Mantan Tapi Menikah? begitulah yang dirasakan oleh Aditya dan Syahira. Mantan terindah semasa SMA dulu bertemu kembali dalam sebuah perjodohan yang diatur oleh kedua orang tua mereka.
Namun, sialnya Aditya yang menyandang status pria playboy memiliki seorang kekasih saat sebelum dia menerima perjodohan dari orang tuanya. Kekasih yang Aditya pacari baru sebulan itu tak ingin melepaskan Aditya begitu saja.
Bagaimana Aditya menghadapi mantannya itu yang selalu mencoba merusak dan menganggu hubungannya dengan Syahira, setelah keduanya menikah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTM 27
"Selamat pagi, Sayang!"ucap Aditya, dengan suara yang sedikit keras hingga mengejutkan Syahira yang baru saja bangun dari tidurnya.
"Ini masih pagi, kenapa harus berteriak?"tanya Syahira. Aditya berjalan menghampiri istrinya yang berada di atas tempat tidur. Lalu, mengecup sekilas kening Syahira dan membelai rambut yang masih terurai dan sedikit kusut. Aditya mengambil jepitan dan menjepit rambut sang istri.
"Apa yang kamu rasa? Masih mual?"tanya Aditya dengan lembut. Syahira mengangguk pelan membenarkan pertanyaan dari suaminya. Terlihat Syahira yang merebahkan kepala di dada Aditya. Pria itu tersenyum dan membelai rambut sang istri dengan lembut.
Aditya turun dari ranjang untuk bersiap-siap ke kantor. Aditya mendapatkan panggilan dari Alex. Katanya ada rapat dengan perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Dirgantara grup. Sedangkan, Syahira di minta untuk tetap di rumah. Aditya akan pulang siang untuk menemani istrinya untuk melakukan pemeriksaan kandungan.
Alex segera menghampiri Aditya yang baru saja sampai di lobi perusahaan. Semua berkas sudah Alex siapkan untuk Aditya. Sehingga pria itu tak perlu naik ke atas lagi untuk mengambil berkas di ruangannya karena sudah di siapkan oleh Alex.
"Kita langsung ke perusahaan Tuan Dirsa,"
"Heem, aku siang nanti akan pulang lebih cepat. Jadi, sisa rapat kamu yang urus,"Aditya berkata. Keduanya berjalan ke arah parkir mobil yang ada di lantai bawah tanah perusahaan Dirgantara.
Perusahaan Angkasa terlihat ramai. Selain rapat untuk kerja sama dengan Dirgantara. Perusahaan Angkasa juga mengundang salah satu perwakilan dari perusahaan lain yaitu perusahaan milik orang tua Sinta. Sehingga, Aditya terkejut melihat wanita itu tengah berbicara dengan asisten Pak Dirsa.
"Dunia ini benar-benar kecil,"cibir Alex saat melihat Sinta yang berbicara dengan Asisten Pak Dirsa.
"Heem, membuat mood berantakan,"ketus Aditya dan berlalu pergi hingga tiba di tempat di mana Asisten Pak Dirsa dan Sinta berbicara.
"Wah, tak menyangka bisa bertemu dengan mantan Bos di sini,"cibir Sinta. Aditya tak menjawab dan melenggang pergi begitu saja bersama dengan Alex.
"Anda mengenalnya?"tanya Asisten Pak Dirsa, Airon.
"Iya, mantan Bos dan juga mantan pacar,"ketus Sinta. Airon tertawa kecil karena keduanya adalah teman masa SMA dulu tentu kenal bagaimana Sinta. Belum ada yang berani mencampakkan wanita itu kecuali wanita itu sendiri yang bosan. Tidak heran jika Sinta begitu dendam kepada Aditya yang telah mencampakkannya.
Dalam ruangan rapat yang megah, para pejabat perusahaan berbagai bidang industri berkumpul untuk membahas kerjasama investasi. Aroma kopi yang kuat menyebar di udara, dan gemerisik dokumen serta suara mesin fotokopi menciptakan suasana yang sibuk namun terkendali. Semua orang tampak serius, dengan jas hitam dan dasi rapi, serta penampilan yang profesional. Seorang pria berambut klimis, yang merupakan CEO dari salah satu perusahaan besar, membuka rapat dengan menyampaikan laporan pertumbuhan ekonomi.
Dia menjelaskan dengan gamblang bahwa investasi adalah kunci untuk memajukan industri dan menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif. Para peserta rapat pun saling berdiskusi dengan semangat, mengemukakan ide dan strategi yang berpotensi meningkatkan daya saing perusahaan mereka masing-masing. Mereka membahas berbagai topik mulai dari teknologi, lingkungan, hingga sumber daya manusia yang berkualitas.
Di sisi lain, seorang wanita muda yang baru saja diangkat sebagai direktur keuangan sebuah perusahaan startup, merasa gugup dan khawatir mengenai pandangannya yang belum tentu sejalan dengan para senior yang berpengalaman di bidangnya.
Namun, saat gilirannya tiba untuk berbicara, ia berhasil mengungkapkan pemikirannya dengan jelas dan mendapatkan dukungan dari rekan-rekan lainnya. Seiring berjalannya rapat, terjalinlah kerjasama antara perusahaan-perusahaan tersebut. Mereka sepakat untuk bekerja sama dalam berinvestasi dan mengembangkan teknologi baru yang akan memberikan keuntungan bagi semua pihak. Suasana rapat pun semakin hidup dan penuh semangat, dengan harapan bahwa kolaborasi mereka akan membawa dampak positif bagi dunia industri. Sinta terus memandangi Aditya yang nampak cuek saja dengan kehadiran wanita itu.
Aditya tak banyak bicara semua keputusan sudah Aditya serahkan pada Alex. Meskipun Angkasa grup bekerja sama dengan perusahaan milik orang tua Sinta. Aditya menolak penuh untuk bergabung dengan perusahaan milik orang tua Sinta.