Farel adalah seorang Ceo tampan yang bersikap dinggin bertemu dengan gadis cantik yang cuek bernama Nayla.
hal itu membuat pertengkaran bak kucing dan anjing jika mereka bertemu.
Namun karena takdir, mereka di satukan dalam ikatan cinta pernikahan.
Apakah mereka akan bersatu atau bahkan mereka akan berpisah?
Bagaimana kah kelanjutan nya?
Simak terus ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan vote nya ya readersku😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perbedaan
"Ngapain cubit? sakit tau" kata Nayla kesal
"biar peka aja kamu, senyum dikit bisa kan? biar orang orang tau kita lagi bahagia"
"Senyum aja sendiri, jangan ngajak ngajak gue"
"Terserah"
Seorang wanita menggunakan dress merah pun menghampiri farel dan Nayla.
"Sayang! kamu beneran udah nikah?"
"Seperti yang kamu lihat"
"Seharusnya kamu nikah denganku, bukan dengan dia yang sok cantik" kata Selena menunjuk Nayla
"kamu siapa berani berani nya merendahkan saya" geram Nayla
"Saya Selena mantan nya Farel"
"Mantan aja belagu Lo, masa lalu ya udah masa lalu, nggak usah datang lagi ke masa depan"
"Udah cukup!!!! kalian apa apaan sih!" kata Farel menengahi
"Sayang, kamu nggak cinta kan sama dia? kamu cinta nya sama aku aja kan? kamu nikah karena terpaksa kan?" kata Selena mencoba meyakinkan
"engga! aku menikahi dia karena dia baik, perhatian dengan ku, mandiri, dan aku cocok dengan dia!"
"Sekarang aku minta kamu pergi dari sini!!!" perintah farel
"Tega ya kamu sekarang?"
"Sebelum saya panggil satpam untuk mengusir mu"
"huhhhhh! dasar!!" kata Selena dengan meninggalkan mereka
teman kantor Nayla dan farel pun berdatangan silih berganti untuk memberikan doa kepadanya
"Selamat ya pak farel"
"Selamat ibu Nayla" kata Eva saat menyalami Nayla
"Apaan sih va, iba ibu" kata Nayla
"Ya iya kan, Lo sekarang udah jadi istri pak farel! gue manggil nya jadi ibu dong" kata Eva dengan tertawa
"Gue nggak mau di panggil ibu, keliatan tua tau"
"Serah Lo dah! selamat malam pertama... gue duluan ya. bye bye" kata Eva sedikit berbisik
Nayla hanya melirik tajam ke Eva dan Radit yang sudah berjalan menuju tempat makan.
"Udah kan? beneran capek nih gue"
"Nggak sabaran banget! masih banyak tamu nya"
"Sesak nih dada gue" kata Nayla refleks dengan memegangi dadanya
"Kenapa?"
"eng,..eh nggak kenapa Napa" jawab Naila saat menyadari kebodohannya
"Oh, gue tau! pasti gaun lo nggak muat kan?"
"Engga! muat kok"
"Lo bohongin gue, pasti gue tau dodol! makanya kemarin nggak usah ngeyel! tau rasa kan Lo!"
"Nggak gitu! sok tau Lo! gue pusing beneran ini" kata Naila dengan memegangi kepalanya
"Terserah Lo! gue nggak perduli"
"huftz" Naila menghempaskan nafas kesal
*
Setelah berdiri lamanya, akhirnya acara itu pun selesai.
Bu Naya menyarankan Naila untuk ikut dengan suaminya ke rumah Farel
"huftzz!! akhirnya terlepas dari baju sesak ini" kata Nayla saat sudah berganti baju dengan kaos santainya.
"Tuh kan! apa gue bilang? nggak muat kan? masih aja ngelak" kata Farel yang sudah berada di kamar
"lah!!! Lo? dari kapan Lo disini?"
"baru aja! kenapa? ini kamar gue juga" kata Farel dengan membaca bukunya
hah!! orang ini! bener bener bikin gue pengen makan meja!!
Naila sengaja menyibukkan diri dengan bermain handphone di sofa, berharap agar Farel bisa tidur duluan.
2 jam berlalu
Nayla sudah terkantuk kantuk, namun saat dilihatnya Farel masih tak kunjung tidur, masih asik dengan bukunya.
"Udah, kalau ngantuk tidur aja! gue nggak bakal ngapa ngapain Lo" kata Farel yang seolah melihat kegelisahan Nayla
"Nggak!! gue bakal tidur di sini!! nggak mau gue tidur sama Lo!
"Ya udah! terserah Lo! udah baik gue mau nawarin" lalu Farel pun mematikan lampu kamarnya dan beranjak tidur.
gelap
Nayla yang tak terbiasa tidur dengan lampu mati, akhirnya menyalakan kembali lampunya.
terang
"Matiin nggak? silau!!" perintah Farel
"Nggak bisa! gue nggak bisa tidur kalau gelap!"
"Emang perduli gue! ini kamar siapa?"
"Kamar Loe"
"Ya udah! nurut aja"kata Farel dengan kembali mematikan lampu kamarnya
"Dasar egois!!"
Pagi itu Nayla terbangun lebih awal dari Farel, karena semalam ia susah untuk memejamkan matanya.
Nayla pun lalu mandi.
sudah menjadi kebiasaan dirinya selalu tak pernah membawa baju ganti ke kamar mandi.
"mam*us gue nggak bawa baju sekalian!! semoga aja dia belum bangun"
hingga akhirnya ia harus keluar dengan berbalut handuk saja. ia mengendap dan membuka pintu kamar mandi sangat pelan, berharap Farel tak melihatnya.
"Aman! dia masih merem"
Nayla berjalan sangat hati hati, agar Farel tak terbangun dari tidurnya.
Namun tanpa Naila sadari, sebenarnya Farel sudah bangun karena dia mendengar gemericik suara air. saat melihat Nayla akan keluar dari kamar mandi dia pura pura tidur dibalik selimut nya.
"Baju nya kok gini semuanya" kata Nayla kesal saat membuka almari yang hanya berisi banyak dress.
Nayla yang berdiri tepat di depan Farel yang pura pura masih tidur, membuat Farel menelan Saliva nya.
"g*la, putih, mulus,"
"Untung dia istri gue"
"argh!! ya udah deh! pake yang ini dulu"
akhirnya Nayla memakai dress pink yang berada di lemari, dan membawa nya masuk ke kamar mandi.
Baca Part awal kayaknya seru..