NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Petani Sultan

Sistem Check-in Petani Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Siska mengambil tomat itu dan segera menyeka kulit luarnya dengan tisu basah dari dalam tasnya.

​Dia memegang tomat itu dengan kedua tangan dan menggigit bagian ujungnya secara perlahan.

​Kress.

Suara gigitan itu terdengar sangat nyaring mengalahkan suara bising mesin diesel di sekitar mereka.

​Mata Siska langsung melebar seketika saat jus tomat itu menyentuh ujung lidahnya.

​Sebuah ledakan rasa manis alami yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya langsung menyebar memenuhi rongga mulutnya.

​Tekstur buahnya begitu renyah dan padat namun lumer di lidah seperti makan daging buah persik yang paling lembut.

​Tidak ada rasa masam atau sepat sama sekali yang biasanya menempel pada tomat lokal pada umumnya.

​"Ya ampun, rasa apa ini." Siska bergumam tidak jelas dengan mulut yang masih penuh mengunyah.

​Dia menelan gigitan pertamanya dan seketika sensasi hangat yang sangat nyaman menjalar ke seluruh tubuhnya.

​Rasa pusing di kepalanya akibat stres pekerjaan dan kemacetan jalan tadi langsung hilang seolah disapu oleh angin segar.

​Otot-otot lehernya yang kaku kembali rileks dan suasana hatinya mendadak menjadi sangat gembira tanpa alasan yang jelas.

​Siska tidak mempedulikan lagi citranya sebagai manajer restoran elegan di tengah pasar tradisional yang kotor ini.

​Dia melahap habis sisa tomat di tangannya dengan gigitan-gigitan besar dan cepat seperti orang yang tidak makan tiga hari.

​Air jus tomatnya yang berwarna kemerahan sampai menetes pelan ke dagunya namun dia tidak mempedulikannya sama sekali.

​Ibu penjual tempe di sebelah dan beberapa warga pasar yang melihat kejadian itu dari jauh hanya bisa melongo tidak percaya.

​Mereka melihat wanita cantik dari kota itu memakan tomat aneh buatan si pengangguran gila dengan gaya yang sangat rakus.

​"Luar biasa, ini sungguh luar biasa sekali Mas." Siska mengusap dagunya dengan punggung tangan matanya berbinar terang.

​"Saya belum pernah memakan bahan makanan sesempurna ini seumur hidup karier kuliner saya."

​Arga menghembuskan napas lega yang panjang dan panjang sekali hingga bahunya terasa sangat ringan.

​Sistem sialan ini ternyata tidak berbohong soal kualitas barang yang harganya merobek kantong itu.

​"Jadi bagaimana Nona, apakah rasanya sepadan dengan uang seratus ribu yang Nona keluarkan." Arga bertanya dengan senyum tipis yang mulai mengembang di bibirnya.

​"Berapa banyak sisa stok tomat ini yang kamu punya sekarang Mas." Siska tidak menjawab pertanyaan Arga dan malah menyerangnya dengan pertanyaan baru yang penuh semangat.

​"Apakah cuma sisa sembilan buah yang ada di lapak ini saja, saya mau beli semuanya tanpa terkecuali."

​Arga tersenyum semakin lebar hingga memperlihatkan giginya yang sedikit tidak rata.

​"Kebetulan sekali Nona, saya masih punya sisa empat puluh sembilan buah lagi yang masih sangat segar."

​Arga menarik keranjang anyaman bambu miliknya dari belakang tubuhnya dan meletakkannya di depan Siska.

​Siska melongok ke dalam keranjang tradisional itu dan matanya kembali berbinar melihat tumpukan tomat kristal bercahaya di dalamnya.

​"Saya ambil semuanya Mas, lima puluh buah totalnya berarti lima juta rupiah kan." Siska berkata tanpa keraguan sedikit pun.

​"Pak Bowo kemari sebentar, tolong bawakan keranjang ini masuk ke dalam mobil dengan sangat hati-hati." Siska melambaikan tangan memanggil sopirnya.

​Sopir berseragam itu berlari menghampiri mereka dan segera mengangkat keranjang bambu itu tanpa banyak bertanya.

​Siska lalu membuka dompet panjangnya dan menghitung lembaran uang seratus ribuan dengan sangat cepat.

​Dia menyerahkan setumpuk uang tunai itu ke tangan Arga yang kini menerimanya dengan senyum kemenangan yang luar biasa lebar.

​"Ini lima juta rupiah pas Mas, dan ini kartu nama saya." Siska menyerahkan sebuah kartu nama elegan beraksen emas.

​"Nama saya Siska, mulai besok tolong hubungi nomor di kartu itu kalau kamu punya stok tomat ini lagi, berapapun jumlahnya saya beli."

​Arga menerima kartu nama dan uang itu lalu menganggukkan kepalanya dengan gaya sok profesional.

​"Terima kasih kerjasamanya Nona Siska, saya pastikan Nona akan mendapat prioritas utama dari kebun saya nanti."

​Siska tersenyum ramah lalu berbalik arah berjalan kembali menuju mobil mewahnya dengan langkah ringan.

​Mobil bak di depannya ternyata sudah berhasil menyala dan kemacetan jalan pasar pun perlahan mulai terurai kembali.

​Brum brum.

Mobil mewah hitam itu melaju pelan meninggalkan area pasar membawa seluruh hasil panen ajaib milik Arga.

​Arga menatap tumpukan uang lima juta rupiah di tangannya dengan perasaan yang campur aduk antara lega dan sangat bahagia.

​Ting.

​Sebuah suara mekanis yang paling merdu akhirnya berbunyi di dalam kepalanya tepat di saat yang paling krusial.

​[Misi Utama Selesai: Penguasa Pasar Pagi Tradisional berhasil ditaklukkan.]

​[Anda berhasil menjual 50 Tomat Kristal Mutasi dengan harga Rp 100.000 per buah tanpa diskon.]

​[Hadiah Misi: 1.000 Koin Sistem dan 1 Kotak Benih Misterius telah dikirimkan ke dalam Inventaris Sistem Host.]

​Arga mengepalkan tangan kanannya ke udara merayakan kemenangannya melawan kemiskinan dan warga desa yang meremehkannya.

​"Lihat saja nanti, ini baru permulaan dari invasi sayuran ajaibku di dunia ini."

1
irena
hancurkan wiratama sampai ke akarnya thor.. Arga dilawan
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
irena
seru banget thor.. kapok si baskoro... klo perlu kasih jadi gembel si baskoro kusuma
Cherlly: iya kaka nanti tunggu bab selanjut nya ya kaka😍
total 1 replies
Cherlly
sangat menarik dan kejutan tk terduga oleh sistem
Gege
emas dunia 1 gram sudah 2.7juta paling murah Thor...🤣
Gege
duit Baru ratusan juta kok bangun villa mewah..🤣
Cherlly: ya kaka, kan itu uang dr awal dia dapet sistem di kumpulin sampe bisa bangun villa mewah,dan masih ada lanjutaan bab yg mengejutkan si pembaca😊
total 1 replies
Gege
perasaan masih ratusan juta belom milyaran kok disebut milyarder Thor..🤣
Sayekti 0519
waah ... udah bisa bantu bikin rumah sakit khusus kanker gratis,mesjid panti.kan udah punya pohon uang
Sayekti 0519
lah rumah nya g d bagusin,klw d dobrak orang jahat gmana??
Cherlly: dia kan punya sistem yg bisa menghasil kan uang dan bisa buat beli rumah baru kaka
nanti di tunggu bab selanjut nya kaka semakin seru nanti nya,saya lagi mikir untuk bab selanjut nya biar lebih menarik😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!