NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Ruang 301 dan Tatapan Semesta Ninja

Pintu kayu besar menuju Ruang 301 digeser dengan suara derit yang berat. Begitu Tim Guy melangkah masuk, atmosfer di dalam ruangan itu terasa sepuluh kali lebih menekan daripada koridor di bawah tadi. Ruangan itu sangat luas, dengan deretan meja dan kursi kayu yang diatur melingkar menanjak seperti sebuah teater kuno.

Lebih dari seratus pasang mata langsung tertuju pada mereka. Di sudut kanan, kelompok ninja dari Amegakure duduk dengan masker gas mereka, memancarkan aura dingin yang kaku. Di sudut kiri, kelompok dari Otogakure menatap dengan senyum sinis yang penuh dengan niat membunuh terselubung. Dan di barisan tengah, tiga ninja Sunagakure—termasuk Gaara—sudah duduk dengan tenang.

Begitu Lee melangkah masuk, mata Gaara yang memiliki lingkaran hitam tebal itu langsung bergerak, mengunci pandangannya pada Lee. Seutas riak pasir kecil sempat keluar dari celah gentongnya sebelum akhirnya ditarik kembali. Lee membalas tatapan itu dengan anggukan kepala yang sangat tipis, seolah-olah mereka adalah teman lama yang kebetulan bertemu di pasar.

"Luar biasa... Ruangan ini dipenuhi oleh monster," Tenten bergumam pelan, tangannya secara refleks memegang kantong senjatanya untuk mencari rasa aman.

"Tetap fokus, Tenten," Neji mengingatkan, meskipun matanya sendiri terus berputar memantau posisi setiap ninja yang memiliki potensi ancaman besar. "Jangan biarkan aura mereka mengintimidasi mentalmu."

"Lee-niichan! Di sini!"

Sebuah lambaian tangan yang heboh dari barisan depan menghancurkan ketegangan itu sejenak. Naruto berdiri di atas kursinya, mengabaikan tatapan kesal dari ninja-ninja di sekitarnya yang merasa terganggu oleh kebisingannya. Di sampingnya, Shikamaru tampak menghela napas panjang sambil menyandarkan kepalanya di meja, sementara Ino sedang sibuk merapikan rambut pirangnya sambil melirik ke arah Sasuke yang baru saja masuk.

Lee berjalan mendekati kelompok genin baru (Rookie Nine) tersebut. "Halo Naruto. Tampaknya timmu berhasil melewati ujian ilusi di bawah dengan baik."

"Tentu saja! Si Sasuke sok keren itu cuma beruntung karena matanya bisa lihat triknya, padahal aku juga hampir tahu, tahu!" Naruto mendengus sambil melirik Sasuke yang memilih untuk duduk agak jauh dengan menyilangkan tangan.

Tiba-tiba, seorang ninja senior dengan pelindung kepala Konoha dan kacamata bulat berjalan mendekati kelompok mereka. Penampilannya terlihat sangat ramah dan tidak berbahaya—tipe ninja medis atau administratif yang sering dijumpai di kantor misi. Kabuto Yakushi.

"Hei, kalian para pemula, sebaiknya kecilkan suara kalian," ujar Kabuto dengan senyum hangat yang tampak sangat tulus. "Kalian sedang menarik perhatian yang salah. Lihat ninja dari Otogakure di sudut sana? Mereka berasal dari desa kecil, tapi mereka sangat sensitif dan kejam. Kalian bisa menjadi target utama mereka jika terus membuat keributan."

"Siapa kamu, paman?" Naruto bertanya dengan wajah polos tanpa dosa.

"Aku Kabuto Yakushi. Ini adalah Ujian Chuunin ketujuhku, jadi aku punya sedikit pengalaman dan... kartu informasi yang mungkin menarik bagi kalian," Kabuto mengeluarkan seonggok kartu dek tebal dari saku bajunya, lalu mengalirkan sedikit chakranya ke kartu tersebut untuk memunculkan grafik peta dan data statistik.

Reymond menatap Kabuto dengan pandangan yang sangat dingin di balik wajah kotaknya. Kabuto... mata-mata Orochimaru yang paling licik, batinnya.

Reymond tahu betul bahwa keramahan orang ini adalah racun yang dibungkus dengan madu. Kartu informasi itu bukan untuk membantu, melainkan untuk mengukur sejauh mana potensi para genin baru sekaligus menyebarkan rasa takut terselubung.

"Wah! Keren banget! Paman punya informasi tentang semua orang di sini?" Naruto mendekat dengan mata berbinar.

"Hampir semua," Kabuto tersenyum misterius. Dia membalik salah satu kartu. "Misalnya, Gaara dari Gurun. Menyelesaikan semua misinya tanpa luka sedikit pun, dan memiliki pertahanan pasir mutlak. Atau... Neji Hyuga dari desa kita, jenius nomor satu dari angkatan tahun lalu."

Kabuto kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Lee, matanya yang berada di balik lensa kacamata tampak berkilat penuh rasa ingin tahu. "Dan tentu saja, ada satu nama yang belakangan ini menarik perhatian di departemen logistik... Rock Lee. Kudengar kamu mengalami kebangkitan kondisi fisik khusus setelah keluar dari rumah sakit? Di kartuku, data kekuatan fisikmu mendadak melonjak ke tingkat yang tidak masuk akal untuk seorang Genin."

Mendengar itu, Neji dan Sasuke secara bersamaan menoleh ke arah Lee. Ruangan itu mendadak menjadi hening sesaat, seolah-olah semua orang sedang menunggu jawaban dari si pemuda beralis tebal.

Lee tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun. Dia maju satu langkah, berdiri tepat di depan Kabuto dengan senyum tipis yang memancarkan aura kedewasaan yang aneh. "Informasi yang bagus, Kabuto-san. Tapi kartu tetaplah kartu. Kertas mati tidak akan pernah bisa merekam dengan akurat bagaimana api masa muda seseorang bekerja di dunia nyata."

Sebelum Kabuto sempat membalas, sebuah getaran chakra yang sangat cepat terdeteksi oleh insting Lee. Tiga ninja dari Otogakure—Dosu, Zaku, dan Kin—melesat maju dari sudut ruangan dengan kecepatan tinggi. Dosu mengarahkan lengan kanannya yang dipasangi alat pengeras suara mekanis (Melody Arm) langsung ke arah kepala Kabuto, berniat memberikan serangan gelombang suara yang bisa merusak telinga bagian dalam.

Syuuwt!

Kabuto yang sengaja ingin menyembunyikan kekuatannya memilih untuk berpura-pura tidak sempat menghindar. Dia bersiap untuk menerima dampak serangan itu agar penyamarannya tetap sempurna.

Namun, skenario itu tidak pernah terjadi.

Sebuah bayangan hijau berkedip di antara Kabuto dan Dosu dengan kecepatan yang menentang logika penglihatan seorang Genin. Lee sudah berdiri di sana, tangan kanannya terangkat dengan telapak tangan terbuka, menangkap pergelangan tangan besi milik Dosu dengan akurasi yang menakutkan.

PLAK!!!

Suara benturan tangan Lee dan besi pengeras suara itu menggema keras. Dosu melotot tak percaya, dia langsung mengaktifkan chakranya untuk melepaskan gelombang suara frekuensi tinggi langsung melalui kontak fisik tersebut. "Mati kamu, alis tebal! Rasakan getaran internal ini!"

Bzzzzzttttt!!! Gelombang suara yang bisa menghancurkan keseimbangan otak itu merambat masuk ke lengan Lee.

Di dalam kepala Lee, notifikasi sistem kembali bergaung dengan dingin.

[Mendeteksi serangan gelombang sonik yang menargetkan organ pendengaran dan pusat keseimbangan otak.]

[Fungsi Kekebalan Ilusi Absolut dan Regenerasi Tak Terbatas diaktifkan secara bersamaan. Menetralkan getaran dan memperbarui sel saraf internal secara instan.]

Ekspresi Lee bahkan tidak berubah satu milimeter pun. Gelombang suara yang seharusnya membuat Kabuto muntah darah dan pingsan, bagi Lee tidak lebih dari sekadar getaran ponsel di dalam saku.

"Teknik suara yang menarik," Lee berbisik dengan nada datar, matanya menatap langsung ke balik topeng perban Dosu. "Tapi getaranmu... terlalu lemah untuk mengguncang masa mudaku."

Dengan satu sentakan tangan yang sangat kuat, Lee memutar pergelangan tangan Dosu dan melempar tubuh ninja Otogakure itu kembali ke arah rekan-rekannya dengan kekuatan mentah yang membuat Dosu harus berguling beberapa kali di atas lantai sebelum akhirnya bisa berdiri dengan napas terengah-engah.

Seluruh ruangan 301 seketika itu juga jatuh ke dalam keheningan yang mencekam. Bahkan para jounin pengawas yang sedang mengamati dari balik celah dinding tersembunyi menahan napas mereka. Menahan serangan Melody Arm dari jarak dekat tanpa ada tanda-tanti cedera sedikit pun? Itu bukan lagi level seorang Genin.

"Cukup sampai di sana, kalian para berandalan!"

BOOM! Pintu depan ruangan meledak oleh kepulan asap hitam tebal, memunculkan sosok pria bertubuh raksasa dengan mantel parit hitam dan wajah yang dipenuhi oleh bekas luka jahitan yang mengerikan. Ibiki Morino. Kepala Divisi Interogasi Konoha, sekaligus pengawas babak pertama Ujian Chuunin.

"Ujian babak pertama... resmi dimulai. Duduk di kursi kalian masing-masing berdasarkan nomor yang tertera, atau aku akan mendiskualifikasi kalian sekarang juga!" raung Ibiki, auranya yang kejam langsung menekan ego semua ninja di dalam ruangan tersebut.

Lee melepaskan perbannya yang sedikit bergeser, lalu berjalan menuju kursinya dengan ketenangan yang absolut. Babak pertama telah dimulai, dan dia tahu, ini barulah awal dari pertunjukan besar yang sesungguhnya.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!