NovelToon NovelToon
Daddy Tampan

Daddy Tampan

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Herti Bilkis

Menjadi kaki tangan mafia, tidak menyurutkan peran ganda Mark Robert kali ini.

Duda memiliki anak satu, cantik dan cerdas itu. Tiba-tiba mengejar cinta seorang sekretarisnya. Setelah kegagalan perasaan cintanya atau hanya sekedar tanggung jawab dulu. Apakah Mark akan benar-benar jatuh cinta dan di cintai? Mengingat latar belakang hitam dirinya bukan menyurutkan wanita tidak menyukainya, malah mereka berharap dapat di sentuh pria beranak satu itu.



Selamat membaca kisah tuan Mark Robert sahabatnya Rendi Anggara ya Kak.
Salam hangat dari Herti Bilkis😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herti Bilkis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerja Keras

Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen yang banyak kak, favoritkan dan vote, Tip juga kak, Selamat membaca kak. Oh iya gabung group chat aku Kak ya, Emot senyum.

Alea beralih melihat ke arah Mark yang kini tersenyum tipis melihat ke arahnya. Alea terdiam ia mengerutkan dahinya menatap dengan tajam.

"Kamu berbohong ya? Mana mungkin kamu mau membayarku setahun jadi satu bulan" seru Alea menatap tajam kearah Mark.

"Jangan lupa kamu punya perhitungan denganku, bingkisan yang ada di ruanganku dan juga pakaianmu apalagi yg di belakang mobil juga!" Mark tersenyum tipis melihat Alea yang kini terdiam.

"Hah! Itu juga di hitung Tuan?" Alea menatap Mark yang tersenyum tipis.

"Hmm," balas Mark.

"Astaga tau gitu aku gak usah ambil semua barangku tadi pagi, percuma gajih satu tahun kalo hutangku sebanyak itu," gerutu batin Alea.

"Kamu hitung saja nanti jika sudah kembali!" tegas Mark tersenyum tipis penuh kemenangan.

"Baik Tuan," ucap Alea terdiam.

Alea terdiam dan juga sesekali ia mengerutkan dahinya, ketika membayangkan semua harga pakaian yang ia kenakan saat ini. Antara sepatu heel nya yang harganya tertera dengan harga yang tidak akan cukup jika ia bekerja hanya 1 bulan sebagai sekretaris saja. Setelah itu ia memikirkan semuanya.

Alea melihat kearah Mark yang dengan wajah datarnya tidak memperhatikan Alea sama sekali. Gadis itu mengernyitkan dahinya, ia tidak habis pikir ketika harus memiliki atasan yang seperti Mark yang pandai berhitung dalam setiap hal itu.

"Tapi kenapa dia perhitungan sekali padaku? Bisa-bisa seumur hidup aku bekerja tidak akan bisa menemukan pria yang bisa aku bawa pulang ke Indonesia bertemu keluargaku," gerutu batin Alea sangat sedih.

Mark tersenyum tipis ketika melihat Alea yang masih bergelut dengan pikirannya sendiri. Setelah sampai di perusahaan, dengan gontai Alea berjalan mengikuti Mark, hingga sampai di ruang Mark. Kini Alya duduk di sofa dengan lemahnya. Mark melihat kearah Alea yang tampak bersemangat.

"Kenapa kamu seperti habis terkena musibah yang sangat berarti?" tanya Mark duduk di kursinya.

'Cih ini bukan musibah lagi tapi bencana! Kenapa juga aku harus membawa begitu banyak barang sedangkan dia tidak! Apalagi ini semua adalah hutang yang tidak aku niatkan,' gerutu batin Alea menatap tajam Mark.

"Hmmn, sana pulang! Aku akan pulang juga, ini sudah sore. Naura pasti menungguku!" seru Mark berjalan mengambil ponselnya dan mencoba keluar dari ruangannya.

"Hmm, satu lagi besok pagi jam 7 kau harus sudah ada disini!" tambah Mark tersenyum tipis dan meninggalkan Alea yang kasih terdiam mendengarvpenuturannya.

"Apa-apaan dia ini? Kenapa dia tidak menunggu protesku? Kenapa dia malah pergi!" gerutu Alea melihat kepergian Mark keluar dari ruanganya.

"Iiiiiiih, kenapa pekerjaannya ini membuatku menderita! Aku kan belum sekalipun merasakan gajihnya, tapi sudah banyak sekali hutangku!" tambah Alea prustasi.

"Pria dingin itu kutub utara!"

"Siapa?" Mark bertanya dari arah belakang Alea yang kini terkejut mendengar suara Mark yang kembali memasuki ruangannya.

"Aah, Tuan,kenapa anda kembali Tuan?" tanya Alea salah tingkah.

"Kenapa? Ini ruanganku dan kantorku! Sesukaku mau keluar masukpun! Kamu masih disini kenapa? Atau kamu mau tidur disini?" balas Mark dingin.

"Ah, tidak Tuan," ucap Alea bergegas mengambil barang-barangnya begitupun dengan bingkisan yang membuatnya kesulitan untuk membawanya. Hingga akhirnya Alea memilih diam.

Saat Mark mencoba untuk berjalan Kembali keluar dari ruangannya. Ia melihat kearah Alea yang masih terdiam tidak bergegas untuk pulang.

"Apakah kamu bersungguh-sungguh ingin tidur di sini?" Mark menatap Alea.

"Ah Tuan saya akan pulang!" jawab Alea sembari membawa beberapa bingkisan yang memang sangat sulit ia bawa.

Mark melihat Alea yang kesulitan membawa bingkisannya. Mark menggelengkan kepalanya lalu ia merogoh ponselnya di saku kanannya dan melakukan panggilan.

"Di sini simpan aja Itu barangnya!" seru Mark setelah melakukan panggilan telponnya dan melihat ke arah Alea.

Alea terdiam dan mengangguk, ia menyimpan kembali bingkisan yang sempat ia ambil, lalu mengernyitkan dahinya tidak mengerti apa yang dimaksud oleh tuanya itu. Tidak ada yang berbicara di antara keduanya, namun mereka sesekali saling bersih tetap dan mereka berdua saling memalingkan pandangan.

Setelah beberapa menit terdengar ketukan dari arah pintu dan kini masuk dua orang office boy memasuki ruangan Mark.

"Kalian bawa semua barang-barang ini dan ikuti Nona Alea!" titah Mark kepada office boy.

Mereka mengangguk lalu mengambil bingkisan bingkisanya. Setelah itu Mark kini berjalan keluar dari ruangan yang diikuti oleh Alea dan juga kedua office boy itu. Saat sampai di lift perusahaan. Mark masuk ke dalam lift pribadinya, namun Alea mengikuti kedua officenya itu untuk memasuki lift umum. Saat Alea berjalan Mark menarik pakaian Alea hingga membuat gadis itu terkejut dan berbalik arah menatap Mark.

"Iya Tuan ada apa?" tanya Alea melihat ke arah pakaiannya yang ditarik oleh Mark. Lalu Alea mengernyitkan dahinya.

"Kamu mau ke mana? Masuk!" seru Mark memerintahkan Alea untuk satu lift dengannya.

"Astaga ... dia ini apa sih maunya? Kenapa juga dia malah menarik bajuku? Harusnya dia bicara saja gak harus menarik aku begini!" gerutu batin Alea.

Mark ini berjalan memasuki Lift sembari tangannya menarik baju Alea. Alea membiarkannya begitu saja, mereka berdua menuruni lift, tanpa ada yang saling berbicara atau bersuara sama sekali. Mark dengan tatapan dinginnya, begitupun Alea yang malas untuk berbicara kepada Mark. Alea tampak kesulitan ketika mengingat pekerjaannya yang akan sangat panjang ketika menghitung jumlah hutangnya.

Setelah sampai di bawah, mereka berdua kini berjalan keluar dari perusahaan. Mark yang kini memasuki mobil yang sudah terparkir di depan perusahaannya. Begitupun Alea yang menaiki taksi bersama bingkisannya yang sangat banyak.

"Ini benar-benar sangat merepotkan. Aku pikir bekerja sebagai sekretaris itu sangat enak, saat aku melihat orang lain tapi ternyata aku malah sampai seperti ini. Udah gitu aku banyak hutang lagi!" gerutu Alea menopang dagunya.

Melihat beberapa bingkisan yang berjejeran di sampingnya, Alea menggerutu. Sopir taksi yang mendengar gerutuan Alea, ia tersenyum tipis, namun tidak berkomentar sama sekali. Setelah sampai di rumahnya Alea benar-benar sangat kesulitan ketika membawa bingkisannya, sopir taksi yang tidak tega melihat penumpangnya, ia membantu Alea membawakan bingkisannya.

Setelah sampai di depan rumah kedua Pamanya, Alea berterima kasih kepada supir taksi yang berbaik hati untuk menolongnya, Alea kini berada di kamarnya lalu ia membuka semua bingkisan yang ada, beserta belanjaan yang ia beli ini semua pakaian sepatu dan juga tas yang ia beli tertata rapih di atas tempat tidurnya. Alea terdiam ketika melihat nominal di kalkulator ponselnya.

"Astaga ini benar-benar sangat banyak, kerja apaan ini aku bukannya dapat gaji malah hutang aku sangat numpuk ini!" gerutu Alea melempar handphone dan merebahkan tubuhnya yang merasa kelelahan.

1
Katherina Ajawaila
keren , selamat Alea dan Mark. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
Alea, polos, jadi mark seneng dan ngk matre, hanya doyan makan.
Katherina Ajawaila
Bram, paman y thour, kan adiknya PP nua Mark kan
Katherina Ajawaila
Mark, seru juga bisa blng sayang pada hal mafia berdarah dingin🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
Alea di bawa k Jerman nih🤫🤫🤫
Katherina Ajawaila
Alea ampun lemot amat pentium satu
Katherina Ajawaila
dasar si pentiym satu lemot amat. jadi di peralat deh sm somplak boos bocor 🤪🤪🤪🤪
Katherina Ajawaila
Alea jgn gedong donk nanti beneran di pakaian baru kapok
Katherina Ajawaila
Alea pakai perut karet kali ya
Katherina Ajawaila
Alea ampun, org lagi ramai dia malah sibuk mkn
Katherina Ajawaila
akhir nya keluar juga dr mulut boos somplak
Katherina Ajawaila
kena kqn Mark sihir nya Alea. 🤭🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
lucu Alea. lemot banget jadi org
Katherina Ajawaila
seru aja bacanya thour, liat Alea di kerjakan Mark
Katherina Ajawaila
Naura ngk boleh judes sm Alea, dady aja seneng masa Naura ngk 🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
lucu thour ceritanya tapi mesra. semangat thour
Katherina Ajawaila
boos somplak sekretaris lemot🤫🤫🤫🤫
Bilkis😉: love banyak2 buat kk😍
total 1 replies
Katherina Ajawaila
Alea pin2 bo
Katherina Ajawaila
Alea lemot banget sih thour kasian amat pada hal pendidikan tinggi🤭🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
mark boos somplak, kaya nya bucin ya thour sm Alea. semoga ngk di manfaatin, kasihan Alea poltak banget kata pentium 1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!