NovelToon NovelToon
Demi Anakku (Turun Ranjang Adik Ipar)

Demi Anakku (Turun Ranjang Adik Ipar)

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:367.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mulyani Syahfitri

Kehilangan istri yang paling dicintai adalah sebuah duka yang paling besar yang dirasakan oleh Rengga Leksmana. Apalagi kepergian istrinya meninggalkan seorang anak yang baru saja lahir ke dunia ini.
Rasa sakit itu semakin bertambah parah ketika sebelum meninggal Rania meminta Rengga menikahi adiknya untuk menjadi ibu sambung bagi anak mereka.

Shania Isnari, gadis yang masih berusia 21 tahun itu harus mengubur impian dan cita-citanya demi keponakan dan wasiat terakhir sang kakak.

Pernikahan atas dasar keterpaksaan itu benar-benar penuh drama. Selama dua tahun Rengga tidak pernah menganggap Shania sebagai istrinya.
Hingga di akhir batas kesabaran, seorang lelaki yang menjadi cinta pertama Shania kembali muncul.

Mana yang akan Shania pilih? Rumah tangga yang menyakitkan atau kembali pada orang yang mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulyani Syahfitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gangguan Dari Galang

Rengga duduk dan bersandar di tempat tidurnya, memandangi Shania yang baru masuk dengan membawakan bubur ayam dengan aroma yang sangat menggugah selera. Tapi bukan bubur itu yang menjadi fokus Rengga. Dia lebih tertarik memandangi wajah Shania yang selalu terlihat cantik.

Ya, jika dibandingkan dengan Rania, Shania memang jauh lebih cantik. Dia lebih feminim dan tentunya lebih lembut.

Kenapa Rengga baru menyadarinya sekarang? Entahlah, Rengga tidak tahu. Tapi yang jelas, saat itu dia sangat butuh waktu untuk menerima orang baru, menerima cinta baru dan tentunya meninggalkan kenangan indah yang pernah dia lewati dengan istrinya dulu. Bukan hal yang mudah, meskipun tetap saja dia sadar dia salah karena telah mengabaikan Shania.

"Makan dulu, nanti minum obat lagi."

Suara Shania membuat Rengga sedikit terkesiap. Dia kembali fokus dan memandang mangkuk bubur yang diserahkan padanya.

"Terima kasih," ucap Rengga.

Shania hanya diam dan tidak menjawab apapun. Dia hanya mengangguk dan meninggalkan Rengga kembali. Tidak kemana-mana, dia hanya membereskan beberapa mainan Zira yang berantakan dan belum sempat dia bereskan saat akan pergi semalam siang.

Tapi ketika ekor matanya tidak melihat pergerakan Rengga, Shania kembali menoleh. "Kenapa gak dimakan?" tanyanya pada lelaki itu.

Rengga tersenyum getir. "Masih panas," ucapnya. Bahkan tangannya sedikit bergetar memegang mangkuk itu. Ingin menolak, tapi dia takut Shania tersinggung. Dan entah kenapa dia menjadi bodoh dengan membiarkan tangannya memegang mangkuk panas itu.

Shania menghela nafas, dia meletakkan mainan Zira ke dalam tempatnya dan kembali berjalan ke arah Rengga. Dia lupa jika bubur itu memang masih panas, lagi pula kenapa juga Rengga menerimanya dengan senang hati? Dasar aneh.

"Kalau panas kenapa gak diletak dulu?" Shania langsung merebut mangkuk itu dari tangan Rengga dan meletakkannya kembali di atas nampan.

Rengga hanya diam dan terus memandang Shania. Mau menjawab apa dia, mungkin jika diminta untuk memakan racun, mungkin akan dia lakukan.

"Sini buka mulutnya, nanti kalau udah dingin gak enak." Gadis itu berucap ketus, bahkan terdengar menggerutu. Wajahnya terlihat kesal, tapi sungguh perlakuannya yang seperti ini saja sudah membuat Rengga senang.

Dia langsung membuka mulut ketika Shania mulai menyuapkan bubur itu pada Rengga. Ini adalah hal yang pertama kali.

Tidak ada yang mereka katakan, Shania hanya fokus menyuapi Rengga makan, dan Rengga hanya fokus memandangi wajah cantik tanpa senyuman itu.

Hingga tidak lama kemudian, terdengar suara ponsel Shania yang berdering di atas ranjangnya. Dan itu membuat perhatian mereka langsung teralihkan.

Shania menoleh, begitu pula dengan Rengga. Tapi jelas tidak akan terlihat dari ranjang Rengga karena jarak yang memang cukup jauh.

"Angkat dulu, siapa tahu penting," ujar lelaki itu.

"Bentar lagi, sekali suapan lagi." Shania kembali menyuapkan suapan terkahir pada Rengga. Hingga akhirnya, dia beranjak setelah memberikan Rengga minum.

Tidak bisa untuk diabaikan, karena ponsel itu terus berdering tanpa henti. Mungkin saja penting, tapi siapa yang ada perlu? Karena penasaran, Shania langsung beranjak dan berjalan menuju ranjangnya.

Meninggalkan Rengga yang masih menatapnya tanpa henti. Perasaan Rengga mulai tidak nyaman ketika Shania terlihat kikuk saat melihat siapa yang menghubunginya. Bahkan, dia terlihat memandang Rengga lebih dulu.

"Siapa?" tanya Rengga. Dia penasaran, dan dia tidak salah kan untuk bertanya?

"Galang."

Deg

Jantung Rengga yang semula tenang kini langsung bergemuruh hebat. Kenapa lelaki itu berani sekali menghubungi istrinya, pagi-pagi seperti ini. Apa tidak punya pekerjaan lain? Dia tidak berniat menjadi pebinor kan?

"Apa dia ada perlu?" tanya Rengga. Suaranya terasa sangat berat. Ingin marah dan mengamuk sebenarnya. Tapi jika itu dia lakukan bisa-bisa Shania pergi.

Gadis itu terlihat menggeleng pelan. Dia menggeser tombol panggilan itu dan menempelkan ponselnya di telinga. Tapi sayang, Shania malah membawa ponselnya keluar bersama mangkuk bekas bubur Rengga tadi. Hingga akhirnya, Rengga tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

'Apa seperti ini rasanya cemburu?' batin Rengga dengan helaan nafas yang begitu panjang.

Dia kembali tersandar di sandaran tempat tidur. Baru saja berhasil mencuri sedikit perhatian Shania, tapi lelaki berkaca mata itu sudah mencuri seluruh perhatian istrinya. Lalu bagaimana dia bisa dekat dengan Shania jika Galang masih terus membayangi istrinya itu?

Apa dia harus marah dan melarang Shania untuk berhubungan dengan Galang lagi? Tapi, jika itu dia lakukan apa baik?

"Hoi, Mas!" Tiba-tiba suara Bayu yang mengintip dari ambang pintu membuat Rengga terkesiap. Dia langsung memandang adiknya itu dengan kesal.

"Apa?" sahutnya ketus.

Bayu memperhatikan kamar itu dengan aneh, hingga Rengga baru menyadari jika Bayu pasti akan heran melihat ada dua ranjang di dalam kamar ini.

Buru-buru dia turun dari tempat tidur dan berjalan keluar. Mendorong tubuh Bayu dan menutup pintu kamar itu dengan cepat.

"Apasih nyelonong aja masuk ke rumah orang," gerutu Rengga. Dia berjalan ke arah sofa sambil memegangi kepalanya yang pusing karena bangun tergesa.

"Udah salam kok, emang gak ada yang denger. Eh gitu masuk ngelihat pintu kamar gak di tutup, kata Shania Mas di dalam," ungkap lelaki itu.

"Shania dimana?" tanya Rengga.

"Beli sayur di depan," jawab Bayu sambil menunjuk ke arah luar.

Rengga menghela nafas dan kembali bersandar di sofa. Berarti Shania hanya sebentar menerima panggilan dari Galang. Lalu apa yang mereka bicarakan?

"Kok gak kerumah malam tadi? Mau coba honey moon malam pertama ya? Berhasil gak?" goda Bayu.

Rengga langsung melempar kepala Bayu dengan bantal sofa. "Berisik, aku demam, gak kuat nyetir sampai ke rumah Mama," ucapnya ketus.

"Demen banget demam. Heran," gerutu Bayu.

Rengga hanya diam.

"Itu kenapa ranjang ada dua, berarti benar selama dua tahun ini gak pernah nyentuh Shania? Berarti tidur juga gak satu ranjang?"

Rengga tidak menjawab.

"Mas, kamu masih normal kan?"

"Berisik sekali, jangan banyak tanya. Pergi kerja saja sana. Aku libur!" sahut Rengga.

Bayu mendengus. "Dasar aneh, wajar kalau Shania selingkuh. Aku orang nomor satu yang dukung dia."

Rengga langsung menyelis ketika mendengar perkataan adiknya. Sialan sekali memang, apa Bayu tidak tahu jika saat ini dia sedang berusaha?

1
Ibnu Rizqi
jangan pelit mamas Rengga,masa istrinya tdk di kasih apapun,minimal isi dompet ya ga thoor .
Ibnu Rizqi
pernikahan kita adalah wasiat,jangan mengharap apapun hi..hi..hi itu lagi lawas mamas Rengga,ku doakan kamu bucin sama Shania...😍😍😍
Nining Moo
🤣🤣🤣🤣🤣 lucu kamu rengga
Nining Moo
horeee😄😄😄
Nining Moo
keran tante👋🫰🫰🫰
Nining Moo
bagus shania,,,kamu harus tegas ,,,jangan lemah
Riani
Luar biasa
Deswita
terimakasih karya Nya Thor, berhasil bikin 😭
Deswita
🙏😀
Deswita
👏👏🎉🔥
Deswita
😀🎉
Deswita
🙏👍
Deswita
🙏💪💪
Deswita
🙏🙏
Deswita
🙏💪
Deswita
🙏🙏🙏
Deswita
🙏🙏
Deswita
💪💪💪
Deswita
🙏🤔
Deswita
🙏💪💪💪🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!