NovelToon NovelToon
Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Ratna_dee

"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena

namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari ke-2 kemah

"nih.. udah ya, loe kalo mau lagi naik sendiri sono!" ucap Lusi melempar buah jambu pada Deva

"gue mau jambu biji" tolak Deva pada Jambu yang lempar ke arahnya

"lama-lama loe gue lempar ke jurang ya! masih mending gue mau ambilin jambu itu buat loe! gue bukan pembantu loe ya!!" gerutu Lusi meninggalkan Deva dan kembali ke kelompoknya

Deva tertawa puas sambil memakan jambu yang sempat di tolak nya itu. wajah kesal Lusi sangat menghibur dirinya, Deva sudah menemukan sesuatu yang membuatnya sangat tertarik dan lebih semangat menjalani hari setelah ini

Deva melempar jambu pada dua temannya yang tak sekelompok itu, Alvin dan samudra menerimanya dengan senang hati, Deva juga membagi nya pada Arsha dan yang lain hanya Lusi yang tak mendapat bagian, Lusi tak mood makan jambu karena Deva tapi tetap saja kesal karena Deva yang mengabaikan dirinya

"gue yang capek manjat gue juga yang gak dapat bagian" cibir Lusi pelan

hari itu di penuhi dengan eksplorasi hutan hingga sore hari, saat hari mulai gelap para siswa dan guru kembali ke kemah. mereka sangat puas bisa melihat secara langsung kuda liar yang sangat ikonik di Bukit Hijau rindang, kuda-kuda yang gagah itu masih berlarian di rerumputan menambah cantiknya sore hari itu

"sudah puas eksplorasi nya?" tanya Dharma begitu semangat pada para Siswa, kini mereka sudah duduk mengelilingi api yang begitu besar lagi seperti malam sebelumnya

"puaass!" serempak mereka

"bagus, besok kita akan nikmati perkemahan dengan bebas, kalian bebas melakukan apa saja asal jangan sampai merusak alam sekitar" ucap Dharma semangat, Siswa semakin semangat mendengarnya

"cuyy.. gak sempet mancing nih tadi, besok kita harus mancing! kayaknya banyak banget kolam-kolam kecil di sini" bisik Claudia pada dua orang itu, Yulia dan Lusi

"di sungai yang di sana..." Lusi menunjuk ke arah sungai yang belum mereka kunjungi hari ini

"ikan nya gede-gede loh.." bisik Lusi, Claudia berbinar, senyumnya mengembang puas

"boleh juga" bisik Claudia semangat

"kalian juga boleh berjalan-jalan ke Desa, kalian mungkin butuh sesuatu dan membelinya di sana. intinya kalian bebas untuk satu hari besok, lusa pagi kita sudah harus pulang jadi puas-puaslah bermain" ucap Dharma lagi

semua Siswa bersorak gembira, tak ada acara inti seperti malam sebelumnya jadi mereka bebas ingin melakukan apa, ada yang bernyanyi, ada yang bergosip ada juga yang membuat makanan mereka semua sibuk dengan kegiatan masing-masing

Deva tertidur di samping tendanya dengan Alvin dan Samudra yang duduk menyibukkan diri mereka pada kamera

Deva menatap bintang-bintang yang mulai muncul di balik awan, malam itu sungguh cerah, meski tak ada bulan namun bintang bersinar cukup tajam

"eh.. cantik juga, ini siapa?" tanya Samudra menatap foto gadis yang hanya tertangkap setengah

"Odii" jawab Alvin

"oh.. hah? akrab banget loe nyebut namanya" celetuk Samudra Alvin tak menjawab dan menunjukkan foto-foto yang lainnya

sebelum sang fajar menyapa hari baru, para Siswa yang masih exited dengan sunrise duduk berjejer di tepi tebing demi menyaksikan bola oranye yang perlahan naik menebarkan cahayanya pada bumi. Lusi masih tertidur pulas di tenda sedangkan Yulia dan Claudia bergabung dengan teman-teman nya yang lain

mulai pagi ini mereka bebas melakukan apa saja, ada yang sudah punya rencana dari kemarin malam ada juga yang baru memikirkan idenya. Claudia menyiapkan pancingnya, Yulia memilih makanan apa yang akan di bawanya sedangkan Lusi sibuk mencari cacing. sudah jam 09:14 dan barulah mereka bertiga berangkat untuk memancing ikan

ada yang turun bukit untuk berkeliling ke desa, rasa penasaran mereka cukup tinggi pada desa Bukit rindang yang masih sangat asri itu, listrik memang ada, bahkan konter pun ada meski sinyal masih naik turun disana. kaki Deva melangkah maju ke sebuah rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas, dua orang pasutri paruh baya di sana sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Alvin dan Samudra masih melirik kiri kanan memperhatikan pekarangan yang cantik penuh bunga itu

"Kakek.. Nenek" sapa Deva, suaranya bergetar menahan rindu dan air mata. bibirnya mungkin tersenyum namun matanya memerah

Adam dan Uswati menoleh, Adam yang sedang membuat kandang ayam itu segera berdiri Uswati pun melepas pakan ayam yang sedang di pegangnya mereka mendekat dengan mata yang bingung namun penuh harap

"Dev.. Sena datang buat jenguk Kakek sama Nenek" ucap Deva lagi, betapa terkejutnya dua pasutri itu mengetahui yang berdiri didepannya saat ini adalah cucu laki-laki nya yang sudah sangat lama tak pernah menemuinya

"Sena!!" serempak keduanya berjalan cepat memeluk Deva

Alvin dan Samudra menyaksikan hal itu dengan diam, mereka tak berani bersuara karena takut mengganggu momen haru itu

"apa kabar? kalian sehat kan?" tanya Deva pada dua orang itu

"sehat sehat.. kamu gimana di sana nak?" tanya balik Uswati yang benar-benar sangat rindu pada cucunya

Deva diam tak menjawab, banyak sekali yang ingin di ceritakan nya pada dua orang itu

"Deva pengen meluk kalian lebih lama" ucap Deva lirih tak menjawab pertanyaan Uswati, kedua orang itu memeluk Deva kembali melepas rindu lebih lama dalam pelukan yang hangat

"Nak, ayo masuk ajak teman-teman mu juga, Nenek akan masak buat kalian" ucap Uswati segera melepas pelukan setelah sadar cucunya itu membawa dua temannya

"ayo masuk nak, kalian pasti lelah turun bukit kan?" sahut Adam juga menyapa dua remaja itu

"ah.. gak capek kok kek.. tapi kalo laper kayaknya iya sih" celetuk Samudra Alvin menoel lengan temannya itu pelan

"malu anj*ng!!" bisik Alvin kesal

"Hahaha.. kalian anak-anak yang baik, ayo masuk nak"

Uswati cukup senang dengan dua bocah remaja itu, tak cuma tak canggung tapi juga cukup nyambung di ajak ngobrol. Samudra menceritakan keseruannya selama satu hari di bukit kemarin, bercerita dengan sangat semangat Samudra bahkan lupa dengan perutnya yang keroncongan

"ah.. nak bagaimana kabar Papamu?" tanya Uswati di sela-sela makan nya, mereka duduk bersila di atas tikar dan makan menggunakan tangan, sebuah pengalaman yang unik dan menyenangkan untuk Alvin dan Samudra

"dia nikah lagi" jawab Deva, Uswati tau dari nadanya Deva menyimpan kesal dan enggan. kesal dengan Papanya yang menikah lagi dan enggan untuk membahas nya

"ah.. kalian gak di cariin gurumu karena ke sini kan?" tanya Uswati lagi mengalihkan topik pembicaraan

"kita bebas Nek, satu hari ini kita full main mau kemana aja boleh asal gak keluar dari Desa" jawab Samudra semangat

"kalau begitu kalian bisa tinggal di sini sampai sore, Nenek kangen banget sama Sena" sahut Uswati tersenyum senang

"boleh aja Nek, dari awal niat kita juga emang mau main kesini sampai sore" imbuh Alvin sopan

"bagus bagus... ayo habiskan makanannya"

Uswati sadar, Deva terlihat sangat murung saat ini. Uswati ingin menghabiskan waktu yang sebentar itu bersama cucunya itu, ingin menanyakan beberapa hal juga. sudah tujuh tahun tak bertemu tanpa berbagi kabar melalui surat atau telepon, Uswati semenjak tadi menahan air matanya untuk tak keluar dan di lihat oleh mereka

"nenek.. Sella bawain ikan buat Nenek.." teriak Sella dari luar, Alvin dan Samudra memandang satu sama lain, suara gadis mungil itu cukup di kendalinya

1
v_v aja🩵🩷🩶
bagus banget 😍💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!