Quen, gadis biasa penjaga toko. Ia tidak segaja mengijak kodok lalu terjatuh.
Quen tersadar dirinya berada disebuah kamar permaisuri suatu kerajaan. Dayangnya bernama Sri berkata"nona permasuri Quena anda sadar, syukurlah"
"Kamu siapa?kenapa aku disini?"tanya Quen.
"Nona saya dayang nona, namaku Sri. Nona permaisuri terpeleset kekolam, tuan pangeran ke2 sangat menghawatirkan keadaan nona"jawab dayang Sri.
"Apaaa aku permaisuri???"teriak Quen.
Penasaran kelanjutanya. Baca ya kisah seorang gadis biasa-biasa menjadi Ratu. bocah dibawah umur dilarang baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juhridan Rambe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbang tertiup angin.
Quen dan Azima mendengarkan dengan seksama. Ketika Tabib menjelaskan dan tebakan keduanya salah.
" Istrimu hanya kurang Gizi, alias Gizi buruk. Lihat badannya tinggal kulit dan tulang seperti mayat hidup, tak heran ia sangat pucat pasi." Jelas Tabib.
" Kurang Gizi????" Azima pun heran melihat ke arah Quen.
" Sebenarnya tabib ini bukan karena kurang Gizi, tapi tertekan batin" Ungkap Quen dengan pura-pura lemah.
" Tertekan batin????" Azima pun nampak berfikir dan memperhatikan Quen. Ia nampak melihat istrinya dengan penuh teliti.
terlihat Quen krempeng bagai kekurangan gizi. Bahkan jika dikira-kira beratnya antara 40-42kg. Azima nampak berfikir keras, apakah karena ia paksa lembur selama 1 bulan ini?. Badannya 1 bulan kemaren memang agak berisi sedikit. Apakah memang ia tertekan batin. Tapi ia doyan makan. Makanan pun lebih banyak yang ia makan dariku. Apa mungkin ia tidak jadi daging tapi langsung jadi kotoran lalu dibuang.
Nampak Azima mengaruk rambutnya yang tidak gatal. Berfikir keras didalam otaknya. Dan bergumam dalam hati.
" Jelaskan padaku, kenapa sayang bilang kalau sayang tertekan batin???" tanya Azima.
" Karena Aku kamu hianati, lalu kamu selalu menindasku. Bahkan kamu tidak memberiku perhiasan serta uang yang banyak." Jelas Quen.
" Uang??perhiasan???untuk apa???"
" Kamu ya Azima, tidak mengerti perempuan. Aku butuh uang untuk mempercantik diriku, aku butuh perhiasan agar aku dihargai. Masa aku istri pangeran tapi tidak punya perhiasan. Bahkan uang pun, aku harus mendapatkan dari hadian Raja/ ayah mertua." Ucap Quen dongkol.
" Itu saja???Tidak perlu yang lainnya???"tanya Azima.
" Itu saja" Jawab Quen.
" Baiklah aku akan memenuhi semua permintaanmu. Tapi sayangku kapan aku menghianatimu???"tanya Azima kembali.
" Heh, pura-pura lupa. Penari Rumah biru itu"Jawab Quen.
" Sayang kamu salah sangka. ia bukan siapa-siapa. Lagian hanya dirimu yang tercantik sedunia" Rayu Azima.
" Apa buktinya???"
" Langit dan bumi saksinya"
" Gombal"
" Beneran sayang aku tidak membohongimu. Kalau tidak percaya belahlah dadaku." Jelas Azima.
Tabib pun merasa seperti obat nyamuk yang tidak dianggap. Tabib pun menatap kearah Quen serta Azima, secara bergantian Saat mereka berdebat.
" STOP NONA, TUAN. KALIAN MAU OBAT TIDAK??"tanya Tabib.
" Ambilkanlah" Suruh Azima.
Tabib pun memberi obat kepada Azima.
" Kalian keluar, masih banyak pasienku mengantri." Tabib pun mengusir keduannya.
Quen berjalan duluan di ikuti Azima yang membujuknya. Mereka berdebat disepanjang Jalan, hingga Akhirnya datanglah Angin kencang menerjang tubuh mereka.
Quen pun terbang melayang terbawa Angin.
" Azima!!!!!! tolong aku." teriak Quen yang dibawa Angin.
Azima pun berusaha meraih tangan Quen. Quen pun berpegangan tangan erat dengan tangan Azima. Tapi Angin bertiup kencang. Hingga mereka terlepas dari pegangan tangan.
" HUA HUAWWW..... TOLONG AKU" TERIAK QUEN yang terbawa Angin.
Azima mengambil tali lalu melempar kearah Quen. Quen pun menangkap Tali tersebut, tapi tetap saja Quen melayang seperti Layang-layang diatas langit terbawa angin. Karena tubuhnya yang kurus kerempeng.
Azima berusaha menarik Quen, tapi teyap saja angin membawanya kekanan dan kekiri layaknya layang-layang.
Anak-anak kecil yang bermain yang melihat Quen serta Azima bersorak gembira. Mereka fikir Quen Adalah layang-layang berbentuk manusia. Dan Azima sedang menerbangkan layang-layang tersebut.
" HOREEEEE, HORREEEEE... AYO PAMAN LEBIH TINGGI LAGI" sorak para anak kecil.
" Paman, layangannya terlihat seperti manusia betulan. paman hebat." Ucap Anak kecil 1.
" Ia paman hebat, ayo paman lebih tinggi lagi" Pinta anak kecil 02.
Heh, Nampak Azima tercengang dengan kata-kata anak kecil, yang menganggap Quen adalah Layangan.
lama tau kak nungguin anda