INI KARYA ASLI AUTHOR YAAA, TAPI MEMANG MEMAKAI LATAR BELAKANG CHINA.
Li Ranran adalah gadis jaman modern yang menyebrang ke sebuah novel. Hidup didalam tubuh seseorang yatim piatu dengan nama yang sama. Ditemani sistem multifungsi.
Cerita ini berkonsep ala terjemahan yaaa
Start -> Kamis, 11 Mei 2023
End ->
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Pengganggu
Pagi harinya Shaoting memasak untuk sarapan, dia akan mengajak istrinya untuk pergi ke militer setelah selesai sarapan.
"Ranran, rumah ini sudah ada bibi yang membersihkan setiap dua hari. Apakah kamu tidak apa-apa?" Tanya Shaoting saat mereka sedang sarapan.
"Memangnya kenapa Kak? "
"Aku takut kamu tidak nyaman jika ada orang asing datang kesini. "
Pria ini sangat berhati-hati dengannya, dia mengutamakan kenyamanannya lebih dahulu, batin Li Ranran.
"Aku tidak apa-apa kak, lagipula dia sudah bekerja disini sebelum aku datang. Kasihan jika diberhentikan begitu saja. "
Jawaban Li Ranran membuat Shaoting puas, dia tidak salah memilih istri.
"Syukurlah, jika nanti kamu bertemu dengannya, namanya bibi Sining, dia orang yang baik dan sopan." jelasnya pada istrinya.
"Bagus."
Selesai sarapan mereka segera berangkat ke militer, Shaoting membawa istrinya kerumah dinasnya terlebih dahulu, sebelum pergi melapor ke atasannya.
Li Ranran melihat rumah minimalis berjajar-jajar dengan pekarangan kecil. Lalu Shaoting membawanya ke rumah paling ujung. Rumahnya lumayan bersih, perabotannya juga sudah lengkap. Hanya saja seperti pemiliknya, rumah ini terlihat sangat monoton. Hanya ada TV diruang tamu dan satu set meja kursi.
Jadi Li Ranran hanya perlu menambahkan sedikit hiasan, maka rumah ini akan lebih hangat.
"Tunggu disini sebentar ya, aku akan pergi melapor dulu." pamit Shaoting sambil mencium kening istrinya.
"Pergilah, aku tidak apa-apa. "
Sepeninggal Shaoting, Li Ranran melihat-lihat lagi isi rumahnya. Dia nanti akan mengajak Shaoting untuk berbelanja beberapa perabotan tambahan.
Dia ingin memasak, tapi tidak ada bahan apapun di dapur. Mengeluarkan dari sistem juga pasti suaminya akan curiga.
Jadi dia memutuskan untuk pergi melihat kamar tidur. Dikamar, ada ranjang berukuran sedang, lemari pakaian, dan ada sepasang meja dan kursi di dekat jendela.Ada tumpukan beberapa buku di tepi meja, entahlah buku apa, dia tidak tertarik melihatnya.
Setelah mengamati kamar tidurnya, Li Ranran berjalan keluar, dia ingin melihat-lihat pekarangan di depan rumah. Berniat menanam beberapa bunga, mengubahnya menjadi taman kecil.
Ketika berada di pekarangannya, ada seorang wanita yang sedang berjalan-jalan dengan anak perempuan kecil.
"Nona apakah kamu tinggal disini? " Sapa wanita tersebut, "Bukankah ini tempat tinggal kapten Shaoting? "
"Halo kakak ipar, iya saya akan tinggal disini, perkenalkan nama saya Li Ranran, saya menantu Kapten Shaoting. " Li Ranran segera mengenalkan dirinya.
"Waaah jadi berita jika Kapten Shaoting sudah menikah itu benar. Halo nona Li, namaku Xuling ini putriku namanya Ye Xukai, dia berusia 5 tahun. Xukai ayo sapa nona Li " Wanita bernama Xuling memperkenalkan dirinya dengan antusias.
"Nona Li halo. " Ye Xukai menyapa Li Ranran sambil tersenyum ceria.
Li Ranran merasa jika calon tetangganya ini adalah orang yang baik dan ramah. "Kakak ipar, panggil saja aku Ranran, dan Xukai panggil saja Kakak Ranran yaa. " Balas Li Ranran ramah.
"Baiklah Ranran selamat datang, semoga kamu betah tinggal disini. "
"Terimakasih kakak ipar. "
"Kalau begitu aku pulang dulu Ranran, sampai jumpa. " Xuling berjalan menuju rumahnya.
"Sampai jumpa kakak Ranran." Xukai melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa Xukai. " Li Ranran membalas lambaian tangan Xukai.
Li Ranran berjalan masuk kedalam rumah, karena belum ada yang bisa dia lakukan maka dia akan menunggu suaminya sambil menonton TV.
_____***_____
Shaoting kembali saat masuk jam makan siang, saat masuk kerumah dia melihat istrinya tertidur di kursi dengan keadaan TV yang menyala. Dia merasa sedikit kasihan melihat istrinya seperti ini.
Shaoting segera menghampiri istrinya, "Ranran ayo bangun, kita pergi makan siang dulu. " Shaoting membangunkan istrinya dengan hati-hati, tangannya memegang pipi istrinya.
Li Ranran segera terbangun karena usapan lembut dipipinya. Ketika melihat suaminya, dia tersenyum. "Kakak Gu, kau sudah kembali. "
"Maaf aku pergi terlalu lama. " Ucap Shaoting penuh penyesalan.
"Tidak apa kak. " Li Ranran memegang tangan suaminya yang masih berada dipipinya. " Ohya di dapur tidak ada bahan makanan, jadi aku tidak bisa memasak untuk makan siang kita. "
"Tidak apa-apa, kita makan di restoran saja, nanti pulangnya kita bisa pergi membeli bahan makanan. "
"Bagus."
Lalu mereka segera pergi ke restoran pilihan Shaoting, karena Li Ranran belum tahu tempat-tempat disini. Setelah kejadian terakhir, tugas memesan hidangan akan menjadi milik Li Ranran.
Ketika mereka sudah mulai makan, ada dua gadis menghampiri meja mereka.
" Kakak Gu, apakah itu kamu? " Ucap salah satu dari dua gadis itu.
Hal itu tentu saja membuat pasangan yang sedang makan itu sontak menoleh. Li Ranran lantas memandang suaminya, mengangkat sebelah alisnya sambil melirikkan matanya kearah dua gadis, seolah bertanya siapa ini.
"Maaf nona, siapa anda. " Shaoting merasa tidak mengenal gadis itu.
"Aku Jing Laoyin, aku adalah putri komandanmu di militer kak. " Salah satu gadis itu memberitahu Shaoting, sengaja membawa jabatan ayahnya.
"Saya tidak mengenal anda dan tidak perduli siapa anda. " Ucap Shaoting datar, dia melihat istrinya sudah meletakkan sumpitnya padahal makanannya masih banyak.
"Dan lagi anda menggangu acara makan siang saya dan istri saya. "
Ucapan Shaoting tidak begitu keras, tapi membuat beberapa orang yang sedang makan di meja sekitarnya tetap mendengarnya. Hal itu membuat beberapa orang itu menilai jika dua gadis itu tidak sopan karena menggangu orang yang sedang makan.
Bisik-bisik yang terdengar dari beberapa membuat gadis yang bersama Jing Laoyin malu, tapi tidak dengan Jing Laoyin.
"Tapi aku mengenalmu kak, dan selama ini aku selalu mencarimu di militer. "
Benar-benar tidak tahu malu, batin Li Ranran sambil mengerutkan alisnya. Dia lalu memundurkan kursinya lalu berdiri, malas untuk melihat drama di depannya.
Melihat gerakan istrinya, Shaoting segera ikut berdiri, dia sama sekali tidak memperdulikan Jing Laoyin ini.
"Ranran kita makan ditempat lain. " Shaoting mengajak istrinya pergi.
"Kakak Gu kau mau kemana?" Jing Laoyin memanggil Shaoting.
"Cukup nona, jangan memanggil saya seperti itu. Sudah saya katakan saya tidak mengenal anda dan tidak perduli siapa anda. " Ucap Shaoting tegas dengan sedikit tekanan. Dia menggandeng tangan istrinya, setelah membayar makanan dia segera pergi meninggalkan restoran tersebut.
Li Ranran hanya diam saja, dia sudah tidak nafsu makan, lebih baik pergi berbelanja. Hal itu pasti akan membuat moodnya baik kembali.
Jing Laoyin memandang kepergian Shaoting dengan sebal, dia memperhatikan wanita yang bersama Shaoting. Dia melihat jika Li Ranran memang cantik, dan menduga jika Li Ranran pasti menggoda kakak Gu-nya terlebih dahulu.
Li Ranran tidak tahu apa yang difikirkan Jing Laoyin, kalaupun tahu dia juga tidak perduli.
"Laoyin, sepertinya wanita yang bersama kakak Gu-mu itu adalah istrinya. " Ucap teman Jing Laoyin.
"Wanita itu tidak pantas bersama kakak Gu-ku. "
"Tidak baik merusak tangga orang lain Laoyin. " Nasihatnya teman Jing Laoyin.
"Aku tidak perduli, aku hanya menginginkan kakak Gu, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan kakak Gu. "
Mendengar ucapan Jing Laoyin, dia hanya menghela nafas. Tapi dalam hati bertekat untuk menjauh dari Jing Laoyin. Dia tidak ingin berteman dengan orang yang moralnya tidak baik.
🍖🍖🍖🍖🍖
#aku selalu nyempetin baca komen-komen kalian, biar tetep ada semangat nyari ide😁😁😁
#terimakasih banyak buat yang selalu kasih Semangat, kasih Like, Vote dan Komen🤩🤩🤩
#semoga kita semua diberikan Kesehatan Lahir Batin, dilancarkan Rejekinya, dan dimudahkan segala Urusannya 🙏🙏🤲🤲🤲
InshaAllah
menurut ku tata bahasanya lebih enak begini, apalagi sistem pakai "anda" jadinya harus formal, ga enak banget dibaca kalau campur aduk antara formal dan non formal