa terpisahkan....sampe punya pemikiran yg sama😔
Zuhril Witanto
😂😂😂
Siti Siti Saadah
dasar dou kancing cetet usil 🤣
Siti Siti Saadah
ya ampun namanya kurang panjang nino. agul nya si nino 🤣
choowie
beuh
Paula Abdul
beuh.... tuh detektif kancing cetet klu ga jail ga idup dia 🤣🤣🤣🤣
Paula Abdul
wkwkwkwkwk....
Nino sama Asep bagi² rejeki tuh bang Miko, berhubung bang Miko n Bang Iqbal ga bisa lihat hantunya ya kebagian gendong hantunya aja deh, nanti gantian gendongnya ya bang Miko n bang Iqbal 🤣🤣🤣🤣
tehNci
Nah...bener ini. Kedua pakPol harus ada usaha lebih biar dapet info lebih banyak. Salah satunya dengan membawa narasumbernya langsung
tehNci
Jipang mah nama makanan manis semacam tengteng. Pantesan Nino orangnya manis😂
dewi rofiqoh
🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 Bang miko maafin asep ama nino ya
mom'snya devadhamian
jail pisan ih si Asep jeng si nino🤣🤣karunya ih eta pak pol Miko berateun ngagendong hantu baper😁
@🤎◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
congratulation 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
selamat ya Asep kamu the winner 👍🏻
@🤎◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ternyata hantu juga butuh hiburan ya .....mungkin di alamnya sebangsa makhluknya dede mit gk ada yg mau di kerjain .....😜🤭
Ani
pinter si Badri nemploknya langsung ke Miko..encok gak tuh si Miko🤣🤣
@🤎◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ahahahahhaha.....jurig oge aya anu sieun nya ninggali wajah anu lebih serem dari manehna 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!